
Tiara bangun lebih pagi dari sebelum nya, rencana nya, dia akan berangkat ke kantor pagi pagi sebab banyak berkas berkas yang harus di selesaikan untuk meeting pagi ini.
Meskipun Tiara adalah seorang pemilik perusahaan, wanita itu tetap rendah hati. Dia selalu mengerjakan pekerjaan nya, meskipun Bintang selalu melarang dan akan mencari sekretaris yang lain.
Dengan gesit Tiara menyiapkan segala keperluan, Dia pun keluar dari kamar nya bertepatan dengan Bintang yang juga baru keluar dari kamar.
"Pagi kak". Sapa Tiara pada Bintang
"Hem, tumben pagi pagi banget udah rapi". Ledek Bintang
."Iiissh, kan akan ada jadwal meeting pagi ini, jadi aku harus prepare lebih awal". Jawab Tiara dengan berjalan menuju meja makan, begitu pula dengan Bintang.
"Kan kakak udah bilang..". Belum sempat Bintang meneruskan perkataan nya, Tiara sudah menjeda kalimat Bintang, wanita itu tau jika diri nya ingin Tiara tidak perlu capek capek bekerja seperti itu. Namun Tiara sendiri yang memaksa dan keras kepala
"Hust, udah makan dulu gk boleh makan sambil berbicara". Ujar Tiara langsung menyantap makanan nya
Setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung berjalan ke arah mobil dan menaiki nya menuju ke kantor.
Tiba di kantor, mereka berdua di sambut oleh beberapa karyawan yang sudah pada datang.
Tiara dan Bintang langsung menuju Ruangan masing masing, mereka berdua nampak sibuk menyelesaikan beberapa berkas berkas pekerjaan dan beberapa meeting dengan klien.
Pekerjaan di kantor hari ini, membuat Tiara sangat kelelahan. Bahkan wanita itu, baru beristirahat pukul 3 sore.
Sejenak dia merehatkan tubuh nya dengan duduk bersender di sebuah sofa di dalam ruangan nya.
Ting..
Bunyi ponsel Tiara berdenting, wanita itu langsung merogoh tas yang terletak di atas meja untuk mengambil ponsel nya.
Hati nya mendadak di buat tidak nyaman saat melihat siapa pengirim pesan tersebut, dan ternyata yang mengirim pesan adalah calon mantan ibu mertua nya
__ADS_1
Bu Ningsih (Ibu nya Mas Rio)
(Nanti sore apakah sibuk? Jika tidak, Nanti temui saya. Kita urus perceraian kamu sama Rio. Jangan mangkir atau tidak datang, kalau kamu tidak datang, itu arti nya kamu masih berharap sama anak saya dan segala proses perceraian kalian aku sulit dan alot. Ada sesuatu yang mau Ibu bicarakan!). Isi pesan dari Bu Ningsih berupa ancaman untuk Tiara
Tiara berkali kali menghembuskan nafas nya secara kasar seraya memejamkan mata nya di senderan sofa, Tiba tiba kepala nya berdenyut setelah membaca pesan dari Ibu Ningsih. dia tak habis fikir kenapa keluarga Rio selalu saja mengganggu nya, wanita itu enggan untuk membalas pesan dari Calon Mantan Ibu Mertua nya itu.
Kemarin Rio lah yang selalu mengganggu hidup nya, dan sekarang ibu dari lelaki itu. Entah apa mau mereka, seolah olah mereka tidak rela jika Tiara hidup Bahagia saat ini.
Ponsel Tiara kembali berdenting, wanita itu sontak menolehkan wajah nya ke arah suara ponsel nya berbunyi dan langsung memeriksa nya.
Lagi lagi sebuah pesan yang di kirim oleh Bu Ningsih, di pesan itu tertulis sebuah alamat untuk mereka bertemu di sore hari.
Tiara sama sekali tidak membalas pesan itu, dia memilih menempelkan punggung nya lagi ke sandaran kursi sofa yang ia duduki.
Wanita itu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan, mengulang nya lagi sampai diri nya merasa jauh lebih baik.
Tiara masih belum sekuat yang orang orang fikirkan, Wanita itu selalu tersenyum dan bersikap ceria hanya nampak dari luar nya saja. Nmaun jika diri nya hanya seorang diri lalu mengingat ngingat nasib pernikahan nya saat ini, air mata nya seolah otomatis berkumpul dan siap jatuh kapan pun itu.
...****************...
Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, Sudah 1 jam lama nya Tiara berdiam diri duduk menyandarkan tubuh nya di sofa.
pukul 4 sore adalah waktu yang sudah di tentukan oleh Bu Ningsih untuk bertemu, Tiara sebenar nya ragu untuk bertemu dengan calon mantan mertua nya.
Namun dia teringat tentang isi pesan tadi, jika diri nya tidak pergi bertemu dengan nya bisa bisa proses perceraian nya akan di persulit. Jadi ya terpaksa Tiara pergi untuk bertemu dengan Bu Ningsih.
Tiqra menghentikan mobil nya di parkiran sebuah restaurant, jantung nya berdetak lebih cepat saat ini.
Bahkan telapak tangan nya mulai berkeringat, Tiara benar benar gugup. Bagaimana jika Bu Ningsih berbuat kasar dan Tiara akan menangis di hadapan nya? Bukan tangisan karena menyesal untuk berpisah, tetapi tangisan karena sakit hati dengan ucapan Bu Ningsih.
Sebelum masuk ke dalam Restaurant, berulang kali wanita itu menarik nafas dan menghembuskan nya.
__ADS_1
Barulah ketika Tiara mulai yakin, wanita itu turun dari dalam mobil dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam restaurant yang tidak begitu ramai dengan ekspresi terkesan santai.
Sampai akhir nya dia melihat calon mantan mertua nya yang duduk sendiri di salah satu kursi di sudut ruangan.
"Maaf telat". Ucap Tiara berusaha tenang dan santai saat berada di hadapan Bu Ningsih
"Dasar gk sopan, bisa bisa nya telat dan nyuruh saya nungguin kamu!". Ujar Bu Ningsih Kesal
Tiara menganggap ucapan yang Bu Ningsih katakan itu adalah sebuah angin yang berlalu, dia menarik kursi di depan Bu Ningsih dengan bersikap tenang dan saling berhadapan.
"Langsung saja, jika kamau mau berpisah dengan Ri, maka kamu harus berikan anak saya setengah dari harta yang kamu miliki saat ini. Jika tidak aku akan mempersulit proses perceraian nya!". Ucap Bu Ningsih to the point tanpa rasa malu sedikit pun
Tiara yang mendengar ucapan dari Calon Mantan mertua nya ini hanya mampu membulatkan mata nya, dia melongo mendengar perkataan yang tidak masuk akal.
"Maaf Bu, harta saya sudah ada sebelum Tiara dan Mas Rio menikah. Jadi tidak ada hak Mas Rio di dalam nya". Sahut Tiara mencoba menjelaskan dengan nada masih santai dan sopan
"Halah, sama saja Harta istri ya harta suami. Kan kalian belum bercerai sah secara Negara, berarti ya harta itu juga milik Rio!".
"Maaf Bu, Jika Ibu menyuruh saya datang kemari untuk membahas ini saja maka lebih baik saya pamit. Saya masih ada banyak pekerjaan yang lain". Ucap Tiara yang sudah mulai jengah melihat tingkah laku calon mantan mertua nya
"Heh Tiara, kamu jangan sombong ya. Baru punya perusahaan begitu aja udah sombong ciihh, lihat sekarang calon istri Rio. Dia wanita terpandang, terpelajar, dan dari keluarga yang jelas asal usul nya gk kayak kamu, apalagi dia tengah mengandung anak Rio yang jelas jelas tidak bisa kamu dapatkan karena kamu itu wanita mandul!". Ucap Bu Ningsih dengan nada tinggi, menunjuk nunjuk ke arah Tiara
Tiara yang di jelek jelekan begitu merasa emosi, dia mengepalkan tangan nya mencoba meredam amarah di dalam diri nya.
"Maaf Bu, Permisi". Ucap Tiara langsung berdiri dan pergi dari hadapan Bu Ningsih
Tiara berjalan dengan cepat, dia ingin cepat keluar dari restaurant ini. Sampai sampai dia tak menyadari jika ada seseorang yang tengah berjalan di hadapan nya
Bruukk..
"Maaf aku tidak sengaja menabrakmu". Ucap Tiara tertunduk
__ADS_1
"Tiara.."