
"kamu hari ini cantik banget loh sayang, Mas beruntung punya kamu". ujar Ryo merayu mawar agar wanita itu tidak marah-marah
karena sedari tahu jika foto prawedding mereka hancur itu, Mawar nampak cemberut dan merasa sangat kesal.
saat ini mereka akan berganti baju dengan gaun modern yang sudah di pilih oleh Mawar, sebenar nya Mawar sendiri ingin memakai jasa MUA kota yang terkenal. namun Ibu dan Bapak nya melarang karena di keluarga besar mereka ada salah satu saudara yang berprofesi menjadi MUA juga, ya walaupun hanya MUA dari desa namun hasil nya juga tidak kalah dengan MUA kota.
"Ya iya dong Mas, saudara ku ini kan bukan kaleng-kaleng kalau make up-in pengantin. Tangan nya bisa menyulap siapa pun menjadi cantik". Ujar Mawar menyahut dengan cepat dan perkataan nya itu sukses membuat wanita yang sedang merias nya itu tersenyum kecil
"Ah Mbak Mawar nih bisa aja, Aku nya juga masih lagi belajar kok, emang dasar nya Mbak Mawar juga sudah cantik". sahut Eva membalas memuji Mawar
"belajar apa sih Mbak Eva? ini malah udah bagus banget loh hasil nya mbak, aku aja nggak nyangka kalau Mbak Eva bisa make up-in aku sebagus ini, Duh hebat sih". Puji Mawar dengan senyuman
karena memang benar make up yang di hasilkan oleh Eva ke wajah Mawar terlihat amat sangat pas dan juga sangat cantik, tidak kalah dengan make up para artis di ibu kota. Mawar menatap wajah nya di Cermin Dan dia langsung tersenyum puas saat membayangkan Kalau nanti nya banyak orang-orang yang akan terpana melihat ke arah nya.
"Aduh jangan bengong kayak gitu loh Mas, Kenapa ngeliatin Mbak Mawar Kok sampai segitu nya? ". Ujar Eva terkekeh pelan saat melihat Suami saudara nya itu sampai terbengong bengong memandangi wajah istirahat nya itu.
"Iya nih, Kamu ini mas kayak nggak pernah lihat aku aja". ujar mawar tersipu malu, wanita itu merasa senang karena Rio Terpukau dengan penampilan nya. suami nya itu terlihat terpanah dan juga takjub kepada diri nya.
"Ya habis nya kamu cantik banget loh sayang, aku yakin kalau kamu sudah memakai gaun itu pasti keliahatan cocok banget sama kamu". kata Rio terus memuji dan hal itu sukses membuat Mawar tersipu malu hingga pipi wanita itu merona
__ADS_1
Eva sendiri mengakui hal itu, namun dia harus sedikit memutar otak tadi saat baju sesi Akademik Nikah yang di kenakan oleh mawar sedikit kekecilan dan terlalu ngepas di badan nya .
memang benar Eva sendiri sudah mendengar tentang kabar bahwa mawar yang sudah hamil di luar nikah dan sepertinya berita itu memang benar. Apalagi terlihat jika Perut Mawar sudah membulat.
"Ekhhemmm.... Mbak". tiba-tiba saja mawar berdehem saat memergoki Eva yang sedang menatap ke arah perut nya
"udah mbak ini make up nya? ayo pakaikan gaun nya". ujar mawar memecah keheningan, apalagi Eva langsung terlihat sedikit canggung, karena ketahuan memandang ke arah perut Mawar
"Oh iya Mbak, Eva Pakaikan ya". sahut Eva dengan cepat
Setelah selesai memakaikan gaun itu, Eva langsung mentouch up ulang make up Mawar. wanita itu nampak terdiam seperti memikirkan satu hal, dan mendadak suasana di dalam kamar itu mendadak canggung. tak terdengar suara apa pun dari masing masing
wanita itu langsung bergegas keluar dari kamar itu, dan dia menutup pintu di belakang nya dengan tergesa-gesa. sedangkan mawar hanya bisa menghaela nafas nya dengan panjang dan menatap ke arah Rio yang juga sedang menatap ke arah nya.
"Mas.. banyak yang sudah Curiga dengan kehamilan ku ini, bahkan mereka terlihat sedang membicarakan ku di belakang". Ucap Mawar mengadu dengan nada yang lelah, sebenar nya sih wanita itu Bodo amat tentang omongan orang, namun dia juga tak tahan jika banyak warga yang menggunjing nya di belakang.
"Ya mau gimana lagi sayang, kan emang udah kelihatan perut nya, yang sabar aja deh. Lagian Kamu kan udah jadi istri mas sekarang, dan kita sudah sah menjadi suami istri. jadi gk usah di dengarkan omongan orang". sahut rio dengan lembut agar wanita yang kini sudah Sah menjadi istri nya itu tidak merasa sedih
...****************...
__ADS_1
.
sedangkan di dapur parah tetangga yang terdiri dari ibu-ibu tersebut sedang menggosipkan sang pengantin, yang menurut mereka jika dugaan nya selama ini memang benar.
" Bu, lihat kan saat ijab tadi perut Mawar terlihat membesar, apa yang saya bilang kalau Mawar itu sudah hamil duluan". Ujar Ibu ibu berbaju merah mengawali berita gosip ini
"Iya Bu, duhh saya juga lihat kalau sudah jelas jelas perut nya udah gede ya kan. saya kasihan ya Bu, sama Pak kepala desa dan juga istri nya, bisa bisa nya mereka punya anak seperti itu, ihhh amit amit". seru Ibu berbaju coklat
"Padahal Pak kepala desa dan juga Bu Lastri itu orang nya baik ya, tapi anak nya malah berbeda". timpal Ibu berbaju orange
"Gitu kemarin Mawar sok sok an gk ngakuin kalau lagi hamil, padahal udah kelihatan jelas ya kan kalau bentuk badan nya saja berubah. ya meski di tutupin pakai baju longgar juga masih kelihatan ya kan Bu Ibu". sahut Ibu berbaju hitam
" Iya bener itu, di kira apa kita gk bakal tahu kali ya. bahkan kita sendiri sudah Pro ya kan Bu Ibu melihat hal itu, kan kita sendiri pernah hamil dan punya anak, kok malah di bohongin. Malahan semua warga desa sudah tahu kabar tentang Mawar yang sudah Hamil di luar nikah loh, namun mereka kebanyakan diam saja, karena masih menghormati Pak Kepala Desa". Ujar Ibu berbaju putih dengan panjang lebar
Saat Ibu Ibu itu sedang asyik bergosip tentang masalah Mawar yang hamil di luar nikah, Bu Lastri tiba tiba datang dari dalam rumah membuat para Ibu Ibu yang bergosip itu langsung saja terdiam
"Ibu Ibu, silahkan istirahat dulu, makan dulu ya. jangan lupa ya Ibu Ibu bawa saja makanan untuk anak dan suami di rumah nanti, kalau capek istirahat aja biar gantian masak nya". Ujar Bu Lastri lembut dengan tersenyum
Entah Wanita paruh Baya itu mendengar atau tidak mengenai pembicaraan para Ibu Ibu yang menggosipi anak nya.
__ADS_1