Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
kehancuran Rio


__ADS_3

Rio memilih duduk seorang diri di taman Rumah sakit, ia terlihat menyegarkan rambut nya dengan kasar, lantas Rio mengingat akan janji nya untuk menemui dokter yang menangani proses lahiran nya Mawar di ruangan nya.


"Hampir saja aku melupakan janji ku untuk bertemu dokter itu di ruangan nya". Ujar Rio seraya berjalan mencari ruangan Dokter itu berada.


Saat ini Rio sudah duduk berhadapan dengan Sang Dokter, Wanita yang memakai pakaian kebesaran nya itu begitu ramah saat menyambut kedatangan nya.


" Asisten saya sudah menyampaikan sedikit permasalahan Bapak, jadi bagaimana pak?". Tanya Dokter itu


"Begini Dok..." Rio pun menjelaskan semua yang mengganjal di dalam hati nya


"Maaf Pak, istri Anda melahirkan secara normal. dalam artian usia kandungan dari Ibu Mawar sendiri sudah cukup dan Bu Mawar sendiri melahirkan di Usia 39 Minggu".


" Apa Dokter serius? Dokter tidak berbohongkan?". Ujar Rio yang begitu terkejut ketika mendengar jawaban dari Dokter itu


"Saya sebagai Dokter sudah di sumpah untuk tidak berbohong mengenai pasien Pak". Jawab Dokter itu sambil terkekeh pelan


" Jadi Dok? ". Tanya Rio


" Ya kunci nya ada pada kejujuran Bu Mawar, silahkan di bicarakan secara baik baik dengan nya".


Obrolan dengan Dokter itu pun berakhir, sementara Rio yang sudah menemui titik terang dari kejanggalan nya membuat diri nya Murka dengan kebohongan besar yang sudah di buat oleh Mawar


{Jadi anak siapa yang di kandung oleh Mawar? Tapi tunggu dulu, kenapa aku merasa jika bayi itu sangat mirip dengan wajah atasan ku Pak Robby? }. Batin Rio menerka nerka


Lelaki itu nampak berjalan dengan gontai menuju ruangan di mana Mawar di rawat, Namun langkah nya terhenti ketika melihat Ibu nya keluar dari ruangan dengan tergesa gesa.


"Eh Yo, Ibu harus pulang dulu. Bisa gk kamu antar Ibu pulang dulu, sebentar saja". Pinta Bu Ningsih


Emosi yang sudah hampir memuncak di ubun ubun Rio, seketika kembali mereda.


" Ta.. Tapi Bu, aku harus bertemu dengan Mawar sekarang". Sahut Rio


"Sudahlah Yo, Mawar juga sedang beristirahat, ayo cepat antar ibu sekarang".

__ADS_1


Rio nampak menghela nafas nya dengan panjang, ingin sekali rasa nya lelaki itu berteriak saat itu juga, tapi ia lebih memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu.


" Baiklah Bu, Rio antar Ibu pulang".


...****************...


Sesampai nya di rumah, Bu Ningsih meminta Rio menyiapkan pakaian ganti untuk Mawar.


"Rio, tolong kamu siapakan pakaian ganti untuk Mawar". Perintah Bu Ningsih


" Aku? ".


" Iyalah kamu, emang nya siapa lagi? kamu ini kan suami nya, sudah punya anak jangan bertingkah kayak anak kecil yang apa apa harus di ajarin terlebih dahulu". Cetus Bu Ningsih mendadak kesal dengan putra nya itu, karena semenjak cucu nya dari Rio lahir, rasa bahagia membuncah di dalam hati nya, karena ini yang memang sudah di tunggu oleh Bu Ningsih, cucu dari putra nya itu.


"Tapi Bu... ".


"Ah sudahlah, Ibu nggak mau debat sama kamu. pokok nya kamu siapin pakaian ganti untuk mawar sekarang juga! ". perintah bu Ningsih, lantas wanita paruh baya itu berlalu meninggalkan Rio


Rio mulai membuka lemari pakaian dan mengambil beberapa helai pakaian milik Mawar, kemudian ia memasukkan beberapa pakaian itu ke dalam tas yang sudah di sediakan.


Namun detik kemudian, tatapan mata Rio tertuju kepada Ponsel Milik Mawar yang terus berdering di atas tempat tidur nya.


"Om Robby?". Gumam Rio mengerutkan kening nya


Rasa penasaran membuat otak nya memerintahkan Rio untuk menjawab panggilan dari ponsel tersebut, perlahan ia mendekatkan ponsel tersebut ke telinga nya dan mendengar suara seseorang yang begitu familiar di telinga nya.


(Hallo Mawar? kenapa dari tadi panggilan ku tidak kau jawab, aku mau mengingatkan jika aku tidak akan bertanggung jawab atas anak yang berada di perutmu itu, sedari dulu aku sudah mengatakan untuk gugurkan saja, dan sekarang kau selalu mengancamku dan memeras ku hah???).


(Hallo... Halloo.. Mawar, kenapa kau diam saja).


Ttuuuutttt.....


Panggilan di matikan secara sepihak oleh Rio, Rasa amarah yang sebelum nya sudah di tahan tahan oleh Rio semakin membara.

__ADS_1


Kilatan kemarahan terlihat di manik mata milik Rio, dengan gigi yang bergemelutuk, dan tangan nya mengepal kuat menandakan diri nya sudah di kuasai oleh Amarah.


" Sialan!! Brengsek!! ".


" Jadi dugaanku selama ini tak keliru, kamu sangat licik Mawar!! lihat saja, sebentar lagi aku akan membuat perhitungan dengan mu brengsek!! dasar wanita murahan!!". Gumam Rio dengan gigi yang bergemelutuk


Dada Rio bergemuruh hebat, kilatan Amarah yang sudah tak bisa ia bendung lagi, kini ia melampiaskan dengan meninju lemari dengan berkali kali.


"B a n g s a t, wanita sialan!!!". Teriak Rio tak berarah


ia kembali meninju lemari itu hingga jari jari nya nampak lebam dan berdarah, namun karena amarah nya yang benar benar sedang menguasai diri nya, Rio bahkan tak merasakan rasa sakit sama sekali.


Jelas, karena saat ini hati nya lebih sakit dari pada luka pada jari jari tangan nya.


Sekelebat bayangan ketika hubungan nya dengan Tiara hancur sekejap mata karena Mawar, yang lebih parah nya lagi, penyebab nya kini bukan murni atas kesalahan nya, tapi ia di jebak dan di manfaatkan hingga rumah tangga nya bersama Tiara berakhir dan kandas begitu saja.


Rio pun beranjak menuju ke motor nya, ia memacu kendaraan itu dengan kecepatan tinggi. Tujuan nya kini hanya satu, yaitu bertemu dengan Pak Robby, lelaki baji*ng*an yang sudah menodai Mawar tapi tak mau bertanggung jawab dan malah diri nya lah yang menjadi korban atas kesalahan itu.


Sesampai nya di kantor, Rio segera masuk ke dalam dengan tergesa gesa, tangan nya masih mengepal dengan tatapan tajam.


" Loh Yo, Lo udah balik kata nya istri Lo ngelahirin". Ucap Adi saat melihat kedatangan Rio kembali


Namun Rio sama sekali tidak menjawab perkataan dari Adi, ia masih terus berjalan ke arah ruangan di mana Pak Robby berada.


Kini Rio sudah berada di depan Ruangan yang bertulis 'Manager Room', tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Rio masuk begitu saja ke dalam ruangan itu.


Pak Robby sempat terkejut saat melihat Rio yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan nya tanpa permisi, bahkan lelaki itu tampak mengerutkan kening nya saat melihat raut wajah Rio yang di penuhi dengan amarah.


"Rio, kenapa kamu tidak permisi terlebih dahulu dengan mengetuk pintu ruangan saya". Tegur Pak Robby


tanpa menjawab perkataan itu, Rio langsung memberi Bogeman mentah tepat di wajah atasan nya.


Bbbuughhhhh....

__ADS_1


__ADS_2