
Hari pernikahan Otniel dan Jesika pun tiba. Kenneth, Agnes dan Kenzo menghadiri pernikahan Otniel dan Jesika. Kenneth dan Agnes memberikan selamat pada Otniel dan Jesika.
"Otniel, Jesi, selamat menempuh hidup baru. Tetaplah saling menjaga, melindungi, saling mengasihi dan menyayangi."
"Terima kasih, Ken."
"Terima kasih, Kenneth."
Otniel dan Jesika senang, mendapatkan ucapan selamat dari Kenneth. Kenneth memeluk Otniel juga memeluk Jesika.
Agnes juga memberikan selamat, "Otnie, Jesi, aku turut bahagia untuk kalian. Selamat menempuh kehidupan baru."
Agnes terlihat senang, memeluk Otniel dan Jesika.
"Terima kasih, Agnes. Aku senang kau bisa datang. Aku merindukanmu," ucap Jesika.
"Aku juga rindu padamu, Jesi."
"Terima kasih untuk doamu. Kau juga harus bahagia bersama Kenneth dan Kenzo."
Agnes mengangguk, merangkul lengan Kenneth. Agnes tersenyum menatap Otniel dan Jesika.
"Tentu saja, kita semua akan bahagia bersama."
Seseorang datang mengucapkan selamat, "Selamat untuk pernikahan, Tuan dan Nyonya Jasson. Saya datang mewakili Papa saya, Charlie Robie."
Agnes memalingkan wajah, terkejut melihat Clarya. Clarya juga kaget melihat Agnes dan juga Kenneth.
"Kau...."
"Kau...."
Agnes dan Calrya secara bersamaan. Agnes kesal, memegang erat tangan Kenneth.
"Otnie, Jesi, aku dan Ken pergi dulu. Aku tidak tahan melihat rubah penggoda."
Agnes dan Kenneth pergi menjauhi Otniel, Jesika dan Clarya.
Otniel dan Jesika saling menatap. Otniel mengangkat alisnya, Jesika menggelengkan kepalanya pelan.
"Maaf Nona. Apakah Nona mengenal mereka?" Tanya Jesika tiba-tiba.
Clarya mengangguk, "ya..., wanita tadi merebut priaku."
"Apa?" Otniel kaget.
"Pria?" Ucap Jesika.
"Pria tampan yang dibawanya tadi, dia adalah priaku. Aku dan pria itu saling mencintai. Dan wanita itu datang sebagai pihak ketiga."
Jesika mengernyitkan dahi, "wanita ini mengklaim Kenenth prianya? Yang benar saja, sejak kapan mereka berhubungan. Sepertinya ini ada yang tidak beres. Aku harus mengatakannya pada Otniel," guman Jesika dalam hati.
"Nona, silahkan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan. Maaf, aku dan suamiku masih harus istirahat."
Jesika menggandeng tangan Otniel pergi menjauhi Clarya. Jesika dan Otniel saling bicara.
"Sayang, ada apa menarikku?" Tanya Otniel.
"Kau dengar ucapan wanita tadi? Dia mengarang cerita, apa kau akan percaya padanya?" Tanya Jesika.
Otniel tersenyum, mengusap kepala Jesika. Otniel memeluk Jesika.
"Aku bukan pria bodoh sayang, aku tau wanita itu mengarang cerita agar kita membenci Agnes. Pada kenyataanya dialah rubahnya. Ingat ucapan Agnes sebelum pergi?" Otniel melepas pelukan, mencium lembut kening Jesika.
"kau selidiki wanita itu, jangan sampai ada sesuatu yang buruk terjadi pada Agnes, Kenneth dan Kenzo. "
Otniel mengangguk, "ya..., aku akan melakukan seauai keinginanmu. Jangan khawatir, ayo kita meyambut tamu yang lain lagi."
Jesika tersenyum, dan mengangguk. Jesika senang, Otniel akan membantunya. Otniel juga senang, Jesika tersenyum cantik untuknya.
__ADS_1
"Simpan senyummu untukku malam ini. Ayo kita selesaikan tugas kita menyambut tamu-tamu yang datang."
"Oke, ayo...."
Otniel dan Jesika kembali meyambut para tamu yang hadir. Mereka terlihat senang dan bahagia.
Di sudut lain, Clarya merasa kesal. Clarya melihat sekitar, matanya terpaku pada Kenneth yang sedang berbincang dengan seseorang. Kenneth terlihat begitu keren dan berwibawa. Membuat jantung Clarya berdebar kencang.
"Hmm, kau pasti akan menatapku cepat atau lambat. Tidak peduli meski kau sudah menikah, aku bahkan rela menjadi wanita simpananmu."
Melihat Kenneth seorang diri, Clarya melangkah perlahan mendekati Kenneth. Clarya datang dengab membawa segelas minuman ditangannya.
Belum sampai mendekati Ken, langkah Clarya di hadang oleh Agnes. Clarya mentap Agnes, Agnes menatap Clarya.
"Minggir, kau menghalangi Jalanku!" Seru Clarya.
"Aku akan halangi, jika tujuanmu mendekati Kenneth. Apa kau tidak tau siapa aku? Dan apa hubunganku dengan Kenneth?" Tanya Agnes.
Clarya tersenyum kecut, "aku tau, sangat tau. Kau istrinya bukan? Ah, lebih tepatnya kau adalah Kakak iparnya dulu. Dia terpaksa menikahimu karena Kakaknya. Yang berarti dia sama sekali tidak mencintaimu. Oh..., kasian sekali."
Agnes kaget, tidak menyangka Clarya tau. Agnes menerka Clarya sudah meminta orang untuk menyelidiki latar belakang Kenneth, dan kehidupan pribadi Kenneth.
"Licik! Menggunakan trik seperti ini untuk menyerangku? Jangan harap," ucap Agnes didalam hati.
"Wah..., kau cepat sekali membeli informasi Nona Robie. Berapa uang yang kau bayarkan kepada pencari informasi? Dan seberapa jauh kau tau?" Agnes mencoba memancing Clarya bicara.
"Informasi yang kudapatkan pasti akurat, aku tau semuanya. Semuanya...."
"Dengar baik-baik Nona Robie. Jauhi suamiku, atau kau akan menyesal! Kau punya informasi, tetapi kau tidak tau seberapa jauh jangakuanku untuk bisa membuatmu diam."
"Kau mengancamku?" Sahut Clarya.
"Jika ya, apa ada masalah? Kau takut?" Jawab Agnes tersenyum miring seakan mengejek.
"Kau jal*ng!" Bentak Clarya.
Tamparan keras mendarat di pipi kiri Clarya. Mata Agnes melebar, Agnes mengertakkan gigi.
"Kau lah yang jal*ng! Kau jal*ng, jangan berteriak jal*ng pada orang lain. Aku tidak habis pikir, kau buta apa memang membutakan matamu. Kau tau Kenneth sudah menikah dan masih enggan menjauh? Hah, begini saja. Mari kita bertransaksi, berapa hargamu? Aku akan membelinya."
Agnes memercikkan api pada Clarya. Clarya geram, seketika mengangkat tangan ingin menampar Agnes. Sebelum tangan Clarya menyentuh Agnes, Agnes sudah lebih dulu memegang tangab Clarya yang terangkat.
"Kau...," Clarya kaget, Agnes mencengkram tangannya. Clarya menatap tajam pada Agnes, berusaha melepaskan tangan dari Agnes.
"Lepaskan tanganku," Clarya berteriak kecil.
Agnes semakin kuat mencengkram dan mendekati Clarya perlahan. Agnes sungguh menunjukan sisi jahatnya saat itu. Dalam penglihatan Clarya Agnes seperti iblis yang siap membunuhnya. Sorot mata Agnes benar-brnar tajam menusuk.
"Jangan mencoba menyentuhku dengan tangan kotormu! Kau ingin berperang debganku, ayo kita lakukan. Kau pikir aku takut berhadapan denganmu? Aku Agnes, tidak bisa kau rendahkan begitu saja. Mundurlah jika kau takut," Agnes menghempas tangan Clarya dan lalu pergi.
Agnes berjalan menghampiri Kenneth. Agnes mengatur napasnya, dia tetap ingun terlihat anggun di pesta. Clarya geram, emosinya sudah di puncak batas. Clary menatap gelas minuman yang masih di genggamnya erat, Calrya berjalan cepat menyusul Agnes. Clarya semakin dekat dengan Agnes, Clarya menarik tangan Agnes dan membalikan paksa tubuh Agnes. Clarya menyiramkan minuman ke arah wajah Agnes. Namun sayangnya seseorang melindungi Agnes, merelakan tubuhnya tersiram minuman Clarya.
Agnes kaget, seseorang memeluknya. Agnes menadahkan kepala dan melihat jika seseorang yang memeluknya adalah Kenneth. Kenneth tersenyum, mengusap kepala Agnes.
Kenneth melepaskan kepala dan berbalik, mata Clarya melebar. Clarya terkejut, ternyata minumannya menyiram Kenneth.
"Direktur Alexander, maafkan saya. Saya bersalah," Clarya mendekat dan menyentuh kemeja Kenneth, "saya akan membantu Anda membersihkannya."
Kenneth menepis tangan Clarya, "tidak perlu! Nona Robie, sejauh mana Anda ingin mencoba bermain?" Tanya Kenneth pada Clarya.
"Sungguh saya minta maaf Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya ingin lebih dekat Anda."
Tanpa malu Clarya mengatakan hal seperti itu dihadapan Kenneth. Kenneth menatap tajam pada Clarya.
"Nona Robie, saya rasa Anda harus memeriksakan kesehatan Anda. Sepertinya Ada masalah di bagian sini," Kata Kenneth menyentuh pelipisnya sendiri dengan jari telunjuk tangan kirinya.
"Tuan..., bagaimana bisa Anda bicara seperti itu. Hanya sungguh-sungguh ingin dekat dengan Anda."
"Saya tidak ingin dekat dengan Anda. Hari ini saya anggap ini bukan apa-apa. Jika sampai saya melihat hal seperti ini lagi, jangan salahkan saya bertindak kasar! Jangan pernah mencoba menyakiti Istri saya."
__ADS_1
Kenneth memalingkan wajah, menggandeng tangan Agnes lalu pergi. Clarya sungguh kesal, Clarya berbalik dan pergi meninggalkan pesta. Clarya keluar dari dalam gedung dan masuk kedalam mobilnya, Clarya mengemudi mobilnya pergi menjauh.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Oh My Husband
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1