
Bu Ningsih langsung bergegas mengikuti orang yang telah membantu Rio untuk mengantar lelaki itu ke rumah sakit, wanita paruh baya itu syok karena mendapati Rio yang pingsan dengan wajah lebam lebam sebab kejadian pengeroyokan tadi. Sepanjang perjalanan diri nya tak berhenti meraung menangis histeris.
Kebetulan pada saat hendak membawa Rio ke rumah sakit Manda baru saja sampai, dan dia juga terlihat sangat syok melihat kondisi adik nya penuh luka lebam habis di hajar oleh seseorang. Kini mereka berdua menaiki sepeda motor nya dengan kecepatan tinggi.
Manda beruntung karena saat ini Alex sedang berada di rumah, jadi laki laki itu bisa menjaga Risa anak nya. Jauh di dalam lubuk hati Manda, wanita itu juga merasa sangat ketakutan saat melihat kondisi Rio babak belur.
Manda mengutuk siapa pun yang telah melakukan hal tersebut kepada adik nya, karena Bu Ningsih dan juga orang orang yang melihat waktu kejadian nya mengatakan ada 3 orang yang mengeroyok adik nya.
salah satu di antara mereka berpenampilan lebih necis ketimbang yang lain nya, dan orang itu lah yang pada saat kejadian mengucapkan beberapa kalimat kepada Rio. Hingga setelah mendengar perkataan dari lelaki itu yang membuat Rio langsung jatuh pingsan.
Bu Ningsih dan Manda tentu saja merasa sangat khawatir serta ketakutan, mereka berdua mengira jika Rio terjebak oleh seorang rentenir ataupun depkoleptor yang marah dan telah kehilangan kesabaran nya Karena Rio tidak membayar uang yang telah di pinjam nya. Sehingga membuat Rio di kroyok seperti ini, Bu Ningsih dan juga Manda mengira Rio meminjam sejumlah uang untuk biaya pernikahan nya dengan Mawar.
Saat sampai di Rumah Sakit yang tak jauh dari komplek rumah nya, Bu Ningsih langsung berlarian menuju ke arah ruangan yang ditunjuk oleh orang orang tadi yang sudah menolong Rio untuk membawa nya ke Rumah sakit terlebih dahulu.
Orang orang itu sengaja menunggu kedatangan keluarga Rio, baru jika sudah datang orang orang itu pergi dari sana.
"Kamu kenapa bisa jadi seperti ini Yo? Siapa yang telah menghajar kamu sampai babak belur seperti ini?". Tanya Bu Ningsih bertubi tubi dengan nada histeris
Namun Rio tentu saja tidak menjawab, karena saat ini kondisi Rio sendiri belum sadarkan diri dari pingsan nya dan belum siuman.
__ADS_1
Akan tetapi luka luka yang berada di seluruh tubuh Rio sudah di tangani oleh tenaga medis yang berada di Rumah sakit itu.
Luka luka yang mengeluarkan darah sudah di obati dan di tutupi menggunakan perban, sedangkan untuk luka luka lebam dan memar juga sudah di obati.
Manda juga ikut menangis melihat kondisi adik nya yang seperti itu, dia mengusap pundak Bu Ningsih dengan sangat lembut bermaksud untuk menguatkan Ibu nya yang sedang menangis itu, berharap kalau hal itu bisa memberikan ketenangan untuk Bu Ningsih.
"Manda, lihatlah adik mu itu. Siapa yang melakukan hal ini pada nya? Hiikkss.. Hikkss.. Hikkss". Ucap Bu Ningsih menangis tersedu sedu
Wanita paruh baya itu menggenggam tangan anak lelaki nya itu dengan penuh kehati hatian, sampai sampai dia tidak ingin jika sentuhan nya membuat putra nya merasakan kesakitan. Karena putra nya saat ini tengah berbaring dengan keadaan yang sangat lemah.
"Aku juga gk tahu Bu, orang orang tadi juga tidak ada yang tahu dan mengenal siapa yang sudah menghajar Rio. Tapi aku curiga jika orang orang itu tidak mau terlibat lebih jauh, bisa saja kan mereka sebenar nya tahu siapa yang sudah memukuli Rio. Tetapi mereka tidak mau bicara karena takut berurusan dengan orang itu". Ucap Manda berfikiran negatif kepada orang orang yang sudah tulus membantu adik nya itu, namun dia masih saja bersikap seperti itu.
"Jika Ibu tahu siapa orang nya, Ibu akan menuntut dia. Karena sudah membuat anak ku babak belur seperti ini!". Kata Bu Ningsih lagi
"Sudahlah Bu, sekarang yang terpenting kita harus menunggu Rio sadar dan kita akan bertanya siapa orang yang telah memukuli nya. Karena cuma Rio yang tahu siapa orang orang itu". Ujar Manda seraya menghela nafas lelah
"Kenapa masalah selalu datang terus di kehidupan kita Bu? Manda lama lama gk kuat menghadapi masalah yang ada". Ujar Manda lagi
"Ya Ampun Manda, siapa juga yang mau terkena masalah bertubi tubi. Udahlah gk usah bahas yang lain lain, sekarang kita tunggu adik mu sampai sadar. Karena setahu Ibu saat ini adikmu hidup nya lurus lurus aja, bahkan Rio sendiri yang tidak memperbolehkan kita meminjam uang kepada Rentenir. Lah sekarang malah adik mu yang berurusan dengan orang orang seperti itu? Apa dia meminjam uang untuk pernikahan nya dengan Mawar ya?". Ucap Bu Ningsih bingung
__ADS_1
"Ya nggak mungkin Bu, kalau Rio minjem uang kenapa dia gk cerita sama kita? Kalau pun minjem, masak baru minjem udah di pukulin kayak gini. Aku curiga Rio udah berbuat sesuatu sama orang jahat". Jawab Manda
Kedua orang itu terus mengobrol, membicarakan siapa pelaku pengroyokan terhadap Rio, serta motif apa yang di lakukan nya sehingga tega membuat Rio babak belur seperti ini.
Mereka berdua kompak menatao wajah Rio yang masih menutup mata nya, seolah lelaki itu masih tertidur dengan sangat tenang. Padahal kenyataan nya adalah, lelaki itu babak belur dengan banyak luka lebam dan memar di wajah nya.
Ruangan itu begitu hening, karena baik Bu Ningsih dan juga Manda sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Mereka berdua seolah olah tenggelam dalam fikiran mereka masing masing dan membiarkan suasana di ruangan itu menjadi hening seketika.
Sehingga terdengar suara yang membuyarkan lamunan mereka berdua
"Bu...".
Suara Rio yang terdengar serak tiba tiba memecahkan keheningan, baik Bu Ningsih dan Manda langsung menoleh ke arah Rio.
Mereka berdua membantu Rio yang ingin duduk dan menyusun bantal di belakang punggung laki laki itu sebagai tumpuan penopang tubuh nya.
Berkali kali Rio terlihat meringis menahan kesakitan, apalagi sesekali Manda dan Bu Ningsih tidak sengaja menyenggol bagian tubub Rio yang lebam dan luka.
Terlihat jika sudut bibir Rio sedikit robek, Meski sudah di obati rasa sakit masih sangat terasa bagi Rio. Dia merasakan rasa sakit yang sangat kuat menyebar ke seluruh tubuh nya, walau sudah di obati tapi tetap saja tidak bisa membendung luapan rasa sakit itu
__ADS_1