
mereka telah tiba di negara tujuan yaitu negara Singapura, karena kesibukan masing-masing mereka akhirnya berpisah di bandara dan langsung menuju tujuan masing-masing.
" Al, kita Permisi terlebih dahulu ya sudah ada investor yang menunggu tuh! ". ujar Tiara kepada Alfian
"ah Ya silakan, gue juga mau langsung menuju tempat pertemuan". jawab Alfian, namun mata lelaki itu sempat melirik ke arah Tiara yang terlihat sedikit pucat
(Apa Tiara sedang sakit ya?) ucap Alfian bertanya di dalam hati nya, lelaki itu nampak khawatir melihat wajah Tiara yang nampak sangat kelelahan itu..
"Ya udah kalau begitu, kami pamit dulu ya. mari Pak! ". pamit asisten Tiara pria itu langsung menarik koper nya dan juga koper milik Tiara
"Ya udah Al, kalau gitu gue duluan ya". pamityaras Raya berlalu mengikuti langkah asisten nya
"Oh ya Ra, hati-hati di jalan". sahut Alfian lagi
Alfian melihat kepergian sahabatnya itu dan asistennya yang melangkahkan kakinya menuju mobil, lalu mobil itu pun berlalu pergi meninggalkan kawasan bandara.
(apa aku masih pantas untuk wanita sahabat Tiara apa aku bisa menjadi pengganti sosok suami yang baik untuk Tiara) gumam Alfian bertanya pada dirinya sendiri
"ah kau ini memikirkan apa sih Alfian! fokuslah sekarang, Lebih baik kau pergi karena investor sudah menunggumu sejak tadi". gumamnya lalu berlalu melangkahkan kaki nya untuk pergi dari bandara
di sebuah restoran mewah di Singapura terlihat beberapa orang sedang melakukan meeting penting untuk kerjasama yang akan mereka lakukan.
"Bagaimana Pak? Apa Anda menyetujui kontrak dari kami?" tanya asisten Tiara memastikan negosiasi mereka berjalan sesuai apa yang mereka inginkan
"Oke, Jujur saja saya sangat menyukai semua presentasi Anda. Bahkan saya sangat menyetujui isi kontrak ini setelah pertimbangan! ". sahut Investor itu
__ADS_1
" Jadi, Anda mau berinvestasi di perusahaan kami kan? ". Tanya Asisten itu memastikan, Tiara sendiri sedari tadi hanya menyimak percakapan di antara Asisten nya dan juga investor itu
"Ya, tentu saya sepakat! ". ujar nya yang membuat senyuman kedua nya melebar
"Oke Deal? ". sang asisten kembali memastikan agar segalanya terdengar lebih pasti dan jelas
" Deal! ". sahut investor dengan menjabat tangan asisten dari Tiara, lalu mereka berdua saling melemparkan senyuman
"Terima kasih Pak! saya pastikan kerja sama kita akan lancar, senang berbisnis dengan anda" Ujar Asisten Tiara
"sama-sama, kami juga senang berbisnis dengan Perusahaan Mahesa". sahutnya
akhirnya semua punya berjalan dengan lancar meeting ini benar-benar memakan waktu yang cukup lama dan tanpa mereka sadari hari semakin siang sehingga membuat mereka memutuskan untuk makan siang di sana saja
"Bu Bos, mau pesan apa? ". tanya sang asisten karena melihat atasannya yang terdiam sedari tadi
sang asisten hanya mengangguk, setelah memastikan jika pesanan mereka sudah dicatat dan diproses. sang asisten pun kembali memusatkan atensi nya pada sang atasan yang ingin dianggap adik saja jika di luar pekerjaan
"Bu Bos, kenapa? sakit ya? apa kita langsung ke hotel aja, biar Ibu Bos bisa istirahat. pertemuan selanjutnya biar saya saja yang menemui investor itu" ujar asisten itu mengusulkan pendapat nya
" Saya tidak apa-apa kok, cuman ya sedikit lemas saja, mungkin karena kecapean banyak pekerjaan yang kita urusi" Ujar Tiara menjelaskan bagaimana kondisi nya..
"mungkin Bu Bos, ya udah setelah makan Bu Bos ke hotel aja untuk istirahat, biar pertemuan selanjutnya saya yang akan menemui investor, dan supaya tenaga bu bos juga balik soalnya nanti malam kan ada sedikit pesta jamuan sebelum kita lihat mega proyek besok Bos". Kata Sang asisten penuh perhatian
"apa nggak apa-apa, Kalau kamu pergi sendiri". tanya Tiara yang sedikit ragu
__ADS_1
"tentu saja Bu Bos, karena kesehatan Bu Bos lebih penting. lagi pula hanya pertemuan kontrak saja, saya bisa handle kok tenang saja! ". ucap sang asisten berusaha menenangkan agar Tiara tidak merasa tak enak kepada nya
pesanan Mereka pun datang dan mereka segera menyantap pesanan nya dengan tenang, sesekali mereka mengobrol dengan ringan. setelah nya saat sistem mengantarkan Tiara ke sebuah hotel tempat mereka beristirahat selama berada di sana, sedangkan sang asisten Kembali menuju tempat pertemuan selanjut nya.
di sisi lain Alfian juga sudah menyelesaikan pertemuannya dan ia juga bergegas ke hotel untuk beristirahat.
malam nya, sesuai jadwal yang sudah tertera. Tiara dan juga sang asisten menghadiri perjamuan dengan para relasi nya, mereka menuju ke sebuah restoran mewah di negara itu, di sana sedang diadakan pesta besar yang sudah siap di selenggarakan.
Tiara dan sang asisten masuk ke sana beriringan Dan disambut beberapa rekan kerja yang sudah hadir terlebih dahulu.
"Halo dengan ibu Tiara ya, selamat datang di pesta kecil kami". sambut seorang pria paruh baya dengan sangat ramah, yang bernama Johan dengan senyuman yang masih melekat di wajah nya
"Selamat malam Sir". sapa sang asisten seraya tersenyum kepada lelaki paruh baya itu dan diikuti oleh Tiara
"Bu Bos, ini adalah Pak Johan beliau salah satu kolega di perusahaan kita yang berasal dari negara ini, dan beliau juga yang bertanggung jawab langsung atas mega proyek kita semua". jelas sang asisten yang melihat sedikit kebingungan di wajah Tiara
"salam kenal, saya Tiara Putri Mahesa adik dari kakak saya Bintang Putra Mahesa". ujar Tiara menjelaskan.
"ah Ya, senang bertemu langsung dengan Anda nyonya. Tuan bintang adalah pebisnis yang luar biasa, kami senang bertransaksi dengan beliau. Mari masuk biar saya kenalkan Anda pada yang lainnya". ajak Johan menggiring keduanya untuk masuk ke dalam Resort tersebut
sang asisten pun hanya tersenyum Seraya mengangguk, dia mengkode kepada Tiara agar mengikuti orang itu. di dalam mereka Langsung diserbu, karena banyak sekali yang penasaran dan juga ingin kenalan secara langsung dengan pewaris dari perusahaan Mahesa.
hingga pada waktu hampir tengah malam, pesta itu masih saja berlanjut. mereka semua membahas seputar bisnis dan bisnis yang terjadi untuk membangun perusahaan mereka masing-masing.
hingga tiba-tiba Tiara tersentak saat ada seseorang yang menarik tangan nya dan menyeret nya masuk ke sebuah ruangan yang agak private, hingga Tiara hendak melayangkan pukulan Jika saja orang itu tak segera menghentikan aksi nya
__ADS_1
" siapa Kamu? Lepasin tangan aku, kamu jangan macem macem ya. kalau nggak aku bakalan teriak ". Ujar Tiara seraya menghentakkan pergelangan tangan nya dari cekalan seseorang
" Ini Gue.."