
Di dalam mobil tidak ada perbincangan apapun, karena Mawar dan juga Manda sibuk dengan fikiran mereka masing masing. Mereka berdua seolah tenggelam dalam dunia mereka sendiri, dan tidak memghiraukan satu sama lain nya.
Perjalanan dari supermarket menuju ke rumah Rio terasa sangat lama, padahal sebenar nya tidak lah jauh dari komplek rumah Rio berada. Tapi, dikarenakan suasana hati mereka berdua yang tidak enak, jelas membuat suasana semakin canggung dan sunyi.
Mawar sendiri hanya terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun dan fokus untuk menyetir mobil nya di jalanan. Mawar terdiam karena ia merasa malu dan luar biasa merasakan gundah gulana di hati nya, bagaimana tidak? Saat diri nya di tanya apa sudah menikah, jelas jelas Mawar tidak bisa menjawab, Pernikahan nya saja pun belum terencana.
Jangan kan rencana? Kemauan dari Rio saja belum ada, lelaki itu selalu beralasan sedang berusaha untuk mencari uang mahar dan juga uang hantaran untuk pernikahan nya.
Arrggg Gila! Jika tidak memikirkan image nya sebagai wanita yang lemah lembut di depan calon Kakak ipar nya ini, maka sudah di pastikan bahwa Mawar sudah berteriak dengan amat sangat keras, untuk meluapkan segala rasa yang ada di dalam hati nya.
Di tambah lagi dengan keadaan keberadaan Lina tadi yang berada di sana, tentu saja semakin membuat menjadi Mawar ketar ketir. Bagaimana tidak? Lihat saja sewaktu di supermarket tadi, duet maut antara Lina dan juga Tiara sukses membuat Mawar dan juga Manda terdiam, seakan mati kutu di buat nya.
Apalagi saat Tiara yang diam dan tidak peduli atas ucapan nya, ternyata wanita itu jika berbicara mulut nya sangat pedas sehingga membuat diri nya sangat malu.
Malu nya itu loh gk tanggung tanggung, jika bisa mengubur diri nya sendiri, Maka Mawar mungkin akan melakukan nya saat itu juga. Inti nya di sore hari ini, dia merasakan malu yang luar biasa.
Lain Mawar, lain pula juga dengan Manda. Wanita itu juga sibuk dengan pemikiran nya sendiri. Dia menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, kelihatan jelas kalau wanita itu sedang mempunyai banyak fikiran.
Dia dan juga keluarga nya harus segera mencari cara agar Rio dan juga Mawar harus menikah secepat nya, dia sudah cukup di permalukan hari ini dan itu tidak bisa di terima lagi oleh Manda.
Manda takut jika Mawar akan kefikiran tentang kata kata yang di sampaikan oleh Tiara sebelum dia pergi, dia takut jika Mawar akan ilfeel dengan keluarga nya akibat termakan omongan dari Tiara.
Apalagi pertanyaan saat Mawar di tanya tentang pernikahan nya, sedangkan saat ini Manda dan juga keluarga nya belum bisa mendapatkan uang yang di minta oleh keluarga Mawar.
Sial! Manda amat sangat malu dengan Mawar saat ini, kandungan wanita itu sudah menginjak usia enam bulan, dan belum ada kepastian dari pihak mereka.
Manda melirik Mawar, dan menghela nafas nya dengan panjang saat melihat penampilan Mawar yang sudah jauh berbeda. Mawar yang dulu suka memakai pakaian yang ketat ketat, sekarang malah memakai pakaian pakaian yang jauh lebih longgar, tanpa bertanya pun Manda sudah tahu apa alasan nya.
Pasti Calon adik ipar nya itu ingin menyembunyikan kehamilan nya itu, beruntung sekali karena Mawar memiliki tubuh yang langsing dan juga tinggi. Jadi perut nya yang membuncit tidak terlalu terlihat jika tidak di perhatikan dengan jelas, itu lebih aman.
"Mbak..". Suara Mawar memecahkan keheningan di dalam mobil
Manda langsung menoleh saat mendengar suara Mawar, tapi wanita itu masih fokus memgemudikan mobil nya.
__ADS_1
"Iya, Apa War?". Tanya Manda dengan hati yang was was
Bagaimana tidak was was? Manda takut kalau Mawar akan marah mendengar ucapan dari Tiara tadi, tentu saja Manda takut apalagi tadi saat sepupu dsri Tiara itu mengatakan jika Rio tidak berniat menikahi nya bahkan Mawar juga akan mendapatkan perilaku yang di alami seperti Tiara.
"Hem gk ada apa apa Mbak". Ujar Mawar dengan cepat
Tentu saja Manda langsung mengerutkan dahi nya keheranan, ia semakin penasaran saat menjawab seperti itu.
Mobil Mawar memasuki pekarangan Rumah Rio, manda sendiri sejak tadi sudah tidak sabar ingin menceritakan kejadian yang terjadi di supermarket tadi.
"Aku langsung pulang ya mbak, sudah sore. Takut di cari sama Ibu, soal nya takut gk baik buat kandungan aku". Ujar Mawar dengan cepat
"Kok pulang War, mampir aja dulu". Ujar Manda yang heran atas sikap Mawar
"Gk mbak, kalau gitu aku pulang. Salam sama Ibu aku gk bisa mampir takut kesorean". Ujar Manda yang masih duduk di dalam mobil nya
Memang hari sudah menunjukan pukul 5 sore, tapi tidak seperti biasa nya Mawar bersikap seperti ini. Biasa biasa nya juga akan selalu mampir meski jam berapa pum, ingin bertanya pada Mawar tapi ia takut merusak suasana dan memilih diam saja.
Jadi Manda pun turun dari mobil itu dengan membawa semua buah yang sudah mereka berdua beli tadi, dan berjalan masuk ke dalam Rumah setelah melihat mobil Mawar pergi.
"Ibu di kamar". Balas Bu Ningsih dengan berteriak
Manda langsung meletakan buah buahan itu di meja dapur nya, dan langsung masuk ke dalam kamar Ibu nya.
Pertama kali masuk ke dalam kamar, Manda langsung bisa melihat wajah wajah masam dari Ibu nya dan juga adik nya itu.
"Kenapa wajah Ibu sama Rio begitu?". Tanya Manda yang penasaran
"Ada kabar yang sangat buruk". ucap Bu Ningsih dengan cepat
"Aku juga ada kabar buruk Bu, dengerin deh kabar dari ku dulu". Ucap Manda antusias karena tidak sabar ingin memberitahu Ibu dan juga adik nya itu mengenai kejadian di supermarket tadi
"Cepat katakan, Oh ya Mana Mawar?". Ucap Bu Ningsih bertanya
__ADS_1
"Oh Mawar sudah pulang Bu, tadi kata nya ada perlu". Sahut Manda sekena nya
"Oh.. Ya udah apa yang mau kamu ceritakan?". Ujar Bu Ningsih
"Hem begini tadi aku dan juga Mawar bertemu Tiara dan juga sepupu nya, dan kamu tahu sepupu Tiara adalah teman kampus Mawar dulu. Masak dia bilang kalau kamu gk ada niat buat nikahin Mawar, apalagi si sialan Tiara itu bicara kalau keluarga kita sayang sama Mawar pasti karena uang. Duh Mbak takut Yo, kalau Mawar terpengaruh ucapan mereka. Apalagi Mawar sehabis pulang dari sana sedikit berbeda". Ujar Manda yang merasa takut
Ting..
{Mas, pokok nya kamu harus nikahin aku secepat nya. Kamu sudah janji kan kalau lusa kamu akan datang dan memberi uang nya, jika tidak aku akan bunuh diri dan siap siap saja keluarga mu yang akan menanggung semua nya}. Tulis Pesan dari Mawar
"Aarrgggg..". Ujar Rio frustasi kala membaca pesan dari Mawar itu
Wajah Rio memucat dan meletakkan ponsel itu begitu saja di atas ranjang, sehingga membuat Manda dan juga Bu ningsih penasaran.
Manda pun dengan cepat mengambil ponsel Rio dan membaca pesan dari Mawar itu dengan suara keras sehingga Bu Ningsih juga bisa mendengar Pesan itu, dia mengerang dan ikut ikutan merasakan frustasi seperti Rio.
"Tuhkan ini ya Mbak takutkam Yo, duh habis kita Yo". Ujar Manda
"Bagaimana ini Bu, kalau lusa kita tidak bisa mendapatkan uang itu. Mawar akan bunuh diri, aku sudah kehilangan Tiara, aku juga gk mau kehilangan Mawar Bu!". Ujar Rio ketakutan
"Ya kalau gitu kita segera mencari uang nya, bukan nya malah berdiam diri seperti ini. Ini bukan akhir dari segala Loh". Ujar Manda kesal
"Siapa bilang ini bukan akhir dari segala nya, ini adalah akhir dari segala nya Man. Kita benar benar akan kehilangan Mawar!". Ujar Bu Ningsih resah
"Loh kok bisa?". Tanya Manda keheranan
Rio dan juga Bu Ningsih terdiam tak menjawab ucapan dari Manda, mereka seakan pasrah dan resah saat ini.
"Oh ya, kabar buruk apa yang mau ibu sampaikan?". Tanya Manda penasaran
"Huuuhhh". Suara helaan nafas oanjang dadi Bu Ningsih terdengar
"Tadi saat kamu sama Mawar ke supermarket, Ibu mendapatkan telepon dari pihak Bank. Dan mereka mengatakan.... Pinjaman kita di tolak!". Kata Bu Ningsih dengan cepat setelah menjeda kalimat nya tadi
__ADS_1
"APA PINJAMAN KITA DI TOLAK BANK?????"