
Hari ini hari minggu, Alex pagi pagi sekali sudah izin pergi untuk ke rumah Ibu nya. Manda yang mengizinkan nya pun menyuruh suami nya itu untuk membawa anak nya Si Risa, tahu sendiri kan kalau Manda itu malas mengurusi anak dan suami nya.
Manda saat ini tengah di pusingkan dengan pinjaman mereka yang di tolak oleh Bank, bagaiaman pun juga penolakan itu adalah kepahitan untuk mereka semua, bukan hanya Rio tetapi juga dengan Manda dan juga Bu Ningsih.
Rio sendiri dari tadi malam belum keluar dari dalam kamar nya, tadi pagi pun saat Bu Ningsih ingin mengantarkan sarapan ke kamar nya dengan tegas lelaki itu menolak dengan alasan tidak selera makan.
Tentu saja hal itu mbuat Bu Ningsih khawatir, karena bagaimana pun juga Rio adalah anak lelaki nya, mana ada sih Ibu yang tega membiarkan anak nya kelaparan?
Manda menghela nafas panjang beberapa kali, di depan televisi yang sedang menyala wanita itu nampak sedang memutar otak nya untuk mencari cara agar mereka bisa mendapatkan uang itu dengan cepat.
Sedangkan saat ini Bu Ningsih berada di dalam kamar nya, sedang merenungi dan juga meratapi nasib yang tengah menimpa Rio. di pecat dari pekerjaan nya, dan sekarang harus mencari uang dengan segitu banyak nya.
Kriieettt..
Pintu kamar Rio terbuka, Lelaki itu nampak berjalan dengan gontai menuju ke arah dapur hendak mengambil minum.
Setelah minum Lelaki itu berjalan menuju ke arah Manda yang sedang menonton TV itu, Rio langsung mendudukan diri nya di sofa.
Bu Ningsih yang mendengar suara pintu kamar Rio terbuka langsung bergegas ke luar kamar untuk melihat kondisi anak lelaki nya itu saat ini.
Bu Ningsih melihat jika Rio dan Manda tengah duduk sambil menonton TV, ah bukan lebih tepat nya TV itu lah yang sedang menonton Rio dan juga Manda melamun.
Bu Ningsih langsung berjalan menghampiri mereka berdua dan duduk di sebelah Manda, kedua orang yang berada di sana hanya menoleh saja tanpa berkata sepatah kata pun.
__ADS_1
Rio kemudian menatap Manda dan juga Bu Ningsih secara bergantian, dengan tatapan yang sangat lekat.
"Pokok nya bagaimana pun cara nya, kita harus mendapatkan uang itu Bu! Aku tidak mau terjadi apa apa dengan anak ku". Ujar Rio dengan bibir yang bergetar
Bu Ningsih berkali kali mengangguk anggukan kepala nya, wanita paruh baya itu tentu saja akan memenuhi permintaan Rio dan berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan uang itu secepat nya, tetapi tentu saja cara itu sampai saat ini belum mereka dapatkan, apalagi besok ia harus segera menyerahkan uang itu kepada keluarga Mawar.
Bu Ningsih langsung menoleh ke arah Manda, dan menatap anak perempuan nya itu dengan tatapan bertanya, menurut nya hanya Manda lah satu satu nya harapan mereka untuk mencari ide, karena bagaimana pun juga hanya mereka bertiga yang bisa saling bergantung satu sama lain.
"Huhhh aku udah buntu Bu, aku dari pagi duduk di sini mikirin cara nya gimana untuk mendapatkan uang itu, tapi sampai saat ini pun aku belum bisa mendapatkan ide apa pun". Ujar Manda sambil mengangkat tangan nya tanda ia menyerah
"Aduuhh gimana cara nya kita bisa mendapatkan uang untuk Rio, Ibu juga belum bisa mendapatkan cara nya!". Kata Bu Ningsih
"Maka nya Yo kan Ibu sudah bilang jual saja mobil mu itu, itu mobil baru beli pasti harga nya masih mahal di pasaran. Dulu kamu membeli nya 500 juta kan?". Kata Bu Ningsih lagi
"Aduh Bu, kalau mobil itu di jual terua Rio kemana mana naik apa? Apa Ibu gk malu nanti sama tetangga di komplek ini yang rata rata punya mobil, apa kata mereka nanti kalau hanya kita satu satu nya yang tak mempunyai Mobil Bu!". Ujar Rio menjelaskan bahwa dirinya menolak untuk menjual mobil nya itu
"Masak kita harus menjual rumah ini sih, kalau kita menjual rumah ini nanti kita tinggal dimana? Ahh tidak tidak aku rasa menjual rumah juga bukan solusi yang tepat". Ujar Manda menggeleng gelengkan kepala nya
"Ya terus solusi nya apa mbak? Kita aja belum bisa menemukan solusi itu, gimana kita bisa tenang! Aku aja dari tadi malam tidak bisa tidur, aku takut ancaman Mawar benar benar di lakukan. Mbak tahu sendiri Mawar itu wanita yang sangat keras kepala". Ujar Rio frustasi
Bu Ningsih dan juga Manda terdiam, berkali kali menghela nafas dengan panjang. Seperti nya permasalahn yang tengah mereka hadapi saat ini benar benar sangat sulit.
Mereka bertiga membayangkan bagaimana jika Mawar Bunuh diri dengan membawa anak yang masih berada di perut nya itu, anak dari Rio adalah yang di tunggu tunggu oleh mereka bertiga selama ini. Jadi tentu saja mereka bertiga tidak akan membiarkan Mawar melakukan tindakan Bodoh seperti itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita gadaikan Rumah ini saja". Ujar Manda tiba tiba
"Gadai? Mau gadai sama siapa?". Tanya Bu Ningsih
"Ya kalau ada yang mau terima gadaian rumah ini ya gk apa apa Mbak, kita gadai aja dulu. Lagi pula nanti kan kita bisa melunasi rumah ini ketika Mawar sudah resmi menjadi istri ku, tahu sendiri harta orang tua Mawar itu kan banyak". Sahut Rio dengan antusias berbanding terbalik dengan beberapa menit yang lalu
Wajah frustasi yang sedari tadi Rio tunjukan tiba tiba berubah menjadi wajah sumringah dengan senyum yang mengembang, seolah olah lelaki itu sedang mendapatkan rejeki nomplok.
"Emang siapa mau ngasih kita pinjaman dengan besae seperti itu, ini kita mau gadai rumah loh bukan bpkb motor atau mobil". Ujar Bu Ningsih
"Udah deh Bu, tenang aja! Aku punya kenalan yang bisa kasih kita uang sebanyak yang kita butuhkan, dan tentu saja kita bisa mencicil nya agar rumah kita ini kembali lagi ke tangan kita". Kata Manda dengan santai
*Siapa sih Man?". Tanya Bu Ningsih penasaran
"Ade deh Bu, tapi ini cicilan nya bukan seperti Bank. Cicilan nya kita membayar beserta bunga nya kepada dia sebagai upah karena sudah memberikan pinjaman kepada kita". Ujar Manda
"Loh itu arti nya kita meminjam kepada renteiner Man? Iya Man? Aduhh jangan deh Man, kalau sama renteiner Ibu gk berani, mereka lama lama kan mencekik kita kalau kita gk bisa bayar, bisa bisa rumah ini mereka sita, terus kita mau tinggal dimana hah". Ujar Bu Ningsih seraya memekik dengan keras
"Ya gimana lagi Bu, cuman itu solusi satu satu nya. Ibu jual rumah pun belum tentu orang itu akan membeli nya dalam waktu singkat, besok loh Bu, Rio sudah harus memberikan uang itu kepada keluarga Mawar". Ujar Manda
Tentu saja Bu Ningsih menunjukan wajah keberatan, tetapi saat menoleh ke arah samping, wanita paruh baya itu menemukan wajah Rio yang tengah memohon penuh harap kepada nya.
"Gimana Bu? Gk usah mikir lama lama, kesempatan gk datang dua kali loh, dia juga orang sibuk takut nya nanti dia gk ada di rumah". Ujar Manda sedikit mendesak Ibu nya
__ADS_1
"Ya udah deh kamu urus aja, yang penting kita bisa menikahkan Rio dan juga Mawar". Ujar Bu Ningsih pada akhir nya
Wanita paruh baya itu tentu saja tidak bisa melihat tatapan penuh permohonan dari putra nya itu, dia hanya berharap jika cara yang sedang mereka lakukan adalah cara yang benar.