
POV Tiara
Setelah selesai menghadapi Mantan mertua dan juga kakak ipar ku, aku langsung masuk ke dalam untuk bersiap siap.
Sebenar nya tadi aku heran, saat mendengar suara teriak teriak membuat keributan di depan. Suara teriakan itu sampai sampai terdengar ke dalam ruang tamu rumah ku, saat aku duduk mengistirahatkan tubuh dan fikiran ku seharian bekerja.
Karena rasa penasaran aku pun melangkahkan kaki ku untuk melihat asal suara itu terdengar, karena suara teriakan itu seperti nya sangat familiar di telinga ku. Dan Benar saja jika suara itu berasal dari Mantan Ibu Mertua ku, tunggu dulu, aku bingung. Bagaiamana dia bisa tahu rumah ini, dan untuk apa dia datang kemari.
Gegas ku langkahkan kaki mendekat ke arah ketiga orang yang tengah berdebat itu, dan ternyata tujuan mereka kemari karena tidak terima jika anak laki laki kesayangan nya di pecat dari kantor, dan mereka datang kemari hanya untuk melabrak ku saja.
terjadi perdebatan yang cukup sengit antara aku dan juga kedua wanita beda usia itu, lama lama aku sangat muak dan jengah melihat mereka. Jadi tanpa berlama lama lagi, aku mengancam mereka untuk melaporkan tindakan Mas Rio dan mereka yang sudah mengganggu hidup ku ke kantor polisi.
Tanpa Babibu lagi dan menjawab perkataan ku mereka berdua berjalan cepat menuju motor yang di kemudikan oleh Mbak Manda, Tapi tatapan tajam mereka berdua menatap diriku seakan akan akan menuntut balas.
Aku tidak ambil pusing dengan tatapan mereka, akhir nya Motor yang di tumpangi Oleh Mbak Manda dan Juga Mantan Mertua ku itu melaju pergi dari rumah.
Aku pun langsung melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah dan menuju kamar ku untuk bersiap siap, pasal nya malam ini, aku di undang oleh Bunda nya Alvian untuk makan malam di rumah nya.
Kebetulan malam ini aku tidak memiliki kegiatan apapun, akhir nya aku menyetujui nya saja. Toh hanya makan malam biasa saja, dan aku juga sudah rindu pada sosok seorang Ibu yang ku temukan pada diri tante Elisa. Wanita paruh baya itu sangat menyayangi ku seperti anak nya sendiri, Apalagi semenjak dia tahu bahwa aku sudah tidak bisa merasakan hangat nya pelukan Mama.
Sebetul nya sih Aku dan Kak Bintang yang di undang untuk makan malam bersama, tapi Kak Bintang tidak bisa hadir di karenakan mengurus beberapa proyek yang ada di luar kota. Mau tak mau aku berangkat ke sana sendirian, tapi tadi Alvian menghubungi ku dan berkata akan menjemput ku.
Setelah beberapa menit, aku sudah selesai bersiap siap untuk bertemu dengan Tante Elisa bunda dari Alvian. Hubungan kami lumayan dekat, karena dulu aku juga sering berkunjung ke rumah Tante Elisa.
Suara deru mesin Mobil memasuki halaman rumah, bisa ku ketahui jika itu adalah suara deru mesin mobil milik Alvian. Aku yang berada di ruang tamu karena memang sengaja menunggu nya tanpa basa basi langsung melangkahkan kaki menuju ke depan.
Ku lihat Alvian menuruni mobil nya dengan pakaian yang sudah rapi, dori nya memakai pakaian casual menambah aura ketampanan nya. Tak sengaja aku terpukau menatap nya tanpa berkedip. Entah kerasukan apa, diriku seolah olah terpanah akan sosok Alvian di depan ku saat ini.
__ADS_1
"Awas nanti banjir, iler Lo tuh jatuh". Ujar Alvian menggoda ku
Aku yang membeku di tempat beberapa detik langsung terkejut dan menahan rasa malu, karena Alvian memergoki diri ku sedang menatap nya.
{Aduh, bodo banget sih lu Ra. Bisa bisa nya Lo ketahuan ngeliatin Alvian sampek segitu nya}. Ujar ku dalam hati
"Eh Mana, ihh gk ada tahu". Ucap ku seraya mencebikkan bibir ku
"Hehehe kenapa terpesona ya sama Gue, emang sih Ketampanan dan Kharisma Gue selalu membuat wanita klepek klepek". Ucap Alvian dengan Percaya Diri nya
"Dihh, kepedean. Ayolah sekarang kita berangkat nanti keburu ke maleman. Ntar gk jadi makan malem nya lagi". Ujar ku mengalihkan pembicaraan karena malu akibat ketahuan oleh Alvian
"Hem laksanakan Tuan Putri, Silahkan masuk". Ucap Alvian membukakan pintu mobil sebelah kemudi
Alvian pun berjalan menuju arah pintu kemudi mobil, dan masuk ke dalam nya. Lelaki itu menyalakan mesin mobil nya dan mobil pun berjalan membelah jalanan yang tak padat pada malam ini.
Di dalam mobil kami berdua pun berbincang bincang, walau aku sedikit canggung karena masih merasa malu akibat kejadian tadi. Tapi Alvian seolah olah mengerti, bahkan dia tetap bersikap biasa saja tak ingin membuatku merasa malu.
Aku pun menuruni mobil dan masuk ke dalam Rumah dan di sambut oleh sang Asisten Rumah Tangga.
"Eh Nak, udah dateng ternyata. Sendiri aja, Loh kemana Bintang?". Ujar Tante Elisa saat melihat ku sendirian tanpa bersama Kak Bintang
"Iya Tante, Kak Bintang lagi ada pekerjaan di luar kota jadi tidak bisa ikut makan malam ini". Sahut ku memberikan jawaban
Tante Elisa pun menggiring ku masuk langsung ke arah meja makan, di sana sudah terlihat sangat banyak menu makanan yang begitu memggugah selera.
Tak lama Alvian pun tampak mendekat ke arah kami, dan duduk tepat di sebelah ku. Aku tak sengaja melihat Tante Elisa yang tersenyum manis saat itu.
__ADS_1
"Duhh, berasa anak tiri dah". Ucap Alvian bercanda
"Biarin emang enak, Wleee". Ucap ku seraya menjulurkan lidah mengejek ke arah nya
Alvian pun memeutar bola mata nya dengan malas melihat ekspresiku saat ini, berbeda dengan Bunda Alvian itu, Tentu saja ia langsung tertawa mendengar perkataan ku,
Kami pun mulai makan dengan tenang, hanya dentingan sendok, garpu, dan piring yang terdengar. Dan setelah selesai makan, aku menyempatkan diri membantu memberekan bekas makan itu terlebih dahulu, karena memang aku sudah terbiasa melakukan itu semua.
Awal nya Tante Elisa menolak dengat tegas keinginan ku itu, tapi aku mengatakan jika aku sudah terbiasa dengan hal itu.
Setelah selesai membereskan nya, aku, Alvian dan Tante Elisa mengobrol dengan riang. Aku benar benar mengagumi sosok Tante Elisa yang sangat penyayang ini, Aku sangat senang berada di sini.
POV Author
Jika Tiara Senang berada di tengah tengah keliarga wijaya, Berbeda hal nya dengan Bu Ningsih dan Manda yang baru saja sampai di rumah nya itu.
Mereka berdua terlihat sangat Emosi dengan raut wajah manahan Amarah, bahkan Manda pun sampai sampai membanting helm yang ia kenakan ke lantai begitu saja.
Brakkk..
"Sialan memang sih Tiara itu Bu, berani berani nya dia mengancam kita pakai acara bawa bawa polisi lagi. Kita harus membalas nya Bu!". Ucap Manda yang Emosi mengingat kejadian di Rumah Tiara tadi
"Ibu sumpahi Wanita Mandul itu gk laku laku, dan hidup nya menderita. Ibu tidak Ridho jika dia mengambil bahkan enak enakan menikmati Harta dimana ada Hak Rio juga di dalam nya". Ucap Bu Ningsih bersungut sungut
Rio yang mendengar keributan itu pun langsung berjalan memuju arah suara keributan, lelaki itu sudah menebak jika Ibu dan Kakak nya itu pasti gagal melakukan misi nya tadi, hingga mereka berdua pulang dengan keadaan marah marah.
"Ibu, Mbak. Kalian berdua marah kenapa sih?". Tanya Rio
__ADS_1
Sedangkan Dua waniita beda usia itu sontak lamgsung menoleh ketika mendengar suara yang memanggil nyaa, Mereka berdua langsung menatap Rio dengan tatapan tajam.
Sontak Rio yang di tatap seperti itu oleh Ibu dan Kakak nya, langsung bisa merasakan aura yang berbeda bahkan lelaki itu sampai merinding.