Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Terungkap


__ADS_3

Buuugghhh..


"Apa apan kamu ini?". Tanya Pak Robby dengan mengusap setitik darah segar yang keluar dari sudut bibir nya


" Kau Lelaki brengsek yang sudah menghamili Mawar, tapi tak mau bertanggung jawab, dan kini malah aku yang menjadi korban dari kesenangan kalian berdua, sialan!!!". Geram Rio merasakan sakit pada hati nya karena di bohongi


"Ckckckck.... Kau saja yang Bodohh Rio, mau saja kau tertipu dengan wanita ular seperti dia". ujar Pak Robby terkekeh seraya memandang Rio dengan remeh


" Maksud nya apa? ". tanya Rio mengerutkan kening nya


" Ckckckck... Asal kau tahu, Mawar itu wanita liar, dia menjajakan tubuh nya kepada para pria. Dia tak sebaik yang kau kira". Lagi lagi Pak Robby terkekeh melihat kebodohan dari anak buah nya ini


"Tidak, tidak mungkin!". ujar Rio tertunduk lemas


" Dan mulai hari ini saya pecat kamu dari kantor ini, silahkan keluar dari ruangan saya. Sekarang!!!". Tegas Pak Robby


Rio terkejut saat ini diri nya malah di pecat dari kantor, bukan hal ini yang ia inginkan.


"Pak, maafkan saya atas perbuatan saya tadi. Saya mohon jangan pecat saya". Ujar Rio mengiba


" Silahkan keluar sekarang, atau saya panggilkan satpam!". ujar Pak Robby


"Baik saya akan keluar Pak, tapi saya minta Bapak untuk membayar biaya rumah sakit Mawar saat melahirkan tadi, kalau tidak Bapak akan saya laporkan pada pihak Atasan". Ancam Rio


" Oke, saya akan menanggung semua biaya itu. berapa nomor Rekening kamu, nanti saya transfer. dan sekarang pergilah dari kantor ini sekarang juga!!".


Rio merasakan otot kaki nya seperti tak memiliki tulang, ia berjalan dengan gontai menuju ke meja kerja nya dan langsung membereskan barang barang nya.


(Sialan, ini semua karena wanita brengsek itu)


(Kenapa Mawar? kenapa kau tega membohongi aku, sampai sampai kau hancurkan pernikahanku dengan Tiara). Batin Rio


Kini Rio sudah membawa semua barang barang nya, lelaki itu berjalan dengan lemas menuju ke arah parkiran untuk mengambil motor nya.


Kini tujuan Rio hanya satu, secepat nya Rio harus menemui Mawar dan berbicara kepada nya.


Rio melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, tak seperti tadi. Pikiran nya saat ini menerawang kemana mana, perasaan kesal, sakit hati, kecewa, amarah menjadi satu.


Semenjak berpisah dengan Tiara hidup nya semakin tak terarah, banyak masalah yang selalu menghampiri nya.


(Inikah Karma?). Batin Rio

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit, Rio berjalan menuju ruangan Mawar di rawat dengan membawa barang barang dari kantor nya.


"Yo!! kamu ini gimana sih, bisa bisa nya Ibu di tinggal sendirian di rumah! kamu malah pergi ninggalin Ibu!". Omel Bu Ningsih saat melihat putra nya yang baru saja datang


" Loh loh Loh, ini kardus apaan Yo?". Tanya Bu Ningsih lagi dengan penasaran


"Ini barang Rio di kantor Bu". Jawab Rio lemas


"Kenapa barang barang mu di bawa ke sini?". Tanya nya lagi


" Rio di pecat Bu". Lirih Rio


"APA??!!". Bu Ningsih terkejut saat mendengar ucapan dari putra nya itu


" Kamu berbohong kan Yo, kamu baru semingguan kerja di sana masak sudah di pecat? kamu ngelakuin kesalahan apa?? ya ampun Yo... Trus kita gimana kalau kamu gk kerja lagi". Ujar Bu Ningsih mendadak keliyengan


"Gimana dengan biaya operasi dan perawatan Mawar?".


" Tenang saja kalau itu Bu". Ucap Rio


"Rio masuk dulu ya Bu".


...****************...


" Enggh.. Mas, Kapan kamu sampai". Ujar Mawar


Rio bergeming tak menjawab ucapan dari Mawar, bahkan lelaki itu menatap nya dengan tatapan tajam.


"Mas, Kamu kenapa Mas?". Tanya Mawar seraya mengerutkan kening nya


" Mawar, aku tahu jika anak ini bukan anakku".


Degghh...


"Ma.. Maksud kamu apa sih Mas, dia anak kita. Anak aku dan kamu". Sahut Mawar


" Sudahlah War, kamu jangan bohongi aku lagi, aku sudah tahu semua nya. jadi setelah kamu pulih dan keluar dari rumah sakit, aku akan segera menceraikan kamu". Ujar Rio dengan mantap


"Enggak... Enggak Mas, kamu gk boleh lakuin hal itu sama aku, kamu ini kenapa sih Mas?? Ini anak kamu". Kekeh Mawar


" Ckckckckc Anak aku apa anak Pak Robby". Ucap Rio tersenyum Remeh

__ADS_1


Kini giliran Mawar yang bergeming, wanita itu terdiam mematung tak bisa menjawab perkataan dari Rio.


"Pantas saja saat di pesta waktu itu sikap mu dan Pak Robby terlihat aneh saat bertemu, dan ternyata ini alasan nya".


"Ckckck Gk bisa jawab kan kamu, jadi mari akhiri pernikahan toxic yang penuh dengan kebohonganmu ini".


Mawar menggeleng, wanita itu tak mau jika diri nya harus di tinggalkan Rio, apalagi kini ia sudah memiliki seorang anak, ya meski anak itu bukan anak Rio.


" Enggak Mas, aku mohon jangan ceraikan aku, aku akui kalau aku salah, aku minta maaf mas, aku terpaksa melakukan hal ini, karena aku mencintaimu mas". Mawar menangis tergugu


"Ada Apa ini? kenapa Mawar menangis seperti itu Yo?". Tanya Bu Ningsih yang baru saja masuk ke dalam ruangan saat mendengar teriakan dari Mawar


"Anak yang Mawar kandung bukan anak ku, Bu!! Dia mengandung anak atasanku!". Ucap Rio


" Maksud mu apa Yo? Ibu tidak mengerti". Ujar Bu Ningsih kebingungan


"Bayi ini bukan anak Rio, dia bukan cucu Ibu! ".


" APA?? ". Lagi lagi Bu Ningsih terkejut saat mendapatkan fakta ini


" Enggak Mas, ini anak kamu". Mawar masih menyangkal


"Tunggu dulu, kenapa kamu bisa berbicara seperti itu Yo. Bukan nya tadi Mawar bilang jika anak ini lahir prematur". Tanya Bu Ningsih


"dia berbohong Bu, apa Ibu kira ada bayi prematur yang bobot nya sampai 3,1 kg?. Rio sudah mencari tahu semua nya Bu, dan ternyata Mawar melahirkan secara normal bukan prematur ".


" Ahh iya benar juga, kenapa Ibu bisa lupa. dulu ada saudara Ibu yang melahirkan prematur dan bayi nya hanya bekisar 2,3 kg saja dan harus di inkubator. ahh jadi benar kamu membohongi keluarga kami Mawar dan bayi itu bukan cucuku???". Ucap Bu Ningsih menatap Mawar dengan nyalang


Mawar yang di tatap seperti itu hanya bergeming dengan air mata yang terus berderai di pipi


"Mawar Jawab!!". Bentak Bu Ningsih


" Bu, tolong percaya sama aku. ini cucu Ibu".


Mawar berusaha meyakinkan mertua nya dengan air mata buaya nya


"kalau Ibu tidak percaya, biar dokter yang menjelaskan semua nya". Ujar Rio


Lelaki itu ingin sekali memaki Mawar, namun ia sadar jika Mawar baru saja bertaruh nyawa demi melahirkan bayi nya.


" Dasar wanita bia*dab, Sialan!! selama ini kau sudah menipu keluargaku hahh, sampai sampai aku harus kehilangan rumah hanya demi kau". cacian makian di ucapkan oleh Bu Ningsih yang sudah kepalang emosi

__ADS_1


Bu Ningsih berjalan maju untuk meraih tubuh Mawar dan hendak memukuli nya, tapi Rio dengan cepat menahan nya, agar tak terjadi sesuatu yang tak di inginkan.


"Sudah, Sudah Bu.. Ayo kita pulang saja".


__ADS_2