Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Suasana di rumah Bu Ningsih


__ADS_3

kini mereka bertiga telah sampai di kediaman Bu Ningsih, dan terlihat jika wanita paruh baya itu sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi di kursi ruang tamu bersama Manda.


"Duhhh masuk masuk War, jangan sungkan masuk saja". Ujar Bu Ningsih dengan bahagia, fikir nya jika Mawar berada di rumah nya, pasti dengan mudah ia bisa memperngaruhi Mawar dan mengendalikan nya.


mawar pun masuk ke dalam rumah dan mendudukkan diri nya di kursi ruang tamu milik bu Ningsih.


Sama hal nya dengan Rio, setelah memasukkan barang-barang milik mawar yang banyak itu, mereka langsung di suguhkan oleh makanan yang di buat oleh Bu Ningsih khusus untuk menyambut kedatangan menantu kesayangan nya itu.


"Mas.. kamar kamu di mana? aku capek banget mau istirahat". Ujar Mawar mengeluh


"Ya sudah ayo Mas antar ke dalam kamar". sahut Rio dan langsung bangkit dari duduk nya


setelah mengantarkan mawar ke dalam kamar nya , Rio pun bertemu dengan bu Ningsih yang memberi kode agar Rio dan juga Manda mengikuti nya ke arah dapur.


mereka bertiga pun berkumpul di dapur dan Bu Ningsih langsung memeluk Rio dan menepuk bahu anak nya itu dengan rasa bangga


"Hebat kamu Yo! ". ujar Bu Ningsih dengan bangga


"terus perhiasan Mawar, gimana Yo? ". tanya Manda yang ingin tahu tentang mahar perhiasan pernikahan adik nya itu


"ada kok Mbak sama mawar, aku nggak tanya tanya soal nya". sahut Rio dengan santai menyembunyikan kegugupan pada diri nya.


"Trus kenapa kalian cepat sekali pindah ke sini? bukan nya kata mu akan menginap satu mingguan di sana?". Lagi lagi Manda bertanya ingin tahu


"Heheheh.. Iya mbak, habis nya aku gk bisa jauh jauh dari kalian jadi aku memutuskan secepat nya membawa Mawar ke rumah ini". Sahut Rio berbohong

__ADS_1


Ada raut gelisah yang di tunjukan oleh Rio, lelaki itu takut untuk mengatakan jika sebenar nya Mawar bukan anak kandung sang kepala desa, dan otomatis Mawar tidak akan mempunyai hak apa apa, bahkan Mawar sendiri telah di serahkan kepada Rio, karena memang Mawar sudah menjadi tanggung jawab nya sepenuh nya.


"Kamu, kenapa sih Yo kok tegang gitu". Tanya Manda yang merasa heran melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Rio


"Ohh gk kenapa kenapa kok Mbak, aku lagi kecapekan saja sihh. ya sudah kalau gitu, aku balik ke kamar dulu ya". Pamit Rio yang tak mau di tanya tanya lagi oleh Ibu dan juga kakak nya itu


...****************...


"mana istrimu itu? ". ujar Bu Ningsih berkacak pinggang, saat Rio keluar dari dalam kamar dan wanita paruh baya itu belum melihat keberadaan Mawar sedari tadi dan hal itu sukses membuat dia meradang.


menantu baru nya itu belum ada keluar kamar dari kemarin sore, entah bagaimana dia pergi ke kamar mandi juga ia tidak tahu, tapi bu Ningsih sama sekali tidak melihat mawar keluar. ya mungkin saja wanita yang baru di nikahi oleh anak nya itu pergi kekamar mandi waktu tengah malam di mana Bu Ningsih terlelap.


Rio sendiri tidak menjawab, lelaki itu malah masuk ke dalam kamar mandi sambil menggaruk rambut nya.


Entah dia tidak mendengar kata-kata bu Ningsih atau dia memang pura-pura tidak mendengar nya, namun saat Rio keluar dari kamar mandi ibu nya langsung menarik tangan nya dan mendudukkan laki-laki itu di kursi meja makan.


"mawar masih tidur Bu, Dia lagi pules tuh tidur di kamar". Jawab Rio sambil menguap


"Lagian Kenapa sih Bu, Dia kan emang nggak biasa bangun pagi, Jadi biarlah dia santai di rumah terlebih dahulu". ujar Rio dengan lembut


"kamu nih nggak punya otak atau Bagaimana? Apa kamu nggak mikir kalau Mawar itu adalah seorang istri dan sudah seharus nya dia mempersiapkan segala kebutuhan kamu, baik itu makanan ataupun pakaian. untuk apa kamu menikah kalau tetap Ibu juga yang mengurusi segala keperluan kamu! ". kata bu Ningsih dengan nada kesal


"Ibu Jangan begitulah, Mawar itu kan lagi hamil cucu ibu sekarang. dia juga lagi sensitif banget dan nggak boleh capek-capek, jadi ibu jangan marah-marah seperti itu sama mawar". kata Rio lagi dengan nada lembut menenangkan ibu nya itu


Bu Ningsih juga sebenar nya tidak mau marah-marah kepada menantu nya itu, tetapi saat dia mengingat kejadian kemarin saat diri nya tidak di perbolehkan ikut serta dalam pembukaan amplop oleh keluarga mawar, amarah nya kembali menggelegar.

__ADS_1


"gimana Ibu nggak marah? Apa kamu tahu gimana perlakuan keluarga nya Mawar sama Ibu kemarin Yo? ibu hanya meminta untuk ikut serta dalam membuka amplop, tapi Apa jawaban dari Bu lastri, dia malah marah-marah dan tidak memperbolehkan kita untuk ikut serta dalam pembukaan amplop itu Ibu merasa terhina Rio, terhina sekali!". kata bu Ningsih sambil mendudukkan diri nya di samping Rio dengan raut wajah yang masam


"apa benar Bu?". tanya Rio terkejut mendengar penuturan dari Bu Ningsih


Rio langsung menunjukkan wajah yang kesal saat mendengar ucapan dari ibu nya barusan, bukan kesal kepada Bu Ningsih, tapi kesal kepada keluarga mawar.


benar apa yang di katakan oleh ibu nya itu jika keluarga mawar benar-benar keterlaluan, bukti nya dia sama sekali Tidak diberitahu asal-usul Mawar, Bahkan dia di beritahu setelah menikah dengan wanita itu.


bu Ningsih kembali mengeram saat mengingat kejadian kemarin dia merasa benar-benar marah dan juga merasa kesal dengan keluarga mawar.


Apalagi setelah mawar hanya bersikap santai dan tak ada mengucapkan Maaf ats perlakuan keluarga nya itu, dari kemarin wanita itu masuk ke dalam kamar Rio dan Langsung tertidur tanpa membereskan barang-barang nya terlebih dahulu.


Rio lah yang membereskan semua barang-barang milik mawar, Sehingga pada akhir nya kamar lelaki itu terlihat amat sangat penuh dan sesak dengan tumpukan tas, baju, sepatu dan juga peralatan lain nya yang di miliki oleh Mawar.


"Lalu Mana mobil yang biasa nya Mawar pakai Yo? kok gk di bawa ke sini saja?". Tanya Bu Ningsih, sebab sudah sedari malam ia ingin menanyakan hal itu, namun tidak ada kesempatan karena anak nya itu tak ada keluar dari dalam kamar semenjak berpamitan masuk ke kamar nya.


"Heemmm.. Itu, itu mobil nya masih di bengkel Bu, karena ada sedikit masalah sama mobil nya". Sahut Rio beralasan


saat Bu Ningsih dan juga Rio mengobrol bertepatan dengan Manda yang baru saja keluar dari kamar nya


"Yo mbak mau pinjam mobil mu dong sebentar, sebenar nya Mas Alex yang mau pinjam mobil buat mengantarkan ibu nya ke rumah kerabat nya". Ujar Manda


"Oh ya sudah pakai aja mbak, tunggu sebentar aku ambilin kunci mobil nya di kamar dulu". Sahut Rio berjalan menuju ke arah Kamar nya untuk mengambil kunci mobil dan memberikan nya langsung kepada kakak nya itu


"Ini mbak kunci nya". Ujar Rio seraya memberikan kunci mobil nya

__ADS_1


"Makasih Yo, kata mas Alex cuma 3 hari aja mobil nya di pinjam" Ujar Manda


Rio pun hanya mengangguk sebagai jawaban dari diri nya


__ADS_2