
Rio gelagapan ketika mendengar jika Ibu dan Kakak perempuan nya akan melabrak Tiara, jika mereka berdua mendatangi Tiara, bisa bisa terbongkar kebohongan nya yang mengatakan jika diri nya di pecat secara tiba tiba. Dan nanti Tiara bisa menceritakan mengapa alasan nya memecat Rio, dan Rio pasti akan di marahi oleh Ibu nya, karena masih saja mengganggu dan membujuk wanita itu.
'tidak tidak itu tidak boleh terjadi, bisa makin rumit nanti'. Ucap Rio dalam hati nya
"Bu, sudahlah tidak usah melabrak Tiara. Biarkan saja, Rio sudah ikhlas menerima keputusan nya. Mungkin Tiara takut tidak bisa Move on dari Rio, jadi dia harus memecat Rio sekarang." Ucap Rio dengan Percaya diri nya, padahal jelas jelas Tiara saja sudah muak dengan nya.
"Gk bisa gitu dong Yo, wanita sialan itu harus di beri pelajaran. Mentang mentang sekarang dia sudah kaya, jadi dia bisa memecat mu seenak nya aja begitu? Gk! Ayo Manda, kita labrak wanita sialan itu, Ibu juga akan menuntut nya untuk mengembalikan semua uang yang sudah Rio beri kepada nya!". Ucap Bu Ningsih dengan mata berkilat menunjukan diri nya saat ini sedang di kuasai amarah
"Ayoo Bu, kita berangkat sekarang!" Sahut Manda
"Eh ehh tunggu dulu..". Ucap Rio hendak menahan Ibu dan Kakak perempuan nya itu, namun langkah kedua wanita beda usia itu sangat cepat. Mereka bahkan sudah menaiki motor, Manda mengemudikan motor nya melaju kencang menuju Perusahaan Mahesa.
Motor pun menyusuri jalanan kota, terik panas sinar matahari pada siang ini tidak menyurutkan semangat kedua wanifa beda usia itu. bahkan seolah olah panas matahari siang ini, menambah kobaran api semangat mereka berdua untuk melabrak Tiara.
Tak terasa motor yang mereka berdua tumpangi sudah sampai di depan gedung kantor Mahesa
"Stop stop Man, berhenti di sini!". Ucap Bu Ningsih kepada Manda untuk memberhentikan motor yang mereka tumpangi
"Kenapa berhenti di sini sih Bu, ayo kita langsung saja masuk ke dalam. Di sini panas tau Bu". Ujar Manda yang kepanasan saat mereka berdua menghentikan motor nya di luar gedung kantor itu.
"Kita gk bakalan bisa masuk ke dalam sana Man, sebab satpam songong itu gk bakalan ngasih izin kita masuk ke dalam". Ujar Bu Ningsih
__ADS_1
Kalian masih ingatkan? Dimana Bu Ningsih pernah datang ke kantor mahesa secara diam diam tanpa di ketahui oleh Rio dan juga Manda, nah itu alasan Bu Ningsih menyuruh Manda menyetop motor nya di luar gedung kantor.
"Hah? Emang kenapa Bu? Dari mana Ibu tahu kita gk bakalan di kasih izin masuk, kita sendiri aja belum mencoba nya kok". Ujar Manda yang tak tahu menahu
"Iiisss, Kalau Ibu bilang nanti jangan Marah ya?". Ujar Bu Ningsih
"Ya, Apa?". Tanya Manda keheranan, dia mengerutkan kening nya kebingungan tentang ucapan Ibu nya itu, dia bertanya tanya rahasia apa yang di sembunyikan oleh Ibu nya
"Hemm sebenar nya Ibu sudah pernah datang ke kantor ini sendirian untuk bertemu dengan Tiara". Ujar Bu Ningsih menjelaskan
Manda yang mendengar perkataan Ibu nya itu langsung membulatkan mata nya, wanita itu terkejut jika Ibu nya pernah menemui Tiara di kantor nya secara diam dian
"Apaa Bu? Ibu sudah pernah datang ke kantor ini untuk bertemu dengan Tiara, Lalu bagaimana?" Ujar Manda bertanya karena penasaran
"Hah Apa? Ibu di usir? Cihh memang ya, Boss nya saja sombong pantas saja bawahan nya juga ikut sombonh, baru jadi satpam saja sudah berlagak sekali!". Ucap Manda yang Emosi ketika mendengar jika Ibu nya di usir dan di hina oleh satpam kantor itu
"Lalu kita gimana ini Bu, masak kita diam di sini sihh. Ini panas banget loh". Sambung Manda tengah kepanasan
"Hemm, gimana ya? gk mungkin kan kita tunggu di sini sampek wanita sialan itu keluar". Unar Bu Ningsih yang juga bingung
"Oh gini aja Bu, kita tunggu aja si sialan itu di warung depan sana, kalau kita masuk ke dalam sudah jelas jelas pasti kita akan di usir oleh satpam kantor itu. Kita tunggu saja Tiara sialan itu pulang kantor, dan kita buntuti dia pulang ke rumah nya. Nah kita uga jadi bisa tahu kan, Tiara sialan itu tinggal dimana!". Ujar Manda memberi ide kepada Bu Ningsih
__ADS_1
Bu Ningsih yang mendengar Ide anak perempuan nya itu langsung tersenyum mengangguk anggukan kepala nya, wanita paruh bayah itu sangat menyetujui ide cemerlang yang di lontarkan Manda.
"Wahh Ide bagus Man, Ibu setuju sama ide mu itu. Kamu benar, kita tunggu aja wanita sialan itu keluar kantor dan pulang ke rumah nya.". Sahut Bu Ningsih
"Ya sudah, ayo Bu, Kita tunggu di warung depan sana saja". Ujar Manda mengajak Bu Ningsih
Mereka berdua kembali mengendarai Motor nya menuju warung yang tepat berada di sebrang jalan gedung kantor mahesa, Mereka berdua menuruni motor nya dan langsung masuk ke dalam warung itu seraya memesan beberapa makanan dan minuman.
Sudah berjam jam bahkan jam di tangan Manda sudah munjukkan pukul 4 sore, mereka berdua sudah menunggu selama itu di warung, tapi mobil yang biasa nya di kendarai oleh Tiara belum juga terlihat keluar dari gerbang kantor itu.
Mereka berdua menunggu sampai merasa sangat bosan, entah sudah beberapa kali mereka berdua menambah pesanan makanan dan juga minuman.
"Duhh Bu, sampai kapan kita harus menunggu dia di sini? Sudah berjam jam loh kita nunggu dia, tapi sampai saat ini Tiara sialan itu belum juga terlihat". Ucap Manda yang lelah karena menunggu terlalu lama, baru saja diri nya mengeluh karena terlalu lama menunggu Tiara.
Tiba tiba terlihat keluar sebuah Mobil Mewah yang selalu di kendarai oleh Tiara, mobil itu melewati gerbang dan langsung melaju memyusuri jalanan meninggalkan gedung kantor mahesa.
Bu Ningsih dan juga Manda yang melihat Mobil mewah itu keluar dari halaman kantor, tanpa basa basi mereka berdua langsung saja membayar pesanan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.
Mereka berdua yakin jika itu adalah Mobil Tiara, karena pada saat persidangan perceraian antara Rio dan Tiara, Wanita itu mengendarai mobil itu.
Mereka berdua langsung berlari menuju motor nya yang terparkir di depan warung, Manda langsung menyalakan motor itu dan menarik gas nya untuk segera menyusul laju Mobil yang di kendarai Tiara.
__ADS_1
"Man, cepetan dikit dong". Teriak Bu Ningsih agar Manda mempercepat laju motor nya