Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Mengungkapkan perasaan


__ADS_3

"Eh lo Alvian, Lo ngapain sih narik gue kayak tadi, ngagetin tau nggak! Ucap Tiara merasa kesal dengan tingkah laki laki yang berada di depan nya saat ini


Alfian sendiri hanya tersenyum dengan sedikit ringisan, Seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak terasa gatal.


"Maaf, habis di sana Gue lihat lihat Lo sibuk banget, apa Lo sendiri udah gk merindukan gue gitu". ujar Alfian menggoda Tiara Seraya menaik turunkan alis nya dengan wajah Tengil


"lo apa-apaan sih Alfian! ngapain juga gue ngangenin laki laki kayak lo, kurang kerjaan banget! ". sahut Tiara Seraya memalingkan wajah nya Entah kenapa wanita itu merasa sedikit salah tingkah di hadapan Alfian saat ini


sedangkan Alfian menatap nya dengan geli saat tak sengaja melihat semburat merah di pipi Tiara, meski tak menampik jantung nya juga berdetak dengan sangat cepat dan area telinga nya tiba tiba memanas, sehingga dia mencoba untuk tetap stay cool di hadapan wanita itu.


"yakini? padahal kita sendiri kan udah lama nggak ketemu loh, masa lo nggak Kangen sih sama lelaki paling tampan kayak gue gini! ". ucap Alfian dengan narsis


Tiara sendiri hanya mendengus ketika mendengar ucapan dari Alfian, wanita itu lalu menatap Alfian dengan wajah yang masih sedikit memerah seperti kepiting rebus.


"Al, diem nggak! kenapa sih lo malah Godain gue, Ya ampun, Padahal tadi di luar perasaan biasa aja deh". ujar Tiara keheranan melihat sikap Alfian saat ini


ya jadi ternyata Alfian juga berpartisipasi dalam pembuatan mega proyek beberapa perusahaan ini, awal nya Tiara terkejut melihat nya, ia tak menduga jika Alfian juga ikut serta ke dalam mega proyek perusahaan namun saat tersadar bahwa Avian adalah pemilik perusahaan terbesar maka seharus nya ia tak aneh dengan hal ini.


"di sana tadi banyak orang, malu Ra". Alfian terkekeh seraya menjelaskan


Tiara membukatkan mata nya saat mendengar jawaban dari Alfian


" Ya, Terus kenapa lo bawa gue ke sini? di luar masih banyak tamu loh nanti kita berdua dicariin gimana". Dengus Tiara

__ADS_1


Alfian menatap wanita itu dengan tatapan serius, kali ini ia bersikap seolah olah ada hal yang ingin Ia bicarakan secara pribadi dengan Tiara.


Tiara sendiri malah tiba-tiba merasa gugup saat ditatap dengan tatapan lekat seperti itu oleh Alfian


"Ra, ada hal yang ingin gue bicarain sama lo. Ya aku tahu ini bukan waktu yang tepat, bahkan tempat nya juga kurang Epic sih". ucap Alfian Seraya menatap ruangan tempat mereka berpijak saat ini lalu ia kembali menatap Tiara yang sedang menunggu lanjutan dari kalimat yang diucapkan oleh Alfian


"Hem sebenarnya gue udah dengar semua pembicaraan Bunda sama lo, waktu kalian jalan berdua di restoran". ucap Alfian yang membuat Tiara tiba-tiba menegang


"Lo nggak perlu tegang kayak gini, kali ini gue hanya ingin memberitahu kan sama lo. Bunda udah menceritakan semua nya kok sama gue dengan jelas*. Alfian kembali untuk menegaskan bahwa ia telah diceritakan oleh Bunda Elisa tentang permintaan Bunda nya itu kepada Tiara


"Lalu kenapa tanya? ". Ujar Tiara datar mencoba menetralkan rasa gugup yang tiba-tiba


"gue mau minta maaf atas ketidak nyamanan lo saat Bunda meminta hal yang nggak mungkin, gue tahu itu semua sangat berat buat Lo. jadi lo Jangan jadikan itu beban pikiran ya! jujur aja gue takut saat setelah mendengar pembicaraan itu dari bunda, Apalagi kita sudah tak bertemu lama karena kesibukan masing-masing. gue ngerasa nggak enak aja dengan itu, jadi Sekali lagi maafin Bunda ya*. Alfian berucap dengan penuh keseriusan


Tiara sendiri hanya bisa menghela nafas nya dengan panjang, sejujur nya Tiara memang sedikit kepikiran mengenai pembicaraan nya dengan Bunda Elisa tempo lalu.


"Iya nggak papa Al, santai aja. Gue ngerti kok sama maksud dari Bunda Elisa". ujar Tiara


Alfian sendiri mengganggukan kepala nya seolah-olah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Tiara


"Iya nggak papa ya, sebenarnya bukan itu poin penting nya sih tapi....". Ujar Alfian yang tak melanjutkan ucapan nya dan menumbuhkan rasa penasaran pada diri Tiara


"tapi gue mau jujur sama lo Ra, sebenar nya gue sama seperti Bunda. Gue berharap lo bisa membuka hati buat gue dan kita bisa...". ucap Alfian Seraya menggaruk tengkuk nya yang tak terasa gatal karena tiba-tiba rasa gugup bersarang di hati nya begitu saja, padahal ini sudah kepalang basah sedikit lagi Iya bisa menyelesaikan kalimat nya

__ADS_1


(menikah dan hidup bahagia bersama hingga maut memisahkan)


tapi bibir Alfian tiba-tiba saja terasa kelu, Iya tak sanggup melanjutkan ucapan nya. sedangkan Tiara sendiri tercengang mendengar nya ia membeku ditatap dengan tatapan lekat seperti itu oleh Alfian


"Sebenarnya Gue...". Lagi-lagi Alfian memotong kalimatnya


"sebenarnya Lo kenapa Al?". ujar Tiara yang merasa penasaran dengan apa yang ingin diucapkan oleh Alfian,sedari tadi lelaki itu hanya mengulur-ngulur waktu dengan memotong-motong kalimat nya sehingga membuat Tiara merasa penasaran Setengah Mati


"Sebenarnya, jujur Ra, gue udah suka sama lo dari kita di kampus dulu. namun ternyata cinta Gue bertepuk sebelah tangan dan lo malah pacaran sama mantan suami lo yang Brengsek itu dan akhir nya kalian berdua menikah".


"Maksud nya gimana Al?". ucap Tiara yang semakin kebingungan


"Iya, dulu Gue udah jatuh cinta sama lo, tapi gue nggak berani mengatakan itu karena di saat gue pengen sekali mengatakan rasa itu ke elo, tapi lo sendiri bilang sama gue kalo lo udah jatuh cinta dan sayang sama mantan suami lo itu, sehingga gue memilih mundur dari kehidupan lo mengubur rasa cinta di hati Gue".


Tiara terpanah mendengar pengakuan Alfian tentang isi hati nya, wanita itu benar-benar tidak tahu jika sedari dulu Alfian telah menyukainya. tidak hanya itu, Tiara juga merasa salut kepada Alfian karena dia rela mengorbankan rasa cinta nya untuk melihat Tiara bahagia bersama pasangan nya dulu.


Tiara sendiri bingung harus menjawab apa karena saat ini Tiara sangat-sangat belum siap untuk menikah lagi, karena Rasa trauma yang sudah dialami sebelum nya. Alfian mendekati Tiara lalu ia memegang tangan Tiara, tapi lelaki itu takut kalau nanti Tiara akan marah pada nya. akhir nya Alfian memutuskan untuk duduk saja tepat di depan Tiara, karena di ruangan itu tersedia 1 meja yang terdiri dari 2 kursi.


"Tiara, gue pengen lo jadi pendamping hidup gue. Apakah Lo mau nerima Gue?". Tanya Alfian dengan hati hati


Deg... Hati Tiara berdetak dengan sangat kencang


Tiara menghela nafasnya pelan sejujurnya wanita itu bingung untuk menjawab pertanyaan Alfian saat ini

__ADS_1


"maafin gue Al, gue sendiri nggak tahu harus jawab apa. sejujurnya gue masih trauma dengan masa lalu, apalagi Gue hanya seorang anak yatim piatu yang tidak punya keluarga yang nggak sebanding sama keluarga Wijaya. apalagi dengan status gue yang janda sungguh nggak mungkin bisa bersanding dengan lo yang masih single". ujar Tiara menjelaskan rasa keluh kesah di dalam hati nya


"Stop ra! gue cinta sama lo itu tulus, gue nggak mandang status lo, Lagian Bunda sama papa gue juga udah suka kan sama lo. Bahkan mereka juga berharap lo jadi bagian dari keluarga Wijaya.". Ujar Alfian dengan tatapan sendu menatap Tiara


__ADS_2