
Seharian ini Alfian merasa cukup bosan, besok adalah hari pernikahan nya dengan Tiara.
Hari yang sudah di tunggu nya, hari di mana usaha Alfian menarik Tiara ke hidupan nya telah selesai dan saat besok akan berganti menjadi usaha mempertahankan Tiara di dalam hidup nya seumur hidup.
Pintu kamar di ketuk dari luar, Alfian yang sedari tadi hanya terdiam memperperhatikan ponsel nya karena pesan nya kini tak di balas oleh Tiara.
"Masuk". Teriak Alfian
Bunda Ellisa muncul membawa sebuah piring yang berisi beberapa potongan buah yang di sukai oleh Alfian.
" Ngapain kamu? bukan nya keluar, ini malah mengeram saja di dalam kamar". Omel Bunda Ellisa lalu duduk di sisi tempat tidur milik Alfian
"Nih makan". Lanjut Bunda Ellisa menyerahkan piring yang berisi buah itu ke tangan putra nya.
"Kan Bunda sendiri yang bilang, kalau aku gk boleh keluar keluar". Ucap Alfian
" Astaga ini bocah, Maksud Bunda itu jangan keluar rumah, Pamali kalau orang mau nikah". Jelas Bunda Ellisa
"Emang kenapa sih Bun?". Tanya Alfian
"Ya Pamali, takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan. meskipun di rumah juga belum tentu aman, tapi kan kita meminimalisir hal hal buruk. emang kamu mau gagal menikah sama Tiara?".
Alfian langsung melotot dan menggeleng kepala nya dengan cepat, jangan sampai ia akan gagal menikah dengan sang kekasih hati.
" Kamu udah tua ya sekarang Al.. ". Ledek Bunda Ellisa seraya menghela nafas nya dengan panjang dan mengusap rambut Alfian, sebenar nya wanita paruh baya itu mencoba untuk menahan haru pada diri nya.
" Bun, aku belum setua itu ya. aku ini lelaki dewasa". Protes Alfian
"Al.. ". Ujar Bunda Ellisa dengan senyuman
" Hemmm...".
"Besok kamu akan menikah, arti nya mulai besok kamu akan menjadi orang yang bertanggung jawab kepada hidup Tiara. kamu sudah siap?".
__ADS_1
" Siap Bun". Ucap Alfian dengan yakin seraya menganggukan kepala nya dengan mantap
"Al, seseorang menikah bukan hanya soal perkara harta. tapi termasuk kepada mental yang kuat, Bunda tahu kamu sudah sangat matang dan siap untuk menikah, tapi belajar tentang pernikahan itu akan berlangsung seumur hidup. gk akan ada nama nya salah satu di antara kalian berdua nanti yang pintar dalam berumah tangga, jadi kalian kamu juga harus belajar dan jangan egois sendiri. karena setiap rumah tangga akan memiliki masalah dan kamu harus menyelesaikan nya dengan kepala dingin. Pesan Bunda, tolong kamu jadi sosok suami yang bertanggung jawab, jadi suami yang setia, jadi suami yang tidak akan melakukan kekerasan dan menjaga rasa kasih sayang beserta keluarga nya. Bukan hanya menjadi sosok yang harus di hormati oleh istri, tapi juga bisa menghormati setiap peran masing masing. Tiara pernah gagal menjalin pernikahan, dan Bunda hanya bisa berharap dengan dia menikah sama kamu, dia tidak akan pernah memiliki rasa penyesalan untuk bangkit dan memulai hubungan baru dengan kamu". Ujar Bunda Ellisa panjang lebar yang di dengar baik oleh Alfian
" Iya Bun, makasih ya. Tolong do'akan Alfian agar bisa menjadi sosok kepala keluarga yang hebat untuk keluarga Al nanti. dan jika nanti Alfian bersalah, tolong tegur Alfian dan jangan memaklumi atau membela hanya karena Alfian anak Bunda".
Bunda Ellisa tersenyum dengan mata yang berkaca kaca, lalu ia memeluk putra nya itu dan mengusap lembut punggung kokoh anak semata wayang nya.
"Waktu memang tidak terasa terus berlalu, tahu tahu kamu sudah besar dan udah tua hehe...".
" Bun...". Alfian lagi dan lagi di ledek oleh Bunda nya
"Hehehe.. Kenapa sih kamu sensi banget denger nya, padahal kan emang fakta kalau kamu sudah tua, bukti nya kamu saja baru menikah". ujar Bunda Ellisa
" Aku belum setua itu Bun".
"Tapi di banding Tiara, kamu sendiri masih saja melajang dari dulu"
"Bun..".
"Bun, aku ini anakmu loh kok malah di ledekin". Ujar Alfian dengan mata membulat
" Lah apa urusan nya?".
"Udah ah, Bunda mau ke bawah dulu. Al jangan lupa ya 'itu' di periksa". Ucap Bunda Ellisa sambil bangun dari duduk nya
" Periksa apa Bun? ". Tanya Alfian seraya mengerutkan kening nya
" Periksa 'itu' takut nya udah karatan ckckckckck".
"Bunda!!! ".
...****************...
__ADS_1
Kini Rio dan juga Bu Ningsih sudah sampai di rumah dengan perasaan yang di penuhi dengan amarah.
" Gk habis fikir Ibu, Yo.. bisa bisa nya kamu di tipu sama wanita sialan itu, menyesal Ibu dulu merestui pernikahan kalian". Gerutu Bu Ningsih
"Ya mau bagaimana lagi Bu, bukan nya dulu Ibu dan juga Mbak Manda yang menyuruhku untuk menikah dengan Mawar". Sahut Rio
"Ya itu kan dulu sebelum Ibu tahu kalau dia cuma anak pungut yang gk jelas asal usul nya, kalau sedari dulu Ibu tahu kalau dia cuma anak pungut Ibu juga gk mau punya menantu yang cuma jadi beban". Ucap Bu Ningsih
"Ya sudahlah Bu, mau bagaimana lagi? semua sudah terjadi, tidak perlu menyesali nya lagi. yang terpenting saat ini Rio secepat mungkin akan menceraikan Mawar".
" Iya Yo, kamu harus secepat nya menceraikan Wanita Sialan itu! Gk sudi Ibu punya menantu seperti dia".
Tiba tiba Manda datang dari arah kamar yang di isi oleh Bu Ningsih, Manda, dan juga Risa.
"Ada apa sih Bu, kok dari tadi mengomel terus. apa gk bisa sekali kali gk marah marah, Manda pusing denger nya". Ujar Manda dengan kesal
" Kamu ini jangan kurang ajar jadi anak, ini loh Ibu lagi kesel sama Wanita Sialan itu". Ucap Bu Ningsih
"Wanita Sialan siapa Bu? Tiara maksud Ibu?". Tanya Manda
" Kok Tiara, si Mawar ituloh. ternyata dia mengandung bukan anak dari adik mu, melainkan anak dari atasan adikmu di kantor. dia selama ini menjadi simpanan om om". Jelas Bu Ningsih
" Apa Bu? yang bener Bu? Ibu gk lagi bercanda kan?". Tanya Mawar memastikan
"Bercanda gundulmu itu".
" Sialan wanita itu, kenapa hidup kita jadi seperti ini Bu? apa karena kita selalu menyakiti Tiara ya?". Ujar Manda tiba tiba
"Gk mungkin, ini semua karena adikmu yang gk becus ngelihat bagaimana Wanita itu sebenar nya".
" Bu, kok aku lagi sihh. ini kan semua karena Ibu dan Mbak Manda yang selalu mendesak ku untuk memilih Mawar dan meninggalkan Tiara". Sahut Rio yang tidak Terima selalu di salahkan
"Ahhh sudahlah, kepala Ibu semakin pusing".
__ADS_1
" Pokok nya Ibu gk mau tahu ya Yo, sekarang kamu harus bisa dekatin Tiara lagi. dia juga selama ini belum menikah kan? itu karena dia masih sangat mencintaimu Yo dan belum bisa melupakanmu, jadi besok kamu harus temui dia dan mintalah rujuk". Ujar Bu Ningsih tanpa tahu malu
(Benar juga apa yang di katakan oleh Ibu, Tiara selama ini juga belum menikah dan alasan nya pasti dia belum bisa melupakan aku). Ucap Rio dalam hati dengan senyuman yang terukir di wajah nya