
Tiara langsung tertawa canggung, ia mencoba untuk memecahkan keheningan di antara mereka. setelah Alfian datang, Tiara berusaha menganggap bahwa apa yang Dimas katakan adalah sebuah lelucon.
"Hehehe bisa aja lo Dim kalau lagi bercanda emang gitu ya suka di luar Nalar". ujar Tiara mengibaskan tangan nya, seraya tertawa yang masih belum reda juga
" Lah gue serius kali Ra, gue mau nya sih sat set sat set gitu. meskipun masih berada di tempat pesta kayak gini, kalau ada kesempatan gue gas poll". sahut Dimas yang membuat Tiara memejamkan mata nya saat mendengar pernyataan lelaki itu
{Ya Tuhan, gimana sekarang? apa Lelaki itu tidak merasakan Aura mencekam dari Alfian}. Ujar Tiara dalam hati
"Hehe lucu banget sih candaan Lo Dim, Persis deh kayak yang di tv-tv lawak banget sih Lo". ujar Tiara lagi mencoba membuat semua nya seolah bercanda
"Siapa yang bercanda sih Ra, Maka nya sekarang tuh gue gerak cepat sebelum ke duluan yang lain. gimana? gue seriusan dah nggak bercanda, boleh nggak kalau gue suka lagi sama lo? ". Ujar Dimas lagi
detik itu juga Tiara rasa nya ingin menghilang saja dari bumi ini , kenapa saat ini Dimas tidak bisa melihat kondisi sekitar nya. Tiara pun menarik nafas nya dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.
"Oke sebelum itu gue kenalin dulu dia... ". Belum sempat Tiara menjelaskan, kalimat nya sudah di potong terlebih dulu
"udah kenal gue dia kan Alfian, dulu kita pernah bertemu kok di suatu projek perusahaan. gue belum pikun juga kali Ra". potong Dimas
Tiara pun menahan rasa sabar nya, dia merangkul lengan Alfian oleh tangan kanan yang tidak memegang gelas
" Kenalin ini Alfian calon suami gue". ujar Tiara akhir nya
Tiara jelas dapat merasakan jika Alfian kini sedang menahan rasa kesal nya, memang lelaki itu hanya terdiam. Tapi Tiara jelas bisa merasakan mana Diam karena memang sifat nya dan mana diam yang sedang menahan kesal.
"hah? Lo kalau bercanda suka nggak lucu deh! ". kali ini Dimas yang malah tertawa
"Aduh.. ya udah deh kalau gitu gue pulang duluan ya, see you". pamit Tiara dengan cepat sambil menarik lengan Alfian untuk segera pergi dari acara itu
kini Alfian dan juga Tiara meninggalkan Dimas yang menatap tidak percaya, bukan tanpa maksud Tiara langsung mengajak pulang, ia khawatir jika Alfian tidak bisa menahan rasa kesal nya itu.
bagaimanapun Dimas itu salah satu teman baik nya Tiara sewaktu di bangku SMA dulu, ia tidak ingin membuat hubungan mereka menjadi buruk.
Takut nya nanti mereka berdua bertengkar hebat, Tiara pun kebingungan untuk menentukan sikap jika menghentikan Alfian khawatir Alfian merasa tidak di hargai dan mengira Tiara membela Dimas. jika di biarkan Tiara juga tidak tega karena Dimas adalah teman nya, jadi pergi adalah jalan ninja satu satu nya untuk Tiara.
"Jadi beneran kalau dia calon suami nya?". tanya Dimas pada diri nya sendiri
tiba di dalam mobil Tiara merasa Aura menyeramkan dalam tubuh Alfian belum hilang dan itu membuat dia gugup di bandingkan saat pertama kali satu mobil dengan Alfian, kali ini Haruskah Tiara kembali cosplay menjadi batu kali lagi? yah batu kali diam dan tak bergerak.
__ADS_1
"siapa?". tanya Alfian datar
"Apa? ". sahut Tiara dengan cepat menoleh saat tidak begitu jelas mendengarkan ucapan Alfian
"siapa tadi?". ulang Alfian yang masih fokus menatap jalanan Karena mobil sudah melaju meninggalkan tempat acara
"Oh itu teman". jawab Tiara
"Yakin cuma teman? ". Tanya Alfian
Tiara pun menggangguk, rasa nya seperti kali ini dia sedang di sidang karena ketahuan berselingkuh saja
"dia cuma teman aku SMA dulu, bener-bener cuma teman murni tanpa perasaan lebih". ujar Tiara meyakini
"dia itu bercanda nya suka ngawur jadi nggak usah di bahas ya". Ujar Tiara lagi
"tapi dia ajak kamu untuk serius?". ujar Alfian balik bertanya
"mencoba serius, mungkin karena dia hanya bercanda".
"No, dia gk bercanda".
"Dia itu udah aku anggap temen yang suka bercanda kalau bertemu dengan teman nya".
Alfian mengehela nafas nya lega setelah mendengar ucapan dari Tiara, tapi radar nya tidak boleh melemah dia sekarang tahu ada beberapa orang yang siap menyalip nya Jika dia menurunkan kewaspadaan nya, entah kenapa Alfian jadi over ptotektif seperti ini. mungkin karena tidak mau kehilangan Tiara untuk kedua kali nya?
"bilang sama aku ya sayang! ". pintah Alfian tiba tiba
" Bilang tentang apa? ". Tanya Tiara kebingungan
"apapun itu, Apapun yang terjadi Kamu harus bilang sama aku ya sayang". jelas Alfian tersenyum
"termasuk hal pribadi? ". tanya Tiara
"ya semua nya termasuk seperti yang di lakukan sama Dimas". Ujar Alfian dan Tiara mengangguk sebagai jawaban iya.
...****************...
__ADS_1
Tiara tersenyum lebar melihat Alfian yang kini berpenampilan yang dengan gagah, memakai setelan resmi lengkap dengan jas nya.
mereka saat ini sedang melakukan fitting untuk seragam pernikahan bintang dan nayla yang tinggal satu minggu lagi.
"keren!". Puji Tiara kepada Alfian
"ah tunggu dulu ya aku foto dulu". ujar Tiara mengeluarkan ponsel nya dan menyalakan kamera nya lalu tangan nya mengarahkan agar Alfian berpose
"Ayo senyum, satu... dua.. tiga".
satu foto berhasil di dapatkan oleh Tiara, bibir nya kembali tersenyum melihat hasil foto Alfian yang terlihat sangat tampan.
Setelah fitiing baju selesai, Alfian mengantarkan Tiara untuk pulang ke rumah.
...****************...
Berbeda hal nya di rumah sang kepala desa, suasana tegang sedang menyelimuti di ruang tamu itu.
" Begini Rio, ada satu hal penting lagi yang mau Bapak dan Ibu sampaikan kepada kamu tentang jati diri Mawar sebenar nya". Ujar Pak Ahmad
Rio langsung mengerutkan dahi nya kebingungan kala mendengar perkataan Pak Ahmad, sedangkan Mawar sendiri masih cuek dan terlihat santai.
"Maksud Bapak apa? jati diri Mawar? maaf, gimana maksud nya Pak? ". Tanya Rio bertubi tubi
" Begini Rio sebenar nya Mawar bukanlah anak kandung kami, Mawar merupakan anak yang kami asuh dari sebuah panti asuhan". Ujar Pak Ahmad menjelaskan
DUUUUAAAARRR....
Lagi dan Lagi tubuh Rio bagai di sambar petir yang langsung membuat tubuh nya tersetrum kaku, dan tak bisa bergerak.
"Ma.. Maksud nya bagaimana Pak?". Tanya Rio lagi karena masih tak percaya dengan ucapan mertua nya itu
"Duhh mas.. masak gitu aja kamu gk ngerti sih, aku itu bukan anak kandung dari Pak Ahmad dan juga Bu Ningsih. mereka berdua mengadopsi aku dari panti asuhan, gitu aja kok Lola (LOading LAma)". Ujar Mawar
"Dan satu lagi sekarang Mawar sudah penuh menjadi tanggung jawabmu, karena Bapak dan juga Ibu akan memutuskan pindah ke rumah orang Tua Bapak di desa lain nya, karena jabatan Bapak sebagai kepala desa selama dua periode di desa ini juga sudah berakhir". Jelas Pak Ahmad lagi
Rio tak mampu berkata kata lagi, mendadak dengkul nya terasa lemas dan tak bisa menahan bobot tubuh nya hingga ia jatuh dan pingsan di tempat.
__ADS_1
Nah kan Rio, Mau nya sih untung tapi malah buntung.