
"Oke Mas, aku Terima kalau kamu mau menceraikan aku. tapi aku minta uang untuk sewa kontrakan dan kebutuhan ku". Ucap Mawar
" Ck! Berapa kamu butuh uang?". Tanya Rio
"Aku minta uang sepuluh juta". Ujar Mawar
" Jangan gila kamu, aku mana ada uang segitu banyak nya. aku hanya ada satu juta saja". Ucap Rio seraya mengambil uang di dalam dompet nya
"Ini uang nya, kalau mau silahkan ambil dan pergi dari sini! ". Ucap Rio
" ingat Mas, kamu akan membayar semua rasa sakit hati ku pada hari ini! ". Ancam Mawar
" Dihh dasar wanita tak tahu diri, pergi sana!!". Timpal Bu Ningsih, sedangkan Manda sedari tadi hanya terdiam menyaksikan drama yang di suguhkan di depan nya
Mawar pun mengambil uang itu dan beranjak pergi dari rumah Bu Ningsih, berjalan menjauh sambil menggendong bayi kecil yang tak berdosa itu, bayi itu masih terlelap dan hanya sesekali saja menangis.
Namun tiba tiba bayi itu menangis, membuat Mawar hanya memandangi nya saja dan tak ada niat untuk berusaha menenangkan nya.
"Diaaammm!!!! kalau kamu masih terus saja menangis, aku akan membuangmu ke jalanan!". Omel nya walau dengan terpaksa menyodorkan susu formula yang sudah di bawa nya tadi dari rumah sakit
Mawar berjalan luntang lantung tak tahu arah, wanita itu bingung harus pergi ke mana.
Hingga akhir nya Mawar pun pergi menaiki ojek dan berhenti di salah satu gang yang nampak sepi.
Mawar pun berjalan menyusuri jalanan yang begitu sepi, hingga ia berhenti di salah satu rumah.
Tanpa pikir panjang, Mawar pun langsung meletakkan bayi yang tak berdosa itu dan tas yang berisi baju baju bayi nya di lantai teras rumah itu.
Mawar membiarkan begitu saja bayi nya tergeletak hanya menggunakan kain selendang yang menutupi tubuh kecil nya.
Setelah memastikan aman, dia pun langsung berlalu dari tempat itu. tapi sebelum itu, dia sempat memfoto anak nya terlebih dulu, anggap saja sebagai kenang kenangan terakhir untuk nya.
Mawar sebenar nya belum siap memiliki seorang anak, yang nanti nya akan menyusahkan diri nya saja dengan tangisan dan rengekan anak kecil.
Apalagi Rio kini benar benar sudah tau akan semua fakta yang selama ini sudah ia sembunyikan rapat rapat, dan Rio sendiri sudah menceraikan diri nya jadi untuk apalagi merawat bayi itu? fikir Mawar
Hingga Mawar nekat melakukan ini semua, menurut nya ini semua demi kebaikan nya.
__ADS_1
Setelah masa nifas nya selesai, ia berfikir akan mencari mangsa baru dengan menggaet lelaki kaya saja agar hidup nya lebih bahagia bergelimang harta.
Dan untuk melancarkan aksi nya hari ini, Mawar pun mengenakan sebuah selendang yang ia gunakan menjadi hijab seraya menggunakan masker untuk menutupi wajah nya.
Tanpa rasa bersalah, Mawar pun langsung melenggang pergi begitu saja dari tempat itu.
Mawar meninggalkan bayi malang itu seorang diri di sana, bayi yang masih terlelap dari tidur nya.
...****************...
malam ini mawar sengaja tinggal di sebuah motel atau penginapan yang biaya sewa nya lebih murah dari pada hotel, setidak nya sampai ia menemukan rumah kontrakan yang cocok untuk nya.
ia juga bertekad akan mencari lelaki kaya yang bisa menopang hidup nya, meski diri nya tahu jika masih tahap nifas.
demi bertahan hidup dengan uang pas-pasan yang di berikan oleh Rio, mawar pun benar-benar hidup dengan sangat berhemat, Bahkan ia terpaksa makan tahu tempe setiap hari nya.
...****************...
Berbeda dengan Rio yang melewati hari hari nya dengan tidak bersemangat, sudah berminggu minggu Rio mencari pekerjaan, namun tak kunjung dapat sampai saat ini.
Ya, Bu Ningsih saat ini menjadi tukang cuci panggilan. jika ada tetangga yang membutuhkan nya, meski dengan berat hati akan menerima pekerjaan itu.
mau tak mau, Bu Ningsih harus melakukan nya. demi ia dan keluarga nya bisa makan dan membayar kontrakan ini, tak jarang jika ia tak mencuci gosok, diri nya akan berjualan jajanan pasar dan berkeliling sekitaran komplek demi mencari pundi pundi rupiah.
Manda sendiri juga membuka warung kecil kecilan modal dari uang pesangon Rio saat di pecat dari kantor dulu, Manda menjual berbagai aneka makanan ringan dan berupa sosis bakar dan juga gorengan.
meski untung nya tak seberapa, namun dia tetap bersyukur, setidak nya ada pemasukan setiap hari nya meski hanya sedikit.
Kini Rio tengah melamun memikirkan nasib kehidupan nya yang berbanding terbalik dengan dulu, jika dulu ia selalu hidup dengan tak kekurangan, memakai pakaian bagus, mengendarai mobil, memiliki pekerjaan bagus.
Namun saat ini? semua nya hilang begitu saja, Rio berfikir apa semua ini terjadi dan balasan untuk nya dulu karena telah menyakiti hati Tiara?
"Kamu kenapa Yo, kok ngelamun gitu. awas ketempelan". Ujar Manda yang mengagetkan Rio
"Ehh, enggak Mbak. Rio cuma lagi memikirkan, apa semua ini balasan atas sikap kita terhadap Tiara dulu ya Mbak? ". Lirih Rio
" Hemm.. seperti nya begitu Yo, Mbak juga sebenar nya ingin meminta maaf kepada Tiara atas semua perilaku Mbak dulu terhadap nya, tapi Mbak takut dan juga malu". Ujar Manda
__ADS_1
"Ya sudah Mbak, kita minta maaf saja bersama sama atas semua perilaku dan kesalahan kita terhadap nya, Tiara pasti akan memaafkan kita, Rio tahu jika dia orang nya sangat baik". Ucap Rio
"Iya Yo, nanti kita minta maaf kepada Tiara". Jawab Manda
" Gimana? kamu sudah dapat pekerjaan?". Tanya Manda
"Huuhh.. Belum Mbak, entah kenapa sulit sekali untuk mencari pekerjaan. Rio udah muter muter di semua perkantoran tapi sama sekali tidak ada lowongan, dan Rio juga sudah mencari di internet dan grup grup lowongan pekerjaan lain nya namun belum ada yang sesuai kandidat". Ujar Rio tertunduk lesu
" Aada sih Mbak pekerjaan, tapi menjadi OB. menurut Mbak, bagaimana?". Tanya Rio meminta pendapat
"Terserah kamu Yo, tapi setidak nya kamu tidak menganggur dan kamu punya pemasukan setiap bulan nya sambil kamu menunggu Pekerjaan lain nya". Ujar Manda memberikan saran
" Baik Mbak, besok Rio akan mencoba melamar dengan posisi itu".
"Eh Mbak, Ibu mana?". Tanya Rio
" Oh Ibu, masih cuci gosok di rumah nya Bu Dayu. kasihan Ibu, Yo.. setidak nya kalau kamu bekerja, Ibu bisa beristirahat karena usia nya sudah rentan". Ujar Mawar
"Iya Mbak, besok do'akan Rio agar di Terima ya". Ucap Rio tersenyum.
...****************...
Polisi kini tengah memburu Mawar yang tega membuang bayi nya yang hampir meninggal karena terlalu lama berada di depan sebuah rumah yang memang sedang dalam keadaan kosong, di karenakan pemilik rumah sedang pergi ke rumah kerabat nya dan kembali pada tengah malam.
mereka pun melihat dari CCTV rumah itu, namun penyamaran Mawar sangat baik, hingga membuat nya sulit di kenali.
Namun hingga berminggu minggu para polisi mengusut masalah ini, hingga akhir nya mampu menetapkan Mawar sebagai tersangka atas pembuangan bayi tersebut.
Tokk..
Took...
Tokkk..
Terdengar gedoran pintu dari depan rumah kontrakan yang di huni oleh Mawar, wanita itu masih tertidur pulas, namun karena mendengar suara ketukan pintu, ia terbangun dan menggerutu dengan kesal.
" Siapa sih? pagi pagi gini datang bertamu, ganggu aja!!"
__ADS_1