
"Iih sumpah, kalian kok gk percaya sama aku gitu sih? Emang benar ada salah satu anak gadis di desa kita ini yang sudah hamil di luar nikah, aku jamin informasi ini sangat akurat dan terpercaya". Ujar Bu Hesti sambil menunjukan raut wajah yang serius
Bu Hesti dan Beberapa Ibu ibu lain nya, yang merupakan tetangga nya sedang bercengkrama pada pertemuan Ibu Ibu PKK di desa yang di adakan satu minggu sekali. Tepat nya hari ini pertemuan itu di lakukan di rumah Bu Hesti jadi dia dengan semangat membara menceritakan tentang gosip yang baru saja juga ia dengar. Mereka semua sedang duduk duduk santai sambil memakan suguhan yang sudah di suguhkan oleh tuan rumah.
Kebetulan sekali semalam Bu Hesti baru saja mendapatkan informasi yang sangat berharga bahkan sampai sampai membuat nya terkejut, dia mendapatkan berita itu dari Bu Ningsih.
Bu Ningsih merupakan saudara dari Bu hesti yang tinggal di desa yang di tinggali juga oleh Mawar, mereka berdua memikiki kesamaan. Sama sama suka berbicara dan julid orang nya.
Bu Ningsih mengatakan ke pada Bu Hesti kalau ada anak gadis dari desa nya ini yang tengah hamil di luar nikah.
Walaupun Bu Ningsih tidak menyebutkan siapa nama anak gadis itu, tetapi Bu Hesti yakin jika informasi yang di sampaikan nya itu Akurat. Karena sepanjang pengetahuan Bu Hesti, saudara nya itu belum pernah memberikan berita hoax kepada nya.
Walaupun Bu Hesti sedikit kecewa kepada saudara nya itu, karena tak mau memberi informasi lebih tentang nama gadis yang telah hamil di luar nikah itu.
"Ah masa sih jeng, jangan menyebar cerita yang belum tentu benar nanti jatuh nya malah fitnah. Lagian di desa kita ini, anak gadis kan cuma sedikit, seumpama ada yang hamil di luar nikah ya pasti kita bakalan tahu". Ujar Bu Neneng dengan cepat
"Itu maksud aku jeng, coba kalau ada anak gadis di desa kita yang sedang lewat perhatikan saja perut nya, ada perubahan gk dalam bentuk badan nya? Kalau ada bisa jadi dia yang hamil kan. Karena aku sendiri gk mau kasih tahu lebih jelas ya gimana ciri ciri orang nya, ya kalian tahu sendiri lah zaman sekarang dikit dikit main lapor polisi kalau kita salah ngomong". Ujar Bu Hesti panjang lebar sambil memegang gelang emas nya dengan tujuan menyombongkan diri nya
__ADS_1
"Ya tapi aku penasaran loh jeng, apa gk bisa kasih ciri ciri nya sedikit saja. Siapa sih yang hamil? Aku sih punya gambaran siapa orang nya, tapi ya takut berurusan dengan polisi nanti nya ya kan jeng". Ujar Bu Neneng seraya terkekeh kecil
"Aduuhh jeng, gk bisa aku sebutin ciri ciri nya. Tapi yang pasti berita ini akan menghebohkan seluruh desa kita, kalau memang benar gadis ini yang di ketahui hamil di luar nikah" Sahut Bu Hesti
"Menghebohkan maksud mbak? Jangan jangan anak gadis ini adalah anak dari seseorang yang penting di desa kita?". Ucap Bu Neneng terkejut
Mereka tampak antusias menceritakan tentang seseorang anak gadis yang telah hamil di desa itu, banyak pendapat yang mereka bicarakan tentang topik yang sedang mereka ceritakan saat ini.
Berbeda dengan salah satu ibu ibu yang sedari tadi hanya menyimak saja dan tidak ikut menimpali pembicaraan oleh para tetangga nya itu. Siapa lagi kalau bukan Bu Lastri, ibu nya Mawar.
Bagaimana tidak? Kalian tahu sendiri jika Suami dari Bu Lastri adalah seorang kepala desa, dan kenyataan nya memang benar jika anak gadis yang di ceritakan oleh para tetangga nya itu merupakan anak dari orang penting di desa nya. Yang tak lain anak dari sang kepala desa yaitu Mawar. Jika warga desa sampai tahu maka kehormatan keluarga nya akan tercoreng, keluarga nya akan sangat merasa malu.
Bu Lastri saat ini berusaha menyunggingkan senyuman manis, namun tetap saja jantung nya bertalu talu menggedor gedor dada nya dengan sangat amat kuat. Dia yakin jika ruangan ini sepi pasti suara degupan jantung nya pasti terdengar sangat keras.
"Siapa yang hamil Bu Hesti?". Tanya Bu Lastri dengan gugup, akhir nya wanita paruh baya itu memberanikan diri untuk bertanya. Karena dia sendiri penasaran siapakah sosok yang tengah di ceritakan ibu ibu PKK saat ini, apa benar anak nya atau gadis lain nya.
"Ada deh Bu Lastri, Maaf maaf ni ya. Saya gk bisa ngasih tahu siapa yang hamil. Tapi yang pasti, kabar ini akan menghebohkan seluruh desa ini jika sampai ketahuan". Ujar Bu Hesti sambil mengedipkan mata nya kepada Bu Neneng, seolah olah memberikan suatu isyarat.
__ADS_1
Lagi dan lagi jantung Bu Lastri bertalu talu, darah nya seakan berdesir dengan sangat deras. Dia berfikir, kalau saat ini Bu Hesti dan Bu Neneng sudah mengetahui bahwa anak gadis yang tengah hamil di kuar nikah itu adalah Mawar.
Bu Lastri merasa jika tatapan Bu Hesti dan Bu Neneng seolah olah sedang mengejek nya, padahal bukan seperti itu kenyataan nya.
Namun bagi orang yang bersalah yang mempunyai kesalahan pasti akan merasakan ketakutan, dia pun akan merasa selalu mempunyai prasangka buruk kepasa orang lain.
Menurut mereka jika memang berita yang di katakan oleh Bu Hesti benar, maka ini adalah kali pertama di desa ini, di hebohkan dengan kasus tersebut. Dan jika memang gadis tersebut dari kalangan orang penting di desa nya, maka efek nya akan lebih lagi.
"Jadi yang tahu anak gadis siapa yang hamil itu hanya Bu Hesti ini ya?". Tanya Bu Lastri dengan tatapan menyelidik
"Iya Jeng, cuma Bu Hesti yang tahu nama anak gadis yang hamil di luar nikah itu". Jawab Bu Neneng
"Padahal saya sendiri juga penasaran, tapi Bu Hesti gk mau ngasih tahu". Ucap Bu Neneng lagi dengan nada kesal karena penasaran dan tidak di beri tahu oleh Bu Hesti, padahal Bu Hesti sendiri tidak tahu siapa nama anak gadis itu, ia bercerita seolah olah dia mengetahui nya.
"Oalah, udahla Jeng gk usah kesal gitu sama aku! Lahwong sebentar lagi seluruh desa juga bakalan tahu. Lama kelamaan kan perut nya akan membuncit dan tidak bisa di sembunyikan lagi". Kata Bu Hesti
Saat mendengar kata kata Bu Hesti barusan, Bu Lastri langsung bergegas untuk pamit pulang. Dia berjalan dengan tergesa gesa menuju rumah nya, namun rumah nya nampak sepi saat ini karena suami nya dan juga anak nya belum pulang.
__ADS_1