Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Tak di restui?


__ADS_3

Dengan gerakan cepat, Alfian menghempaskan sosok wanita yang memeluk nya.


wajah lelaki itu merasa tidak senang atas apa yang terjadi, malah sebalik nya Alfian terlihat begitu menahan rasa amarah dan kekesalan pada diri nya.


"Mas Al..". Ujar wanita yang di hempaskan Alfian dengan protes


"Jangan melewati batas Nita!". Ucap Alfian geram


Lelaki itu lalu kembali meraih tangan Tiara dan menarik nya dengan lembut, ia segera memasuki rumah dan meninggalkan wanita yang bernama Nita dengan begitu saja.


Tiara menoleh kepada Alfian, meminta penjelasan kepada sang kekasih.


"sayang...".


ucapan Alfian terputus kala Bunda Elisa dengan penuh semangat menghampiri mereka berdua seraya memeluk Tiara.


"Ya ampun Bunda udah kangen banget loh sama kamu, sehat kan sayang". Ujar Bunda seraya menangkup kedua pipi Tiara dengan lembut


" Sehat mah". ujar Tiara tersenyum dengan hangat


"Kamu ini emang anak bandel ya, Bunda minta buat langsung ke sini, malah kamu umpetin dulu Tiara". ujar Bunda Elisa yang kini beralih kepada anak semata wayang nya, lalu memukul pelan lengan kekar sang anak dengan wajah yang pura-pura merajuk.


Tiara sendiri hanya bisa tersenyum melihat interaksi kedua nya, sampai interaksi itu di ganggu oleh sosok yang tadi Tiara dan Alfian abaikan di depan pintu.


"tante.. mas Al tadi jahat banget, masa aku..". Ucapan Nita terpotong


"Udah kamu diem aja, jangan ganggu Alfian". potong tante Elisa yang membuat Tiara semakin penasaran dengan sosok wanita itu.


" Ya udah kita ke belakang yuk, nenek sama kakek nya Alfian sudah nunggu". Ucap Bunda Elisa kembali beralih kepada Tiara


Wanita paruh baya itu berbicara dengan senyum bahagia nya, Tiara mengangguk lalu mengikuti Bunda Elisa yang menarik tangan nya menuju ke area belakang rumah.


Alfian juga mengikuti kedua wanita beda usia itu, sesuai janji nya dia tidak akan membiarkan tiara sendirian.


di belakang rumah itu ada sebuah meja panjang yang di atas nya sudah tersusun banyak makanan, meja dan kursi cukup banyak yang siap untuk menampung semua kerabat yang datang.


"Mah, Pah.. ini Tiara". Ujar Bunda Elisa mengenalkan Tiara kepada nenek dan kakek Alfian

__ADS_1


dengan sopan Tiara langsung bersalaman dengan kakek dan nenek Alfian sambil memperkenalkan diri nya


" cantik sekali..". Puji nenek Alfian hingga membuat Tiara tersenyum


" Terima kasih". ujar Tiara dengan senyum manis nya


"Nenek yang berterima kasih sudah membuat cucu ku mau menikah kali ini". ucap kakek alfian berbicara, Tiara hanya tertawa pelan begitupun dengan Bunda Elisa dan nenek Alfian


selesai berkenalan dengan kakek dan nenek Alfian, lanjut Bunda Elisa mengenalkan Tiara kepada para sepupu, paman, dan tante Alfian dari pihak Ayah Damar, mereka menyambut Tiara dengan sangat baik, bagi mereka status Tiara sama sekali Bukan masalah besar yang perlu di perdebatkan, tak ada yang salah dengan hal itu semua orang bebas memilih Jalan hidup nya masing-masing.


tiba saat Tiara di perkenalkan ke saudara pihak Bunda Elisa, tante Wati Kakak dari Bunda Elisa berbeda dengan pihak keluarga dari Ayah Damar.


Tante Wati sama sekali tidak terlihat tidak ramah, menatap Tiara dengan pandangan menilai, Yang Sejujur nya sangat membuat Tiara merasa tidak nyaman, Tapi Tiara tetap berusaha ramah dan juga santai.


masuk ke acara makan bersama, suasana terasa begitu menyenangkan, pikiran buruk Tiara sebelum datang hilang begitu saja, obrolan santai pun terjalin saat mereka makan membuat suasana menjadi hangat.


"El.. Kamu serius mau nikahin Alfian sama dia" ujar tante Wati membuat orang-orang yang masih berada di meja makan untuk bersantai langsung terdiam


acara makan siang bersama memang sudah selesai, beberapa orang tengah sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.


kakek dan nenek Alfian juga sudah masuk ke dalam rumah dan tengah mengobrol Santai dengan anak dan cucu nya yang lain.


"kamu jangan gitu dong, jangan egois jadi orang tua!". Teriak tante Wati yang membuat Tiara cukup terkejut.


Bunda Elisa sendiri mengerut kan kening nya menatap Kakak perempuan nya itu dengan tatapan kebingungan.


"egois gimana maksud nya Mbak?".


"kamu pasti maksa Alfian kan, Mbak hafal betul sama anak kamu, Alfian itu pendiam nggak mungkin mau nikah secepat nya, paling kamu paksa yakan". sinis tante Wati


" Kata siapa Alfian terpaksa? Alfian anak aku dan aku yang lebih tahu gimana Alfian". Sahut Bunda Elisa


"Lagian kalau pun Alfian mau menikah, calon nya yang bener dong". sindir Tante Wati sambil melirik Sinis pada Tiara


" Emang kenapa? Tiara baik, cantik juga. trus nggak bener Apa nya?".


"Dia itu seorang janda, Dan Alfian itu lajang. masak nikah sama dia". Sinis Tante Wati

__ADS_1


"Alfian meski Lajang, tapi udah berumur, Lagian Tiara itu calon terbaik untuk Alfian. Bukan aku Mbak, tapi Alfian sendiri yang memilih Tiara untuk jadi istri nya. Jadi aku harap Mbak, Stop menilai buruk seseorang yang bahkan belum satu hari kamu kenal!!". bentak Bunda Elisa


"nggak mungkin Alfian....". Ucapan Tante Wati terpotong


"mungkin! dan Bunda memang benar, aku yang meminta untuk Tiara menjadi istriku, aku yang mau dia!". tegas Alfian dengan mata tajam


"nggak mungkin Al, Tante masih nggak percaya. kamu sadar nggak kalau apa yang kamu lakuin itu melukai Nita. Lihat, Nita udah Setia nunggu kamu loh". ujar Tante Wati yang menatap tidak percaya ke arah Alfian


" Maaf Tante, nggak ada yang nyuruh Nita menunggu selain Tante!". Balas Alfian Seraya meraih tangan Tiara untuk di genggam di bawah meja


"sejak dulu aku nggak pernah ngerespon apapun Ke Nita, nggak pernah aku ngasih peluang sedikit pun untuk Nita, dia yang memilih untuk terus mengejar aku seperti wanita murahan". jelas Alfian yang kali ini membuat Nita menatap nya tidak percaya


"Mas Al, Nita nggak percaya kalau Mas Al bilang begitu, Setelah semua hal yang kita lakuin, nggak mungkin Mas Al nggak punya rasa tertarik sama Nita".


"Kenyataan nya memang tidak ada". Sahut Alfian dengan Tegas


"pokoknya Tante enggak setuju ya Al, kalau kamu menikah dengan dia, Nita lebih baik dari segala hal di banding wanita janda itu!".


"Mbak!!!!".


Brakkk...


Bunda Elisa menggebrak meja menatap penuh amarah kepada kakak nya itu.


"selama ini Elisa udah sabar dengan semua kelakuan Mbak ya, tapi sekarang nggak bisa! mbak itu cuma tante nya Alfian, sedangkan Elisa Itu Ibu kandung Alfian !!".


"tapi Alfian juga udah Mbak anggap sebagai anak kandung Mbak sendiri Elisa!!!!. ujar Tante Wati balas membentak


" Alfian nggak mau punya Bunda kayak mbak, dengar ya! jangan pernah ikut campur urusan Alfian apalagi tentang hal ini! Mbak nggak ada hak sedikit pun untuk ikut campur, aku yang berhak, aku aja bebasin Alfian untuk memilih pilihan nya sendiri!". Geram Bunda Elisa


"Oke terserah kalian kalau memang Alfian ingin menikah, Tapi kenapa harus perempuan itu". Ketus Tante Wati


" Emang kenapa? nggak ada alasan untuk kami menolak Tiara, Selain itu aku tahu kalau mbak yang nyuruh Nita untuk selalu deketin Alfian demi bisnis mbak kan? Mbak menjual Alfian, Mbak janji kan sama Nita, kalau Alfian bakal jadi suami nya Nita. Aku tahu semua Mbak, aku tahu semua yang Mbak lakuin, Tapi selama ini aku diam dan sekarang udah cukup ya, jangan ikut campur tentang kehidupan Alfian lagi!!!". Pecah sudah emosi Bunda Elisa


"Elisa lihat!! dia itu janda, mau di taruh di mana muka keluarga kita".


Melihat suasana yang tidak kondusif, Alfian langsung menarik lembut tangan Tiara agar ia berdiri.

__ADS_1


"Tante aku coba tahan karena masih memiliki rasa hormat sebagai keponakan tante, tapi asal anda tahu rasa nya sekarang aku ingin sekali menampar mulut tante, jadi aku mohon jangan pernah atur dan ikut campur tentang kehidupanku , aku dan keluargaku enggak punya hutang jasa sedikitpun kepada tante!". jelas Alfian lalu membawa Tiara pergi dari tempat itu


__ADS_2