Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Obrolan penting


__ADS_3

pagi ini kediaman Bu lastri dan juga Pak Ahmad sudah sangat sibuk, akibat acara pesta pernikahan anak nya kemarin. semua peralatan di bereskan pada pagi ini, semua orang bahu-membahu dan saling bergotong-royong untuk membereskan, membersihkan sampah, rumah dan juga mengatur barang-barang kembali pada tempat nya semula.


Bahkan sisa bahan makanan, dan sisa bahan pokok yang masih ada, semua di bungkus dan di bagi bagikan kepada warga desa.


Setelah semua nya selesai kerabat dari Bu Lastri dan juga Pak Ahmad mulai pulang ke rumah mereka masing-masing, karena mereka juga memiliki kesibukan di rumah.


Bu lastri melihat jam dinding di rumah nya yang sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, namun pasangan pengantin baru itu belum juga keluar dari dalam kamar nya sedari tadi.


"Bu, mereka berdua belum bangun sudah siang begini?". Tanya Pak Ahmad


"Seperti nya belum Pak, duhh punya menantu kok ya bangun nya siang siang gini ya pak. mau jadi apa Mawar nanti kalau punya suami kayak gitu". Gerutu Bu Lastri melihat menantu nya belum terlihat batang hidung nya sedari tadi, seenggak nya menurut Bu Lastri, menantu nya itu bisa sedikit membantu menggotong barang atau merapikan Rumah selepas pesta kemarin


"Coba bangunkan mereka berdua Bu". Perintah Pak Ahmad


Tanpa membantah, Bu Lastri langsung bergerak dan mengetuk pintu kamar Mawar. Dan pintu kamar itupun terbuka yang memperlihatkan Mawar dengan muka bantal hya.


" Ada apa Bu? ". Tanya Mawar


" Di panggil sama Bapak, ajak juga suami mu itu. Bapak sudah menunggu di ruang keluarga". Ujar Bu Lastri


"Mana anakmu itu Bu? ". Tanya Pak Ahmad yang tak melihat gerak gerik anak perempuan nya itu


"Baru bangun tidur Pak, sebentar lagi dia akan ke sini". Jawab Bu Lastri dengan nada kesal seraya duduk di samping suami nya itu


" Pak, Lihat sendiri kan gimana Mawar. duhh makin gk punya akal saja anak mu itu! Apa dia gk ingat kalau dia sedang mengandung, punya mantu juga gk bener. harus nya dia bersosialisasi terhadap keluarga kita, dari semalam setelah acara resepsi selesai sampai sekarang, bahkan sampai keluarga besar kita pulang dia gk ada keluar. seenggak nya bisa kan dia berterimakasih kepada keluarga besar kita yang sudah membantu sukses nya jalan pernikahan mereka, malu Ibu loh Pak sama saudara saudara yang lain". Keluh Bu Lastri panjang lebar

__ADS_1


"Pokok nya Bapak sekarang harus tegas sama Mawar dan suami nya itu, biar mereka berdua gk seenak nya begini! ". Gerutu Bu Lastri lagi


setelah beberapa menit berlalu, terlihat mawar dan juga Rio berjalan mendekat ke arah Bu Lastri dan Pak Ahmad yang sedang menunggu kedatangan kedua nya dari tadi.


"Pak, Bu". ujar Rio menyapa mertua nya


"duduk". ujar Pak Ahmad memberi titah untuk mengatakan suatu hal kepada menantu nya ini


"walaupun kalian berdua itu pengantin baru, tetapi tidak seharus nya kalian bersikap seperti ini. coba pakai akal sehat kalian, apakah kalian berdua tidak punya sopan santun dan juga ada adab? harus nya kalian itu Bangun pagi-pagi lalu menampakan wajah kalian di depan saudara saudara kita, minimal ucapkan terima kasih kepada mereka, jangan sampai mereka merasa tidak nyaman dan berfikir negatif tentang keluarga kita". ujar Pak Ahmad


"Ya ampun pak cuma masalah gitu juga, Bapak kok lebay banget sih, aku sama mas Rio kan juga capek loh, wajarlah kalau kami itu tidur sampai siang begini". ujar mawar dengan nada manja


Pak Ahmad sendiri sangat merasa geram saat mawar menyahuti perkataan nya dengan kata-kata lebay, bahkan Pak Ahmad sendiri menyayangkan dan menyesali sikap nya yang terlalu memanjakan anak perempuan nya itu hingga menjadi seperti ini.


"maafkan kami pak, kami tidak bermaksus seperti itu. tapi seperti yang mawar katakan tadi, kami memang sangat lelah, maka nya kami sampai kebablasan tidur hingga terbangun siang hari". sahut rio dengan nada lemah


"Baiklah kalau begitu, Bapak mau ngomong serius sama kalian berdua, mulai kapan kalian akan pindah dari rumah ini dan Rio kapan akan membawa mawar tinggal di rumah kamu? ". Tanya Pak Ahmad dengan tegas


"Kok Bapak ngomong gitu sihh, kok malah ngusir gini. Emang Bapak gk mau kalau kita tinggal di sini nemenin Bapak sama Ibu nanti?". Tanya Mawar


"Bukan maksud Bapak mengusir kalian berdua, tapi ini sudah sepantas nya Suami membawa istri nya ke rumah nya bukan? lalu apa Bapak salah mengatakan hal itu? "


"Ya.. Gk gitu juga.. ". Belum sempat Mawar meneruskan kalimat nya, tiba tiba Rio memotong pembicaraan nya


"Rencana nya nanti sore, saya akan membawa Mawar untuk tinggal di rumah pak". sahut Rio

__ADS_1


" Oh bagus kalau begitu". Ujar Pak Ahmad


Sebenar nya Pak Ahmad sendiri tidak ingin mengusir atau tidak memperbolehkan Mawar dan suami nya itu tinggal di rumah nya, namun lelaki paruh baya itu sudah merasa sangat malu dan geram, apalagi saat Besan nya itu ngotot ingin ikut serta dalam pembukaan amplop. bahkan besan dan istri nya itu sampai terlibat pertengkaran, hingga kejadian itu di tonton oleh semua keluarga besar.


Lelaki paruh baya itu ingin jika anak perempuan nya itu hidup mandiri, karena saat ini dia sudah mempunyai kehidupan sendiri. jadi semua tanggung jawab terhadap anak perempuan nya itu sudah berganti kepada suami nya.


"Dan satu lagi yang akan Bapak sampaikan". Ujar Pak Ahmad


Mawar dan Rio pun langsung menatap Pak Ahmad dengan tatapan lekat menunggu hal apa yang ingin di sampaikan lelaki paruh baya itu.


" Bapak akan mencabut semua fasilitas yang sebelum nya Mawar gunakan!". Ucap Pak Ahmad dengan Lantang


Duuaaarr...


Bagai di sambar petir di siang bolong, Rio langsung terkejut saat mendengar ucapan dari Mertua nya itu.


Rencana ingin mengambil ahli harta warisan keluarga Mawar pun menjadi sulit, sebab semua fasilitas Mawar di ambil begitu saja.


"Oh oke kalau begitu Pak". Sahut Mawar santai


Rio membelalakan mata nya mendengar persetujuan dari Mawar, dia tak habis fikir dengan jawaban istri nya itu


Padahal di dalam fikiran Mawar pun tak ambil pusing karena Mawar mengira jika Rio masih bekerja sebagai Manager di perusahaan Mahesa.


Dan ada satu rahasia pada keluarga Pak Ahmad tentang jati Diri Mawar yang tidak di ketahui oleh siapapun.

__ADS_1


__ADS_2