
Rio dan Manda kini memastikan kalau bu Ningsih baik-baik saja, Bude Tatik dan para body guard nya masih berada di sana.
Sedari tadi renteiner itu berkata jika mereka harus pergi dari sini, karena rumah ini akan disita sebentar lagi.
beberapa menit kemudian bu Ningsih pun tersadar, mata nya langsung menatap ke arah mawar dengan Tatapan yang tajam.
karena sedari Manda dan Rio berteriak, Mawar keluar dari dalam kamar, karena merasa kepo dengan apa yang tengah terjadi, dan terlihat jika mertua nya itu sedang pingsan tak sadarkan diri.
"dasar menantu tak tahu diri, menyesal aku sudah merestui Rio untuk menikahi kamu!! Ternyata kamu nggak lebih baik dari pada Tiara". hardik bu Ningsih langsung kepada Mawar setelah kesadaran nya mulai stabil
mawar yang terkejut dengan serangan dari bu Ningsih langsung tergagap, wanita itu mengerti jika ia bersalah telah memakai uang itu untuk berbelanja, tapi menurut nya itu bukan kesalahan nya.
"semua sudah menjadi bubur Bu, dan ibu juga nggak bisa melakukan apa-apa lagi dan jangan salahkan aku untuk hutang hutang itu, karena aku tak pernah menyuruh kalian untuk berhutang!". Ucap Mawar tak kalah sengit
"dasar menantu tak tahu di untung, menyesal aku sangat menyesal!!!". kesal bu Ningsih yang langsung refleks melempar vas bunga yang berada di meja, dan untung saja Mawar bisa langsung mengelak
"Wah sangat Bar bar sekali ibu mertuaku ini, kalau sedikit saja Ibu menyakitiku, akan ku pastikan ibu akan menyesal untuk selama nya!!". ancaman mawar tak tanggung-tanggung yang membuat bu Ningsih murka, apalagi tekanan di dada kiri nya mulai terasa lagi, nafas nya juga agak sedikit sesak.
wanita paruh baya itu tak mau terjadi apa-apa pada diri nya sendiri, Oleh karena itu bu Ningsih langsung bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah Rio yang sedang tertunduk lesu
"Awas saja kau mawar!". gerutu Bu Ningsih
"Sudah!!, sudahi drama kalian, saya beri waktu setengah jam lagi untuk menyiapkan semua barang barang kalian dan angkat kaki secepat nya dari sini". Tegas Bude Tatik
"Yo bagaimana ini, Kita akan tinggal di mana? Ibu bingung Yo, Kenapa hidup kita sekarang seperti ini, apalagi semenjak kamu menikah dengan mawar hidup kita menjadi menderita hiks...". ucap Bu Ningsih mengadu pada Rio sambil menangis
__ADS_1
"ya mau bagaimana lagi Bu, semua sudah terjadi. Nasi pun sudah menjadi bubur, jalan satu-satu nya kita harus pergi dari rumah ini dan menyewa rumah lain untuk kita tinggal". pasrah Rio yang sudah terlalu lelah dengan masalah hidup yang di hadapi nya saat ini, dari kehilangan pekerjaan, Mobil, dan sekarang ia harus kehilangan rumah.
Rio sudah terlalu banyak mengalami hal yang menyakitkan, semenjak berpisah dengan Tiara, entah kenapa hidup nya menjadi banyak sekali masalah.
"kenapa kamu enteng sekali sih berbicara seperti itu? apa kamu tidak mau membantu ibu untuk menebus rumah ini, toh uang nya juga kan untuk acara pernikahan kalian". cecar Bu ningsih yang masih tak ikhlas kalau harus angkat kaki dari rumah nya sendiri
" uang dari mana Rio sebanyak itu Bu, Aku saja belum dapat Gaji sama sekali, Ibu tahu kan kalau aku baru beberapa hari kerja". sahut Rio frustasi
Hei sudah kalian diskusinya Cepatlah angkat kaki sekarang juga karena saya nggak punya waktu buat ngeladenin Kalian tahu nggak saya masih banyak urusan ucap Bu ditaati
"Lebih baik ayo kita berkemas, sebelum para body guard Renteiner itu menyeret kita dengan paksa". Ucap Rio
Sedari tadi Manda hanya terdiam, ia masih syok jika keluarga nya harus meninggalkan rumah satu satu nya peninggalan dari Almarhum Bapak nya.
akhir nya, baik Rio, Mawar, Bu Ningsih, maupun Manda berjalan menuju kamar mereka masing-masing untuk membereskan pakaian mereka, tidak lupa juga manda memberitahu Risa agar segera berkemas, meski gadis kecil itu bertanya hendak kemana, tapi Manda tak bisa memberikan jawaban nya.
"Ada apa lagi sih? tadi nyuruh kita pergi, sekarang di tahan. mau apa lagi?". jawab bu Ningsih dengan sinis
"saya menahan kalian karena mau mengecek barang kalian dulu, jangan-jangan ada yang kalian bawa lagi perabotan di rumah ini". Ujar Bude Tatik, karena memang tanah, rumah beserta isi nya ikut sebagai jaminan
"jangan seenak nya ya, mana mungkin kita maling di rumah sendiri! ". Ketus Bu Ningsih yang tampak meradang menanggapi ucapan dari Renteiner itu,
sedangkan Bude Tatik hanya mengangkat bahu nya dengan acuh
"bisa jadi kan, kita nggak tahu soal nya kalau koper kalian nggak di buka".
__ADS_1
"hei kalian!! ambil koper mereka dan buka". Teriak Bude Tatik
kelima Bodyguard suruhan Renteiner itu langsung melakukan tugas nya, mereka mengambil paksa koper-koper itu dari tangan mereka berempat.
Sreeett...
namun tak di lihat ada barang-barang mencurigakan sehingga mereka pun akhir nya di perbolehkan untuk pergi begitu saja.
...****************...
"Rio, kita terus Sekarang mau ke mana dong.. Mbak capek nih". ucap Manda yang terus mengeluh
kini ke empat manusia yang berbeda usia itu berjalan keluar Kompleks, karena di Kompleks mereka memang sedikit susah menemukan angkutan umum, semisal mereka memakai taksi online pun harga nya pasti akan mahal jika dari dalam sana dan Rio tentu saja sayang dengan sisa uang yang ia miliki, alhasil mereka harus rela sedikit berjalan jauh terlebih dahulu.
"Ya sudah Mbak, mau nggak mau ya kita harus cari kontrakan yang murah". Bu Ningsih dan Manda merasa lemas mereka tidak menyangka kalau diri nya akan menjadi seperti ini
Berbeda hal nya dengan Mawar yang sedari tadi nampak diam tak bersuara, wanita itu tahu jika diri nya bersuara pasti akan membuat mereka bertengkar, dan itu sama saja dengan membuang buang tenaga.
Mereka pun berjalan sembari mencari-cari kontrakan yang murah untuk mereka tempati hingga Rio menemukan benda bertuliskan 'Rumah ini di kontrakkan'
lalu Rio pun dengan Sigap menghubungi nomor yang tertera, Ia pun melihat rumah petakan yang akan ia kontrak itu, meskipun kecil dan terdiri dari dua kamar yang nampak sempit, Rio terpaksa menerima nya, Karena uang yang ia punya hanya mampu untuk mengontrak rumah dengan harga sembilan ratus saja setiap bulan nya.
"Ya ampun Yo, Kenapa hidup kita jadi seperti ini sih, istrimu tuh yang nggak becus pegang uang, dasar wanita pembawa sial". Ketus Bu Ningsih Pada Mawar
"Kok malah nyalahin aku sih, siapa suruh menggadaikan rumah pada renteiner itu". Ujar Mawar sewot merasa tak Terima selalu di salahkan
__ADS_1
"Heh Mawar, kamu itu gk tahu diri banget sih... ". Belum sempat Manda menyelesaikan omongan nya
"Sudah, Sudah!! Mbak, Bu, Sudah lah jangan di bahas lagi, setidak nya kita punya tempat tinggal sementara, dan aku harap kalian jangan bertengkar lagi!! Aku pusing Mendengar nya!!!". Sentak Rio membuat mereka bertiga langsung terdiam