
sebuah erangan keluar bersamaan dengan puncak duniawi yang sudah di raih, tubuh Alfian ambruk menimpa tubuh Tiara di bawah nya.
ini bukan kali pertama pelepasan itu mereka dapatkan, tapi seperti nya saat ini mereka harus benar benar beristirahat.
"Al, Berat..". Keluh Tiara
Alfian langsung menghempaskan tubuh nya ke samping, dan memeluk erat tubuh Tiara yang juga sama polos nya dengan nya, Alfian menghujani pipi Tiara dengan banyak kecupan karena merasa gemas dengan wanita yang sudah Sah menjadi istri nya itu.
setelah selesai akad nikah, malam nya Alfian langsung memboyong Tiara untuk pergi ke hotel.
" Aduhhh.. Al, Geli...". Tiara kembali protes seraya menutup bibir milik Alfian dengan tangan nya, untuk menghalau agar lelaki itu tak menghujani nya dengan ciuman
"Makasih ya istriku, kamu ini sangat dahsyat!".
"Hemm Dahsyat sihh, tapi gk perlu kayak orang lagi kejar setoran taukk!! Pegel semua ni badan aku". Protes Tiara pura pura memasukkan Bibir nya dan langsung di kecup singkat oleh Alfian
Emang dasar ya si Alfian benar benar menggempur Tiara, istilah nya tidak ada kata malu malu kucing.
Jadi sesampai nya di hotel, Lelaki itu langsung sat set sat set lepas kendali. untung nya Alfian masih memikirkan kenyamanan Tiara, walaupun itu bukan pertama kali nya bagi dia.
"Kok kamu yang pegel sih? padahal aku yang kerja kan?". Ucap Alfian
Satu pukulan kembali Tiara layangkan, membuat lelaki itu tertawa puas dan semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh Tiara.
" Hehehe... habis nya enak sih, sumpah". Ucap Alfian sambil menyengir menampilkan deretan gigi putih nya
"Al..!!". Protes Tiara yang tersipu malu dengan perkataan Alfian
Alfian kembali tertawa dengan keras, lelaki itu sangat bahagia sampai rasa nya ingin selalu tertawa.
tiba tiba saat suatu hal terlintas di fikiran nya, lagi dan lagi ia kembali tertawa.
Tiara yang merasa aneh langsung melepaskan pelukan suami nya dengan mengerutkan kening menatap ke arah Alfian, lelaki itu masih tertawa dengan tubuh yang kini sudah terlantang.
__ADS_1
Tiara semakin merasa heran, bahkan ia menggeser tubuh nya. Lalu duduk dengan tangan yang membekap selimut untuk menutupi tubuh bagian depan nya.
"Al, Kamu kenapa sih?". Tanya Tiara
bukan nya menjawab, Alfian hanya tertawa dengan keras
"kamu kenapa Al?". Suara Tiara lebih tinggi
tidak lucu kan, kalau Alfian yang belum satu hari menjadi suami nya sekarang sudah kesurupan.
tidak ada tanda tanda Alfian berhenti Tertawa, Tiara langsung mengambil bantal lalu memukul punggung Alfian.
" Aduh Sayang, sakit!". protes Alfian yang membuat Tiara mengeluarkan nafas nya dengan lega
"Lagian Kamu kenapa sih, Kok kayak orang kesurupan gitu?". Tanya Tiara penasaran
"aku lagi senang aja, ternyata pusaka ku ini masih kuat Sayang dan nggak karatan hehehe". Jawab Alfian yang tak tahan diri lagi untuk kembali Tertawa
Tiara lalu turun dari atas tempat tidur untuk menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
" Eh sayang, Tunggu.. Ayo coba kita lakukan di kamar mandi".
dengan secepat kilat Alfian bangkit dan berlari menyusul Tiara untuk ikut ke kamar mandi
...****************...
akhir nya pagi ini mawar di persilahkan untuk pulang, semua administrasi nya selama di rumah sakit sudah di bayarkan oleh Rio. dan kali ini tentu saja Ia pulang sendiri, tanpa kehadiran Rio yang datang menjemput nya.
sesampai nya di rumah kontrakan keluarga bu Ningsih, mawar pun langsunge mengetuk pintu rumah tersebut dan tak lama kemudian pintu pun terbuka menampakkan Manda yang membuka nya
"Mawar?". Gumam Manda
" Mbak, bolehkah aku masuk? ". Tanya Mawar, belum sempat Manda menjawab terdengar teriakan ibu nya
__ADS_1
" Siapa itu Man??". teriak Bu Ningsih dari dalam
"Loh, kamu rupa nya? untuk apa kamu datang kemari hah? belum puas kamu membuat hidup kami menderita hah? belum puas? gara gara kamu, kami harus kehilangan semua harta bahkan rumah peninggalan suami ku juga habis tersita untuk menikahimu yang nyatanya hanya ZONK!!!". Bentak Bu Ningsih saat melihat Mawar datang, rasa Amarah tiba tiba memuncak saat melihat sosok orang yang sangat di benci nya
"Bu sudah, Biarkan dulu Mawar masuk. Kita bicarakan semua nya dengan baik baik". Bijak Manda yang juga sudah sedikit demi sedikit mengalami perubahan
Semenjak di tipu dan tinggalkan oleh suami nya, Manda langsung tersadar jika rasa sakit yang ia Terima itu pasti Tiara juga merasakan nya
Manda tahu, jika Tiara pasti menerima rasa sakit yang jauh lebih dari pada yang Manda rasakan, saat keluarga nya malah mendukung perpisahan Rio dan Tiara.
Mawar, dan Bu Ningsih terduduk di kursi tua itu dengan saling tak ada yang membuka obrolan. sedangkan Manda berjalan menuju kamar Rio untuk memanggil nya.
Sedari tadi Bu Ningsih melihat Mawar dengan tatapan tajam, sedangkan Mawar sendiri memilih acuh dan menghiraukan nya.
Sampai Manda dan Rio datang ke ruang tamu itu, suasana masih hening tak ada pembicaraan.
"Mawar, untuk apa kau datang kemari?". Ucap Rio yang mengerutkan dahi nya ketika melihat Mawar
" Mas!! aku ini masih istrimu, jadi tidak salah kan jika aku datang ke sini". Ujar Mawar
"Heh kau!! dasar perempuan tak tahu malu, sudah kau bohongi putra ku dengan mengatakan jika bayi itu adalah anak putra ku, kau dengan tak tahu malu datang ke sini dan mengaku jika Rio masih suami mu? Ciihhh!!". Bu Ningsih berdecih kesal
"Sudah ya Bu, kamu tidak ada urusan antara aku dan Mas Rio. jadi tolong jangan ikut campur urusan rumah tangga kami!". Geram Mawar kesal karena mertua nya itu selalu ikut campur dalam urusan nya
"Heh!! dasar wanita sundal tak tahu malu, kurang ajar sekali kau...". Belum sempat melanjutkan, perkataan nya itu sudah di potong oleh Rio
" Sudahlah Bu, Biar Rio yang urus semua ini". Sahut Rio
"Mawar, sudah aku katakan bukan saat kau berada di rumah sakit? aku akan menceraikan mu dan mumpung kamu berada di sini, ya sudah mari kita laksanakan dan Terima hadiah ini untuk mu".
"Mawar Binti Ahmad, hari ini saya Rio anggara mentatalak kamu dengan talak tiga dan semua tanggung jawabku dari kehidupan mu gugur sudah. aku bebaskan engkau dan kita bukan lagi suami istri". Ujar Rio dengan Lantang
" Mas... jangan, aku mohon". Ucap Mawar dengan air mata yang menetes di pipi nya seraya menggelengkan kepala nya karena tak percaya jika Rio akan menceraikan nya begitu saja
__ADS_1