
Perasaan takut dan khawatir tentu saja menyelimuti Tiara saat ini, bagaimana tidak. Rio nekat melakukan hal menjijikan seperti ini kepada Tiara, Dia terus berusaha untuk melepaskan diri dari kungkungan Rio.
Tiara berharap akan ada yang datang untuk menyelamatkan nya, dari niat buruk yang akan di lakukan oleh Rio.
Tiara meronta ronta bahkan berteriak meminta tolong sudah di lakukan, tapi karena keadaan sangat sepi tak ada orang yang mendengar teriakan dari Tiara.
"Tolong Mas, jangan lakukan hal ini. Aku bisa melaporkan kamu ke kantor polisi atas tuduhan pelecehan". Ucap Tiara yang tengah menangis tersedu sedu dengan bahu gemetar ketakutan
Sementara Rio pun tak menghiraukan permohonan dari Tiara, lelaki itu terus berusaha mendekat hendak mencium Tiara. Tinggal beberapa centi saja, wajah Rio dan Tiara sudah sangat dekat.
Bugghh...
Pukulan keras mengenai wajah Rio, hingga lelaki itu jatuh tersungkur di lantai. Kesal dan marah tentu yang di rasakan oleh Rio, padahal sedikit lagi dia akan mendapatkan Tiara kembali.
Sedangkan Tiara, wanita itu merasa lega dan bersyukur ada yang menyelamatkan nya sebelum terjadi hal hal yang buruk.
Dia sedikit syok hingga berulang ulang kali ia menghembuskan nafas nya perlahan lahan seraya memejamkan mata nya.
"Brengsekkk, berani berani nya kamu memukul ku hah!!". Umpat Rio yang masih belum mengetahui siapa yang memukul nya, lelaki itu masih menundukkan kepala nya. Menahan rasa sakit pada Rahang nya karena pukulan keras itu.
"Siapa kamu, berani berani nya ikut campur urusan rumah tanggaku!". Ucap Rio dengan marah.
"Urusan apa yang Lo maksud? Saya tidak menyangka jika bawahan akan nekat melakukan hal yang menjijikan terhadap bos nya sendiri". Ucap Pria tersebut yang tak lain adalah Alvian
Mendengar pria itu mengatakan seperti itu dan suara pria itu terdengar familiar sontak Tiara mendongakan kepala nya dan melihat jika sosok laki laki itu adalah Alvian. Tiara Bingung mengapa Alvian bisa berada di sini saat ini.
__ADS_1
Sama hal nya dengan Rio, dia terkejut melihat wajah nya yang tak lain adalah Alvian seorang yang mempunyai saham terbesar pada Perusahaan Mahesa. Bingung tentu yang di rasakan Tiara dan Rio, bagaimana bisa Alvian berada di sini.
"Pak.. Pak Alvian, Kenapa bisa ada di sini?". Ucap Rio Yang tergagap
"Itu bukan urusan anda, saya kira setelah semua kejadian yang anda alami saat ini. Akan merubah anda menjadikan lebih baik, ternyata dugaan saya salah. Anda tetaplah pria brengsek yang tak mempunyai malu sama sekali". Ucap Alvian yang mulai emosi
"Bapak tidak usah ikut campur pada urusan saya, karena semua ini tidak ada sangkut paut nya dengan Pak Alvian". Ucap Rio yang merasa tidak terima dengan perkataan yang di ucapkan oleh Alvian
"Ini sudah menjadi urusan saya, karena Tiara adalah sahabat saya dan apa yang kamu lakukan tadi termasuk tindakan pelecehan terhadap perempuan". Ucap Alvian Tegas
"Dia ini istri saya! , jadi saya tidak melakukan pelecehan terhadap nya". Sahut Alvian dengan kesal
"Bohong Al! Aku dan Mas Rio sudah resmi bercerai , keputusan nya baru saja di putuskan oleh pengadilan". Teriak Tiara yang tidak terima dengan perkataan Rio yang menyatakan jika Tiara dan Rio masih berstatus suami istri
"Anda dengar sendiri kan, mantan istri anda sudah mengatakan bahwa kalian berdua sudah sah bercerai. Jadi tidak sepantas nya anda melakukan hal itu terhadap nya, karena perbuatan anda bisa menjadi kasus pelecehan. Apa anda mau saya laporkan ke polisi". Ucap Alvian mengancam Rio
Mendapat ancaman seperti itu Rio pun mulai merasa ciut, bagaimana tidak? Jika ia di laporkan bagaimana kehidupan nya selanjut nya, bagaimana juga tentang kehidupan keluarga nya? Tidak, ia tidak ingin masuk ke dalam jeruji besi
"Ra, Mas mohon. Tolong lah mas masih sangat mencintaimu, tolong kembalilah padaku, aku berjanji tidak akan menikah dengan Mawar, dan Mas berjanji tidak akan mengkhianatimu lagi". Ucap Rio memohon.
"Cih cinta kamu bilang mas? Kalau kamu benar benar cinta sama aku, kamu gk akan tega mengkhianati pernikahan kita mas. Maaf mas, lebih baik kamu memulai hidup baru mu dengan Mawar. Kasihan dia, kasihan anak yang di kandung nya". Sahut Tiara yang jengah akan sikap lelaki itu sehingga ia menjelaskan dengan jelas kepada Rio
"Mas khilaf Ra, aku di goda oleh Mawar sehingga melakukan itu semua. Aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi". Ucap Rio yang terkesan menyalahkan Mawar atas semua perbuatan nya
"Khilaf sampai Mawar bisa hamil mas? Sampai kapan pun aku tidak akan kembali lagi kepada mu mas". Sahut Tiara yang sangat geram atas sikap Rio saat ini
__ADS_1
"Sudahlah jangan memaksakan kehendak mu, mantan istri anda sudah tidak ingin kembali bersama dengan anda, maka sekarang pergilah!". Sahut Alvian menyela perdebatan antara Rio dan Tiara
"Bapak jangan ikut campur ya, ini urusan saya dan istri saya. Lebih baik bapak pergi dari sini sekarang". Ucap Rio yang masih berusaha mendekati Tiara kembali, Rio masih berusaha mencegah nya.
"Cukup!". Segera pergi dari sini, atau saya tidak akan segan segan melaporkan anda ke polisi atas dugaan perlakuan kurang baik dan pelecehan seksual". Teriak Rio dengan amarah yang menggebu gebu
Rio yang mendengar ancaman dari Alvian pun, akhir nya mengurungkan niat nya untuk mendekati Tiara kembali dan pergi meninggalkan Tiara dan Alvian di toilet
"Tunggu saja kamu Ra, aku pasti akan mendapatkan kamu kembali, ingat saja ucapan ku" Ucap Rio dalam hati nya
Sementara Mawar yang sudah dari tafi menunggu Rio yang tak kunjung datang kembali, kini mulai merasa kesal dan geram.
"Mas Rio kemana sih, sudah lama banget gk kembali". Ucap Mawar kesal
Bu Ningsih dan Manda hanya memgangguk saja sebagai tanda persetujuan jika Rio sudah lama tidak kembali dari toilet.
Tak lama Rio terlihat datang menghampiri mobil nya yang terdapat Bu Ningsih, Manda , dan Mawar di dalam mobil nya.
Terlihat raut wajah kesal dari Rio, sebab rencana nya mendapatkan Tiara kembali gagal.
"Kamu dari mana sih mas, kok lama banget panas tau nungguin kamu di sini". Ucap Mawar dengan kesal.
" Toilet nya antri jadi lama sayang, yaudah ayo kita pulang". Ucap Rio yang tak ingin berlama lama berada di sini karena merasa kesal atas kejadian tadi.
Akhir nya mobil yang di kendarai Rio yang berisi ke empat orang itu melaju membelah jalanan, mereka ber empat kembali pulang ke rumah nya dengan perasaan kesal.
__ADS_1