Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Alfian Sakit


__ADS_3

Setelah menghadiri pernikahan Bintang dan Nayla di Bali, kini Tiara sudah di sibukkan dengan pekerjaan nya yang sudah sangat menumpuk.


pukul tujuh malam Tiara masih berada di kantor, wanita itu baru bersiap untuk pulang kerja malam ini. Dia terpaksa Lembur karena bintang masih menikmati masa cuti untuk pengobatan sangat istri, Nayla.


kabar terbaru yang Tiara dapat kondisi Nayla sekarang menjadi jauh lebih baik, harapan Tiara semoga Nayla segera sehat dan Tuhan merestui Keinginan mereka berdua untuk memiliki buah hati secepat nya.


di tengah kegiatan yang sedang merapikan meja ponsel Tiara tiba-tiba berdering, nama dari Panggilan itu tertulis dari Aditya asisten.


"Halo Kak Adit". sapa Tiara dengan ponsel yang dia jepit dengan bahu, sedangkan tanganbnya masih tetap merapikan meja kerja nya


"Maaf Nona, apakah Nona sibuk? Apa Nona Tiara bisa ke kantor sekarang?". tanyanya


"tidak sibuk, saya lagi bersiap-siap mau pulang, kenapa? ". Tanya Tiara penasaran, karena tumben sekali asisten Alfian menghubungi nya.


" Ini Nona, Pak Bos lagi sakit, Tapi bapak ngeyel banget, tolong Nona datang ke kantor dan bujuk Tuan Alfian". Jawab aditya


"Ya sudah, tunggu. saya sekarang ke sana". Sahut Tiara


" Baik Nonan, terimakasih".


"sama-sama". Sahut Tiara seraya mematikan sambungan telepon


Kini Tiara mempercepat pekerjaan nya dan langsung mengambil tas nya yang berada di meja, melenggang pergi dari ruangan kerjanya.


asisten Tiara yang biasa nya menemani Tiara kerja, hari ini pulang Tepat Waktu demi menghadiri suatu acara keluarganya.


Kini Tiara tetap berusaha untuk tenang, dia tidak boleh panik sedikitpun, karena bisa membahayakan diri nya sendiri.


Wanita itu mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kantor Alfian, ia sendiri hanya bisa berharap jalanan hari ini tidak akan macet, Jadi Tiara bisa sampai lebih cepat.


setengah jam berkendara, harapan nya tidak terkabul. Tiara harus menurunkan laju kendaraan nya karena macet, sudah bukan hal aneh terjadi di pusat kota jika masih macet, meskipun langit sudah berubah menjadi gelap.


sambil menunggu mobil yang berada di depan maju, Tiara mengambil ponsel nya dan mengirimi Aditya pesan menanyakan kabar Alfian saat ini.


(Aditya Asisten: si Bos masih ngeyel, nggak mau pulang dan nggak mau juga istirahat padahal mukanya udah pucat banget kayak mayat yang hidup)


balasan yang Tiara dapat tentang kondisi Alfian terbaru membuat Tiara menghela nafas nya dengan berat, ia teringat salah satu kebiasaan buruk Alfian menurut tante Elisa.

__ADS_1


Alfian akan mengabaikan Sakit nya sampai akhir nya dia benar-benar tidak bisa bangun lagi, maka dia baru mau beristirahat, Alfian benar-benar benci di perlakukan seperti orang sakit.


sama seperti kantor lain nya jika dalam keadaan malam, kondisi kantor Alfian juga sudah sangat sepi.


Tiara melangkahkan kaki nya masuk ke dalam, lalu menaiki lift dan berhenti di lantai dua puluh gedung kantor itu.


keluar dari Lift tersebut, Tiara lanjut melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan Alfian, hanya suara derap langkah kaki nya yang bisa Tiara dengar.


Sampai akhir nya dia sudah berada di depan meja yang di tempati oleh Aditya, asisten Alfian.


"akhir nya Nona datang juga, langsung masuk aja Non, Pak Bos tadi lagi periksa berkas-berkas laporan". Ujar Aditya


"Alfian sudah makan?". Tanya Tiara pada Aditya


"belum Nona, minum obat juga belum, Emang bandel banget si Pak Bos". kesal Aditya


"tolong pesenin makan ya, kalau nggak bubur aja, terus minta tolong panggilkan dokter juga untuk ke sini". pinta Tiara yang di angguki oleh aditya


tanpa mengetuk pintu, Tiara langsung masuk ke dalam ruangan Alfian.


pria itu terlihat sedang fokus menatap pada pekerjaan nya, sama sekali tidak menoleh, seolah tahu jika yang masuk adalah Aditya.


Alfian langsung mendongak, mata nya sempat membulat tanda dia terkejut melihat sosok Tiara di hadapan nya saat ini.


" Sa.. Sayang". Ujar Alfian terbata


"Kenapa kaget, kamu lihat setan?". tatapan Tiara tajam terarah kepada Alfian


Alfian pun hanya mengelengkan kepala nya sebagai pertanda jawaban dari pertanyaan Tiara


"bangun". ujar Tiara menghela nafas nya


Alvin pun menuruti perintah dari Tiara, Lelaki itu lalu bangun dari kursi nya itu.


Tiara melangkahkan kaki nya ke sisi lain, mendekat ke arah Alfian, dan menarik pria itu untuk masuk ke kamar pribadi yang memang tersedia di ruangan kerja itu.


bukan hal aneh jika para pemimpin perusahaan memiliki ruang kerja dengan fasilitas begitu lengkap, termasuk fasilitas kamar tidur untuk mereka beristirahat.

__ADS_1


"Al kenapa bandel banget sih kalau di suruh istirahat, nggak berat kok kalau di lakuin, di kasih tahu orang lain juga Jangan ngeyel, mereka semua itu peduli sama kamu Al, sakit itu bukan bukti seseorang lemah, kalau begini sama aja kamu nggak sayang diri sendiri, gimana kamu sayang sama aku, kalau sama diri sendiri aja kamu begini". omel Tiara panjang lebar


Alfian mengumumkan senyum nya, ia menarik Tiara lebih maju dan memeluk tubuh wanita itu yang masih berdiri di hadapan nya, sedangkan dia masih duduk di sisi tempat tidur.


"Maaf Sayang, pleasejangan marah". lirih Alfian


"Ya sudah kalau gitu makan bubur ini terlebih dahulu dan nanti akan ada dokter yang bakalan periksa kamu".


Alfian memakan bubur yang di belikan san asisten, ia makan bubur di suapi oleh Tiara.


sampai bubur sisa setengah, dokter muncul bersama Aditya di belakang ny, akhir nya Alfian ditangani oleh dokter tanpa protes.


...****************...


Kini mereka Bu Ningsih CS sudah sampai di rumah, raut wajah mereka bertiga penuh dengan amarah yang masih menghiasi wajah mereka masing masing.


"Mbak kita laporkan Mas Alex ke polisi, nanti biar aku yang minta bantuan sama teman ku, pokok nya kita penjarakan mereka berdua!". Ujar Rio seraya menghempaskan tubuh nya di kursi sofa


"Iya Man pokok nya Alex dan wanita ja*lang itu harus mendapat hukuman, Ibu nggak rela kalau kamu di permalukan seperti tadi, dasar manusia biad*ab! nggak punya otak!! kurang apa hidup nya ketika sama kamu, pakek acara main api segala, dasar binat*ang!!!". umpat bu Ningsih habis-habisan


"Iya Bu, Sialan sekali mereka semua, jatuh Harga Diriku". sahut Manda tak kalah kesal


tiba tiba Mawar datang dari arah kamar, dan langsung melihat raut wajah amarah dari ketiga orang itu.


"Gimana Mas, Mas Alex? ". Tanya Mawar tiba tiba


" Ehh sayang, ya itu mobil mas hilang dan nanti sore mas dan Mbak Manda akan melaporkan Mas Alex ke kantor polisi". Jawab Rio


"Memang kurang ajar sekali Mas, bisa bisa nya mobil mu di rental kan dan kini malah hilang. trus apa mobil itu bisa kembali?". Tanya Mawar lagi


" Semoga saja bisa di temukan oleh polisi". Sahut Rio lesu membayangkan jika mobil nya hilang tak bisa di temukan


"Ya sudah, Rio mau ke kamar dulu Mau istirahat. nanti sore mau ngelaporin Mas Alex ke kantor polisi". ucap Rio melenggang pergi di ikuti oleh Mawar


"Ya sudah, aku juga mau istirahat Bu, Capek!". Sahut Manda


"Ya sudah, kamu istirahat jangan nangis lagi!". Ucap Bu Ningsih dengan tegas dan Manda hanya mengangguk dengan singkat

__ADS_1


Manda kini terduduk di tepi ranjang dengan melihat wajah anak nya yang sedang tertidur, dengan kuat dia mengepalkan tangan nya.


__ADS_2