
"Ra, aku parkir mobil dulu ya. Kamu turun aja di sini, tunggu aku sebentar". Ujar lina kakak sepupu dari Tiara
Setelah itu Tiara turun dari mobil nya dan tak lama ia menunggu, Lina sepupu nya telah datang.
"Ayo masuk Ra". Ujar Lina
"Duh, Kakak jadi kangen deh jalan berdua gini sama kamu kayak dulu lagi". Sambung Lina lagi
"Hehehe iya kak, Tiara jadi Rindu juga masa masa dulu". Ujar Tiara menimpali
Mereka berdua pun memasuki supermarket itu, dan langsung melangkahkan kaki nya menuju ke area buah buahan dengan segala macam jenis yang tersedia di sana.
"Hemm, Buah nya seger seger banget ya Ra". Ujar Lina
mata perempuan itu nampak berbinar melihat sederatan buah buahan segar yang menyejukkan mata nya itu, pasal nya perempuan satu itu sangat menyukai buah buahan, bahkan dia tidak bisa sehari saja terlewat tidak memakan buah.
Kebetulan sekali stok buah buahan di rumah Tiara tinggal beberapa, jadi Tiara memutuskan untuk mengajak kakak sepupu nya itu untuk berbelanja buah di supermarket.
"Kak, Kakak mau buah apa?". Tanya Tiara masih masih memilih milih beberapa buah yang memang stok nya kosong di rumah
"Kakak mau beli buah jambu merah itu Ra, Hem seperti nya segar segali di buat jus dan di makan langsung". Ujar Lina dengan mata berbinar
Tiara yang melihat kakak sepupu nya itu langsung terkekeh, Tiara berfikir bahwa bahagia itu sangat sederhana.
"Ra, mbak ke toilet dulu yaa. Duhh udah kebelet banget ni". Ujar Lina yang tak tahan menahan rasa kebelet buang air kecil nya
"Iya sana sana, nanti ngompol loh". Ujar Tiara sambil tertawa kecil
setelah kakak sepupu nya itu berlalu, Tiara langsung melangkahkan kaki nya menuju area di mana buah jambu merah itu berada.
Aneka macam buah langsung menyapa indera pengelihatan Tiara, namun Tiara pandangan Tiara hanya tertuju ke arah buah jambu merah yang masih nampak segar, dan juga harum.
Buah buahan itu sengaja di susun seperti sebuah piramida, dan di letakkan di atas meja. harum dari buah itu begitu menyerbak, aroma manis yang begitu menggoda.
"Hem Buah jambu nya sangat harum, dan segar". Ucap Tiara sambil memilih milih buah jambu yang akan ia beli
"Woi, ngapain sih ke Supermarket kalau cuma buat beli jambu merah aja". Ujar Seseorang yang suara nya nampak familiar di telinga Tiara
Tiara langsung memalingkan wajah nya saat mendengar suara yang tidak asing masuk ke telinga nya, mata Tiara langsung bertabrakan dengan mata Manda yang juga melihat ke arah Tiara.
Di sebelah mantan kakak ipar nya itu, ada seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Mawar selingkuhan Rio. Wanita itu menatap Tiara dengan tatapan tajam, padahal Tiara sendiri tidak peduli akan kehadiran 2 makhluk itu.
Tiara langsung melengos, dan kembali memilih milih buah jambu itu dengan tenang. Tiara mendengar suara kaki yang akan mendekat ke arah nya, wanita itu tahu bahwa suara langkah kaki itu berasal dari mantan kakak ipar nya dan juga Mawar, terbukti dari ekor mata nya yang melihat jika kedua orang itu berjalan begitu saja melewati Tiara.
Bahkan, Mantan kakak ipar nya itu sengaja menyenggol bahu Tiara. Kesal? Tentu saja, kenapa keluarga dari mantan suami nya itu tidak ada bosan bosan nya mengganggu hidup nya.
Tapi Tiara tidak ingin meladeni 2 makhluk itu, Dia masih ingin menjaga kewarasan nya. Apalagi tidak mungkin jika diri nya ribut ribut di tempat ramai seperti ini.
__ADS_1
"Pilih aja mbak semua buah nya, aku lupa apa tadi yang di pesan sama Mas Rio!". Ujar Mawar yang sengaja bersuara dengan keras
Mata Mawar juga melirik ke arah Tiara, sengaja? Memang. Dia melakukan itu Biar Tiara tahu kalau dia membeli buah untuk Rio, tapi setelah beberapa menit Mawar menunggu, tidak ada ekspresi kesal yang di tunjukan oleh Tiara, dia tetap fokus dengan kegiatan nya.
{Sialan wanita ini!}. Umpat Mawar dalam hati nya, karena merasa bahwa usaha nya membuat Tiara kesal dengan perkataan nya malah sia sia
"Gini kan enak War, belanja buah ke supermarket dengan membeli buah yang kualitas nya terbaik. Bukan nya malah membeli jambu doang, kelihatan banget gk modal nya, kata nya orang kaya pewaris perusahaan". Ucap Manda mencibir
Tentu saja Manda sedang mengejek Tiara yang masih memilih milih jambu merah itu, Manda berharap Tiara akan marah dengan perkataan nya, dan terjadi pertikaian di sini. Tapi nyata nya? Tiara masih diam, seolah tidak terjadi apa apa.
"Iya dong mbak, kalau cuma jambu doang mah di rumah juga banyak. Malah sampai ke buang buang, karena yang makan palingan cuma tupai, kelelaear atau gk monyet". Ucap Mawar menyahuti sambil terkekeh menghina Tiara
Manda dan Mawar langsung tertawa terbahak bahak, sampai sampai mereka berdua menjadi tontonan beberapa mata yang melihat nya karena terganggu dengan suara ketawa mereka yang keras.
Sedangkan Tiara bagaimana? Wanita itu seakan tidak peduli, dia terlihat santai tak terpengaruh akan perkataan duo lampir itu
"Wah, iya kah? Kalau begitu monyen nya adi di sini dong sekarang!".
Mawar sontak langsung menghentikan tawa nya kala mendengar suara yang begitu ia kenali, dan benar saja, dia menemukan Lina yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka. Wanita itu berjalan dengan anggun, dengan pakaian santai namun masih terlihat elegan.
"Kok bisa sih, ada monyet gini lepas dari kandang nya? Apalagi monyet itu lepas di supermarket dan tidak ada yang mengusir nya? Apa gk ada yang berani ya?". Ujar Lina dengan raut wajah berpura pura ketakutan
Tiara sendiri langsung menggelengkan kepala nya, dia menahan tawa nya mati matian saat Lina sepupu nya mengejek Mawar dan Manda sengan sebutan monyet.
Mawar sendiri tidak menjawab, dia hanya menatap Lina dengan tatapam terkejut. Mawar tidak menyangka kalau teman satu fakultas nya itu sedang berada di sini sekarang, karena yang ia dengar jika Lina sudah menikah dan tinggal di Luar kota.
"He! Kalau punya mulut itu di jaga ya!". Ujar Manda emosi
Wanita itu meletakan buah yang sudah dia pilih begitu saja, dan mendekati Tiara dan juga Lina dengan Langkah cepat.
"Loh, kok kamu tersinggung? Apa kamu juga termasuk monyet itu? Soal nya monyet itu biasa nya suka keroyokan sih". Ucap Lina dengan ekspresi mengejek
Manda yang mendemgar perkataan Lina itu langsung emosi, dia hampir saja maju untuk menampar wanita yang sudah mengolok nya itu
"Udahlah mbak, gk usah di ladenin, anggap aja dia orang gila". Kata Mawar dengan santai
"Ya gk bisa gitu dong, ni orang mulut nya udah kebangetan, hanya orang asing, kok berani beraninya mengatai kita!". Seru Manda karena tersinggung
"Mbak, aku udah pilih pilih buah jambu nya ini. Segini udah cukup kan". Tanya Tiara tiba tiba seraya menunjukan keranjang nya
"Banyak banget Ra, kenapa beli sebanyak itu". Ujar Lina
"Ya gk apa apa Mbak, aku beli banyak memang karena aku dan Kak Bintang juga suka". Ujar Tiara terkekeh
"Apa ada yang mau di beli lagi mbak, kalau gk, ayo kita ke tempat lain nya sebelum makin banyak yang ngelihat ke arah kita". Ujar Tiara
Lina bahkan sampai lupa , kalau diri nya saat ini tengah berada di sebuah supermarket yang tentunya akan banyak orang yang berada disini.
__ADS_1
Mata Lina was was ketika melihat ke arah Manda dan juga Mawar, wanita itu langsung mendengus ketika melihat duo orang itu sedang berbisik bisik kecil.
"Dia siapa sih War? Gayanya kok sombong gitu". Tanya Manda berbisik
"Dia itu dulu teman kuliahku, tapi dia juga sepupu nya Tiara. Aku bahkan baru tahu saat Tiara menjadi istri dari Mas Rio". Ujar Mawar mendengus
"Apa? Sepupu Tiara? Pantas aja sombong nya sama". Ucap Manda terkejut dan memaklumi sikap sepupu dari Tiara itu
Tiba tiba saja Lina sepupu dari Tiara itu mengajukan pertanyaan yang membuat Mawar tersedak ludah nya sendiri.
" Kamu udah sama laki laki itu War? Laki laki yang kamu rebut dari adik ku ini loh". Ucap Lina bertanya dengan kepo
"Uhukk uhukk". Mawar langsung terbatuk mendengar pertanyaan itu
Tiara menghela nafas panjang seolah olah tidak peduli dengan obrolan itu, namun di otak nya masih terlintas bayangan Mawar saat mengatakan jika diri nya tengah mengandung anak dari suami nya.
Sedangkan Manda saat mendengar pertanyaan itu langsung mendekat ke arah Lina, karena Manda sendiri merasa jika pertanyaan itu sudah melibatkan adik kandung nya.
"Tapi sepertinya lelaki itu belum menikahi kamu ya? Atau lelaki itu gk mau menikahi kamu?". Ujar Lina menohok
"Makanya jangan suka sama suami orang, lihat saja pasti nanti ujung ujung nya juga sama. Istrinya aja di tinggal buat milih selingkuhan nya". Ujar Lina lagi
Wajah Mawar memerah menahan rasa amarah, hendak menyangkal tapi dia tidak bisa. ingin marah? Tapi dia sendiri memang saat ini belum memiliki status yang jelas bersama dengan Rio.
"Heh! Kalau ngomong itu dijaga mulutnya ya, adikku dan Mawar ini saling mencintai, dan mereka berdua akan segera menikah. Kamu jangan mengada ngada demgam memgatakan jika Rio tidak akan menikahi Mawar!". Ujar Manda Kesal
Lina sendiri langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Manda, dia baru tahu jika Rio ternyata adik dari wanita yang sedari tadi bersama dengan Mawar.
Tak kurang dia mendengar bagaimana kebusukan wanita yang baru saja dia tahu wujud nya itu, wanita ini ternyata ipar dari Tiara yang sudah membuat nya merasa tertekan selama tiga tahun pernikahan nya.
Lina langsung menatap Manda dengan tatapan bengis, seolah olah mengajak untuk bertarung.
"Ah ternyata Anda ipar dari adik ku ini?".
"Hemm iya emang kenapa?" Ucap Manda menantang tak kalah bengis
"Awas aja War, setelah Tiara, selanjutnya kamu yang akan mendapatkan perilaku yang selama ini di alami oleh Tiara!". Ejek Lina
Mawar mendengus langsung memalingkan wajah nya ke arah lain, menyunggingkan senyum mengejek lalu menatap ke arah Lina lagi.
"Mereka itu menyayangi aku, dan aku yakin keluarga Mas Rio akan memperlakukan aku sengan sangat baik". Ujar Mawar dengan tegas
Manda yang mendengar ucapan Mawar langsung mengangguk anggukan kepala nya, membenarkan apa yang dikatakan oleh Mawar.
Berbeda dengan Tiara, wanita itu menahan tawa nya karena dia paham. Jika Mawar mengatakan jika mantan suami nyaa begitu menyayangi nya, itu arti nya Mawar sudah mencekoki keluarga itu dengan uang.
"Jadi begini konsep nya, ada uang adik di sayang, gk ada uang adik di tendang". Tiara berujar dan langsung menarik tangan sepupu nya itu untuk meninggalkan kedua makhluk yang masih berada di sana.
__ADS_1