Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Masalah datang bertubi tubi


__ADS_3

setelah memberikan uang dan juga berpesan kepada mawar, Bu lastri meninggalkan rumah Besan nya itu tanpa berpamitan kepada sang pemilik rumah terlebih dulu, karena Bu Lastri malas berbasa basi dengan Bu Ningsih, meski mereka sudah menjadi besan.


"Ya sudah, Ibu pergi dulu ya. Jika kamu rindu, kamu bisa kirim pesan atau bisa video call saja, pasti ibu akan berkabar terus denganmu, dan Ibu harap jangan putus komunikasi di ntara kita ya". ujar Bu lastri


Meski bukan anak kandung, kebersamaan selama berpuluh tahun lama nya, tak dapat menghapus segala kenangan begitu saja.


"Iya Bu". sahut mawar dengan menunduk lesu


di lubuk hati wanita itu, ia merasakan kesedihan, karena harus berpisah dari perempuan yang selama ini sudah membesarkan nya dengan penuh kasih sayang.


tak lama dari kepergian Bu Lastri dari rumah itu, Bu Ningsih muncul dan langsung menemui mawar yang masih terduduk di kursi ruang tamu.


"Mawar, Jelaskan semua ini pada ibu!". Ucap bu Ningsih yang membuat mawar tersentak kaget.


mawar menoleh dengan cepat ke belakang, terlihat kini Bu Ningsih yang sudah berdiri dengan berkacak pinggang, mata nya menatap mawar dengan tatapan nyalang.


"maksud ibu apa?". tanya mawar tergagap seraya menggigit Bibir bawah nya


"Kamu itu cuma anak angkat kan? Jelaskan ini mawar, Kenapa tadi ibumu bilang jika dia Akan berpindah dari desa nya dan jika kamu ingin mengetahui Ibu kandungku kamu bisa cari di Panti asuhan, Maksud nya Apa, Jelaskan!!!. cecar bu Ningsih


"Ibu! kenapa ibu menguping pembicaraanku!". ujar mawar yang tak suka


"jika Ibu tidak menguping, maka Ibu tidak akan pernah tahu kalau kamu telah membohongi kami. kamu itu telah menipu kami mentah-mentah, ibu pikir kamu itu anak orang kaya, eh ternyata cuma anak angkat, apa yang bisa kami banggakan sekarang Hah?". Ujar Bu Ningsih dengan Ketus


"Kenapa Ibu harus marah? Aku sudah menjadi istri mas Rio dan aku juga sudah tanggung jawab putramu sekarang! mas Rio juga sudah tahu perihal itu, Jadi Ibu tidak harus merasa tertipu jika orang tuaku sudah pergi meninggalkanku". Ujar mawar mencoba membela diri


"tentu saja berpengaruh, semua orang tahu jika Ibu itu berpesan dengan orang kaya, Seorang Kepala Desa bukan sekedar kaya tapi sekarang kamu menipu kami Dan apa katamu, Rio sudah tahu semua ini?". ujar Bu Ningsih terkejut


"Iya mas Rio memang sudah tahu, kalau tidak percaya hubungi saja mas Rio, dan beritahukan saja semua nya pada Dia, karena itu tidak akan merubah statusku yang sudah Sah menjadi istri nya! ". ujar mawar, kemudian wanita itu berlalu meninggalkan bu Ningsih ke dalam kamar


"dasar menantu penipu, habis aku di kibulin. ya ampun kalau begini Rio tekor dong, udah habis ratusan juta untuk resepsi pernikahan dan juga Mawar wanita sialan itu!". Geram bu Ningsih dan berniat menelpon Rio yang sedang berada di luar, lebih tepat nya pergi ke kantor Polisi untuk melaporkan perbuatan Alex.


Di fikiran Wanita paruh baya itu, ia harus bertanya kepada Rio, hampir 5 kali Bu Ningsih mencoba menghubungi Rio. namun panggilan nya tidak di angkat oleh putra nya itu, bu Ningsih semakin pusing memikirkan hal ini.

__ADS_1


"tidak bisa! tidak akan aku biarkan! ". ujar bu Ningsih Gegas menuju kamar mawar


bu Ningsih pun mengetuk pintu kamar menantu nya itu dengan kencang


"buka pintu nya mawar! buka pintu nya!! ". Teriak Bu Ningsih dengan menggedor pintu kamar itu dengan kuat


"Ada apa lagi sih Bu, ganggu saja! aku nih capek tahu, ingin istirahat". gerutu mawar ketika membuka pintu sambil bersungut-sungut


"kamu hidup di rumah ini menumpang ya, di rumah Ibu. Kau pikir akan menjadi ratu di sini hah? di mana uang amplop yang tadi di berikan oleh ibumu itu, serahkan pada Ibu sekarang!". pinta bu Ningsih


"tidak, tidak akan aku serahkan uang itu, uang itu milikku bukan milik Ibu". ucap mawar


"itu Milik ibu, karena yang membayarkan pernikahanmu itu kan Rio, uang Rio itu adalah uang Ibu dan asal kamu tahu uang itu di peroleh dari menggadaikan Rumah ini. sekarang kamu serahkan uang itu, Ibu tidak terima kamu tipu mentah-mentah ya". Geram Bu Ningsih


"aku tidak menipu!!". Teriak Mawar


" Ciihh! sudah jelas Kamu itu wanita yang nggak jelas aja asal-usul nya, ibu tadi mendengar sendiri, kalau Bu lastri yang berkata seperti itu". ketus Bu Ningsih


"pokok nya Kemari kan uang itu!! ".


"Ohh.. kamu jangan macam macam ya! ". Sahut Bu Ningsih yang ingin mengambil sebuah tas dari tangan Mawar


"Eh.. ehh.. Tidak. Jangan sentuh tas itu habis mawar ketika Bu Marni meraih tas di tangan mawar


Di dalam tas itu, Mawar menyimpan semua uang nya, kini mereka berdua saling tarik menarik tas itu.


Kini Rio dan Manda sampai di rumah, mereka berdua mendengar keributan yang berasal dari kamar Rio, yang ia tempati bersama dengan mawar.


"serahkan tasmu itu!!". Pekik Bu Ningsih yang sudah terduduk di lantai karena tadi telah di dorong oleh mawar dengan kuat


"Aku tidak akan memberikan uang ini pada ibu, dasar wanita tua licik!". Ujar Mawar ketus pada ibu mertua nya


"kamu yang Licik, sialan! Kau telah menipuku dan Rio, kembalikan sertifikat rumahku, Rio menikahimu karena menggadaikan sertifikat rumahku ini!!". Ucap Bu Ningsih

__ADS_1


" Mau kamu berteriak seperti apapun, sertifikat itu tidak akan kembali, toh bukan aku juga kan yang menyuruh kalian untuk menggadaikan sertifikat itu". sahur mawar mencebik bibir nya


"Akkh! semua nya gara-gara Kau wanita sialan". Teriak Bu Ningsih


"Mawar, Ibu.. ada apa ini?". Ujar Rio yang baru datang dan langsung melihat kedua perempuan yang ia sayangi bertengkar


" Mas?". mawar sedikit terkejut saat melihat Rio yang kini memasuki kamar bersama dengan Manda


"Ada apa ini, Kenapa kalian berdua bertengkar seperti ini?". Tanya Rio


" Rio, wanita itu telah menipu keluarga kita, dia bukan anak kandung dari Pak Ahmad dan juga Bu Lastri, dia perempuan yang tidak jelas asal usul nya!". Teriak Bu Ningsih Geram


Glekk!!...


Rio menelan ludah nya dengan susah payah, sekarang Ibu nya sudah tahu bahwa Mawar bukan anak kandung dari keluarga kepala desa itu.


"Tidak! Aku Tidak Menipu!!!". Teriak Mawar yang tak Terima di katakan sebagai seorang penipu


"Maksud Ibu Apa? Mawar bukan anak kandung Pak Ahmad? jadi Mawar Anak angkat begitu?". Tanya Manda bertubi tubi


" Iya Man, wanita sialan ini bukan anak kandung Pak Ahmad, kita semua telah di tipu oleh nya". Tunjuk Bu Ningsih pada Mawar


"APA???". teriak Manda terkejut, lalu menolehkan wajah nya ke adik lelaki nya itu


" Rio apa benar yang di katakan oleh Ibu, jika Mawar bukan anak kandung dari Seorang kepala desa?". Tanya Manda dengan menatap tajam ke arah Rio, dengan tatapan mengintimidasi


"Eehhh.. Ehhh itu.. Benar Mbak". Ucap Rio terbata bata


DUAARRR....


Lagi dan Lagi bagai terkena petir, yang mengalirkan aliran sengatan listrik ke tubuh.


Manda terlihat Syokk sampai mulut nya menganga saat mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut adik nya itu.

__ADS_1


Kenapa cobaan terus menerus hadir di dalam hidup keluarga nya, kenapa Tuhan tidak pernah adil kepada keluarga nya, fikir Manda.


__ADS_2