
pagi ini Tiara duduk di atas kursi kebesarannya, wanita itu terdiam sambil menatap kaca yang ada di salah satu sisi ruangannya yang menampilkan pemandangan gedung tinggi ibu kota.
kini pandangan Tiara terarah ke sana, tapi pikirannya sedang fokus ke hal lainnya. dia masih memikirkan tentang ucapan orang tua dari Alfian atau tante Elisa Wijaya pada waktu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Flashback
"Ra, Maafin Bunda atas kejadian tadi ya". Ujar Bunda Ellisa
" Tidak apa apa bun, semua itu di luar kendali kita". Sahut Tiara
"sebenar nya ada yang ingin Bunda sampaikan kepada kamu nak". Ujar Bunda Ellisa lagi seraya menatap Tiara dengan dalam
" Hemm, sebaik nya kita cari tempat lain yang lebih nyaman yuk Bun. agar kita berdua bisa lebih nyaman mengobrol nya". Ujar Tiara
Bunda Elisa dan juga Tiara pun masuk ke dalam mobil dan pergi untuk mencari tempat lainnya, dan mereka berdua tiba di lokasi kedua.
Bunda Ellisa dan juga Tiara pun langsung keluar dari mobil dan berjalan untuk melangkahkan kaki nya menuju tempat yang sudah di sediakan.
Tidak ada obrolan dari mereka berdua sedari tadi, hingga tiba tiba suara Bunda Ellisa memecahkan keheningan yang ada di ruangan VIP itu.
" Hem Nak, Bunda tahu ini pasti sangat mengejutkanmu. tapi Apa tidak sebaiknya kalian...". Ujar Bunda Ellisa memotong perkataan nya
" sebenarnya Bunda nggak enak ngomongin ini sama kamu Nak, karena Bunda juga tahu apa yang sudah terjadi padamu. Bunda sangat mengerti pasti perasaan kamu belum sepenuhnya sembuh dari kejadian masa lalu yang tengah menimpa di dalam rumah tanggamu. Tapi Bunda harap kamu mau menerima anak bunda...". ucap Bunda Elisa sedikit terputus-putus
" Bunda ingin kamu Menikahlah dengan Alfian Nak! ". pinta bunda Elisa dengan lirih
__ADS_1
Deg..
saat itu Tiara hanya terdiam membisu saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan dari Bunda Elisa, Tiara sendiri belum yakin dengan perasaannya saat ini. Karena Wanita itu selalu menganggap bahwa Alfian adalah seorang sahabat dan tak lebih dari itu.
Tiara sendiri masih terdiam seolah ia kehilangan kata-kata mendengar perkataan dari ibu sahabatnya itu
"Bun, aku tahu maksud bunda itu baik, bahkan sangat baik. Aku pun tak menanti dalam pentingnya figur seorang kepala keluarga. tapi untuk kembali membina rumah tangga untuk saat ini aku masih belum siap". Ujar Tiara menjawab pertanyaan dari Ibu sahabat nya itu
Bunda Elisa terlihat tertegun mendengar jawaban dari Tiara, tapi tak lama ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
" tak apa sayang, Bunda mengerti kok, Tapi Bunda berharap setelah kamu siap, kamu bisa menjadi bagian dari keluarga Wijaya". Udah Bunda Elisa sedikit terkekeh, Yang pastinya Tiara tahu itu hanya sebagai Alibi untuk menutupi kekecewaan yang sedang ia alami saat ini, sama seperti perasaan Tiara yang ia rasakan saat itu.
tubuh Tiara terasa melemas saat mengingat kejadian itu, ia menyadarkan tubuhnya pada kursi yang berada di ruangannya. Rasanya seperti tak ada lagi kekuatan untuk sekedar kembali membangun rumah tangga, Rasa trauma tentang berumah tangga masih Membekas pada hatinya.
Tiara Sendiri tak mau terus berdiam diri di ruangannya, dengan sekuat tenaga ia kembali dan duduk untuk menyelesaikan beberapa dokumen yang masih berada di atas mejanya.
wanita itu langsung membuka ponselnya dan melihat aplikasi hijau, ya penasaran dengan status dari mantan kakak iparnya itu sepertinya dari kejauhan kakak iparnya itu sedang membuat Story dengan bertema acara sakral pertunangan seseorang.
Tiara pun langsung membuka Story wa dari mantan kakak iparnya itu, terpampang Jelas jika di dalam foto itu Tengah diadakan acara pertunangan. dan dua orang yang melakukan pertentangan itu adalah Rio dan juga mawar. Tiara pun hanya bisa melihat tanpa berekspresi.
Iya sendiri sudah tahu kalau hal ini akan dilakukan oleh Rio, karena mawar sendiri sudah hamil anak dari Rio.
Yang Tak habis pikir pesan status dari mantan kakak iparnya itu seolah-olah sedang menyindir seseorang, Tapi Tiara sendiri tak ambil pusing dengan kata-kata itu.
wanita itu langsung melihat jam pada pergelangan tangannya dan waktu menunjukkan sore hari, tugas wanita itu membereskan beberapa berkas dokumen dan merapikannya. Tiara pun langsung bergegas untuk pulang.
...****************...
__ADS_1
keesokan harinya setelah kejadian kemarin, Tiara dikabarkan harus berangkat ke Singapura untuk meeting dengan beberapa investor rekan proyek yang ada di sana.
awalnya Tiara ingat reschedule jadwal itu, Entah kenapa perasaan menggebu untuk pergi membuatnya tak nyaman. jadi pada akhirnya Ia memutuskan untuk pergi saja menemui investor rekan proyeknya yang berada di Singapura.
tiba di bandara, Tiara seperti melihat seseorang yang sangat ia kenali. Ia pun mendekat pada sosok itu untuk memastikan dan ternyata benar sosok itu adalah Alfian sahabatnya.
Tiba-tiba saat melihat wajah Alfian Tiara langsung mengingat kejadian di mana perkataan Bunda Elisa kepadanya Tempo lalu
"Alfian? ". siapa Tiara sedikit ragu
" Loh Ra, kamu ada di bandara juga? kamu mau kemana?". Tanya Alfian saat melihat sosok Tiara yang berada di depan nya saat ini, sebenar nya lelaki itu sendiri juga terkejut melihat keberadaan Tiara saat ini, namun ia sendiri tahu apa alasan Tiara berada di bandara.
"Ehh Iya Al, Biasalah ada beberapa proyek yang harus Gue tangani di Singapura". Jawab Tiara
" Loh sama dong Ra, Gue juga mau ke Singapura . gue juga lagi ada pertemuan dengan beberapa investor penting di sana. Jangan jangan kita naik pesawat yang sama lagi Ra? ". Ujar Alfian menduga duga
" Hehehe seperti nya seperti itu sih Al". Ujar Tiara terkekeh, ia sendiri mendadak merasa jika suasana kali ini sangat lucu. kenapa tiba tiba dia bisa mengalami hal seperti ini, tiba tiba saja dia mempunyai jadwal penerbangan yang sama dengan Alfian, bahkan bukan hanya jadwal seperti nya pesawat nya pun juga sama.
"Ya sudah kita berangkat bersama sama aja, kamu dan juga asisten mu belum melakukan chek in kan? ". Ujar Alfian bertanya seraya menawarkan diri untuk berangkat bersama
Karena sedari tadi Tiara memikirkan ucapan dari Bunda Ellisa yang terngiang ngiang di kepala nya, wanita itu sampai tidak menyadari jika ia sekarang sedang bersama dengan asisten nya.
" Ohh Boleh deh, Ya sudah yuk kita chek in terlebih dahulu". Ujar Tiara menanggapi tawaran dari Alfian
"Ya sudah Ayo! ". Sahut Alfian seraya tersenyum ke arah Tiara
akhirnya mereka pun check-in dan menunggu jadwal keberangkatan pesawat bersama-sama, jadwal keberangkatan pun telah tiba. entah itu sebuah kebetulan atau memang takdir, mereka mendapatkan tempat duduk bersebelahan. sepanjang perjalanan yang Alfian fokuskan hanya melihat wajah Tiara. sesekali lelaki itu nampak menoleh ke kursi yang diduduki Tiara, lelaki itu dapat melihat jika wanita itu Tengah terlelap dengan begitu Damainya.
__ADS_1
Alfian hanya mesem-mesem sepanjang pesawat mengudara, Entahlah hatinya terasa sangat bahagia saat ini