
Berbeda dengan suasana rumah bu Ningsih yang Lenggang karena penghuni nya masing-masing yang tengah Istirahat di dalam kamar, keadaan di rumah keluarga Alex malah sebalik nya.
Alex duduk bersama Ratih di sofa yang muat untuk dua orang, mereka berdua menunduk seperti tersangka yang akan segera di adili leh para hakim di persidangan.
Ratih menggenggam tangan nya dengan kuat, wanita itu merasa terintimidasi dengan suasana mencekam yang tercipta.
"Puas kalian? Puas Hah!!!!". Ujar Bu Darmi menggeram dengan marah
"sekarang seluruh warga desa sudah tahu bagaimana kelakuan kamu, dan mereka pasti akan menyalahkan Ibu karena sudah salah mendidik kamu, betapa malu nya Ibu ini!!". kata Bu Darmi lagi
"Bu.. kalau aku kan sudah bilang kalau apa yang aku perbuat nggak ada sangkut paut nya sama kalian jadi jangan tak....". ucapan Alex terjeda
BRAKKKKKK!!!!
Bu Darmi menggebrak meja dengan sangat kuat, menyebabkan bunyi yang sangat nyaring di telinga.
"oh pintar sekali kamu berbicara ya, Apa kamu kira orang akan peduli Hah?!!! Yang akan terlihat buruk itu adalah Aku bukan Kau!!". teriak nya dengan murka
Alex kembali menunduk dan semakin menundukkan kepala nya saat mendengar dengusan kesal dari kedua belah bibir ibu nya, di sisi lain Ratih merasa kesal karena semua orang seakan menyudutkan mereka.
"sekarang bagaimana hah? Manda akan melaporkan kalian ke polisi, sudah siap kalian berdua? ". tanya Bu Darmi kesal
"Enak aja, kami juga di pukuli oleh Manda, Bu! kami juga bisa melaporkan Manda ke polisi". sahut Ratih dengan Ketus
" Cihhh.. kalian ini memang tidak tahu malu ya, tidak akan ada yang membela kalian berdua, di sini posisi nya kalian yang bersalah, mbok ya kalian mikir gitu loh! ". Geram Bu Darmi, pasti kini Tensi Darah nya meningkat akibat kelakuan anak lelaki nya itu.
"gimana ini Bu, aku tidak mau di penjara". ujar Alex ketakutan
"Sudah, nikmati saja hasil dari perbuatanmu sendiri, toh itu kan yang kalian berdua mau". ujar Bu Darmi lalu melenggang pergi ke dalam kamar nya, karena kesal saat melihat seorang pelakor yang tengah memeluk lengan Alex dengan erat seakan tidak tahu malu.
__ADS_1
"Buu... Bu..". Teriak Alex memanggil Ibu nya yang pergi menuju ke kamar.
"Duhh... mas gimana ini, kalau Manda melaporkan kita". Ucap Ratih juga ketakutan
"ini semua gara gara kamu sihh, kamu yang memberi ide untuk merentalkan mobil Rio". Kata Alex kesal
"Loh kok gara gara aku? aku hanya memberi ide saja, salah Mas sendiri kenapa gk cari tahu dulu asal usul teman mas itu!". Ratih mencibir
"Duhh sudahlah, kita sudah babak belur begini, mana si Rio mau ngelaporin kita ke polisi lagi, Pusing Mas jadi nya! " kata Alex seraya memijit pelipis nya
Di hajar Manda tidak seberapa ketimbang memikirkan dia yang akan masuk penjara, apalagi Alex sadar kalau di pihak Manda sekarang ada mawar, istri nya Rio itu bukan dari keluarga sembarangan, pasti Pak Ahmad punya banyak kenalan di kalangan polisi.
memenjarakan Alex pasti bukan hal yang sulit, apalagi semua bukti nya sudah jelas begini.
"Aakkhhh.. Pusing aku!". Ujar Alex beranjak masuk ke dalam kamar nya
"Mas.. Mas.. Tungguin aku!". Ujar Ratih mengejar Alex untuk ikut masuk ke dalam kamar.
Berbeda di rumah bu Ningsih, Manda dan Rio sudah berangkat menuju ke kantor polisi dengan bukti bukti yang sudah di kumpulkan oleh Rio.
Semenjak terjadi keributan di Rumah Bu Darmi, Rio sudah merekam kejadian tadi sebagai barang bukti di kepolisian.
Kini di rumah hanya ada Bu Ningsih, Manda, dan juga Risa (Anak Manda) yang masih bermain di rumah tetangga dengan bocah seusia nya.
Saat Bu Ningsih sedang menonton Televisi acara kesukaan nya, tiba tiba ada yang mengetuk pintu Rumah, dan Bu Ningsih pun segera ke depan untuk melihat siapa yang datang.
Ceklekk...
Pintu Rumah terbuka, dan ternyata yang datang adalah Bu Lastri, Istri Sang kepala desa atau Ibu angkat Mawar yang belum di ketahui oleh Bu Ningsih.
__ADS_1
wajah Bu Ningsih yang tadi nya merenggut karena permasalahan Manda, kini langsung berubah total karena tak enak dengan besan nya, ia memasang wajah yang sumringah di hadapan besan nya itu.
"Selamat siang bu Ningsih, mawar nya ada?". Sapa Bu lastri dan juga menanyakan tentang mawar
"siang besan, Mari masuk.. Mawar ada kok di dalam kamar, dia masih istirahat. Mungkin kecapean karena kandungan nya kan sudah membesar". Ucap Bu Ningsih dan di tanggapi Bu Lastri dengan tersenyum, Bu Lastri langsung masuk ke dalam rumah bu Ningsih.
setelah bu Ningsih mempersilahkan biasa nya untuk duduk, wanita paruh baya itu segera ke belakang untuk memanggil menantu baru nya itu.
"Ibu?". Sapa mawar yang langsung berhambur memeluk ibu angkat nya itu, karena hari ini Bu Lastri akan pamit dan akan segera pindah ke rumah masa kecil Pak Ahmad, rumah yang mereka tempati saat ini juga akan di kosongkan secepat nya.
"Nak bisa kita bicara berdua saja". Ucap Bu Lastri sambil melirik ke arah bu Ningsih
"Hemmm.. Bu, Mawar bolehkan bicara sebentar berdua saja?. Ucap Mawar
bu Ningsih yang mendengar perkataan seperti itu langsung pergi ke belakang dengan wajah yang nampak kesal.
"Oh iya, ini uang hasil resepsi kalian. Ibu harap kamu simpan baik-baik uang ini dan semoga bisa jadi bekal untuk kamu kedepan nya, masalah semua kekurangan uang resepsi, sudah Ibu bayarkan. Kamu jaga diri baik-baik ya, Ibu sayang sama kamu". ujar Bu lastri yang membuat mawar tak dapat membendung lagi air mata nya saat Bu lastri mengucapkan salam perpisahan.
Mawar kini benar-benar merasa sendiri tak ada lagi sosok orang tua yang akan memanjakan nya.
"Ibu pamit ya, kalau kamu mau mencari ibu kandungmu tanyakan saja detail nya di Panti Asuhan Kasih Bunda". pesan Bu lastri pada mawar
" Mawar gak akan mencari nya Bu, Biarkan saja mawar sendiri sampai mati. Ibu juga jaga diri baik-baik ya, aku juga sayang sama ibu". ujar mawar
hingga mereka kini saling berpelukan lagi, menumpahkan seluruh rasa yang nanti nya mereka akan sangat Jarang Bertemu.
Bu Ningsih yang sebenar nya tidak pergi dari sana, kini dia menguping di balik dinding.
Wanita Paruh Baya itu Terkejut, ketika mawar dan ibu Lastri membicarakan rahasia terbesar mawar, yang ternyata bukan anak kandung pasangan kepala desa itu.
__ADS_1
"Apaa???? Jadi Mawar bukan anak kandung Bu Lastri dan Pak Ahmad? dan mereka berdua akan pindah ke kota lain nya? berarti Mawar anak angkat? Tidak... Tidakk.. Pasti aku salah mendengar". Gumam Bu Ningsih masih syokkk mendengar percakapan antara Bu Lastri dan juga Mawar
"Aku harus tanyakan sama Mawar, jika benar berarti Rio menikahi wanita yang gk jelas asal usul nya... Sialan!! Kenapa jadi seperti ini".