Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 100


__ADS_3

Di perjalanan pulang, Yuli kembali mendumel karena kesal. Setelah cukup lama mengoceh mungkin dia sudah lelah dan energinya terbuang sia-sia begitu saja. Kini dia hanya diam saja sambil memandangi pemandangan dari balik kaca mobil.


Reyhan menghentikan mobilnya, padahal masih separuh jalan lagi untuk tiba di rumah.


"Kenapa berhenti?" tanya Yuli namun tidak digubris Reyhan.


Reyhan keluar dari mobil entah apa yang dia beli pada pedagang yang ada dipinggir jalan tersebut. Ya, memang kebetulan mereka melewati pasar kecil-kecilan yang ada dipinggir jalan.


"Astaga Han! ngapain kamu bawa balon begini banyaknya?" kaget Yuli saat dirinya disodori beberapa balon.


"Untuk kamu,"ucap Reyhan.


Yuli pun mengambil balon yang diberikan Reyhan untuknya.


Reyhan kemudian menyalakan mobilnya kembali dan meneruskan perjalanannya.


"Bingung ya?"tanya Reyhan terkekeh namun tidak digubris oleh Yuli.


"Ini bukan arah jalan pulang," ucap Yuli baru menyadarinya.


"Baru nyadar? aku ingin membawa kamu ke suatu tempat." Balas Reyhan melirik sekilas Yuli kemudian mengalihkan pandangan fokus pada jalan.


Yuli menyipitkan matanya pada Reyhan, "kamu mau bawa aku kemana? jangan coba aneh-aneh!"


Yuli memperingatinya. Reyhan hanya membalas ucapan Yuli dengan tawa kecil.


"Siapa juga sih yang mau aneh-aneh sama kamu? aku gak bakal ngehancurin kehormatan wanita yang aku cintai," jawab Reyhan tulus.


"Pokoknya aku mau pulang!" ucap Yuli bersikeras dan mengalihkan pembicaraan sebelumnya.


"Udah tenang aja abis kita pergi kesana, kamu akan aku antar pulang." Reyhan meyakinkan Yuli.


"Kok maksa sih? ini udah masuk katagori penculikan loh!" ucap Yuli.

__ADS_1


"Kalau kamu nyulik aku, bagaimana nasib Kak Daniel dan Kak Dinda? juga si kecil Gio?" Yuli berpikir terlalu jauh. Reyhan geleng-geleng kepala dibuatnya.


"Ya mereka pasti seneng sih, kan beban keluarga jadi berkurang satu." Tawa renyah Reyhan.


"Dih ketawa, aku serius loh!" geram Yuli.


"Cukup marahnya ya, lama -lama aku rukyah juga kamu," ucap Reyhan ngasal.


"Gak sekalian di pelet?" timpal Yuli.


"Boleh juga," jawab Reyhan.


Reyhan menghentikan mobilnya di sebuah pantai yang sepi dan memiliki pemandu sangat indah, pastinya memanjakan mata siapapun yang melihatnya.


"Ngapain ke pantai?" tanya Yuli ketus.


"Kita mau nemuin Nyi Roro Kidul," jawab Reyhan asal. Yuli pun memutar bola matanya malas.


Mereka pun keluar dari mobil. Reyhan menarik pelan tangan Yuli. Tidak ada pemberontakan dari wanita itu saat tangannya digenggam oleh Reyhan.


"Udah deh jangan bawang," ucap Reyhan.


Yuli mengerinyitkan dahinya bingung, "Bawang apaan?"


"B A W E L B A N G E T" sedikit jengah dibuatnya sampai-sampai Reyhan mengejakannya pada Yuli.


"G A K N Y A M B U N G !" balas Yuli tidak mau kalah.


Mereka tiba di pesisir pantai. Tidak ada orang sama sekali karena sudah mulai gelap.


"Balon tadi mana?" tanya Reyhan dan Yuli pun memberikan balon yang dipegangnya tadi.


Reyhan pun mengambil dua balon dan sisinya ada pada Yuli.

__ADS_1


"Dulu kamu bilang kalau lagi marah, sedih, terbangin aja balon." Ucap Reyhan mengingat kembali Yuli tentang masa itu. Kala mereka masih merajut kasih.


Yuli tertekun dibuatnya. "Ishhh kenapa Reyhan buka masa lalu sih?" batin Yuli.


"Nah kamu kan rada-rada kayak gunung berapi ya akhir-akhir ini, aku pengen kamu nerbangin balon." Ledek Reyhan.


"Kamu ngeselin banget sih," Yuli mencubit pelan pinggang Reyhan karena malu. Ia baru menyadari sudah berapa kali marah-marah tidak jelas karena hal-hal sepele.


Mereka pun tertawa lepas di luasnya laut dan gempuran ombak.


"Kita lepasin balonnya sama-sama ya," ajak Reyhan dibalas Yuli dengan anggukan mengerti.


Secara bersamaan mereka berhitung.


"Satu....dua.....ti...ga...."


Balon pun dilepas entah terbang kemana. Mereka melihat kepergian sang balon.


DUM


Belum jauh balon itu terbang, elang si burung kurang ajar memecahkannya.


"Hhmm emang dasar ya hahaha" Reyhan melirik Yuli sambil tertawa. Yuli pun juga ikut tertawa dibuatnya.


"Cieee udah gak bawang lagi" goda Reyhan.


"Iiihh ngeselin ya kamu," Yuli sudah akan melayangkan tangannya untuk mencubit Reyhan namun dapat dielak.


"Gak kena wleee" Reyhan menjulurkan lidah layaknya anak kecil.


"Awas ya!"Yuli pun berlari untuk menangkap Reyhan.


Terjadilah kejar mengejar antara mereka.

__ADS_1


"Hhmm dasar manusia," batin si burung elang.


__ADS_2