
"Tiara..".
Saat mendengar nama nya di panggil oleh suara seseorang yang tidak asing di telinga nya, sontak wanita itu mendongakan kepala nya dan melihat siapa pemilik suara yang memanggil nama nya.
Dan ternyata orang tersebut adalah Alvian, entah suatu kebetulan atau apa, Alvian berada di sini saat ini.
"Sedang apa kamu di sini? Apa menghadiri meeting di luar dengan klien". Tanya Alvian
"Enggak kok, pengen aja ke sini". Jawab Tiara berbohong
"Oh yaudah apa kamu mau pulang bersama?". Ucap Alvian menawarkan tumpangan pada Tiara
"Enggak usah aku bawa mobil sendiri, aku duluan ya".
"Oh ya udah, hati hati di jalan" Ucap Alvian dan menjeda kalimat nya
"yang di hati kapan jalan jalan" Gumam Alvian dengan suara nada rendah, namun Tiara masih bisa mendengar nya
"Ha apa jalan jalan?". Tanya Tiara tersenyum menggoda Alvian
"Hehehehe Ayo". Jawab Alvian terkekeh, karena dia malu wanita itu mendengar nya.
"Yaudah aku pulang dulu, kamu mau meetting kan, semangat ya, aku duluan, Bye..". Ujar Tiara seraya melambaikan tangan nya, pergi berjalan meninggalkan Restaurant itu.
Alvian sendiri hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum ke arah Tiara, entah kenapa jika di dekat wanita itu detak jantung nya tidak karuan. Ada yang berdesir di dalam nya.
Hari yang di tunggu tunggu Tiara pun telah tiba, hari ini hari persidangan pertama untuk pernikahan nya.
Tiara memutuskan untuk datang sendiri hanya di temani sang pengacara untuk hadir di persidangan pertama nya ini. Sebab Bintang sudah 2 hari ini pergi ke luar kota untuk melihat proyek yang sedang berjalan di sana.
Tiara sudah bersiap siap untuk pergi ke pengadilan, wanita itu juga sudah menghubungi pengacara nya untuk langsung bertemu di kantor pengadilan.
__ADS_1
Tiara pun keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil mewah nya, mobil pun melesat melaju membelah jalanan yang mulai padat di jam sekarang.
Hilir mudik orang orang yang akan beraktifitas menambah padat nya suasana jalan raya, mulai dari mobil mobil yang berseliweran, dan pengendara motor yang lalu lalang, serta pejalan kaki pun seperti sibuk dengan urusan nya masing masing.
Perjalanan dari Rumah Tiara menuju Kantor Pengadilan Agama hanya butuh waktu kurang lebih sekitar 30 menit saja.
Mobil Tiara pun akhir nya tiba di halaman luar kantor itu, mobil pun melaju pelan memasuki pelataran Kantor Pengadilan. Kini Mobil Tiara telah terparkir di tempat parkir gedung pengadilan agama.
Tiara turun dan langsung melihat sang pengacara sedang menunggu nya, mereka berdua langsung memasuki gedung pengadilan itu.
Saat baru saja Tiara dan sang pengacara hendak menduduki kursi yang kosong, tiba tiba saja entah dari arah mana Rio langsung menghampiri Tiara.
"Ra..". Sapa Rio
Tiara yang sedang fokus membicarakan perihal perceraian nya dengan sang pengacara sontak menolehkan kepala nya, mata nya langsung melihat wajah calon mantan suami nya.
"Mas Rio?". Ujar Tiara yang tidak tahu harus berkata apa lagi untuk calon mantan suami nya ini, sedangkan sang pengacara hanya melihat interaksi dari kedua nya.
"Ra...". Ucap Rio lagi saat melihat respon Tiara yang seolah olah sangat jijik bersentuhan dengan nya. Rio menatap senduk manik mata Tiara yang sedang sibuk mengelap tangan nya dengan tisu
"Mas tolong jangan sentuh aku lagi, kita sudah tidak ada hubungan apa apa secara agama kita sudah sah bercerai. Dan aku tidak sudi di sentuh oleh lelaki yang telah berbagi peluh dengan wanita lain!". Sahut Tiara yang menghindar saat Rio hendak menyentuh bahu nya
Rio yang mendengar itu sontak saja terkejut melihat perubahan yang terjadi pada diri Tiara, wanita itu sekarang sikap nya lebih berani, dan tegas. Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Tiara, Rio pun langsung menarik tangan nya kembali.
Tiara dulu adalah wanita yang lembut dan penuh perhatian, namun semua perilaku baik itu hilang dan sirna seketika terkikis oleh rasa benci dan sakit hati di dada.
Terdengar suara panggilan yang memanggil nama Tiara dan Rio, mereka berdua melangkahkan kaki masuk ke suatu ruangan.
Rio datang dengan di dampingi oleh Ibu dan juga kakak nya, tadi nya Mawar bersikukuh ingin ikut melihat sidang perceraian Rio. Namun lelaki itu melarang nya ikut karena takut akan membuat masalah.
"Ra.." Lagi dan lagi Rio memanggil Tiara
__ADS_1
Tiara menoleh langsung tersenyu manis ke arah Rio
"Semoga Mas Rio tidak mempersulit proses nya ya!, aku lihat lihat perut Mawar semakin membuncit. Kasihan, kalau anak kalian harus lahir tanpa memiliki dokumen negara". Ucap Tiara Tersenyum
Rio tersenyum getir ketika mendengar ucapan Tiara, sekarang Tiara sudah berbicara dengan kata Tegas dan Datar.
"Ra, kamu benar benar bahagia dengan keputusan mu ini?". Ucap Rio bertanya
"Ya". sahut Tiara dengan mantap
"Kalau begitu mas masuk duluan ya". Pamit Rio
"Silahkan!". Ujar Tiara mempersilahkan
Rio pun memasuki ruang sidang yang akan di mulai begitu juga dengan Tiara yang menyusul di belakang nya.
Sidang pun di mulai, dan hakim pun memulai nya.
"Saudari Tiara anda sebagai penggugat apa sudah siap untuk berpisah dengan menggugat suami anda". Tanya hakim
"Siap Yang Mulia". Ucap Tiara dengan Tegas dan Mantap
"Bisa saudari Tiara memberitahu kami alasan mengapa menggugat cerai Saudara Rio".
"Karena saudara Rio telah berselingkuh hingga menyebabkan wanita itu hamil di luar nikah, selain itu saudara Rio juga tak pernah memberikan nafkah yang layak kepada saya dan cenderung lebih berat sebelah kepada keluarga nya Yang Mulia". Tiara menjelaskan masalah yang terjadi pada rumah tangga nya sehingga menyebabkan hubungan itu runtuh seketika.
"Bohong!". Sergah Rio, ia menyangkal penjelasan yang di berikan Oleh Tiara kepad Hakim di depan.
"Itu semua bohong Yang Mulia, saya tidak pernah berselingkuh, saya hanya di jebak. Yang kedua, masalah nafkah saya selalu menafkahi istri saya, uang yang saya berikan kepada keluarga saya hanya 4 juta saja dari gaji 15 juta".
Tiara sempat terkejut mengenai uang gaji Rio, yang ia tahu gaji Rio hanya 5 juta saja. Dan ternyata selama ini Tiara selalu di bohongi perihal uang gaji lelaki itu.
__ADS_1