
Tiara kini tengah menyiapkan segala keperluan yang akan di bawanya menuju ke Eropa besok, wanita itu akan terbang ke beberapa negara di Eropa untuk liburan, bukan hanya Sendiri Saja, Bintang dan juga Nayla akan ikut bersama mereka setelah bertemu di Jerman.
sedangkan Tiara, dia akan terbang terlebih dahulu ke Australia bersama Bintang, untuk bertemu keluarga besar nya.
kakek dan nenek bintang memang tinggal di Australia, sedangkan tante nya yang dari Om Damar tinggal di Belanda dan juga Amerika.
Om Damar sendiri adalah anak paling tua di keluarga nya dan merupakan anak laki-laki satu-satu nya di keluarga, jadi ketika kumpul nanti mereka juga akan datang.
dan dari pihak mama Elisa, nenek dan kakek Alfian sudah wafat, sedangkan paman dan tante nya tinggal di Indonesia, tapi nanti tante nya akan terbang ke Australia untuk ikut acara kumpul keluarga, sekaligus liburan.
Mama Elisa merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, Beliau memiliki satu kakak perempuan dan satu adik laki-laki.
bohong kalau Tiara tidak merasa gugup, meskipun dia pernah menikah, tapi acara bertemu keluarga besar seperti ini adalah hal yang pertama bagi nya.
Bukan Tanpa Tujuan juga Tiara melakukan hal tersebut, seperti harapan nya, Tiara akan kembali menikah jika keluarga pihak Alfian menerima dengan baik keberadaan Tiara.
Tiara tidak ingin ada salah satu keluarga Alfian yang menentang hubungan nya, dalam bayangan Tiara dia ingin pernikahan nya dengan Alfian di sambut dengan bahagia dan suka cita, di beri banyak doa yang baik, tidak ingin satu orang pun mendoakan hal buruk bagi pernikahan nya.
Tiara takut kegagalan yang pernah ia alami benar-benar membuat wanita itu memiliki banyak hal yang harus di pertimbangkan Jika dia akan kembali menikah.
bagi Tiara keluarga adalah orang paling dekat, Katakanlah Paman, Bibi, ataupun sepupu. mereka bukan keluarga inti, tapi mereka memiliki akses yang mudah kepada Alvian jika di luar keluarga tidak setuju, Tiara bisa mengabaikan nya karena mereka tidak memiliki akses kepada Tiara dan juga Alfian.
Oleh karena itu demi menghilangkan segala ketakutan dan rasa khawatir Itu, Tiara ingin memastikan mereka menikah dengan semua keluarga yang merestui.
dan jika ada yang tidak merestui, tugas Alfian adalah dua, membuat keluarga nya setuju atau meyakinkan Tiara bahwa segala ketakutan nya tidak akan pernah terjadi
selesai memasukkan seluruh keperluan nya, Tiara menutup koper dan menarik resleting dan mengunci nya.
wanita itu tidak langsung bersantai, melainkan masih memiliki pekerjaan lain yang harus ia periksa, jadi dia pergi ke ruang kerja untuk memeriksa beberapa laporan penting.
menurut nya, hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan tapi tetap harus ia lalui dengan semangat.
...****************...
berbeda hal nya di rumah Bu Ningsih yang nampak masih kacau, aura mengintimidasi dari Manda untuk adik lelaki nya itu seolah menguasai seluruh ruangan.
"Jadi kamu sudah tahu kalau Mawar anak angkat Yo?". Tanya Manda dengan tatapan tajam
" I.. iya Mbak". Ucap Rio terbata bata
__ADS_1
"Sejak kapan??". Tanya Manda
Rio bergeming tak menjawab, sedangkan Mawar sendiri nampak terdiam duduk dengan santai, menurut wanita itu pembahasan ini tidaklah penting.
" Mbak, kenapa sih mempermasalahkan status ku hah?". Tanya Mawar
"DIAM!!". bentak Manda membuat Mawar dan Rio terlonjak kaget
Mungkin saat ini psikis Manda sedang terguncang, karena ia baru saja di selingkuhi oleh suami tercinta nya, dan kini ada masalah baru tentang adik nya yang menikah dengan wanita yang tak jelas asal usul nya.
" SEJAK KAPAN??!!". Hardik Manda karena Rio teramat sangat lama untuk menjawab
"Sejak sehari setelah menikah Mbak". Ucap Rio ketakutan
" Apa? jadi benar wanita itu telah menipu keluarga kita, Ibu gk mau tahu ya, tebus dan kembalikan sertifikat rumah ini!!!". Teriak Bu Ningsih
"Aku tidak menipu kalian semua, teruntuk statusku saat ini, aku sudah Sah menjadi Istri dari Mas Rio, aku sudah menjadi tanggung Jawab Mas Rio, dan di sini juga ada darah daging Mas Rio!!". Ujar Mawar dengan menunjuk ke arah perut nya yang sudah terlihat membesar
Ketiga orang itu langsung tertegun saat mendengar perkataan dari Mawar, sejahat jahat nya Bu Ningsih hati nya luluh juga jika mengenai tentang cucu.
Sudah lama wanita paruh baya itu menginginkan cucu dari Rio, namun tak pernah ada tanda tanda mantan menantu nya dulu hamil, padahal kan itu semua keinginan Bu Ningsih yang tak menginginkan jika Tiara hamil dan menyuruh Tiara untuk KB.
"Iya Bu.. Sudahlah, yang terpenting sekarang di dalam perut Mawar ada cucu Ibu, tidak penting juga kita menyesali semua nya". Ucap Rio
"Jadi kalian semua berharap Mas Rio menikah denganku karena Harta?". Ujar Manda tak percaya
"Iya Mas, jadi kamu menikahiku karena harta? kamu tidak cinta padaku??". Cecar Mawar kepada Rio
"Tentu saja tidak, untuk apa cinta? yang di butuhkan sekarang ini hanya uang, jika kami terlebih dahulu tahu kamu itu bukan anak orang kaya, Untuk apa Rio menikahimu! lebih baik Rio kembali saja pada Tiara, Dia sekarang sudah kaya dan juga cantik, Duhh menyesal kamu berpisah dengan Tiara, Yo. cantik juga Tiara, Jika dia melakukan perawatan". Cicit Bu Ningsih panjang lebar
Mawar menggeleng tak menyangka, wanita itu merasa telah di hina oleh Ibu Mertua nya sendiri.
...****************...
Suasana Sore hari menjelang petang, Kini terlihat ada serombongan mobil polisi datang memasuki halaman rumah Bu Darmi, hal itu membuat para tetangga yang melihat langsung heboh dan ada yang mengintip dari samping rumah nya, karena ingin mengetahui kejadian apa yang akan terjadi.
keluarlah sekitar enam orang polisi dari dalam mobil itu, polisi itu pun langsung mendekat ke arah rumah Bu Darmi dan mengetuk pintu rumah tersebut yang pintu nya tertutup.
Tokkk..
__ADS_1
Tookk...
Tookk...
Ceklekk...
Keluarlah Bu Darmi yang membukakan pintu rumah dan wanita paruh baya itu langsung terkejut melihat pemandangan ke enam polisi berdiri di hadapan nya, empat di antara nya polisis pria bertubuh tegap dan dua di antara nya Polisi Wanita.
"Selamat Sore, kami dari kepolisian sedang menjalankan tugas. Apa benar ini rumah saudara Alex dan Saudari Ratih?". Tanya salah satu polisi yang di duga adalah kepala dari team polisi itu
"Benar pak". Ujar Bu Darmi Pasrah, karena wanita paruh baya itu sudah mengetahui jika akhir nya akan terjadi seperti ini
"Di mana saudara Alex? ".
"Mereka Ada di dalam kamar itu pak". Jawab Bu Darmi menunjuk ke arah Kamar Alex
Sepertinya Alex dan Ratih tidak menyadari kalau ada pihak kepolisian yang mendatangi rumah itu, mungkin pikiran mereka sedang kacau.
para Polisi berlalu menuju ke arah kamar Alex, dengan Bu Darmi yang mengekor di belakang para polisi itu.
Ceklekk..
Pintu terbuka dengan pemandangan Alex dan Ratih tertidur dengan saling memeluk.
"saudara Romi dan saudara Ratih Anda Kami tangkap dengan dugaan menggelapkan sebuah mobil milik dari saudara Rio dan juga Anda berdua di tangkap dengan dugaan perselingkuhan dan juga perzinaan, Sekarang ikut kami ke kantor polisi". ucap kepala Polisi itu sembari menyuruh anak buah nya untuk membawa Alex dan juga Ratih
Alex dan Ratih awal nya terkejut karena mereka berdua sedang menikmati tidur nya yang nyenyak, mereka berdua memberontak karena tak Terima di tangkap begitu saja.
"Bapak ini bicara apa sih, atas dasar apa bapak menangkao Saya! tidak ada bukti nya kalau saya sudah menggelapkan mobil Rio, jadi jangan asal tangkap saya Pak". ujar Alex yang terus memberontak
" Iya Pak, jangan asal tangkap kami berdua, kami tidak salah apa apa, yang harus nya di tangkap itu si Manda bukan Kami!!!". Ujar Ratih meraung raung
"lepasin saya Pak, saya tidak salah!!!". Pekik Alex terus memberontak
"Jelaskan semua di kantor polisi". sahut kepala Polisi menimpali ucapan Alex
Bu Darmi yang melihat jika anak nya di tangkap oleh Polisi seperti itu, sebenar nya ia merasa Tak Tega, namun ini semua sudah konsekuensi yang harus anak nya terima.
"Bu tolong Alex Bu, Alex tidak mau di penjara". Lirih Alex memohon
__ADS_1
Bu Darmi hanya bergeming, tak menyahuti ucapan dari anak nya itu, hati nya hancur melihat anak nya seperti itu, wanita paruh baya itu hanya bisa menangisi kepergian Anak lelaki nya yang di giring oleh polisi.
akhir nya para polisi itu berhasil membawa Alex dan Ratih menuju mobil polisi, walaupun Alex dan Ratih terus saja memberontak meminta untuk di lepaskan.