Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Lanjutan Rio di rumah sakit


__ADS_3

Setelah Rio sadar, Manda dan juga Bu Ningsih pun tak sabar menanyakan perihal pelaku pengeroyokan yang menyebabkan keadaan Rio yang babak belir seperti ini.


Berjam jam tak sadarkan diri, membuat Rio merasakan sedikit kehausan. Ia meminta Manda untuk mengambilkan air mineral yang berada di atas nakas, Manda pun mengambil nya serta memberi air mineral itu dengan sebuah sedotan agar memudahkan Rio untuk meminum nya.


Rio sendiri langsung meminum air mineral itu hingga tandas, hingga habis tak tersisa. Dia merasa tenggorokan nya luar biasa kering, sampai sampai terasa sedikit perih.


"Kamu kok bisa babak belur seperti ini sih Yo? Sebenar nya kamu punya masalah apa sampai sampai di hajar seperti ini?". Tanya Bu Ningsih dengan tidak sabaran nya, Wanita paruh bayah itu penasaran dengan peristiwa pengroyokan yang telah di alami oleh putra nya itu.


Rio sendiri masih mengatupkan mukut nya rapat rapat, ia sendiri bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan dari Ibu nya. Apakah dia harus jujur, ataukah diri nya harus berbohong? Rio takut jika Ibu dan kakak nya tahu siapa yang telah menyuruh orang orang itu untuk memukuli nya, bisa bisa mereka tidak terima dan akan marah besar kepada Tiara dan Mereka berdua akan mengetahui kenapa alasan kakak lelaki Tiara melakukan ini pada nya.


Bisa saja kan terjadi hal hal yang lebih tidak di inginkan lagi, bisa saja kakak lelaki Tiara melakukan hal yang lebih kejam dari pada saat ini. Maka nya Rio masih menutup mulut nya dan berusaha menghindari pertanyaan yang baru saja di berikan oleh Ibu nya itu.


"Heemmm". Rio pura pura berdehem


"Yo, kamu kenapa sih. Ibu sedang bertanya sama kamu, siapa preman preman tadi yang mengjajar mu sampai babak belur seperti ini hah? Ibu akan bikin perhitungan sama mereka, berani nya kok main kroyokan saja". Ujar Bu Ningsih dengan nada geram seraya mengepalkan tangan nya


"Sudahlah Bu, tidak perlu di bahas lagi. Toh yang terpenting aku tidak kenapa kenapa, aku masih hidup. Jadi gk usah di perpanjang lagi, bisa bisa kita mendapatkan masalah lagi nanti". Ucap Rio pada akhir nya


Tentu saja Rio sadar, sekuat apa pengaruh dari Keluarga Mahesa di publik. Bintang bukan hanya seorang pengusaha biasa di Kota, Tentu nya Bintang mempunyai anak buah yang sangat banyak di setiap daerah nya. Jadi untuk melawan Bintang, Rio sendiri merasa tidak mampu.


Rio sendiri sampai bergidik ngeri membayangkan jika dia sudah melakukan hal hal di luar batas nya kepada Tiara pada saat itu, ia membayangkan hadiah apalagi yang akan ia dapatkan nanti.


"Ya gk bisa gitu dong Yo, memang nya kamu salah apa? Kalau kamu gk salah apa apa, ya kamu jangan pasrah seperti itu. Kita harus menuntut keadilan, dan meminta uang ganti rugi dong. Jangan seenak nya main mukul orang!". Sahut Manda dengan nada memggebu gebu tidak terima atas ucapan adik nya yang terkesan pasrah atas peristiwa yang telah menimpa nya

__ADS_1


"Sudah biar Ibu dan juga Mbak yang akan menemui orang itu, kalau perlu kita laporin ini ke polisi. Biar mereka semua tahu rasa!!". Ujar Manda lagi


"Udahlah mbak gk usah yang aneh aneh, aku gk mau hal ini di perpanjang lagi. Ini semua salahku!". Kata Rio dengan nada lemas


"Kamu itu..".


BRRAAKKK....


Suara kencang pintu ruangan yang di huni oleh Rio tiba tiba terbuka dengan lebar, terlihat Mawar yang sedang terengah engah seraya menatap Rio dengan pandangan penuh kekhawatiran.


Dia langsung bergegas mendekati Rio dan langsung saja memeluk laki laki itu tanpa memperdulikan suara Rio yang tertahan, karena menahan rasa sakit yang dia rasakan.


"Aduuhhh.. Sayang, pelan pelan. Badan mas masih sakit sakit semua ini". Ucap Rio tertahan dengan rasa sakit di sekujur tubuh nya karena pelukan Mawar yang sangat kencang


"Ya ampun mas, kamu gk kenapa napa kan? Kamu baik baik aja kan? Aku takut banget waktu mendengar kamu di kroyok sampai gk sadarkan diri, bilang sama aku mas, siapa yang sudah menghajar kamu sampek babak belur seperti ini?". Tanya Mawar yang juga ikut ikutan geram setelah melihat kondisi calon suami nya yang babak belur seperti ini


Sedangkan Rio sendiri memilih terdiam, lelaki itu tentu saja tidak berani menjawab perkataan Mawar. Jika dia jujur dan Mawar mengetahui jika kejadian yang sebenar nya, bisa bisa Mawar akan marah besar pada nya.


{Enggak, Itu gk boleh terjadi!} Ujar Rio dalam hati nya seraya menggeleng gelengkan kepala nya pelan pelan


"Mas, Mas..". Panggil Mawar karena melihat Rio tengah melamunkan sesuatu


"Ehh, Iya sayang". Jawab Rio

__ADS_1


"Kamu kenapa sih mas, Jawab dulu! Siapa orang yang sudah menghajar mu sampai seperti ini?". Tanya Mawar Lagi


"Eee..eemm Mas sendiri juga tidak tahu siapa orang itu sayang, sudahlah gk usah di bahas. Yang terpenting mas sudah baikan dan merasa sangat sehat setelah melihat kamu di sini". Ujar Rio tersenyum merayu Mawar agar mengalihkan pembicaraan yang akan di tanya oleh wanita itu


Di dalam ruangan saat ini hanya ada mereka berdua, sedangkan Bu Ningsih dan Manda pergi ke arah kantin Rumah sakit untuk mengganjal perut mereka yang sudah minta untuk di isi. Karena setelah kejadian yang menimpa Rio, Bu Ningsih dan Manda tidak memakan apapun sebab mereka berdua sangat mengkhawatirkan kondisi Rio yang tengah pingsan dan berdarah darah.


"Tapi kan Mas..". Ucap Mawar terjeda


"Udah sayang mas gk apa apa". Ucap Rio dengan lembut sambil mengusap usap Pipi Mawar dengan lembut


"Yaudah, Mas cepat sembuh ya supaya kita berdua cepat menikah". Ujar Mawar tiba tiba membahas tentang pernikahan mereka berdua


Seketika kepala Rio berdenyut setelah mendemgar perkataan dari Mawar, padahal dirinya saat ini tengah terbaring sakit. Akan tetapi Mawar masih saja membahas tentang pernikahan mereka berdua.


Rio yang sudah pusing dengan rasa nyeri di sekujur tubuh nya saat ini tak mau membahas perkataan Mawar tentang pernikahan nya, ia langsung berpura pura tertidur saja dari pada ujung ujung nya harus berdebat masalah pernikahan nya dengan Mawar.


"Mas, mas, kamu tidur?". Ucap Mawar mengguncang guncang tangan Rio pelan, karena wanita itu tahu calon suami nya mengalami luka luka dan tak ingin membuat nya kesakitan seperti tadi


Berbeda di desa dimana Mawar Tinggal, Sudah beredar kabar jika ada seorang anak perempuan yang telah hamil duluan atau hamil di luar nikah. Sontak saja hal tersebut membuat Ibu Mawar ketar ketir mendengar kabar itu, jika warga sampai tahu bagaimana reputasi keluarga nya bahkan juga Suami nya yang menjabat sebagai Kepala desa.


Tepat nya pada saat ini ketika Ibunya Mawar tengah berkumpul pada pertemuan ibu ibu PKK, mereka tengah membahas tentang kabar gadis di desa mereka yang hamil di luar nikah.


Membuat Wajah Ibunya Mawar tiba tiba mendadak menjadi pucat.

__ADS_1


__ADS_2