
Agnes, Kenneth dan juga baby Kenzo ada di dalam kamar. Mereka bermain bersama di atas tempat tidur, Kenneth mengelitiki tubuh baby Kenzo. Baby Kenzo tetawa merasa geli, baby Kenzo sangat menggemaskan.
Kenneth melihat kearah Agnes yang sedang berbaring di samping Baby kenzo. "Cup.." Kenneth mengecup bibir Agnes, membuat Agnes terkejut. Agnes kaget saat Kenneth menciumnya secara tiba-tiba.
"Kau memikirkan apa?" Tanya Kenneth, berbaring di samping Agnes memeluk baby Kenzo.
"Kau tau, mama mu adalah mantan kekasih papa ku." Kata Agnes.
Kenneth kaget, menatap Agnes. "Kau bicara apa? Sungguh? Papa Ben mantan kekasih mamaku?" Kenneth masih tidak percaya.
Agnes mengangguk, "aku mendengarnya sendiri Ken, mama Elmia dan mamaku bicara di dapur. Mama ku meminta maaf karena tidak tau jika papa punya hubungan dengan mama Elmia saat menikah dengan papa. Sekarang aku mengerti kenapa papa begitu tidak ingin kita berpisah. Karena papa tidak ingin kita mengalami hal sama seperti mereka di masa lalu." Agnes mendekatkan kepalanya ke bahu Kenneth.
Kenneth mengusap lembut kepala Agnes, "kita tidak akan terpisah sayang, kita akan besarkan putra kita bersama." Sahut Kenneth.
Agnes tersenyum, menlihat Kenzo yang bermain bantal. Agnes memalingkan wajah manatap Kenneth. Kenneth memalingkan wajah menatap Agnes, mereka saling tersenyum.
-----
Setelah berbincang, James dan Elmia berpamitan untuk kembali pulang. Alea dan Ben, mengantar James juga Elmia sampai di depan rumah.
James dan Elmia masuk kedalam mobil, mobil yang ditumpangi melesat jauh meninggalakan kediaman Ben.
Ben merangkul Alea, Alea kaget menatap Ben." Ada apa?" Tanya Ben.
"Kau kenapa? Aneh sekali." Alea berjalan masuk kedalam rumah.
Alea melangkah menuju kamarnya, Ben mengikuti Alea, ingin menggoda Alea. Alea membuka pintu dan masuk kedalam kamar, Ben menyusul masuk dengan cepat dan menarik Alea masuk dalam pelukannya.
Alea kaget, merasa bingung dengan sikap Ben yang tiba-tiba menjadi aneh. Alea melepaskan pelukan dan menatap Ben.
"Kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Alea.
Ben hanya tersenyum, mendekat dan mencium bibir Alea lembut. Alea tidak bisa mengelak, ciuman Ben begitu hangat sampai membuat hatinya terenyuh. Inilah yang Alea tunggu, selama 25 tahun menikah dengan Ben, Alea belum pernah merasakan kehangatan yang seperti ini.
Puas mencium Alea, Ben pun melepaskan ciumannya. Ben manatap Alea, Ben meraba lembut wajah Alea dan mengucapkan kata-kata yang tidak terduga.
"I love you Alea.." kata Ben dengan suara lembut.
Alea melebarkan mata, selama menyandang status sebagai nyonya Carney baru ini Ben mengatakan kata I Love You, Alea merasa terharu, air matanya jatuh menetes.
Ben menyeka air mata Alea, "kau kenapa menangis?" Tanya Ben.
"Ben.." Alea mendekap Be, "terima kasih, aku senang akhirnya kau mengatakan kata-kata yang selalu aku ingin dengar." Alea terisak.
Ben memeluk erat Alea, "maafkan aku Alea, maaf.. ini pasti menyakitkan. Maafkan aku.. aku akan katakan kata-kata itu setiap saat untukmu mulai dari sekarang." Ben merasa sedih, merasa bersalah pada Alea.
-----
Otniel mengantar Jesika kembali ke rumahnya. Jesika sudah merasa lebih baik, dokter juga sudah mengizinkan Jesika kembali pulang.
"Terima kasih Otniel," kata Jesika bersuara lirih.
"Simpan saja ucapan terima kasihmu, Jesi. Percaya padaku, kau akan dapatkan kembali Sarah secepatnya. Kita harus saling percaya dan mendukung bukan?" Otniel menyakinkan Jesika.
Jesika mengangguk, tersenyum tipis pada Otniel. Otniel membalas senyuman Jesika, memegang erat tangan Jesika.
Ponsel di saku celananya berdering, Otniel mengambil ponsel disakunya dan melihat nomor tidak dikenal menghubunginya.
Otniel menatap Jesika, "kau lihat, Theo sudah masuk perangkap ku. Kau diam dan mendengar saja, oke? Jangan bersuara," kata Otniel di tanggapi anggukan dari Jesika. Otniel merasa senang, mengelus kepala Jesika.
Otniel menerima panggilan dari nomor tidak di kenal itu, yang sudah ditebak oleh Otniel jika itu adalah nomor ponsel milik Theo.
__ADS_1
(Percakapan di telepon)
"Hallo," jawab Otniel dengan nada suara dingin.
"Ha-hallo tuan, saya Theo Alexander. Bisakah saya berbicara dengan tuan Jasson? Otniel Jasson?" Tanya Theo.
"Itu aku, ada apa?" Otniel berpura-pura tidak tahu tujuan Theo.
"Bisakah kita bertemu, saya ingin membicarakan sesuatu. Soal proyek kita, itu.. hmm.. saya membutuhkan proyek itu. Bisakah anda memberikannya?" Theo terlihat gelisah, seakan sedang memohon pada Otniel.
"Proyek ya, bagaimana ini aku sangat sibuk. Menerima panggilan ini saja sudah menyita waktu." Otniel ingin membuat Theo lebih tertekan dan memohon lagi.
"Tuan, tolong saya. Jika tidak perusahaan saya akan hancur!" Theo dengan nada gemetar. Keadaanya kini membuatnya tertekan.
Saat berbicara dengan Theo di telepon, Otniel mendengar suara bayi menangis keras. Tidak di ragukan lagi itu adalah suara Sarah. Otniel mengepalkan tangan, ingin sekali mecabik wajah Theo yang sudah memisahkan Jesika dengan Sarah.
"Siapa itu yang menangis?" Tanya Otniel, kembali berpura-pura.
"Itu hanya seorang bayi tanpa ibu tuan." Jawab Theo.
"Sampah! Dia masih memiliki ibu Theo, kau sungguh pria brengs*k!" Umpat Otniel dalam hati.
"Kau biarkan bayimu menangis? Dimana ibunya?" Pancing Otniel, membuat Theo kelabakan.
Theo diam, tidak tahu harus menjawab apa. Otniel pun membuka suara, memberikan penawarannya.
"Aku akan pertimbangkan proyek itu, berikan aku wanitamu juga bayimu. Aku butuh wanita dan juga menyukai anak-anak. Jika iya kita tanda tangan kontrak dalam waktu 30 menit, jika tidak silahkan mencari orang lain untuk membantumu." Otniel memberikan persyaratannya.
Theo diam, tidak ingin melepas umpan, Otniel kembali mengiming-imingi uang pada Theo.
"Jika kau setuju, aku akan memberimu sejumlah uang. Bukan kah ini cukup menggiurkan tuan Alexander, jangan kau pikir aku tidak tau prilaku burukmu pada istrimu, kau menjajalkan istrimu pada temanmu, dan kau akan terus memukulnya saat teman-temanmu menolak membelinya. Juga putrimu, bukankah kau menculiknya dari istrimu?" Otniel mencerca Theo.
"Saya bisa menemui anda dimana? Saya akan berikan istri dan putri saya pada anda. Mereka tidak berharga, saya akan lebih memilih perusahaan." Imbuh Theo.
Otniel kaget mendengar penyataan Theo, Otniel sudah murka. Ingin sekali menghabisi nyawa Theo detik itu juga. Otniel menahan diri, mengatur napasnya perlahan.
"Baik, temui aku dalam 30 menit, di kantorku. Bawa istri dan anakmu, aku akan minta asistenku menyiapkan kontrak kerjasama kita." Jawab Otniel tanpa ragu-ragu lagi.
"Baik tuan, saya akan segera memenuhi permintaan anda." Jawab Theo.
Otniel mengakhiri panggilannya dengan Theo. Otniel kesal, langsung menghujamkan tinjuan ke dinding dengan keras.
Bruukk
Jesika terkejut, jemari tangan Otniel menjadi terluka karena tinjuan Otniel yang begitu keras.
"Otniel, kau baik-baik saja?" Tanya Jesika khawarir.
Otniel menghela napas, "ini hanya luka kecil, maaf mengejutkanmu Jesika, aku kesal pada Theo. Dia dengan begitu mudahnya membuang kalian demi perusahaan, sungguh keterlaluan. Aku rasa pilihan jalanmu sudah tepat Jesika, kau tidak perlu lagi peduli pada orang gila itu." Jawab Otniel.
Jesika mengangguk, "iya.. tenangkan dirimu, oke?" Jesika tersenyum, membuat Otniel tidak murung lagi.
Otniel menghubungi asistennya meminta asistennya menyiapakan semua berkas yang di butuhkan. Otniel berpamitan pada Jesika, sebelum pergi Otniel meminta Jesika bersiap-siap karena sebentar lagi Theo pasti akan datang. Jesika mengiyakan permintaan Otniel.
"Ingat, jika kau di paksa pergi, berpura-pura saja menolak. Katakan aku akan ikut jika kau kembalikan bayiku. Jika Theo menyanggupi permintaanmu, jangan melawan lagi. Jangan biarkan Theo menyakitimu. Kau mengerti kan, Jesi?" Tanya Otniel.
Jesika kembali mengangguk, "aku mengerti." Jawab Jesika.
Otniel menghela napas, sebenarnya enggan untuk pergi. Namun jika tidak di bereskan Theo akan memberi tekanan dan terus menyakiti Jesika juga Sarah.
Otniel mengusap lembut wajah Jesika, Otniel bergegas pergi meninggalkan rumah Jesika menuju kantornya. Jesika menatap kepergian Otniel, Jesika berharap masalahnya segera berakhir. Setelah benar-benar lepas dari Theo, Jesika ingin memulai hidup yang baru dan bahagia bersama Sarah.
__ADS_1
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1