
saat ini Tiara tersenyum melihat kedatangan Alfian yang menjemput nya pulang dari kantor, mereka berdua tidak akan langsung pulang ke rumah, tapi akan mampir terlebih dahulu ke sebuah butik dan juga salon ternama, malam ini Tiara akan menemani Alfian untuk memenuhi undangan sebuah acara.
tiba pada tempat tujuan, Tiara langsung di tangani oleh tenaga ahli dari salon itu, wajah nya di poles dengan make up yang natural sehingga membuat nya terlihat sangat cantik, rambut nya di biarkan tergarai dengan ujung yang di buat lebih bergelombang.
setelah selesai bermake up Tiara pun langsung mengganti pakaian kerja nya dengan sebuah Dress pilihan dari Alfian, dress berwarna hitam sepanjang betis dengan detail batu-batu berwarna yang cantik, yang terletak di dada bagian kanan yang membuat nya terlihat indah dan berkesan elegan.
Tiara kini telah siap, sehingga Membuat Alfian sangat terpukau dengan penampilan nya, tapi lelaki itu tetap berusaha tenang menjaga wibawa nya di depan orang.
setelah berterima kasih, Mereka pergi dan langsung melaju ke tempat acara. tentu saja Alfian juga sudah menyelesaikan segala pembayaran nya.
saat ini mereka berdua melangkahkan kaki nya masuk ke tempat acara, Afian benar-benar tidak membiarkan Tiara menjauh dari nya barang sedikit pun, bahkan ketika mereka di sapa oleh beberapa rekan bisnis yang mengenal Alfian, tangan Alfian tidak lepas menggenggam tangan Tiara dengan erat.
begitupun ketika Alfian di serbu oleh beberapa wanita yang jelas ingin menggoda nya, pria itu bahkan tak sungkan merangkul Tiara dan memperkenalkan Tiara kepada mereka dengan mengatakan bahwa Tiara adalah calon istri nya.
Tiara sendiri hanya bisa tersenyum dengan ramah kala mendengar apa yang Alfian katakan, apalagi saat melihat ekspresi para wanita itu yang terkejut dan nampak terlihat kesal.
Tiara merasa bangga di perlakukan seperti itu, Iya sama sekali tidak keberatan atau merasa risih dengan apa yang Alfian katakan, Dia malah merasa di hargai karena kehadiran Tiara bukan hanya sekedar orang untuk menemani ke sebuah acara.
selesai menyapa pemilik acara dan ikut bergabung dalam beberapa obrolan, Tiara yang merasa haus bersiap untuk pergi ke tempat di mana meja berisi makanan dan minuman berada, Tapi baru saja saat Tiara membalikkan badan tiba-tiba Alfian sudah menahan nya.
"aku haus". jujur Tiara dengan menatap mata Alfian
Alfian pun langsung menggangguk lalu mengikuti Tiara menghampiri tempat minuman itu berada, Tiara meraih gelas yang berisi jus jeruk dan meneguk nya sampai tersisa setengah.
"Sebentar ya, aku mau ambil...". Belum sempat Tiara meneruskan kalimat nya, wanita itu langsung tersenyum lebar
__ADS_1
"Aku mau coba, kue nya banyak, mau ambilin? ". ujar Tiara
Memang terdapat banyak kue yang begitu mengunggah selera nya, dan Tiara pun ingin sekali mencoba nya satu persatu. Meskipun tidak bisa semua dia coba, karena pasti akan menyebabkan perut nya terlalu kenyang.
"Ya udah tunggu sebentar ya sayang". Titah Alfian lalu pergi dan melakukan apa yang Tiara inginkan
dari tempat nya berada, Tiara terus memperhatikan Alfian yang mengambil beberapa potong kue ke dalam piring yang dia pegang, Tiara tersenyum lebar, ternyata Alfian mau melakukan hal yang mungkin sebagian pria malu untuk melakukan nya.
dengan piring yang sudah terisi, Alfian kembali kepada Tiara. mata Tiara berbinar menatap kue-kue yang berada di piring tersebut, ada 7 jenis kue yang berbeda, memang tidak semua nya, tapi 7 jenis itu yang membuat piring terlihat penuh, Meskipun tidak di tumpuk. Alfian masih memiliki rasa malu untuk tidak membuat gunung makanan di atas piring nya.
tanpa alat makan apapun Tiara langsung mengambil satu potong kue kecil yang di bawah nya sudah di beri alas kertas, ia menggigit nya setengah dan takjub dengan rasa nya.
"Heemm Enakk". Ucap Tiara senang
tanpa Tiara sadari Alfian yang terus menetap ke arah nya, menarik kedua sudut bibir membentuk sebuah senyuman. tangan nya meraih tangan Tiara membawa sisa kue di tangan wanita itu ke dalam mulut nya.
Alfian pun hanya tersenyum seraya mengangkat bahu nya, seolah dia tidak memperdulikan meskipun itu bekas gigitan Tiara, bahkan kali ini Alfian yang mengambil kue lain di atas piring dan menyuapi Tiara dan sisa potongan nya kembali Dia lahap. mereka saling berbagi dan perlahan merasa terbiasa akan hal itu.
"Mau Lagi?". tanya Alfian setelah isi piring mereka telah habis tak tersisa
Tiara pun langsung menggelengkan kepala nya karena saat ini perut nya terasa sangat kenyang
" Hemm nggak deh, aku pengen minum air putih aja sekarang, tapi di mana ya kayak nya gk ada deh". jawab Tiara sambil menoleh ke beberapa arah untuk mencari minuman yang dia inginkan
"Tunggu dulu ya sayang, biar aku yang cariin". lagi Afian memberi titah kepada Tiara dan langsung melangkahkan kaki nya pergi untuk mencari air putih.
__ADS_1
Tiara terdiam menunggu Alfian mengambil air putih untuk nya, lalu ia menoleh saat seseorang menepuk pundak nya dengan tiba tiba.
"Dimas!". Seru Tiara melihat sosok yang menepuk pundak nya itu
"kita ketemu nih Ra, jangan jangan jodoh lagi". Ujar Dimas tersenyum
Tiara langsung tertawa menanggapi ucapan dari teman nya itu, iya Dimas dia adalah teman Tiara saat duduk di bangku SMA dulu.
"gimana kabar lo Ra, baik? ". Tanya Dimas
" Gue sendiri baik kok, Lo sendiri gimana? ". Tanya Tiara balik
"Gue baik juga Kok, sama seperti dulu. By the way Malam minggu besok Lo free gk Ra?". Tanya Dimas lagi
"kenapa emang nya?". Tiara balik berta nya
"Malmingan yuk Ra". Jawab Dimas
"Hah? Lo ngajakan Gue malmingan gitu?".
Dimas langsung menggangguk dan tersenyum manis ke arah Tiara
"By the way Ra, gue dulu waktu SMA tuh sempet suka sama Lo. terus udah engga saat tahu kalau Lo nikah sama Rio, nah denger denger, Maaf ya Ra, Lo udah pisah kan ya sama Rio, Jadi kalau Gue suka sama Lo lagi, Boleh gk?.". Ujar Dimas menjelaskan
"Ini minum kamu!".
__ADS_1
Tiara dan Dimas langsung menoleh kepada Alfian yang menyodorkan sebuah gelas yang berisikan air putih kepada Tiara, belum Hilang Rasa terkejut Tiara karena ucapan Dimas barusan, kini Wanita itu sudah di buat Takut melihat Alfian yang kini menatap tajam ke arah Dimas, seperti nya lelaki itu mendengar apa yang di ucapkan oleh Dimas barusan.