Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Hukuman Mawar


__ADS_3

setelah serangkaian pembuktian, akhir nya Rio memang terbukti tidak bersalah dan Mawar kini di tetapkan sebagai tersangka dan sah memakai baju orange atas pembuangan bayi nya, wanita itu di hukum penjara selama kurang lebih 3 tahun.


tentu Hal itu membuat Rio merasa begitu bahagia , berbeda dengan mawar yang merasa depresi dengan vonis yang jatuh kepada diri nya.


apalagi ia harus mendekam bersama perempuan yang waktu itu memberi nya bogeman mentah tepat di wajah nya.


"Pak, aku mohon jangan letakkan aku disell itu lagi. aku tidak mau satu sel dengan perempuan gendut itu, bapak tahu sendiri kan wajahku ini aku habis bonyok karena di hantam oleh dia". seru mawar mengiba


namun para polisi pun tak peduli dan tetap menggelandang diri nya ke dalam sel nya kemarin, wanita yang menurut mawar gendut itu tersenyum senang melihat mawar yang kembali tinggal di sel ini.


karena bagi nya, Mawar adalah sasaran empuk karena sikap Sombonng wanita itu yang membuat nya ingin membuat mawar tak betah dan tak tahan, bahkan bisa-bisa membuat mawar seakan ingin bunuh diri.


"Hallo.. kembali ke sini lagi ya cantik". Sapa nya yang membuat mawar ketakutan setengah mati di buatnya


mawar pun hanya menundukkan kepala nya tanpa berani menatap perempuan itu, terlebih karena badan nya yang besar dengan rambut yang di potong pendek persis dengan lelaki.


"Kenapa sih cantik kamu diam aja? bisu kamu ya?". tanya perempuan itu hingga membuat mawar merinding


"i..iya". jawab mawar terbata


" iya.. iya.. Sini duduk. dan pijitin dulu kaki aku, kamu penghuni baru di sini kan? dan itu arti nya kamu adalah pembantu baruku di sini!". seru nya membuat mawar yang langsung membulatkan kedua bola mata nya


(enak aja dia menganggap aku sebagai budak di sini, padahal status kita ini kan sama yaitu seorang tahanan, tapi mau berprotes pun juga tak bisa rasa nya. sebab yang ada nanti nya aku akan menjadi bulan-bulanan perempuan ini). batin mawar


dan dengan sangat terpaksa mawar pun menuruti permintaan wanita gendut itu, dan ia duduk di bawah dengan memijat pundak perempuan itu.


perempuan itu tersenyum sinis, karena ia sudah berhasil membuat mawar patuh kepada nya. empat penghuni lainnya ikut tertawa puas, Bahkan mereka juga minta mawar untuk memijat kaki mereka secara bergantian.


sudah hampir sebulan di penjara tapi tak ada sanak saudara yang menjenguk mawar, bahkan Rio pun sama sekali tak menjenguk nya di sini. meskipun ia tahu jika hal itu begitu mustahil, tapi Harapan itu tetap ada.


karena seharian melakukan aktivitas di dalam penjara yang super-super melelahkan membuat mawar pun tertidur lebih awal, namun baru saja ia terpejam, teman satu kamar nya mengganggu tidur nya dengan cara menendang pelan tubuh mawar, hingga membuat nya terbangun.


"aku capek, tolong pijitin kaki dan badan ku". seru nya


"tapi aku juga capek, biarkan aku beristirahat sebentar saja ya. nanti aku bakal memijat kalian satu persatu kalau badan aku sudah merasa enakan". jawab mawar dengan mata yang sayup


karena hari ini ia benar-benar lelah dan sangat butuh istirahat, namun dasar nya mereka yang suka mengerjai Mawar pun tak mau tahu, Mereka pun terus memaksa Mawar untuk tetap memijat nya.

__ADS_1


"Oh jadi kamu sudah berani membangkang kita? apa kamu lupa dan kamu mau Kami beri hukuman Hah? ". ucap nya sembari menjambak kasar rambut mawar yang kini terpaksa bangun


meskipun Mawar meringis kesakitan, namun mereka tak peduli dan malah mendorong kepala mawar dengan keras hingga hampir tersungkur di atas lantai.


lalu mereka merebahkan tubuh agar lebih rileks saat mendapat pijitan dari mawar.


karena tubuh Mawar yang lelah, pijatan yang di berikan oleh nya pun menjadi semakin melemah.


"yang keras dong kalau Mijit, kok Kayak orang nggak makan 10 tahun aja sihh nggak ada tenaga nya sama sekali!!".


"maaf, aku kan lagi nggak enak badan. tadi aku udah bilang, Kalau boleh aku mau tidur dulu. nanti kalau badan aku udah enakan, Aku bakal mijitin kalian lagi Kok".


"halah Jangan banyak bacot ya, keburu Capek aku hilang nanti kalau nunggu nanti-nanti terus".


mau tak mau mawar pun terus memijat tubuh besar yang super keras tersebut, bahkan jika di bandingkan mending ia memijat tubuh badak ketimbang harus memijat tubuh Perempuan ini. sudah bau mana mulut nya ngomel terus.


sial sekali, sungguh nasib mawar kali ini sangat sial.


sudah harus masuk ke dalam penjara, mana satu sel dengan makhluk yang sangat menyebalkan seperti ini.


"Heh!! Kuping kamu budek ya, yang keras mijit nya!!". omel nya lagi sembari menggoyangkan kaki nya yang mengenai tubuh mawar hingga membuat nya terpental


Melihat mawar yang memang sudah tak berdaya, perempuan itu langsung bangkit dan beranjak ke tempat nya dan meninggalkan mawar yang nampak ketakutan.


mawar tampak mengeluarkan keringat dingin sebesar biji jagung, membuat perempuan berbadan gemuk itu merasa sedikit iba kepada mawar yang nampak memang terlihat tak sehat


"sudah kamu tidur sana". ucap nya yang membiarkan mawar merangkak menuju tempat tidur nya


mawar pun langsung merebahkan diri dan menutup tubuh nya dengan selimut, namun meski begitu ia masih merasa menggigil bukan main.


bahkan Saat tengah malam, mawar nampak mengigau, hingga membuat teman-teman satu sel nya kebisingan.


hingga wanita berbadan besar itu pun menampar pelan pipi mawar yang terus mengigau, namun dia sama sekali tak bangun dan terus meracau.


badan Mawar pun terasa sangat panas, karena takut terjadi apa-apa, teman satu sel nya pun memanggil seorang sipir untuk membawa mawar ke klinik.


...****************...

__ADS_1


sedangkan di tempat lain, tiba-tiba Tiara merasa begitu pusing mungkin efek karena dia kecapean karena seharian ia bekerja di kantor, hingga membuat kepala nya seketika pusing.


Bunda Elisa nampak begitu khawatir dan langsung meminta pada Alfian untuk mengantar Tiara pergi ke rumah sakit.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu kelihatan pucat sekali, ayo sekarang kita pergi ke rumah sakit ya. atau dokter Wisnu saja suruh kemari Bun". Ucap Alfian


" Gk apa apa Mas, mungkin aku hanya kecapekan bekerja saja. Maaf ya sudah bikin Bunda dan Kamu khawatir". Sahut Tiara


Bunda Elisa membawakan teh hangat untuk menantunya itu


"Bund, gk perlu repot repot bikinin Tiara teh, biar tiara sendiri nanti yang..".


Hooekkk..


Hoooeekk..


Perut Tiara mendadak mual, ia pun langsung menuju ke kamar mandi yang berada di kamar nya, dan di ikuti oleh Alfian.


Padahal hal itu sudah di rasakan oleh Tiara beberapa hari yang lalu, tapi entah kenapa Rasa Tak nyaman itu kembali hadir, Tiara mengira jika asam lambung nya kembali naik.


"kita pergi ke dokter aja ya Sayang". ajak Alfian yang merasa khawatir


"nggak usah Mas, aku nggak kenapa-napa kok. coba tolongin laburin minyak angin aja ya di punggung dan perut aku, kayak nya aku masuk angin deh". pinta Tiara yang langsung di turuti oleh Alfian


Alfian pun sedikit mengurut punggung Tiara agar merasa lebih baik lagi


"astaga Aku lupa sesuatu!!". pekik Tiara yang membuat Alfian terkejut


"Kenapa sayang? ". tanya Alfian cemas


"Hemm ... Sebenar nya, aku udah telat datang bilang hampir satu minggu lebih mas dan aku juga belum ngetes apakah aku hamil atau tidak. tapi kalau aku tidak hamil, aku harap kamu jangan kecewa ya". jelas Tiara yang tentu membuat kedua mata Alfian langsung berbinar


" Jangan jangan ini pertanda Kamu Hamil Sayang?". tanya Alfian yang penuh antusias


"ya Aku nggak tahu pasti mas, hemm mas.. Boleh gk kalau aku minta tolong kamu buat beliin testpack di apotek".


"Ya udah kalau gitu aku beli testpack ke apotek dulu ya, nanti kamu coba". Ucap Alfian dan Tiara pun mengangguk.

__ADS_1


Sebenar nya Tiara takut jika hasil nya nanti diri nya tidak hamil, namun ia juga penasaran karena sudah seminggu lebih ia sudah telat datang bulan.


Tiara mencoba menguatkan diri, apapun nanti hasil nya, ia akan berusaha tegar dan ikhlas. Toh, rejeki, maut, jodoh, semua sudah di tangan Sangat Pencipta.


__ADS_2