
Tiara saat ini telah bersiap siap, dia akan berangkat ke pesta yang Alfian katakan, pesta perusahaan Wijaya, seluruh karyawan dan para keluarga mereka turut hadir memeriahkan Pesta tersebut.
orang tua Alfian tidak bisa datang lantaran Nenek Alfian masuk ke rumah sakit dan mereka memilih berjaga di sana, Jadi acara tersebut di wakili oleh Alfian sendiri.
"Aku beneran nggak menor kan?". ujar Tiara memastikan make up yang menempel di wajah nya setelah menatap cermin yang ada di mobil
"nggak sayang kamu tetap cantik, Always Beautiful". jawab Alfian lalu kembali fokus menatap jalanan
meskipun memiliki sopir pribadi jika pergi bersama Tiara, Alfian selalu mengusahakan untuk menyetir sendiri.
Sesampai nya di tempat acara, Alfiandan Tiara di sambut oleh para petinggi perusahaan, lalu di antarkan ke kursi mereka berdua.
Alfian selaku pemimpin perusahaan, sehingga acara Langsung di mulai. pidato dari beberapa orang penting di perusahaan di sampaikan, sampai tiba giliran Alfian yang naik untuk memberikan pidato nya.
Tiara fokus mendengarkan, begitupun para tamu yang lain. melihat bagaimana sosok gagah itu berbicara, Tiara rasa nya sangat bangga sekaligus senang, ya senang karena pria itu adalah pasangan nya.
suara riuh tepuk tangan menghiasi Alfian saat menyelesaikan pidato nya, lanjut kepada cara selanjut nya yaitu acara pemotongan tumpeng pun telah di siapkan.
selesai dengan segala hal di atas panggung, Alfian kembali ke kursi nya, dan Tiara pun menyambut dengan senyum seraya memeluk nya singkat.
"Aduhh Bos muda ini memang hebat". Ucap Tiara membuat Alfian tersenyum
memasuki acara santai, para tamu undangan pun boleh bergabung dengan iringan lagu dari penyanyi yang telah di undang, beberapa orang yang tidak Tiara kenal menghampiri nya untuk menyapa Alfian, Tiara dengan setia selalu berada di samping lelaki itu.
"aku mau ambil minum dulu haus". Ucap Tiara berbisik karena Alfian Tengah berbicara urusan bisnis pada rekan nya
__ADS_1
"Aku Antar ya".
" Enggak usah, bentar aja kok, nanti aku balik lagi ". ujar Tiara menggeleng dengan pelan
Alfian menggangguk, lalu Tiara pergi untuk mengambil minum.
beberapa pelayan memang ada yang berkeliling untuk membawa minum, namun sayang nya apa yang mereka bawa bukan minuman yang Tiara mau, kebanyakan mereka membawa wine dan Tiara saat ini ingin meminum jus jeruk yang terletak di meja yang sudah di sediakan.
"lihat siapa yang aku temui, Wah wah wah.. Halo Nyonya kaya raya".
Tiara menoleh ke samping, sedikit terkejut dengan sosok yang berdiri dan menatap nya dengan sinis.
Ya, Orang itu adalah Mawar
Tiara menatap sosok mawar yang berada di hadapan nya dengan datar, berbeda dengan Tiara wanita itu malah menatap Tiara dengan sinis meremehkan, tapi bukan Tiara nama nya jika ia terpancing begitu saja.
"Seperti nya anda hidup dengan bahagia ya? ". ucap Tiara hanya tersenyum dengan santai
mawar tertawa seolah kini ia berada di posisi yang lebih tinggi dari Tiara
" Hahaha Tentu saja, hidup saya lebih sempurna, Saya punya suami yang luar biasa, yang sangat mencintai saya, jadi tidak ada alasan hidup saya untuk terpuruk, bahkan kami sedang menantikan anak kami, tidak seperti anda". lagi Mawar memberikan tatapan meremehkan kepada Tiara sambil mengusap perut nya yang membuncit
"percuma harta melimpah tapi tidak bahagia, melihat anda hanya berdiri sendiri di tengah pesta seperti ini, saya benar-benar merasa kasihan, mungkin karena anda hanya barang bekas ya, Jadi tidak ada yang mau atau Anda belum bisa move on dari suami saya? cih kasihan sekali". lanjut Mawar dengan remeh
wanita itu benar-benar berusaha dengan maksimal dalam melakukan kesombongan nya, seolah ini adalah waktu yang ia tunggu-tunggu dalam hidup nya untuk membuat Tiara merasa terpuruk
__ADS_1
"dengar ya, Sampai kapanpun suami saya tidak akan kembali kepada anda, jadi jangan berharap apapun dengan nya!!". Ucap Mawar sambil menunjuk wajah Tiara
"Sayang.. ".
Tiara langsung menoleh kepada Alfian yang datang dan merangkul nya begitu saja, membuat Tiara kini tersenyum sinis kepada Mawar yang sedang menatap nya.
" Sudah berbicara nya? Anda pikir hanya anda yang memiliki hidup yang lebih baik, anda bukan tokoh utama di sini, tempat Anda selama nya akan selalu di bawah saya, sekalipun Anda melaju akan ada saya yang selalu di atas anda, Oh ya Jika Anda mengatakan saya barang bekas, Setidak nya saya lebih berharga dari sampah seperti anda!". balas Tiara dengan nada suara yang tenang tapi terdengar begitu menyakitkan
"lalu kalau bicara tentang bagaimana hidup yang terus melangkah, hidup saya sudah jauh melangkah ke depan dari pada yang anda ucapkan. sebalik nya, seperti Anda masih terjebak dalam bayang-bayang saya, Oh tidak, lebih tepat nya anda hanya berusaha bahagia di tengah hati anda yang tidak pernah tenang". ucap Tiara masih berbicara dengan tenang bahkan kini tersenyum manis yang menurut Mawar senyuman itu sangat menjengkelkan dan meremehkan nya
"hidup seorang perebut suami orang memang tidak akan pernah tenang, fakta nya memang akan selalu seperti itu, dan kamu tidak akan pernah melebihi saya, kamu memang bisa merebut nya dari saya, tapi fakta lain bahwa kamu tidak akan pernah menjadi yang pertama dan kamu juga memungut barang bekas dari saya". jelas Tiara yang membuat wajah mawar kesal, tangan nya mengepal menahan emosi yang tiba-tiba sudah memenuhi diri nya
"Mawar".
sosok Rio muncul, lelaki itu cukup terkejut melihat keberadaan Tiara bersama mawar
"sayang mantan istrimu ini sangat jahat, dia bilang yang jelek-jelek terhadap anak kita ini". hasut Mawar kepada Rio
Tiara tersenyum dengan remeh melihat wanita itu yang sudah kalah telak dan kini merengek, Tapi Tiara sama sekali tidak berniat untuk membalas atau menyangkal nya. toh dia tidak butuh Rio untuk percaya kepada nya, jadi dari pada merendahkan harga diri untuk menyangkal agar Rio percaya bahwa ucapan istri nya bohong, Tiara memilih untuk diam menyaksikan drama di depan nya.
" Ayo!! ". Ucap Alfian mengajak Tiara untuk pergi Tapi kembali tertahan saat seorang pria menghampiri mereka dengan senyum lebar nya
"Wah Pak Alfian, senang bertemu dengan anda". Sapa seorang Pria berusia empat puluh sampai empat puluh lima tahunan
"Om Robbi". Lirih Mawar
__ADS_1
Samar samar Pak Robbi mendengar jika nama nya di panggil, membuat nya menoleh ke samping dan betapa terkejut nya ia melihat seorang Wanita yang sangat ia kenali berada di pesta itu.