
Tak lama kemudian setelah berbincang-bincang mereka bertiga bisa melihat Rio yang baru keluar dari dalam rumah dengan langkah tegas laki-laki itu terlihat memang sangat tampan, jika di perhatikan rahang nya yang tegas dan tubuh nya yang tegap sehingga membuat mawar bersyukur karena dia bisa mendapatkan Rio kembali dan menjadikan laki-laki itu sebagai suami nya sebentar lagi.
"udah selesai Mas siap siap nya, Ya udah yuk kita langsung berangkat aja". ujar Mawar sambil berdiri dan di ikuti oleh Manda juga
"Mbak Manda nggak usah ikut deh, biar aku aja sama mawar yang pergi". ucap Rio tiba-tiba
"Loh kok gk jadi ikut sih Mas, kan yang mau kita temuin itu kan temen nya mbak Manda. Bukankah lebih baik kalau Mbak manda ikut aja?". ujar mawar bertanya dengan bingung kepada Rio
"Halah Kita juga bisa kok Sayang, nggak perlu sama Mbak Manda ikut ikut segala" ujar Rio dengan santai
sementara bu Ningsih dan juga Manda hanya saling berpandangan satu sama lain, mereka berdua semakin curiga dan semakin yakin dengan pemikiran mereka tadi. kalau Manda tidak ikut bisa saja Rio akan membelikan mawar emas tambahan dengan uang yang ada di dalam rekening nya.
Bu ningsih pun nampak memberi kode kepada Manda, wanita paruh baya itu juga tidak akan rela jika uang nya yang akan di gunakan untuk membeli perhiasan malah di gunakan Rio untuk membeli emas untuk tambahan Mahar pernikahan untuk Mawar.
yang di gadaikan itu adalah rumah nya, walaupun nanti nya rumah ini akan jatuh ke tangan Rio, Tapi tetap saja Ini masalah rumah nya. Ya kali bu Ningsih tidak mendapat apapun juga, dia juga mau lah mendapatkan keuntungan dari pinjaman itu.
sementara bu Ningsih Tengah berkecamuk dengan pikiran nya sendiri, Manda juga saat ini tengah melakukan hal yang sama. dia menatap Rio dengan tatapan membunuh, wanita itu begitu garam karena adik nya itu bisa saja menggagalkan niat nya untuk membuka sebuah usaha, meski Manda sendiri tidak tahu Usaha apa yang akan di buka nya nanti. Rencana nya sih dia ingin membuka sebuah butik.
__ADS_1
"Yo, mbak ikut aja ya. lagian Mbak udah ngomong kok sama Bang Jojon Tadi, Kalau Mbak yang akan nemenin kalian ke sana". kata manda dengan tegas
"nggak perlu Mbak, kami berdua juga bisa kok ke sana berdua. aku juga udah kenal sama Bang Jojon dan aku juga bisa menghandle ini sendiri". jawab Rio tanpa menoleh sedikit pun ke arah kakak nya itu.
mawar pun langsung menoleh ke arah Rio dan juga Manda secara bergantian, ia bingung melihat calon suami dan calon ipar nya itu terlihat aneh. mereka memang kelihatan baik-baik saja dan masih berbicara dengan nada lembut, akan tetapi entah kenapa terasa kaku dan juga bersitegang.
wanita itu semakin menajamkan indra pendengaran nya dan dia memang menemukan kalau suara rio dan Manda sama-sama terasa Ketus dan sangat sinis satu sama lain.
akhir nya Rio pun pergi tanpa berpamitan kepada bu Ningsih dan juga Manda, Manda sendiri menatap kepergian Rio dan juga mawar dengan tatapan marah. dia ingin sekali mengejar adik nya itu pergi hanya berdua, Tapi sayang nya Manda sudah bad mood duluan, dia sudah tidak mau lagi ikut campur dan memilih untuk membiarkan nya saja.
saat ini di m dalam mobil, mawar dan juga Rio mereka berdua nampak sedang tidak saling berbicara. mereka hanya sedang menikmati keheningan di mana Rio fokus menyetir dan menatap ke arah depan jalanan dengan Tatapan yang terpaku serius, sedangkan mawar sendiri hanya duduk dalam canggung. wanita itu ingin berbicara tapi dia juga takut untuk merusak suasana yang sudah nyaman saat ini.
"Mas..". ujar mawar memecah keheningan
"Iya sayang". ujar Rio menyahut dengan lembut seraya tersenyum manis ke arah Mawar
"Kamu kenapa sih kok muka nya di tekuk seperti itu? sama mbak Manda tadi juga Kamu ngomong nya nggak seperti biasa nya, Memang nya ada apa ? Apa kamu ada masalah ya sama Mbak Manda? ". tanya mawar bertubi tubi yang ingin tahu dengan sikap Rio saat ini
__ADS_1
"Nggak ada kok, aku nggak ada masalah. perasaan kamu aja kali sayang". sahut Rio dengan santai
mawar pun menatap Sisi wajah Rio dari samping dan dia tidak sedikit pun bisa menemukan kebohongan di sana, entah karena memang Rio yang tidak sedang berbohong atau memang mawar yang tidak bisa membaca raut wajah laki-laki itu.
tak terasa Setelah melakukan beberapa menit perjalanan, mereka berdua telah sampai pada suatu tempat. mawar menatap ke arah depan dan dia bisa melihat sebuah ruko yang bertuliskan fotokopi Bang Jojon, tempat Fotokopi ini terlihat kecil dan juga sesak banyak orang yang sedang melakukan kegiatan di sana.
untuk sesaat mawar sempat ragu, sebab dalam Ruko yang kecil ini mereka akan melakukan foto shoot untuk prawedding, pasti keadaan di dalam sana sangatlah sempit dan juga sangat sesak hingga menyebabkan mereka bisa tidak leluasa.
tetapi mereka berdua sudah terlanjur sampai di sini, dan tidak mungkin kan jika mawar tiba-tiba meminta untuk pulang. wanita itu pasti akan kehilangan muka di depan Rio dan juga Manda, karena yang di dalam sana, pemilik Fotokopi ini adalah sahabat Manda dan juga Rio mengenal nya.
"Bang aku ke sini di suruh sama Mbak Manda, kata nya Mbak Manda tadi udah chat sama abang". Ujar Rio mendekati seorang laki-laki tinggi yang duduk di kursi sambil bermain game online
"loh kamu Yo, Tadi emang si Manda udah ngechat aku, Dan barusan dia juga nelpon kata nya nyuruh aku melayani kalian dengan baik. Ya udah ayo masuk ke dalam biar aku langsung memfoto kalian berdua, karena kan ini acara nya Lusa ya jadi harus segera di kerjakan cepat cepat". ujar laki-laki yang bernama Jojon itu dengan semangat Seraya tersenyum ke arah mawar dan juga Rio
"kalau masalah baju Gimana Bang? kami kan nggak bawa baju nih untuk sesi prewedding-nya?". ujar Rio dengan sedikit heran, menurut nya Bagaimana bisa dia melakukan sesi pemotretan jika baju nya yang digunakan baju yang biasa di gunakan sehari-hari
"udah santai aja, kalian pakai baju begini aja ntar biar aku yang editin sampai kelihatan kalau kalian lagi pakai jas dan juga gaun yang mahal jangan takut deh Abang ini Fotografer Profesional". kata Bang Jojon lagi dengan santai
__ADS_1
Rio dan juga mawar pun langsung saling berpandangan satu sama lain, Mawar sendiri menunjukkan wajah tidak yakin akan kata laki-laki itu, tetapi Rio yang sudah terlampau bersemangat langsung menarik tangan mawar untuk masuk ke dalam ruko tersebut. di mana di sana ada sebuah studio foto kecil yang biasa di gunakan untuk orang pas foto.
dan tiba-tiba rasa ketidak yakinan mawar semakin bertambah besar saat melihat keadaan studio foto itu yang sangat berantakan di mana mana terlihat Banyak alat-alat yang berserakan jatuh tidak karuan.