
Tiara kini sudah bersiap bukan hanya penampilan nya namun juga hati nya, wanita itu sudah sangat siap, ia menunggu kedatangan Alfian, lalu mereka akan terbang bersama menuju ke Australia.
terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat, Tiara langsung menoleh dan bisa melihat sosok yang dia tunggu telah datang.
"Maaf lama ya Sayang". ujar Alfian
" nggak Kok< ya udah ayo berangkat sekarang". Sahut Tiara yang langsung bangun dari duduk nya
"Iya sayang, Ayo kita berangkat sekarang, koper nya ini aja atau ada yang lain nya?". ujar Alfian bertanya seraya meraih handle koper milik Tiara
"udah itu aja kok, aku cuma bawa satu koper aja. Nggak banyak juga barang yang aku bawa". sahut Tiara
" Iya nggak usah banyak-banyak, nanti kalau perlu sesuatu kita langsung beli di sana aja sayang, Ya udah ayo kita berangkat". Ujar Alfian dengan mengeluarkan tangan nya dan Tiara pun menyambut nya
kini kedua nya melangkahkan kaki nya menuju keluar dengan Alfian yang menarik koper milik Tiara.
Tiara masuk ke dalam mobil lebih dulu, setelah Alfian membukakan pintu untuk nya hari ini Alfian tidak akan mengendarai mobil nya sendiri ke bandara, karena ada sopir yang siap mengantar mereka.
setelah memastikan koper Tiara aman di bagian belakang bagasi mobil, Alfian menyusul Tiara untuk masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di samping wanita itu.
"Duh Aku gugup tahu Al". jujur Tiara ketika mobil mulai melaju menyusuri jalanan yang sedikit padat .
Alvin sendiri Langsung meraih tangan Tiara, membawa tangan itu dan menggenggambnya dengan erat, menyalurkan energi seolah menyemangati nya.
"tenang aja, ada aku kok, ada Bunda dan juga Papa". Sahut Alfian tersenyum menatap wajah kekasih nya
"kalau kakek dan nenek atau saudara lain nggak suka sama aku gimana dong? ". Ujar Tiara cemas
"jangan mikir jelek gitu, sepupu aku malah pada nanyain kamu kok, aku yakin mereka setuju, nenek bahkan udah nggak sabar pengen ketemu sama kamu sayang".
"Iya semoga aja semua nya berjalan dengan lancar ya". Ujar Tiara yang tersenyum
" pokok nya kamu tenang, santai aja ada aku, jadi kamu nggak perlu khawatir". sahut Alvian
Tiara pun hanya menganggukkan kepala nya sebagai tanda jawaban atas pernyataan dari Alfian.
ya ada Alfian di samping nya, dia percaya jika lelaki itu pasti akan melindungi nya dan dia juga harus yakin bahwa apa yang dia takutkan tidak akan pernah terjadi.
tiba di bandara dan melakukan beberapa proses, kedua nya akhir nya duduk di kursi mereka.
__ADS_1
seperti biasa saling berdampingan, Tiara memang melarang Alvian untuk terbang memakai private jet karena pesawat itu kini sedang berada di Australia, akan memakan biaya yang lebih besar Jika pesawat itu menjemput mereka ke Indonesia dan kembali lagi ke Australia.
memang biaya tidak akan menjadi masalah bagi mereka berdua, apalagi Alfian yang selalu ingin memberikan fasilitas terbaik untuk kekasih nya itu.
tapi jiwa emak emak Tiara sudah cukup kental, meski ia belum mempunyai seorang anak, menurut nya Sayang uang nya jika di lakukan hanya dengan seperti itu.
Sampai akhir nya Alfian mengalah dan mereka menaiki pesawat komersial, kadang Tiara suka lupa diri kalau dia memiliki banyak uang.
Selama penerbangan menuju Australia, Tiara memilih membaca sebuah buku. hobi yang dulu dia sukai dan Baru kali ini ia memulai nya lagi, karena biasa nya menurut Tiara daripada membaca buku, ia lebih baik membaca laporan, tapi kali ini dia ingin terbebas dari pekerjaan nya.
pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna di Australia, Alfian tidak langsung membawa Tiara ke rumah keluarga, Tetapi dia membawa wanita itu ke penthouse pribadi milikn ya sendiri.
"bagaimana tempat nya? kamu suka kan sayang? ". tanya Alfian pada Tiara yang berada di depan dinding kaca yang menampilkan pemandangan kota
" ya Aku suka, terimakasih Al". Ujar Tiara dengan menggangguk
awal nya Tiara memang sempat bingung karena Alfian membawan ya ke penthouse-nya, tapi ketika mendengar alasan pria itu, Tiara hanya bisa memaklumi Alfian seperti sedang mencuri kesempatan.
{kalau langsung ke rumah utama kamu pasti bakalan sama mama terus, jadi aku nggak bisa berdua sama kamu} kalimat yang Alfian keluarkan sebagai alasan
" aku lapar". ujar Tiara
Tiara langsung mengganggukkan kepala nya, lalu mereka berdua Kembali keluar dan Alfian sendiri yang mengendarai mobil nya.
Tidak hanya makan, kedua nya juga berbelanja beberapa barang, mulai dari tas hingga pakaian baru.
Setelah itu mereka kembali, karena Tiara ingin beristirahat, Setelah membersihkan diri nya dan memakai piyama, Tiara langsung menghempaskan tubuh nya ke atas kasur dan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama dia mulai terlelap masuk ke alam mimpi.
besok nya Tiara bangun lebih dulu, lalu mulai bersiap, wanita itu juga menyiapkan pakaian untuk Alfian.
Tante Elisa sudah menghubungi mereka, beliau marah kepada Alvin karena tidak langsung membawa Tiara ke rumah utama, tentu saja bukan marah yang serius, lebih kepada merajuk.
Tiara dan Tante Elisa memang sudah cukup lama tidak bertemu, alasan nya tentu saja karena Tante Elisa yang sibuk pergi ke beberapa negara menemani Om Damar.
Tiara sudah memakai sebuah dress yang cukup tertutup dengan lengan panjang sampai lutut nya, Iya duduk di depan cermin.
Tiara mulai memoles wajah nya dengan make up, sedangkan Alfian pergi untuk melakukan ritual mandi nya
"cantik banget sayang". Ujar Alfian sambil mengenakan jaket dan duduk di sisi tempat tidur
__ADS_1
"Enggak terlalu menorkan Al?". ujar Tiara memastikan
"nggak kok sayang, cantik banget malah".
"oke, hemm.. rambut nya aku ikat atau di urai aja?". Tanya Tiara
"di urai aja". Jawab Alfian
"Oke deh".
sekitar menunggu 15 menit Tiara sudah siap, wanita itu benar-benar merupakan wanita paling cantik yang pernah Alfian lihat.
"ya udah ayo sayang". ujar Alfian bangun dari duduk nya dan mengeluarkan tangan nya
*Aku gugup.". Ujar Tiara sambil membalas tangan Alfian
"Tenang ada aku". ujar Alfian tersenyum dengan lembut
Tiara menghela nafas, dan membalas tersenyum seraya berkata dalam diri nya jika semua akan baik-baik saja.
Kedua nya turun dari penthouse menaiki mobil yang langsung di kemudikan Alfian, mereka telah siap untuk bertemu dengan yang lain nya.
Alfian sendiri benar-benar tidak sabar untuk mengenalkan Tiara kepada semua keluarga nya, memasuki kawasan rumah mewah jantung Tiara benar-benar berdetak lebih cepat, di fikiran nya Bagaimana jika tiba-tiba diri nya menjadi gagu atau otak nya Berhenti bekerja?
sampai akhir nya Alvian menghentikan Mobil nya di depan rumah mewah dengan halaman yang begitu luas.
"tunggu sebentar". ujar Tiara Seraya menarik tangan Alfian yang akan melepas sabuk pengaman nya
"Tunggu sebentar ya, aku mau tenangin jantungku dulu". lanjut Tiara
Alfian pun tersenyum, lelaki itu memberikan waktu yang Tiara mau.
"udah sayang?". tanya Alfian setelah kurang lebih 10 menit mereka di dalam mobil
" Ya udah Ayo!". Tiara mengangguk dengan yakin
kedua nya keluar dari mobil, dan Alfian langsung menggenggam tangan Tiara yang terasa dingin karena gugup, mereka berdua melangkah menuju pintu utama rumah itu
"MASS AAALLLLLL....". sebuah teriakan mengejutkan Tiara di tambah seseorang yang langsung memeluk erat Alfian sampai Tiara terdorong dan genggaman tangan kedua nya terlepas
__ADS_1
" Nita kangeen.....".