Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
POV Mawar


__ADS_3

Aku Mawar, mantan pacar dari Mas Rio dulu saat kami masih SMA. Mas Rio dulu hanya seorang pemuda biasa di desa kami, namun karena paras ketampanan yang di miliki Mas Rio membuatku jatuh cinta dan bersedia menjadi pacar nya.


Ku lihat lihat Mas Rio orang nya sangat tulus mencintaiku, akan tetapi aku yang terbiasa hidup serba ada dan tak pernah kekurangan tentang apa pun yang aku mau. Semua hal bisa aku dapatkan dengan mudah, namun sayang nya Mas Rio tidak bisa memberikan semua itu padaku.


Akhir nya aku tidak sengaja bertemu dengan seorang duda kaya dari kota, kami berdua pun semakin hari semakin dekat hingga menjalin sebuah hubungan. Dan merubah sikap ku terhadap Mas Rio yang awal nya perhatian kini menjadi cuek, hingga lelaki itu merasa curiga terhadap perubahan sikapku.


Suatu hari aku memiliki janji bertemu dengan kenalanku si duda kaya ini di sebuah Mall XX, aku pun menghabiskan waktu ku bersama nya. Dia membelikanku apapun yang aku mau, aku merasa sangat bahagia di manjakan seperti ini.


Tidak seperti berpacaran dengan Mas Rio, aku tidak pernah di belanjakan apapun. terkadang pun Mas Rio mengajakku makan di warung pecel lele saja, itu pun menurut nya sudah sangat mewah.


Aku merasa bosan dengan sikap Mas Rio yang pelit dan sangat perhitungan ini, maka nya aku berani mendekati duda itu, yang memberikan aku semua kemewahan yang aku mau.


Saat aku sedang berjalan sambil bergelayutan manja pada kenalanku ini, tak sengaja aku dan Mas Rio bertemu.


Entah suatu kebetulan atau memang takdir yang di gariskan leh Tuhan untuk Mas Rio mengetahui perbuatan ku di belakang nya.


Mas Rio yang melihatku bergelayautan manja dengan mesra nya, sontak langsung mengepalkan tangan nya.


Sudah ku tebak bahwa Mas Rio saat ini tengah di landa Amarah yang menggebu gebu, tatapan mata nya sangat tajam mengarah padaku.


Ku tahu dia pasti bertanya tanya tentang apa yang di lihat nya saat ini, namun nasi sudah menjadi bubur, ya sudah biarkan saja Mas Rio tahu. Toh tidak ada arti nya sama sekali, aku juga sudah malas bersama nya yang pelit.


"Mawar, Dia siapa?!!!". Ujar Mas Rio menahan Amarah nya yang sebentar lagi akan meledak, namun dia tahan sebab kami sedang berada di pusat keramaian.


"Pacarku". Jawab ku santai tanpa merasa bersalah sama sekali terhadap Mas Rio

__ADS_1


Laki laki yang sedari tadi bersama ku, hanya terdiam menyaksikan perdebatan di antara kami berdua, laki laki ini sebenarnya sudah tahu bahwa aku sudah memiliki pacar. Namun aku menjelaskan bahwa aku tak bahagia bersama pacarku yang sangat pelit dan perhitungan, alhasil lelaki itu pun mendekati ku, dan aku pun merespon tanpa menolak nya.


"Oh jadi benar ya, kamu selingkuh di belakang ku". Tanya Mas Rio membentak ku dengan nada tinggj


"Emang kenapa, dia jauh lebih segalanya daripada kamu mas. Dia bisa memberikan apapun yang aku mau, lalu jika aku bersamamu, apa pernah kamu memberikan sesuatu padaku ha!!?". Ujar ku dengan nada tak kalah meninggi.


Aku kesal sekali dengan sikap nya ini. Emang salah jika aku ingin yang terbaik untuk diriku sendiri, toh jelas jelas dia tidak bisa memberikan apapun yang aku mau. Wajar dong jika aku pergi ke lain hati, mencari yang lain.


Aku pun akhir nya melengos pergi begitu saja dengan menggandeng tangan laki laki kenalan ku ini, sedangkan Mas Rio kulihat masih terdiam merenungi peristiwa yang baru saja di alami nya.


Aku masa bodo melihat nya yang terpenting saat ini aku bisa mendapatkan apapun.


Mas Rio pasti merasakan sakit hati yang teramat sakit di tinggalkan orang yang begitu ia cintai.


Banyak mata yang memandang ke arah ku dan Mas Rio tadi, mereka mungkin seperti menyaksikan adegan yang ada di film film ikan terbang. Sang wanita ketahuan sedang berselingkuh dengan Laki laki lain dan di pergoki oleh pacar nya sendiri.


Ku perhatikan Mas Rio seperti nya malas untuk berpacaran, dia selalu fokus belajar untuk lulus ujian sekolah.


Setelah lulus sekolah, aku sama sekali tidak pernah tahu bagaimana kabar dari Mas Rio. Yang ku dengar dengar ia sekarang sudah berkuliah di salah satu universitas terkenal di kota, dan mengambil jurusan bisnis management.


Ternyata mantan ku itu sekarang keren juga bisa berkuliah di salah satu kampus terkenal.


Beberapa tahun kemudian, ku dengar dengar lagi jika Mas Rio kini sudah menikah dan bekerja sebagai Manager di Perusahaan Besar di Kota, beda hal nya dengan hidup ku saat ini.


Aku dan kenalan ku ini semakin lama semakin dekat hingga hubungan kami pun semakin intim, hingga membuat ku kebablasan dan mengandung anak nya.

__ADS_1


Namun duda itu tidak mau bertanggung jawab, dia hanya menganggapku hiburan nya saja ketika ia penat dengan pekerjaan. Dia tak ingin memiliki anak, menurutnya memiliki anak akan sangat merepotkan. Dia tidak akan bisa bebas seperti ini, atau bisa di katakan jika ia Childfree.


Aku pun bingung, bagaimana ini? Apakah aku harus menggugurkan anak yang tak berdosa ini, anak ini tidak salah. meski kelakuan ku salah, namun aku masih punya hati untuk tidak akan menggugurkan janin ini, karena dia juga anak ku darah dagingku.


Ku langkah kan kaki ku menuju cafe pelangi untuk menghilangkan kekacauan hatiku, ku lihat ada Mbak Manda kakak perempuan Mas Rio. Ku langkahkan kaki mendekat, ku lihat dia sedang ada sedikit masalah.


"Hai mbak". Sapaku padanya, Mbak Manda terlihat bingung seperti sedang mengingat ngingat


"Oh Mawar ya". Tanyanya padaku


"Iya mbak, mbak kenapa kok kayak kebingungan gitu". Ujar ku padanya


"Ini mbak mau bayar, tapi dompet nya kayak nya ketinggalan di rumah deh". Ucap nya


Wah kebetulan sekali, aku bisa mendekati Mbak Manda seperti dulu. Iya, dulu keluarga nya Mas Rio sangat mendukung hubunganku dengan nya. Namun karena ulah ku jadi hubungan kami pun merenggang.


Ku bayarkan pesanan Mbak Manda, dan Mbak Manda merasa senang sudah di bantu olehku. Akhirnya kami pun berbincang bincang, dan saat berbincang inilah baru ku ketahui jika Mbak manda dan Ibu nya Mas Rio tidak pernah menyukai Istri Mas Rio.


Kesempatan Bagus, lebih baik aku dekati lagi Mas Rio untuk menjadikan nya Ayah untuk anakku ini.


Toh sekarang Mas Rio sudah Mapan, sudah memiliki pekerjaan dengan jabatan tinggi sebagai Manager di Perusahaan Kota. Pasti gaji nya gede dan tidak mungkin dia pelit, ku dengar dari cerita Mbak Manda jika Mas Rio memberi jatah pada Ibu dan Mbak manda saat ini.


Setelah berbincang bincang aku di ajak Mbak Manda untuk pergi ke rumah nya, dan ku lihat ada Mas Rio.


pertama sikap nya sangat cuek dan masih memendam rasa amarah kepada ku, namun berkali kali aku merayu nya. akhirnya Mas Rio mau kembali lagi padaku, mungkin rasa cintanya padaku belum hilang meski sudah ku torehkan luka di hatinya.

__ADS_1


Dan hubungan kami saat ini di dukung oleh Ibu dan Kakaknya, sehingga kami pun menjalin hubungan diam diam di belakang istri Mas Rio, setelah itu aku menjebak Mas Rio mengatakan jika aku hamil dan ini anak nya.


__ADS_2