
Nayla tengah bersiap, begitupun dengan bintang. seperti biasa nya jika nayla memiliki jadwal untuk ke rumah sakit, dia akan pergi bersama dengan bintang, lelaki itu akan siap sedia untuk mengantar dan menjemput nya.
"kamu ada operasi lagi sayang? ". Tanya bintang yang sudah selesai
mereka berdua tidak sarapan karna bangun kesiangan, nayla langsung menggangguk seraya memakai jam tangan nya.
"iya aku ada jadwal operasi, satu minggu ini padat banget". ucap nayla
bintang mengerutkan kening nya "kok tumben? "..
"iya, aku ambil tawaran teman buat bantu operasi". ucap nayla tersenyum lalu mengaitkan tas ke bahu nya
Bintang tersenyum samar, lalu memeluk erat Nayla. Bintang sendiri tahu bagaimana perasaan istri nya itu saat ini
"aku sayang banget sama kamu, aku cinta kamu". ucap Bintang mencium kepala nayla
"aku juga". balas Nayla dengan mengeratkan pelukan nya
kedua nya keluar dari kamar, lalu pergi untuk menuju ke tempat kerja. Bintang menghentikan mobil nya tepat di depan rumah sakit, nayla melepaskan sabuk pengaman lalu memeluk singkat Bintang untuk pamit.
"Semnagat kerja nya ya sayang".
"iya sayang, kamu hati-hati nyetir nya". pesan Nayla saat membuka pintu mobil
"siap sayangku".
Nayla hanya terdiam, menunggu mobil bintang kembali melaju, baru setelah mobil nya menjauhi Nayla masuk ke dalam rumah sakit dan menyibukkan waktu nya dengan harapan jika beban di pikirannya saat ini bisa teralihkan
Saat jam makan siang, Nayla menyanggupi ajakan teman sekolah nya untuk bertemu. sudah sejak lama mereka mengajak untuk berkumpul, tapi Nayla tidak pernah ikut, karena sibuk. namun kali ini karena nayla ingin memiliki pengalaman yang baru dan mungkin ingin mengobrol dengan teman lama nya, agar bisa mengurangi kesedihan nya. jadi ia terima ajakan itu.
menggunakan taksi, nayla pergi ke restoran yang alamat nya sudah di kirim oleh teman nya. senyuman nya terbit saat melihat teman teman nya sudah berkumpul, seperti nya sudah lebih dari 3 tahun mereka tidak bertemu maupun berkomunikasi, karena mereka sama-sama memiliki kesibukan.
" Eh ada Bu dokter". sambut dara, seseorang ibu muda yang datang bersama anak nya yang masih beberapa bulan dan tengah tidur di dalam stroller, karena mereka memilih tempat bagian outdoor.
"halo semua nya". sapa nayla dengan ramah lalu duduk di kursi yang kosong
" maaf ya lama". lanjut nayla
"nggak kok, gue juga baru dateng". sahut lala seorang guru di sebuah sekolah swasta, suami lala juga mengenal bintang bisa di katakan mereka adalah rekan bisnis juga
" kalau gue sih lumayan dari tadi ya, gue kan selalu On Time! ". sahut reva dengan ekspresi yang cukup jelas menyindir, reva ini seorang selebgram tapi memang tidak begitu terkenal
" maaf ya". ucap nayla yang tidak ingin membuat masalah
jika di bandingkan dengan yang lain, reva ini satu-satu nya yang tidak suka kepada nayla, kalau menurut yang lain, reva selalu iri kepada nayla, tapi nayla merasa diri nya sendiri biasa saja. karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi untuk apa kita memiliki rasa iri dengki terhadap orang lain
"oh ya udah deh, lebih baik kita pesan sekarang". kali ini ratih yang bersuara di samping sari dan dan lala
akhir nya mereka memesan makanan, karena smagking lapar nya dan juga belum sarapan, bahkan Nayla juga butuh banyak tenaga membuat Nayla memesan dua porsi menu yang sebenar nya masing-masing porsi nya tidak begitu terlalu besarm
__ADS_1
" Lo beneran makan dua porsi ini? ". tanya Reva setelah pelayana datang untuk mencatat pesanan mereka
" Iya gue belum sarapan, laper banget". jawab nayla
" gak boleh gitu kalau jadi cewek, Lo harus pintar jaga badan, makan lho kok kayak porsi kuli bangunan sih, bikin malu aja. kalau begitu bisa bikin pasangan lo jijik lama lama kalau nggak di ubah, lo bisa di tinggal!". Sinis reva
"Eh lihat-lihat Lo jadi gemukkan Nay". jelas reva dengan santai nya yang membuat mereka membatu karena ucapan reva yang terlalu berlebihan
" Lo lupa? suami nya Nayla itu kan Bintang, cowok bucin banget. mereka pacaran bukan sebulan dua bulan doang terus nikah, mereka udah pacaran lebih dari 5 tahun. perkara hal begitu gk akan jadi masalah lagi". jelas Dara
"Lo bisa gk usah bahas begitu?". sahut sari
" gue kan hanya kasih saran yang baik, wajar dong sesama teman gue saling mengingatkan, mau kenal udah lama atau sebentar ya kalau cowok nya pindah haluan kan bisa aja". Jawab Reva
"Reva!! please deh Lo terlalu berlebihan deh, kalau niat nya lo baik gue berterima kasih Lo udah ngingetin gue, tapi karena gue belum sarapan dan gue masih punya agenda penuh yang di mana gue butuh banyak tenaga juga, soal gendut atau nggak itu urusan gue, jadi Lo mending fokus sama diri lo sendiri". Jelas Nayla dengan tenang
"Jujur Nayla makin cantik, di perhatiin dari tadi kayak gimana ya, emang dari dulu cantik, tapi sekarang aura nya lebih keluar". Ucap Lala
"ya iyalah, kalo tambah jelek kasihan dong suami nya, masak suami nya kaya raya nggak bisa bikin istri nya cantik". Sinis Reva
" memang pada dasar nya kali udah cantik, lo lupa? Lo bisa masuk agensi karena Nayla? ". Ucap Ratih yang sedari tadi diam
"Sembarangan Lo!!, Gue usaha sendiri ya".
mereka semua hanya tersenyum meremehkan ke arah reva
" udah udah, semua perempuan itu cantik kok". ucap nayla menyudahi pembicaraan tersebut
"duh senang nya bisa kumpul kayak gini lagi, sumpah kita makan kayak gini terakhir kapan ya? haudah lama banget". celetuk lala
" banget, gue juga udah lupa juga kapan".
"rumah tangga lu gimana Lala? ". tanya reva tiba-tiba
di antara mereka berlima hanya reva saja yang belum menikah
"baik kok, emang nya kenapa?".
"nggak apa-apa sih, kan sekarang lagi heboh tuh kasus perselingkuhan, laki lo juga nggak pernah muncul di akun sosmed Lo".
lala tertawa santai sambil memotong makanan milik nya
" Hubungan gue sama suami gue baik-baik aja, lagian gue nggak mau pamer foto kemesraan sama dia, karena dia orang nya gak suka dipamerin, banyak yang pamer foto mesra, eh asli nya nggak ada yang tahu kan? ". jelas lala
"ya bener, kelihatan nya mesta tapi cuma lencitraan". Timpal Sari
"lo sendiri gimana Nay? kapan lo mau punya anak? ". Tanya Reva
seolah tidak berhasil memancing lala, reva kembali melempar umpan kepada nayla.
__ADS_1
nayla yang mendapat pertanyaan tersebut sempat terdiam, lalu bibir nya mengulas senyuman.
sepahit apapun hidup nya, dia tidak akan memperlihatkan kepada orang lain.
"doain saja". jawab nya santai lalu memasukkan makanan nya kedalam mulut
"lo pacaran kan udah lama, harus nya udah puas dong berdua. maaf ya, apa emang lo nggak bisa punya anak? ". tembak reva
" Reva!!". tegur Lala
"lo bisa ngga sih jangan ngurusin urusan pribadi orang, kalau kayak gini, Lo udah sangat melewati batas". lanjut Lala
"Udahlah nama nya selebgram gk terkenal, gk punya prestasi minus attitude". sindir sari
" Lah kita kan teman, jadi wajarlah gue nanya gitu. toh kita udah sama-sama dekat juga, siapa tahu nayla beneran sakit dan gak gak bisa punya anak, kita bisa bantuin cari solusi nya kan? atau mungkin bintang menikah lagi buat dapat keturunan, dari pada nanti ujung-ujung nya di tinggalin karena enggak punya anak".
"gila lo! Lk bisa diam gak Reva, anak itu rejeki dari Tuhan, kita sebagai manusia gk mengatur kehendak Nya. lo aja yang belum menikah dan nggak tahu apa-apa tentang rumah tangga mending diem aja deh, gue udah muak! ". Ucap Nayla meletakkan alat makan nya dan menatap ke arah reva yang seolah tidak melakukan kesalahan
" Jadi bener kata yang lain, dari dulu lo tuh cuma iri sama gue, di antara semua nya, cuma lo yang haus akan pujian, haus pengakuan dan sayang nya lo sebenar nya orang yang paling harus di kasihani. gue tahu lo cuma sedang mencari cara agar gue minder dengan kondisi gue, segala Lo korek lah sampai dapat titik lemah nya, ketika Lo berhasil, Lo akan masuk ke dalam hubungan gue kan? Karna Bintang itu tipe sempurna yang lo mau kan? dia kaya, tampan. tapi sayangnya sampai kapanpun, lo nggak pernah berhasil. kita memang boleh bermimpi, tapi sadar diri juga perlu!". ucap nayla dengan santai dan tersenyum seraya merogoh tas dan mengambil dompet nya untuk menarik beberapa lembar uang berwarna merah dan meletakkan nya di dekat gelas
"Gue permisi dulu, next time gue yang ngundang kalian makan bareng tanpa reva pasti nya. Gue tahu, kalian juga pasti males kan ada dia". Ucap nayla lalu bangun dan melangkah pergi
Nayla masih mendengar suara seseorang menggebrak meja, dan nayla tahu jika itu adalah reva.
nayla masuk ke dalam mobil, mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya. rusak sudah usaha untuk menyemangati dirinya sendiri, bukan melupakan kesedihan, yang ada sekarang malah tambah terpuruk.
Kenapa masih ada orang yang ingin tahu urusan pribadi orang lain, sungguh sangat menyebalkan dan nayla benci orang seperti itu .
Nayla kembali ke rumah sakit untuk menyibukkan dirinya dengan segala hal yang bisa ia lakukan dan itu tidak hanya terjadi hari itu saja.
nayla menggila dengan banyak pekerjaan dan hal itu sudah berlangsung selama satu minggu, bintang terus mengingatkan kepada nayla, tapi Nayla malah meminta bintang agar tidak khawatir
sampai suatu ketika setelah selesai operasi pukul 02.00 dini hari, tiba-tiba tubuh nayla tumbang, segera nayla mendapatkan perawatan.
bintang yang dikabari tentu saja merasa sangat khawatir dan langsung pergi ke rumah sakit saat nayla terbangun sudah ada bintang di sisi tempat tidur nya dengan raut wajah yang kecewa
" mas..". Lirih Nayla
"udah puas kamu sekarang? udah merasa tenang hah? ". Ucap Bintang dengan nada yang terdengar dingin
"aku tahu alasan kamu seperti ini, aku tahu kamu menyibukkan diri agar tidak larut dalam kesedihan, tapi gk begini caranya. lihat, kamu malah bikin rugi diri kamu sendiri setelah seperti ini apa kamu merasa tenang? apa kesedihan kamu sudah hilang? gak kannn!".
" JAWAB NAYLA!!". bentak bintang yang membuat nayla menItikkan air matanya, Nayla menyesal.
bintang menghela nafasnya dengan kasar, mencoba meredakan kekesalan pada dirinya.
"Jangan seperti ini lagi, kamu bisa cari hal yang lain untuk menenangkan pikiran, tapi bukan dengan menyibukkan diri seperti. sekarang kamu punya aku, kita sudah berjanji untuk menghadapi semua nya bersama-sama. bagaimana kondisi kamu dan kondisi aku, kita hadapi bersama. kalau kamu begini, apa kamu kira aku nggak sedih? aku khawatir, aku ngerasa udah nggak becus jadi suami kamu".
"maaf..". liri nayla dengan air mata yang semakin deras mengalir di pipinya
__ADS_1
Bintang mendekatkan tubuhnya dan memeluk nayla
"kamu wanita yang sempurna, kamu selalu menjadi wanita sempurna buat aku. ada atau tidak nya anak, kamu tetap wanita yang sempurna". jelas bintang yang membuat Nayla memeluk nya dengan erat dan menangis lebih kencang