Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Manusia menyebalkan


__ADS_3

Setelah kejadian mengejar Tiara, akan tetapi pintu lift sudah tertutup dahulu sebelum Rio bertemu dengan wanita itu.


Entah kenapa di fikiran Rio saat ini, bertemu dengan Tiara menjadi sangat sulit. Padahal mereka berdua bekerja di perusahaan yang sama, Rio sendiri selalu menerka nerka jika Tiara memang sengaja ingin menghindari nya.


Namun Lelaki itu tak akan tinggal diam, Dia akan berusaha terus untuk membujuk Tiara agar kembali lagi bersama nya.


Rio pun bergegas pergi menuju cafe di mana ia dan Mawar akan bertemu, Rio mengendarai mobil nya menyusuri jalanan dan hanya memakan waktu 10 menit saja dia sudah sampai di depan cafe.


Rio melangkahkan kaki nya masuk ke dalam cafe itu, dia mengedarkan pandangan nya mencari sosok wanita yang tengah mengandung anak nya.


Mawar melambaikan tangan nya dengan tersenyum saat melihat Rio seperti sedang mencari nya, Rio pun yang melihat lambaian tangan Mawar, segera melangkahkan kaki nya menghampiri meja di mana wanita itu sedang terduduk.


Rio pun mendudukan tubuh nya di kursi depan Mawar, posisi mereka saat ini berhadap hadapan.


"Mas kok lama sihh". Ujar Mawar dengan nada cemberut seraya mengerucutkan bibir nya


"Iya sayang, pekerjaan mas baru selesai. Maaf ya". Ujar Rio menenangkan wanita di hadapan nya itu, seraya mengelus ngelus tangan Mawar.


"Mas, nanti sepulang kerja anterin aku ke Mall Galeria ya. Aku pengen beli baju, Baju ku ini sekarang sudah banyak yang kekecilan. Jadi nya pengen beli yang agak besaran biar muat, tubuhku setiap hari pasti akan membesar". Ujar Mawar mengeluhkan tentang kondisi badan nya yang nampak ada perubahan, pantas saja baju baju nya tidak ada yang muat di tubuh nya, sebab wanita itu hanya suka memakai pakaian yang ketat dan press body.


Rio pun menghela nafas nya dengan lega, ternyata tujuan Mawar ke sini hanya untuk meminta Rio untuk menemani nya saja, dan tidak membahas tentang pernikahan mereka berdua.


"Iya sayang, nanti pasti mas akan temani. Nanti mas jemput di rumah ya". Sahut Rio dengan tersenyum ke arah Mawar


Akhirnya mereka berdua memesan menu yang di ingin kan dan menyantap makanan yang sudah di pesan nya sampai habis.


Rio pun pamit terlebih dahulu kepada Mawar untuk kembali bekerja, dan Mawar pun mengerti jika sekarang kondisi Rio sedang berada di jam jam untuk bekerja.


Mawar pun juga sama, wanita itu segera melangkahkan kaki nya menuju ke arah mobil nya yang terparkir dan segera melajukan mobil nya untuk segera pulang. Waktu jam pulang kantor masih lama, jadi dia memutuskan untuk menunggu Rio di rumah nya saja.


...****************...

__ADS_1


Setelah berkutat dengan beberapa pekerjaan yang menguras energi dan fikiran, Tiara melihat jam di tangan nya.


Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, jam pulang bekerja telah tiba. wanita itu langsung bergegas merapikan berkas berkas yang ada di atas meja nya, dan setelah keadaan meja nya sudah rapi wanita itu melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan Bintang.


Ceklekk..


Suara pintu terbuka, Dua lelaki tampan yang berada di ruangan itu sontak menolehkan wajah nya ke arah suara itu.


Terlihat Tiara melangkahkan kaki nya memasuki ruangan, Wanita itu mengerutkan dahi nya bingung menatap ke arah salah satu dari lelaki tampan tersebut.


Siapa lagi kalau bukan Alvian, Tiara bingung berarti sedari tadi Alvian menunggu nya di ruangan Bintang.


Memang mereka berdua memiliki janji mencari kado untuk Bunda nya Alvian, Tiara kira lelaki itu sudah pergi dulu kembali ke perusahaan nya.


Tiara tadi sempat berfikir untuk mengirim pesan kepada Alvian setelah meminta izin terlebih dahulu kepada Bintang, Namun ternyata lelaki itu masih berada di ruangan Bintang.


"Al, gue kira lo udah balik ke kantor. Makanya tadi setelah gue minta izin sama Kak Bintang, gue bakal ngehubungin lo". Ujar Tiara to the point kepada Alvian


Namun beda hal dengan Bintang, dia terlihat bingung mendengar percakapan dua orang yang ada di hadapan nya saat ini.


{Berarti mereka berdua sudah memiliki janji untuk pergi bersama}. ujar Bintang dalam hati nya, dia tersenyum sangat tipis mendengar adik nya akan pergi bersama Alvian.


Sebenarnya Bintang lebih menyetujui jika Tiara bisa dekat bahkan memiliki hubungan dengan Alvian, namun Tiara berkata jika dia sudah menganggap Alvian sahabat nya dan tidak ada hubungan yang lebih dari itu.


Bintang sendiri juga tahu jika Alvian mempunyai perasaan kepada adik nya ini, sampai sekarang pun Bintang dapat melihat ketulusan yang terpancar dari sorot mata Alvian.


"Eheemm..".


Bintang berdehem dengan agak keras, sehingga membuat 2 manusia yang sedang berhadapan dengan nya sontak memalingkan wajah nya ke arah Bintang.


"Jadi kalian akan pergi bersama?". Tanya Bintang penasaran

__ADS_1


"Iya kak, maka nya ini aku mau izin sama kakak. Aku mau temenin Al buat cari kado buat Bunda". Jawab Tiara


Bintang mengangguk anggukan kepala nya mengerti dengan topik pembicaraan ini


"Ya udah Al, titip adik gue. Awas lo macem macem". Ancam Bintang dengan nada bercanda


"Tenang, kalau macem macem nanti pasti gue tanggung jawab". Jawab Alvian dengan terkekeh


Sontak Tiara pun melototkan mata nya mendengar perkataan yang di ucapkan dari mulut Alvian, seraya memukul lengan lelaki itu dengan pelan.


"Dih awas lo, ayo buruan keburu malam nanti". Jawab Tiara dengan mengerucutkan bibir nya


"Dah sana, Adik gue udah gk kuat tuh pengen di macem macemin". Sahut Bintang bercanda dengan terkekeh


"Kakak!". Sahut Tiara melototkan mata nya


Dua lelaki tampan itu tertawa sangat keras, mereka berdua berhasil menjahili wanita itu.


"Ya udah yuk berangkat". Ujar Alvian, namun tak ada sahutan dari Tiara. Alvian tahu jika wanita itu pasti sedang kesal sekarang, namun ia merasa senang bisa menjahili wanita itu lagi


"Bro gue duluan ya, lo cepetan cari jodoh nya jangan kerja mulu nanti lo jadi perjaka tua". seloroh Alvian


"Lo juga kampreet". Sahut Bintang


Alvian dan Tiara langsung melangkahkan kaki nya pergi menuju mobil nya, Alvian langsung menyalakan mesin mobil nya dan mengendarai nya menuju ke salah satu Mall terbesar di Kota.


Di dalam mobil Tiara masih saja mengerucutkan bibir nya, dia merasa kesal dengan sikap Alvian dan juga kakak nya. Bukan karena apa, melainkan karena dia sekarang memiliki status baru yaitu menjadi janda. Jadi dia harus membangun image yang positif.


"Panjang amat tuh mulut kayak ikan cucut". Ujar Alvian bercanda


Tiara hanya melengoskan wajah nya menghadap keluar jendela, beda hal nya dengan Alvian. Dia semakin gemas dengan wanita yang berada di samping nya, Alvian pun terkekeh kecil melihat ekspresi Tiara.

__ADS_1


Tiara sendri juga tahu jika Alvian sedang menjahilinya, kebiasaan Alvian dari dulu ketika mereka berdua memang begitu. Suka menjahili dan menggoda nya, namun wanita itu berpura pura ngambek dan marah terhadapnya.


__ADS_2