Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Rio mulai pasrah?


__ADS_3

Sementara Tiara dan Alvian yang masih berada tak jauh dari toilet pun merasa lega, karena Tiara telah selamat dari perlakuan buruk yang akan di lakukan Rio terhadap wanita itu.


"Kamu tidak apa apa kan Ra, kamu gk sempet di apa apain kan sama mantan suami mu itu?". Tanya Alvian pada Tiara


"I'm ok, Makasih banyak ya Al. Terimakasih sudah menyelamatkan aku dari Mas Rio". Sahut Tiara pada Alvian


"Gk perlu berterimakasih, kebetulan tadi aku ingin ke toilet setelah berbincang dengan Bintang, terus aku mendengar teriakan minta tolong dari suara mu, aku bergegas sampai berlarian menuju ke arah suara mu berada, karena aku takut kamu mengalami hal buruk. Dan ternyata memang benar, kamu hampir di lecehkan oleh Rio brengsek itu". ucap Alvian menjelaskan


Sebenar nya Alvian datang ke gedung pengadilan imi karena Bintang yang mengabari nya jika saat ini Ia dan Tiara sedang berada di gedung pengadilan agama guna menghadiri proses perceraian antara Tiara dan Rio.


Hingga Alvian pun tanpa fikir panjang langsung menancapkan pedal gas nya menuju ke arah gedung pengadilan berada, saat telah bertemu dengan Bintang, Alvian tak mendapati Tiara berada di sana. Seketika Alvian bertanya dan Bintang pun menjawab jika Tiara saat ini sedang pergi ke kamar kecil.


Alvian pun yang tak sengaja ingin buang air kecil juga langsung meminta izin kepada Bintang untuk pergi ke toilet dan berjalan menuju arah toilet berada, lelaki itu juga ingin memastikan keberadaan Tiara.


Sehingga saat Alvian semakin dekat menuju ke arah toilet, diri nya mendengar suara teriakan minta tolong dari suara yang sangat familiar, siapa lagi orang nya kalau bukan Tiara.


Dia bergegas dan berlarian mendekati, dan ternyata memang benar jika Tiara dalam keadaan sedang dalam bahaya.


"Memang Pria brengsek mantan suami mu itu Ra". Ucap Alvian dengan geram


"Sudahlah Al, yang terpenting saat ini aku merasa lega jika saja kamu tidak menyelamatkan ku tepat waktu sudah bisa di pastikan hal buruk akan terjadi padaku". Ucap Tiara


"Oh ya Al, kok kamu bisa ada di sini?". Tanya Tiara ingin tahu

__ADS_1


Akhir nya Alvian pun menjelaskan bagaimana kejadian hingga akhir nya lelami itu berada di gedung pengadilan saat ini.


"Ya sudah Ra, yuk kita pulang sekarang kakak mu sudah menunggu dari tadi". Ajak Alvian sambil menggandeng tangan Tiara


Tiara yang merasa tangan nya di gandeng oleh Alvian sontak terdiam mengikuti langkah kaki pria yang berada di depan nya.


Mereka berdua pun akhir nya melangkahkan kaki nya bersama dengan tangan Alvian menggenggam tangan Tiara.


Mereka berdua pun tiba di parkiran dan langsung melihat Bintang yang sedang menunggu di dalam mobil nya.


Bintang sendiri yang melihat Alvian menggenggam tangan adik nya dengan raut wajah kesal dan marah, Tiara pun sama raut wajah nya terlihat ketakutan. sontak dia mengerutkan dahi nya. Bintang bingung apa ada yang terjadi? Kenapa dengan raut wajah yang di tunjukan mereka seperti itu?.


"Kalian kenapa?". Ucap Bintang yang langsung keluar dari dalam mobil nya saat melihat Alvian dan Tiara berada di sana.


"Bohong kak, tadi Mantan suami adik mu itu membuat gara gara. Pria brengsek itu hendak mencium Tiara di toilet, itu sudah termasuk melakukan pelecehan terhadap perempuan". Ucap Alvian menjelaskan


Sontak tangan Bintang mengepal menahan amarah nya saat mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Alvian, bagaimana bisa pria brengsek itu akan melakukan hal menjijikan seperti itu terhadap adik nya di saat status mereka berdua telah resmi berpisah.


"Shiitt... Brengsek, awas saja aku akan membuat perhitungan kepada lelaki bajingan itu". Ucap Bintang dengan rasa amarah yang tengah menyelimuti diri nya saat ini


"Tenang kak, sabar. Yang terpenting saat ini aku tidak apa apa. Alvian telah menolongku tadi dari Mas Rio, dan Alvian juga telah memukul wajah Mas Rio". Ucap Tiara menenangkan Bintang.


Tiara sendiri tidak mau jika kakak nya melakukan hal seperti itu, yang terpenting menurut wanita itu diri nya tidak mengalami hal buruk sudah membuat nya merasa tenang dan lega.

__ADS_1


"Sudahlah kak, yuk kita pulang sekarang juga. Kan masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan di perusahaan ya kan". Ucap Tiara membujuk kakak nya agar tak terpancing dengan emosi di dalam diri nya.


Akhir nya Bintang pun menganggukan kepala nya, dia menyetujui untuk pulang, namun dia tidak menyetujui tentang ucapan Tiara yang membiarkan pria brengsek itu berkeliaran dengan tenang. Rencana nya Bintang akan membuat perhitungan kepada Rio, sebagai sebuah pelajaran yang tidak akan lelaki itu lupakan.


Mereka bertiga pun melangkahkan kaki nya menunu mobil mereka masing masing, di mana Bintang bersama Tiara dan Alvian sendiri di dalam mobil nya.


Sedangkan di tempat lain keluarga Rio baru sampai di rumah nya, mereka bertiga turun dengan perasaan Marah, kecewa, dan kesal.


Tadi sebelum pulang ke rumah Bu Ningsih, Rio sudah mengantarkan Mawar terlebih dahulu ke rumah nya. Karena Mawar sendiri mengatakan jika diri nya saat ini sedang tidak enak badan dan butuh istirahat, maka nya Rio langsung mengantarkan nya pulang.


Hingga saat ini Manda dan Bu Ningsih Kesal karena mereka tak bisa mendapatkan harta gono gini dari Tiara, padahal mereka berdua telah memiliki rencana untuk menghabiskan uang tersebut.


Namun sayang, rencana tinggalah rencana. Bayangan akan hidup Hedon sudah menari nari di kepala mereka, namun sebuah kenyataan seakan menampar mereka dengan sangat keras. Turun dari mobil saat ini pun mereka berdua terus menggerutu yang bisa mengekspresikan rasa kekesalan di hati nya.


"Dasar wanita sialan, wanita licik!". Ucap Bu Ningsih berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menghempaskan bobot tubuh nya di sofa kesayangan nya. Sedangkan Manda, wanita itu kebih memilih langsung masuk ke dalam kamar nya


"Arrggg, harus nya kamu sewa pengacara yang jauh lebih terkenal dari pengacara nya Tiara Yo. Jadi kita tidak akan kalah dan tidak mendapatkan harta gono gini seperti ini!". Ucap Bu Ningsih Geram


"Kok malah nyalahin Rio sih Bu, kan Ibu tahu sendiri keuangan Rio saat ini belum stabil. Rio aja masih pusing mikirin tentang permintaan keluarga Mawar, eh Ibu sekarang malah nyalahin Rio karena gk berhasil dapetin harta gono gini. Kan sudah berkali kali Rio katakan, jika harta itu mutlak milik Tiara Bu, Rio gk berhak untuk mengambil nya sepeserpun". Ucap Rio menjelaskan


"Halah, gk usah sok ngajarin Ibu. Kamu sendiri yang bodoh, lembek banget jadi laki laki makanya Tiara bisa menindas kamu seperti ini". Ucap Bu Ningsih bersungut sungut karena tak mau di salahkan


Sedangkan Rio tak menanggapi ucapan Ibu nya, lelaki itu memutuskan untuk langsung melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2