Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Masalah Uang


__ADS_3

"pokok nya Mbak nggak mau tahu ya Yo, jangan sampai uang yang untuk kami gunakan hanya di gunakan untuk menyenangkan mawar saja!". ujar Manda tak terima


mendengar jika Rio akan menambah uang mahar untuk mawar, wanita itu tidak bisa santai, apalagi dia di katain lebay perkara uang itu. padahal ini kan perkara uang yang memang khusus untuk ibu dan juga diri nya, Memang nya ada orang yang bisa sesantai itu hanya karena Uang? kalaupun ada Bukankah Manda orang nya, Dia sudah bertekad akan membuka usaha Eh uang nya malah mau di pakai juga untuk menambah Mahar untuk mawar.


"iya yo mbakmu itu benar, ibu juga nggak setuju! kita bertiga ini kan sudah sepakat uang itu juga akan di gunakan oleh Mbak dan juga Ibu! ". ujar Bu Ningsih yang ikut berbicara dengan tegas, wanita paruh bayah mengatakan ketidak setujuan nya tentang pemikiran anak lelaki nya itu.


Manda yang Mendengar hal itu langsung menggangguk setuju, dia dan juga Ibu nya harus bersatu saat ini agar kegilaan Rio tidak berdampak buruk bagi diri mereka sendiri, uang terakhir milik mereka mana mungkin mereka akan sia-siakan begitu saja.


"Bu, Mbak! bukan nya dari awal kita minjam uang itu untuk pernikahan aku ya? Terus sekarang kenapa pas aku butuh uang nya lagi, kenapa aku nggak boleh pakai? ". tanya Rio dengan pandangan yang keheranan melihat Ibu dan juga kakak nya seperti tidak setuju akan ide nya saat ini.


" Iya, memang benar kita pinjam uang buat pernikahan kamu, tapi kan ide meminjam uang itu kan ide Mbak, supaya mbak juga bisa Pakai uang nya". Sahut Manda dengan cepat


Rio pun terdiam karena apa yang dikatakan oleh kakak nya itu memang benar, wajah lelaki itu menunjukkan raut berpikir dan tak lama kemudian dia langsung terpenjat kaget saat Manda menggebrak meja dengan keras dan secara kesal


Brakkk..


"maka nya lain kali kalau mau ngomong tuh di pikir-pikir dulu janganseenak jidat aja! ". ujar manda dengan berteriak kepada adik nya itu karena merasa kesal atas tingkah nya saat ini


"Ya ampun Manda kamu jangan jadi gila gini dong, Ibu jadi kaget seperti ini".ujar bu Ningsih yang terkejut Seraya memegang dada nya seraya mengelus ngelus

__ADS_1


"gimana aku nggak emosi Bu! kalau begini tahu akan kejadian nya, aku nggak izinin ya kalau uang yang tersisa di gunakan buat membelikan mawar perhiasan lagi! " ujar Manda sambil berjalan keluar dari arah dapur, karena ia sudah malas dan sudah sangat di penuhi dengan emosi untuk berhadapan dengan adik nya itu.


bu Ningsih pun mengusap dada nya untuk menetralisir rasa terkejut nya, yang baru ia rasakan. Manda sebenar nya tipekal anak yang tidak marah-marah, tapi sekali nya marah Wanita itu sungguh sangat menakutkan.


Mata Bu Ningsih melirik ke arah Rio dan dia bisa menemukan wajah Rio yang sedang tertekuk seperti nya anak bungsu nya itu kini juga tidak terima karena sudah di larang oleh Manda sedari tadi


"Kenapa sih Mbak Manda begitu Bu? Padahal kalau aku hidup enak kan, dia juga ikutan enak loh! ". kata Rio mulai mengeluh


bu Ningsih hanya bisa memijat pelipis nya, karena memang benar apa yang di katakan oleh Rio. tapi itu bukan berarti dia bisa seenak nya juga dong, karena mereka sudah punya Perjanjian Kalau meminjam uang di Bude Tatik maka uang nya akan di bagi untuk pernikahan Rio, untuk membuka usaha Manda, dan juga sisa nya untuk diri nya sendiri guna menambah koleksi emas nya.


Tapi kini yang menjadi masalah nya, setelah itu uang yang ada di tangan mereka malah terjadi perpecahan seperti ini. bu Ningsih pun jadi pusing melihat anak-anak nya kini padahal hanya dua orang tapi sudah seperti menghadapi dia puluh orang saja.


"tapi Bu.. ". Ucapan Rio terpotong


"Inti nya ibu juga nggak setuju! ". ucap bu Ningsih dengan cepat, ia sengaja memotong kalimat Rio karena dia tidak mau mendengar alasan penolakan dan juga argumen lagi.


setelah berbicara seperti tadi, Bu Ningsih juga langsung keluar dari dapur dan berjalan cepat keluar dari rumah meninggalkan Rio sendirian yang tengah berdiam diri di sana, wanita paruh baya itu harus membiarkan putra nya itu untuk berpikir secara jernih.


ketika keluar dari rumah dia bisa melihat manda yang sudah duduk di teras rumah dengan penampilan yang jauh lebih rapi dari sebelum nya

__ADS_1


"mau ke mana kamu Man? ".tanya bu Ningsih yang penasaran


"mau ikut mereka preweedd Bu". jawab Manda yang tanpa menolehkan kepala nya ke arah ibu nya itu, Manda sendiri masih sibuk dengan bermain ponsel


"Jadi kamu mau ikut, Bukan nya tadi kamu marah sama adik mu itu? ". Ucap Bu Ningsih yang merasa aneh, dan dia langsung duduk di tempat nya tadi dan menatap Manda dengan tatapan lekat


"Ya aku sih emang marah bu, tapi bukan berarti aku terus melepas mereka kan? Lagian aku juga harus mengawasi Rio, aku takut uang kita dipakai diam-diam untuk beli emas lagi". ujar Manda yang khawatir tentang uang itu


sebab uang 70 juta itu memang ada di dalam rekening Rio, bisa-bisa jika Manda tidak mengawasi nya takut Rio akan berbelok ke toko emas dan langsung menggunakan uang itu hingga Raib tak tersisa.


Bu Ningsih juga langsung berdecak kagum saat mendengar kata-kata Manda,pemikiran nya saja sudah sejauh itu padahal Bu Ningsih sendiri Bahkan tidak ingat kalau uang yang tersisa itu ada di dalam rekening anak bungsunya itu.


"bener yang kamu katakan Man, kamu dampingi dan lihat Bagaimana tingkah adik mu itu. Tadi Ibu juga udah bilang sama dia, kalau Ibu nggak setuju jika uang itu di pakai buat nambah mahar untuk mahar. enak saja mau di kasih untuk mawar, ibu kan juga mau nambah perhiasan". ujar Bu Ningsih berbicara dengan nada yang amat tegas


saat mereka berdua kini tengah terdiam dengan pemikiran masing-masing, mobil yang di kendarai oleh mawar berhenti di depan rumah. mawar keluar dari mobil nya sambil menenteng beberapa kantong plastik kecil yang isi nya adalah telur gulung dan beberapa jenis cemilan lain nya.


mereka bertiga pun akhir nya memakan makanan yang telah di beli oleh mawar seraya berbincang mengenai banyak hal, pokok nya mereka berbincang seru sekali. Hingga mawar jadi merasa tidak sabar untuk tinggal di sini.


menurut Mawar pasti setiap hari akan menjadi sangat mengasyikan dan menyenangka karena mereka semua dekat dan selalu akur. keluarga hangat begini malah di bilang oleh Tiara keluarga toxic pasti karena mantan istri mas Rio itu yang bermasalah mawar yakin seratus persen akan hal itu.

__ADS_1


Padahal memang benar ya kan Readers bagaimana keluarga Rio.


__ADS_2