
Bu Ningsih dan Manda menatap tajam ke arah Rio, mereka berdua merasa sudah di bohongi oleh nya.
Jelas jelas tadi Tiara mengatakan jika Rio lah yang telah mengganggu Tiara bahkan sampai ingin melecehkan nya, lalu Rio sendiri berkata jika diri nya tidak tahu alasan mengapa dia di pecat secara tiba tiba.
Sungguh berbanding terbalik dengan kenyataan yang di terima oleh Bu Ningsih dan Manda, karena mereka sendiri tahu tidak mungkin Tiara memecat Rio tiba tiba jika lelaki itu tak mempunyai Kesalahan.
Dan memang kesalahan yang di miliki nya tak bisa di toleransi lagi, bahkan Tiara sampai mengancam Bu Ningsih dan Manda akan melaporkan tindakan perilaku Rio ke pihak kepolisian.
"Rio, Kamu berbohongkan mengatakan jika kamu di pecat secara tiba tiba sama Tiara!". Ujar Manda berteriak, diri wanita itu seakan akan sudah di kuasai oleh Amarah. Apalagi rasa malu saat kejadian itu
Rio yang mendengar teriakan dari kakak nya itu langsung kesusahan meneguk saliva nya dalam dalam, ia merasa jika diri nya saat ini sudah tamat.
"Heeemmm, Aa..aanu mbak itu". Ucap Rio gelagapan
"Kamu ini apa apaan sih Yo, jadi yang benar yang mana? Jangan bikin Ibu pusing". Ucap Bu Ningsih tak kalah emosi nya.
"Hemm memang benar Bu, Mbak. Tiara tiba tiba saja memecat Rio, padahal Rio sendiri juga tidak tahu apa alasan dia memecat ku". Ujar Rio masih menyangkal
"Benar apa yang kamu katakan jika Tiara memecat mu secara tiba tiba, lalu apa maksud dari perkataan Tiara tentang kamu yang terus saja mengganggu nya bahkan kamu hampir melecehkan nya. Asal kamu tahu Tiara tadi mengancam pada Mbak dan juga Ibu, bahwa wanita sialan itu akan melaporkan kamu atas tindakan pelecehan!". Ucap Manda menjelaskan
Sontak mata Rio terbelalak, lelaki itu kaget mendengar ancaman yang di ucapkan Kakak nya itu. Rio sampai berfikir apa benar ini adalah Tiara nya yang dulu, Sifat dan sikap nya sangat berbanding terbalik.
__ADS_1
"Apa Mbak? Lalu bagaimana?". Tanya Rio penasaran
"Ya Ibu sama Mbak langsung pergi pulang saja, Ibu juga takut kalau bakal di penjara hii". Ujar Bu Ningsih bergidik ngeri membayangkan jika diri nya tengah hidup di penjara
"Iya Yo, wanita sialan itu sekarang sangat sombong. Berani berani nya dia sekarang melawan Ibu dan Mbak saat ini, cihh mbak bersumpah tidak akan ada yang mau dengan wanita sombong seperti itu!". Ujar Manda bersungut sungut
"Kamu gk usah kembali lagi sama si sialan itu, emang sih dia banyak harta. Tapi kelakuan nya itu loh bikin Mbak gedeg sama dia". Sambung Manda yang masih kesal terhadap Tiara
"Ya sudah Ibu mau istirahat dulu, sakit sekali pinggang Ibu ini habis bonceng motor nya mbak mu itu". Ucap Bu Ningsih seraya melangkahkan kaki nya menuju ke arah kamar nya berada
"Sama Bu, Manda juga mau ke kamar. Mau ngadem dulu". Sahut Manda menimpali dan ikut berjalan ke arah kamar nya
Sedangkan Rio sendiri saat ini masih terbengong duduk di kursi sofa rumah nya, dia sendiri bingung saat ini, jika dia di pecat lalu bagaimana dia akan mendapatkan uang. Lelaki itu duduk seraya menyugar rambut nya dengan kasar, dan terdengar suara deru mesin mobil masuk ke dalam pekarangan rumah nya
Wanita itu saat ini selalu memakai sabuk untuk menghalau perut nya yang sudah membuncit, Mawar juga selalu menggunakan baju baju yang over size dan Untung saja diri nya tinggi jadi buncit perut nya tidak begitu kelihatan.
Mawar menuruni mobil nya dan langsung masuk ke dalam Rumah itu, dia sudah tahu jika Rio pasti ada di rumah karena terlihat dsri mobil Rio yang terparkir di depan rumah nya.
"Mas, kamu itu dari mana aja sih? Di chatt gk di balas, di telpon juga gk di angkat! Maka nya aku bela belain ke sini, Mas kapan kamu mau nikahin aku! Lihat ini usia kehamilan ku sudah memasuki usia 6 bulan loh!". Ujar Mawar langsung to the point
Berbeda dengan Rio, Tubuh Lelaki itu saat ini terasa lemas seakan akan tidak ada tulang yang berada di sekujur tubuh nya.
__ADS_1
Ia lemas mendengar jika diri nya juga harus menikahi Mawar secepat nya, apa lagi usia kandungan Mawar sudah memasuki usia 6 bulan, bisa bisa warga akan semakin heboh jima ketahuan.
Dia memang selama ini meminta keringan waktu untuk mengumpulkan uang itu selama 3 bulan, tapi uang gaji nya selalu habis di gunakan untuk Ibu dan kakak nya.
"Mass.. Kok kamu die aja sih! Mas!". Teriak Mawar menggoncang goncang kan tangan Rio
"Ehh, iya sayang. Maafin mas tadi melamun, hem secepat nya mas akan nikahin kamu kok". Ujar Rio dengan memaksakan senyuman nya
"Kamu selalu saja bilang begitu mas, kemarin kemarin kamu sudah berjanji akan menikahi ku pada bulan ini! Pokok nya aku gk mau tahu kamu harus nikahin aku secepat nya di bulan ini, kalau enggak? Aku akan bunuh diri dan menuliskan surat jika penyebab aku melakukan bunuh diri itu karena kamu gk mau bertamggung jawab dengan kehamilan ku, biar saja biar kamu dan keluarga mu malu!". Ujar Mawar penuh penekanan
Rio sendiri bingung saat mendengar ucapan Mawar, pasal nya uang yang tersisa hanya tinggal empat puluh juta saja. Jika untuk menikah lalu bagaimana kebutuhan keluarga nya sehari hari, masak dia harus menjual mobil nyas untuk menikahi Mawar. Rio sendiri merasa gengsi jika diri nya tak memiliki mobil, apalagi hidup nya kini sudah terbiasa mewah.
Tapi jika tak merelakan mobil itu untuk di jual, lalu dari mana dia uang untuk menikahi Mawar. Huh ini semua lama kelamaan bisa membuat Rio gila, jika terus terusan memikirkan tentang uang.
"Sayang, mas gk bohong. Lusa mas akan datangin orang tua kamu untuk memyerahkam uang hantaran dan mahar untuk kamu ya, udah dong jangan cemberut gitu duhhh kasihan dedek bayi nya kalau mama nya yang cantik ini cemberut gitu". Ucap Rio merayu Mawar
"Makasih sayang". Ucap Mawar tersenyum lebar karena merasa senang mendengar perkataan dari Rio
"Nah gitu dong mama kan jadi semakin cantik".
"Iihhh apa apaan sih mas". Ucap Mawar dengan Manja
__ADS_1
Mereka berdua akhir nya saling bermesraan dan bercanda, namun tak dapat di bohongi jika isi kepala Rio sedang mumet memikirkan semua nya.