Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Alfian kecelakaan


__ADS_3

Tiara melangkahkan kaki nya memasuki gedung pencakar langit di ibu kota, gedung pusat dari segala bisnis yang di miliki oleh keluarga Mahesa.


senyum ramah yang tercetak di bibir nya tak pernah luput kala para karyawan yang tidak di hafal nama nya menyapa diri nya.


Tiara masuk ke dalam lift, menutup pintu lift tersebut dan menekan tombol lantai di mana ruangan nya berada.


kini ia keluar dari dalam lift melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan nya.


Anisa, Sang Asisten menyambut Tiara dengan senyum yang cerah


"Kayak nya ada yang lagi senang nih". Goda Tiara sebelum masuk ke dalam ruangan


" Hehehe Iya Bu, hari ini saya di ajak kencan sama doi saya". jujur Anisa sambil tersenyum malu malu


kedua nya memang cukup akrab, karena perbedaan usia mereka yang hanya berjarak 1 tahun, tapi soal kemampuan Tiara memberikan dua jempol nya terhadap Annisa karena memiliki pengalaman kerja yang sangat baik sejak dia lulus dari sekolah.


"Pantesan, Ya udah bisa tolong ambilkan saya teh". Pinta Tiara


"bisa Bu, dengan senang hati".


"Oke saya tunggu, Terima kasih ya An".


"Baik Bu".


Tiara masuk ke dalam ruangan nya, duduk di kursi kebesaran nya. hari ini Tiara juga merasa senang karena Setelah sekian lama akhir nya bintang kembali ke kantor, sudah bisa di pastikan Jika pekerjaan Tiara akan sangat berkurang.


Ia membuka laptop nya kemudian menekan tombol power, sambil menunggu laptop nya siap, Tiara memeriksa beberapa berkas yang telah di siapkan oleh Anisa di atas meja kerja nya.


"ini Bu teh nya". Ujar Anisa sambil meletakan secangkir teh di meja Tiara


"Terimakasih, taruh di situ ya... oh ya Anisa aku mau cerita nih tentang kemarin pas waktu aku ke rumah keluarga Alfian".


"Oh ya gimana Bu? Apakah ibu sudah dapat lampu hijau dari keluarga Besar Tuan Alfian". Goda Anisa


lalu Tiara pun menceritakan Bagaimana kondisi diri nya berada di rumah keluarga Alfian dan tentang kejadian tante Wati terhadap nya.


"Kalau menurut saya Ya Bu, Ibu jangan ragu kenyataan nya kita nggak bisa buat semua orang suka sama kita, pasti akan ada orang yang nggak suka di luar sana bahkan orang yang bersikap baik saja, asli nya bisa saja dia nggak suka sama kita. wajar kalau ibu punya ketakutan, karena pengalaman buruk di masa lalu, tapi bukan berarti karena hal itu membuat Ibu mundur dan takut, kalau begitu terus ujung nya ibu yang akan diam di tempat dan tidak akan melangkah maju. ada lebih banyak orang yang suka dan sayang sama ibu dan juga Tuan Alfian, sekalipun suatu hari ada masalah, Ibu bisa pergi ke keluarga untuk mencari solusi. kalau memang ibu dan Tuan Alfian tidak bisa menemukan solusi nya bersama, Berbagilah kepada keluarga seperti Tuan Bintang, Tuan Bintang pasti akan selalu berusaha melindungi ibu, termasuk kebahagiaan ibu dan juga Tuan Alfian. karena adik akan tetap menjadi adik, sekalipun Ibu dan Juga Tuan Alfian sudah menikah dan mempunyai pasangan masing masing. dulu Ibu memang nggak punya tempat untuk mengadu, jadi merasa sendiri dan tidak ada yang mendukung. sekarang semua nya sudah berubah Bu, Ibu punya saudara seperti Tuan bintang, dan kedua orang tua Alfian, jadi jangan takut dan jangan ragu menjalani hubungan ibu sama Alfian dengan baik. kalau memang sudah siap jangan ragu untuk ke jenjang pernikahan". jelas Anisa panjang lebar, anisa menjelaskan dengan bijak yang benar-benar memberikan sebuah pencerahan kepada Tiara.


"makasih ya Nisa, kamu udah kasih aku pencerahan, aku jadi semakin Yakin sekarang" ujar Tiara tersenyum ke arah wanita yang berada di hadapan nya

__ADS_1


"Iya Bu, Pokok nya Ibu harus abaikan orang jahat. orang kayak gitu kalau kita mengalah pasti dia malah senang dan makin seenak nya, jadi harus di lawan, Biar dia tahu kalau dia itu bukan segala nya, bukan orang paling hebat yang omongan nya harus di turuti". Ujar Anisa,


Tiara mengangguk sambil tersenyum , Anisa benar.


Tante Wati tidak akan membuat Tiara mundur dengan segala hal yang sudah Alfian lakukan untuk nya, Tiara akan ikut berjuang membawa hubungan mereka dengan maju dan tidak akan mundur ataupun Diam di tempat.


Tiba-tiba ponsel nya berdering, Tiara langsung mengalihkan pandangan nya ke arah ponsel yang berada di atas meja.


segera Tiara ambil dari atas meja dan memeriksa nya, panggilan tersebut ternyata dari Alfian.


"Hallo.. ".


"Halo selamat pagi dengan saudara Tiara? ". Tanya sang penelpon


"iya betul ini dengan siapa?". Ucap Tiara terkejut dengan suara yang asing, padahal penelpon itu menggunakan nomor Alfian


"Saya dari pihak rumah sakit Medika utama, mau menyampaikan, Jika Bapak Alfian baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit".


lagi-lagi Tiara terkejut, semangat nya langsung hancur, tubuh nya yang sedari tadi terduduk langsung bangkit berdiri dari kursi.


Tanpa babibu ia mengambil tas, melangkahkan kaki nya dengan cepat untuk keluar dari kantor, Anisa yang sedari tadi melihat tingkah laku dari bos nya itu sedikit heran.


"semua Agenda saya hari ini tolong di undurkan". pesan Tiara dengan cepat kepada Anisa yang masih berada di dalam ruangan itu


Tiara hanya diam dan tidak ingin mengganggu, ketika selesai dan pihak polisi keluar dari ruangan, barulah Tiara mendekat ke arah Alfian.


"Al, kenapa bisa seperti ini?". ujar Tiara dengan kesal dan juga ia merasa lega melihat kondisi Alfian tidak mengalami luka yang serius


" Hehe Maaf ya Sayang". ujar Alfian menampilkan deretan gigi nya, lelaki itu tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.


"Kok bisa sih kamu seperti ini?". tanya Tiara yang duduk di kursi samping brankar Alfian


"ya maaf, ini emang semua benar-benar keteledoran aku,salah aku yang nggak menepi pas mau ambil Hp aku yang tiba tiba jatuh, aku kaget karena dari depan ada yang mau nabrak mobil aku, jadi aku refleks banting stir ke Kiri dan itu pembatas jalan". jelas Alfian


"Ya ampun, tapi gk ada korban lagi kan? "


"Untung nya gk ada, cuma aku aja kok jangan".


" Please Al, jangan kayak gitu lagi ya, kalau dalam berkendara kesalahan kecil pun bisa jadi fatal".

__ADS_1


"ya Maaf ya Sayang".


"Terus kata dokter gimana? ".


"ya nggak papa, cuma mungkin sedikit memar tapi tadi aku juga sempet pingsan sih, maka nya aku mau tes lanjut buat pastiin nggak ada luka dalam".


"Iya semoga aja nggak ada yang parah".


"Maaf ya Sayang". ujar Alfian berulang kali meminta maaf


"Ya udah kejadian juga, yang penting kamu nggak ada luka parah". Ucap Tiara


Tiara mengurus segala administrasi, lalu Alfian di pindahkan ke ruang rawat, Tiara juga sudah mengabari kedua orang tua Alfian tentang apa yang terjadi.


Tidak lupa Tiara menghubungi bintang, untuk menghandle pekerjaan nya sementara waktu.


pintu kamar tiba-tiba terbuka, baik Tiara dan Alfian langsung menoleh dan melihat sosok yang datang adalah Bunda Ellisa.


"Ya ampun, kamu ngapain sih, Kok bisa sampai kayak begini?". Ujar Bunda Elisa menghamoiri Brankar Alfian


"Tennag Bun, Alfian gk kenapa kenapa kok, gk ada yang parah juga".


"kamu ini bandel ya, orang tua mana yang nggak khawatir dengar anak nya kecelakaan".


akhir nya mereka bertiga berbincang-bincang di ruang rawat inap Alfian


...****************...


Berbeda dengan Manda, kini wanita itu sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor polisi untuk menjenguk mantan suami mokondo nya dan valakkor.


"Sudah siap Mbak?". Tanya Rio


" Sudah, ayo jalan sekarang". Jawab Manda


Sesampai nya di kantor polisi, Rio dan Manda melangkahkan kaki nya masuk ke dalam.


Kini Mereka berdua sedang duduk di sebuah ruang tunggu, terlihat dua orang polisi membawa seseorang mendekat ke arah Rio dan Manda.


Dari kejauhan bisa terlihat tatapan tajam dari orang tersebut, yang tak lain adalah Alex.

__ADS_1


Alex memandang Rio dan Manda dengan tatapan Amarah penuh kebencian.


"Untuk Apa Kalian Datang kemari!!!". Teriak Alex


__ADS_2