Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Melabrak Tiara


__ADS_3

Motor pun melaju dengan sangat kencang membelah jalanan, bahkan sudah banyak klakson dari pengendara lain nya yang merasa kesal terhadap laju motor yang di kendarai Manda.


"Man, Jangan kencang kencang bawa motor nya. Duhh Ibu takut ini". Ujar Bu Ningsih yang ketakutan seraya berpegangan kepada anak nya itu


"Duhhh Ibu ini, tadi minta nya cepet sekarang malah protes. Mau nya apa sih Bu!". Sahut Manda yang kesal karena sedari tadi Ibu nya itu kebanyakan protes jika laju motor di pelan kan, wanita paruh baya itu juga akan protes menyuruh nya agar membawa kendaraan dengan cepat, setelah laju motor itu cepat dia juga akan protes.


Akhirnya Motor yang di tumpangi oleh Manda dan juga Bu Ningsih bisa mengejar laju mobil yang di kendarai oleh Tiara, karena memang suasana jalanan pada sore ini sedikit macet sebab bertepatan dengan banyak nya aktifitas orang saat pulang kerja. Kemacetan itu jadi memudahkan motor Manda untuk menyusul laju Mobil Tiara.


Motor pun terus melaju mengikuti lajur mobil itu, hingga mobil yang di kendarai oleh Tiara berbelok ke arah sebuah perumahan elit yang tidak semua orang bisa menempati perumahan tersebut. Hanya kalangan atas saja yang bisa mempunyai Rumah di sana.


Manda pun terus mengikuti mobil itu, dia juga membelokkan motor nya ke arah perumahan elit itu, namun Manda dan juga Bu Ningsih di stop oleh satpam yang menjaga lingkungan perumahan tersebut.


"Permisi Bu, seperti nya anda bukan warga sini. Bisa saya bantu?". Ujar satpam itu bertanya dengan ramah


"Aduh Gimana ini Man, bisa di usir lagi kita!". Ujar Bu Ningsih pelan


"Ibu tenang aja, serahin semua sama Manda!". Ucap Manda


"Hemm Gini pak, saya mau ke rumah saudara saya nama nya Tiara yang punya perusahaan besar itu loh pak dan ini mertua dari Tiara, barusan sekali dia menyuruh kami untuk mengikuti nya dari arah belakang". Ujar Manda berbohong kepada satpam itu


"Oh Nona Tiara dari keluarga Mahesa ya, benar?". Tanya Pak satpam memastikan


"Benar Pak, kalau boleh tahu rumah nya yang mana ya pak. Soal nya saya kan baru pertama kali ke sini, dan bapak malah memberhentikan saya waktu mengikuti mobil Tiara". Ujar Manda


"Oh Rumah Nona Tiara Nomor 11 yang pagar nya menjulang tinggi, Rumah paling besar yang ada di perumahan ini". Ujar sang satpam menjelaskan dengan detail


Manda pun hanya menganggukan kepala nya saat pak satpam itu menjelaskan, wanita itu tengah syok saat pak satpam menjelaskan jika rumah Tiara adalah Rumah yang paling besar di perumahan ini.

__ADS_1


Sama hal nya dengan Bu Ningsih, wanita paruh baya itu nampak terkejut dan tak percaya dengan perkataan satpam tersebut.


"Bapak yang benar dong ngasih info, masak rumah Tiara adalah rumah yang paling terbesar di perumahan ini! Jangan bercanda ya pak!". Ucap Bu Ningsih masih tak percaya


Pasal nya semua Rumah yang berada di perumahan ini rata rata besar besar dan luas, jika rumah itu masih terbilang biasa lalu bagaimana dengan rumah Tiara yang di bilang oleh pak satpam, jika rumah Tiara Terbesar di perumahan ini.


"Loh Ibu, ngapain saya bercanda memang benar kok, silahkan saja kesana. kata nya Ibu ini Mertua nya, masak gk tahu kehidupan menantu nya sih!". Ujar Pak satpam sedikit curiga, pertama dia percaya saja jika kedua wanita beda usia itu saudara dari Tiara, dan akan berkunjung ke rumah nya.


"Ya sudah pak, kami permisi dulu ya. Terimakasih informasi nya, Pasti Tiara sudah menunggu kami". Ucap Manda dengan cepat seraya tersenyum, wanita itu tahu jika sang satpam sudah mulai curiga terhadap nya. Jadi dia buru buru saja pergi dari pada satpam penjaga perumahan itu mulai curiga. Bisa bisa dia dan Ibu nya tak bisa masuk untuk menemui Tiara, padahal target sudah di depan mata


Motor pun melaju dengan pelan, Manda dan Bu Ningsih menengok ke kanan dan kiri untuk memastikan rumah nomor 11 yang di katakan jika Rumah itu rumah terbesar di perumahan ini.


Memang tidak sulit mencari rumah itu, karena rumah itu memang terlihat lebi!h mencolok dari rumah rumah yang lain nya.


Bu Ningsih dan Manda terkagum kagum melihat Rumah mewah dan sangat megah yang ada di hadapan nya saat ini, meski gerbang nya tinggi menjulang tapi mereka berdua bisa melihat jika Rumah itu pasti sangat Mewah.


"Bu, Mewah sekali Rumah si Sialan itu!. Enak sekali ya hidup nya saat ini, pantas saja dia sekarang terlihat sangat cantik dan berkelas. Kita gk boleh diam aja Bu, kita harus menuntut ganti rugi. Enak saja selama ini dia enak enakan menikmati harta ini sendirian, ada bagian Rio juga di dalam harta itu!". Ujar Manda yang nampak sangat iri melihat harta dan juga kemewahan yang di miliki oleh Tiara


Saat mereka berdua tengah berbincang bincang di motor, salah seorang satpam yang bekerja di Rumah Tiara keluar, karena merasa aneh dengan motor yang tiba tiba berhenti di depan halaman Rumah majikan nya.


"Permisi ada yang bisa di bantu Bu?". Tanya sang satpam


Saat Pak satpam keluar, gerbang kecil yang hanya muat untuk 1 orang itu di biarkan terbuka begitu saja. Jadi bisa terlihat dengan jelas bagaimana bentuk Rumah itu. Manda dan Bu Ningsih nampak tertegun melihat bangunan yang sangat Megah dan Mewah itu.


"Hem gini Pak, apa benar ini Rumah Tiara?" Ujar Manda bertanya karena kurang percaya jika Tiara mempunyai tempat tinggal yang sangat Mewah seperti ini


"Iya, Benar mbak. Ada keperluan apa dengan majikan saya?".

__ADS_1


"Hem begini pak, kami saudara nya Tiara dan ini Ibu Mertua nya Tiara. Tiara ada di rumahkan? Karena kami ingin bertemu dengan nya". Ucap Manda


"Oh Baik Mbak, saya sampaikan dulu kepada Nona Tiara. Tunggu sebentar ya di sini". Ucap Pak satpam hendak masuk untuk menanyakan kepada majikan nya itu


Namun saat ia hendak melangkahkan kaki, Bu Ningsih yang tak sabar malah langsung menyerobot dan mendahului si satpam


"Maaf Bu, harap tunggu di luar dulu ya. Saya harus tanya dulu sama majikan saya, takut nya Nona Tiara sedang tidak ingin di ganggu". Ucap sang satpam masih terlihat ramah dan sopan, padahal dia sedang menahan rasa kesal karena sikap Bu Ningsih yang tidak sopan


"Pak dengar ya! Saya ini saudara nya Tiara, saya ini mertua nya dia. Gk mungkinlah Tiara merasa saya mengganggu nya! Lagian saya ini juga nyonya besar di rumah ini, kamu itu hanya jadi satpam gk pantas lama lama berada di dekat saya". Ujar Bu Ningsih dengan angkuh nya, wanita paruh baya itu tak peduli jika sang satpam akan tersinggung dengan perkataan nya itu


Saat Bu Ningsih masih mencak mencak di halaman rumah Tiara, tiba tiba Tiara keluar dari rumah nya.


Manda dan juga Bu Ningsih dibuat terperangah dengan tampilan Tiara yang sangat berbeda sekali dengan Tiara yang dulu masih bersuami Rio. Walau bukan yang pertama mereka berdua melihat nya, kini Tiara sudah makin glow up dan Modis.


"Ada apa ini? Ibu dan Mbak Manda, ada urusan apa kalian berdua datang kemari? Kenapa kalian bisa tahu rumah ku?". Tanya Tiara yang terkejut karena tak menyangka jika Mantan Ipar dan Mertua nya akan sampai di sini.


"Oh jadi benar ini rumah kamu? Kalau benar ini juga rumah Rio dong! karena di rumah ini ada hak Rio di dalam nya!". Ucap Bu Ningsih seenak nya


"Rumah Mas Rio? Hak mas Rio yang mana Bu? Apa pernah anak mu itu memberi hak ku sebagai istrinya? anakmu itu saja hanya menafkahi diriku 1 juta perbulannya dan itu sudah habis dan tidak mencukupi biaya makan selama satu bulan. lalu hak yang mana? Please lah Bu, bangun dari tidurmu jangan bermimpi!". Ucap Tiara sambil terkekeh geli saat mendengar perkataan mantan ibu mertua nya itu


"Jangan sombong kamu Tiara, mentang mentang sekarang sudah kaya kamu jadi belagu seenaknya memecat Rio. Kalau begitu kembalikan Uang yang selama ini Rio berikan terhadap mu!". Teriak Manda perhitungan


"Apa Mbak? Uang yang mana? Kan aku sudah bilang adik mu. itu hanya memberiku uang 1 juta perbulan, belum bayar sewa kontrakan selama sebulan 500rb, dan sisanya 500rb tidak cukup untuk bayar listrik dan kebutuhan dapur. Duh apa kepala kalian berdua sudah kejedot tembok, sampai sampai kalian berdua menghayal seperti ini!". Ucap Tiara sebisa mungkin menanggapi mereka dengan santai


"Asal kalian berdua tahu, aku memecatnya bukan tanpa alasan. ada alasan mengapa aku bisa memecat Mas Rio, apa kalian berdua ingin tahu?".


"Cepat katakan sialan". Ucap Bu Ningsih yang tak sabaran dan penasaran

__ADS_1


"Karena putramu itu hampir saja melecehkan ku, bahkan saat status kita berdua sudah bukan suami istri lagi! Dia selalu saja mengganggu ku, puncak nya tadi saat dia lagi lagi mengganggu ku hingga melukai pergelangan tangan ku. Kalian lihat bekas kemerahan ini? Ini bekas cekalan Mas Rio yang sangat kuat hingga membuat pergelangan tangan ku memerah! Masih baik aku tidak melaporkan nya ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual, dan kekerasan. Jadi jika kalian berdua masih ngotot dan tidak ingin segera pergi dari rumahku, aku akan melaporkan atas tindakan Mas Rio terhadapku, bukan hanya Mas Rio kalian berdua juga akan akunlaporkan atas tuduhan mengganggu kenyamanan ku!". Ujar Tiara dengan meledak, sudah habis kesabaran nya terhadap kedua wanita beda usia yang ada di hadapan nya saat ini, luka yang dulu saat dirinya selalu di hina oleh mereka berdua terasa terbuka kembali hingga menyisakan rasa sakit..


Bu Ningsih dan juga Manda saat mendengar perkataan Tiara langsung menciut, Mereka berdua bergegas menaiki motor nya kembali sambil menatap tiara dengan tajam, dengan tatapan yang mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam, dan akan membalas perbuatan Tiara saat ini.


__ADS_2