Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 78


__ADS_3

Clarya masuk perlahan ke dalam. Dia berjalan melewati ruang utama, lalu ke ruang tamu. Clarya melihat sekeliling, berusahan mencari seseorang.


Seorang pelayan melihat dan menghampiri Clarya. Pelayan itu menyapa Clarya.


"Nona, ada yang bisa saya bantu? Anda mencari siapa?" Tanya pelayan.


"Oh, aku mencari Nyonya Carney."


"Silahkan duduk Nona, saya akan memanggil Nyonya yang sedang berada di kamar."


Clarya mengangguk, "terima kasih."


Clarya mengikuti ucapan pelayan dan duduk di sofa. Clarya melihat pelayan pergi menjauh darinya.


Pelayan berjalan mendekati kamar Alea dan mengetuk pintu kamar.


Tok....


Tok....


Tok....


"Nyonya Besar, Nyonya...."


Pelayan memanggil-manggil, dan terus mengetuk pintu. Tidak lama pintu dibuka.


"Ada apa?" Tanya Alea keluar dari dalam kamar.


"Nyonya, ada seseorang yang menunggu Anda."


"Siapa?" Tanya Alea pada pelayannya.


"Saya tidak bertabya nama, Nyonya. Dia seorang Nona."


"Nona?" Batin Alea.


"Baiklah, lakukan pekerjaanmu kembali. Aku akan segera menemuinya."


"Baik, Nyonya."


Pelayan pergi meninggalkan Alea. Alea masih penasaran siapa yang ingin bertemu dengannya. Alea masuk kedalam kamar dan tidak lama keluar, Alea menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Clarya.


Diruang tamu, Clarya melihat sekeliling. Banyak terpajang foto Ben, Alea dan Agnes. Clarya berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri sebuah foto keluarga. Clarya meraba foto tersebut.


"Meninggalkanku bersama Papa, ternyata Mama bahagia bersama disini. Mungkinkah aku Anak yang tidak diinginkan?" Batin Clarya.


Alea melihat sesorang dari jauh, Alea mendekat dan menyapa.


"Siapa?" Sapa Alea.


Clarya terkejut, memalingkan wajah menatap Alea. Clarya tersenyum cantik.


"Ini aku," jawab Clarya.


Alea kaget, "Clara?"


"Ma..., Ma...."


Alea terkejut, tidak menyangka Clarya bergitu cepat datang menemuinya. Clarya langsung memeluk Alea. Clarya menangis di dalam pelukan.


Alea mengusap punggung Clarya, mengelus kepala Clarya. Alea sedih, sekian lama akhirnya bisa memeluk kembali Putrinya.


"Mama, aku merindukanmu. Mama..., Mama kenapa pergi?" Clarya terus menangis.


"Maaf...," jawab Alea lirih.


Alea melepas pelukan, menyeka air mata Clarya. Alea meraba wajah Clarya.


"Kau tumbuh dengan baik, sayang. Kau sangat cantik."


Clarya mengangguk, air matanya tidak berhenti menetes. Alea kembali memeluk Clarya. Alea menitihkan air matanya, apa yang terjadi terasa seperti mimpi. Alea mengingat dulu saat dirinya menitipkan Clarya pada Adiknya, Clarya masih bayi. Sekarang Clarya sudah tumbuh dewasa. Alea dan Clarya melepas kerinduan mereka.


--


Kenneth melihat Agnes gelisah. Kenneth mendekati Agnes dan memberikan segelas air minum.


"Minumlah," Kenneth duduk di samping Agnes.


Agnes menerima gelas berisi air minum lalu meminumnya. Agnes meletakan gelas di atas meja.


"Kenapa? Kau sakit?" Tanya Kenneth penasaran.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatiku. Entah apa, aku juga tidak tahu."


Kenneth memeluk Agnes, "jangan banyak berpikir lagi."


"Perasaan apa ini? Kenapa seperti ini, tiba-tiba saja aku merasa sedih tanpa sebab. Aku merasa takut," batin Agnes.


Agnes memendamkan wajahya kedalam pelukan Kenneth. Setelah di rasa cukup tenang, Agnes melepaaskan pelukan Kenneth.


"Aku sudah lebih baik, kau lanjutkan pekerjaanmu."


Kenneth menatap Agnes, Kenneth tahu jika Agnes tidak dalam keadaan baik. Kenneth tidak ingin membuat Agnes kesal, Kenneth hanya bisa menuruti apa yang Agnes katakan.


"Kau yakin? Tidak butuh pelukanku lagi?" Tanya Kenneth.


Agnes tersenyum, "tidak, kembalilah bekerja. Dan kecilkan suaramu, nanti Kenzo bangun."


Kenneth mekihat Kenzo yang terlelap tidur disofa. Kenneth mendekat, mencium hidung Kenzo.


"Setiap datang selalu tidur, kapan kau akan bermain dengan Papa, huh?" Kenneth tersenyum mengusap tangan Kenzo.


"Kau akan mengajak Kenzo ke kantor Papa?" Tanya Kenneth.


"Sepertinya tidak, aku ada hal penting dengan Papa ingin membahas pekerjaan. Boleh aku meminta waktu luangmu menjaga Kenzo?"


"Bagaimana ya..., aku harus pikirkan itu lebih dulu."


Agnes mendekat, mencium pipi Kenenth dengan lembut. Kenneth tersenyum, langsung menahan tegkuk leher Agnes, dan mencium bibir Agnes. Agens dan Kenneth berciuman singkat.


Kenneth berdiri dari duduknya dan berjalan ke meja kerjanya. Kenenth kembali bekerja, Agnes tersenyum menatap Kenneth dari sofa.


--


Siang harinya, Agnes datang ke kantor Ben dengan membawa kotak makan siang. Ben menyambut kedatangan Agnes dengan sebuah pelukan. Agnes langsung berlari masuk dalam pelukan Papanya.


"Papa,"


"Oh sayangku, sudah lama putriku ini tidak memelukku."


"Papa, aku merindukan pelukanmu setiap saat."


"Papa lebih rindu darimu, sayang. Dulu Papa setiap saat bisa memelukmu, sekarang sudah sangat jarang. Kau sudah mendapat pelukan dari suamimu. Papa kesepian tanpamu."


Ben tersenyum, mengusap kepala Agnes dan mencium kening Agnes.


"Duduklah," pinta Ben.


Agnes dan Ben duduk berdampingan di sofa. Agnes membuka tas, dan mengeluarkan kotak makan siang. Agnes membuka kotak dan menyuap makanan pada Ben. Ben membuka mulut dan memakan makanan yang di suapkan Agnes. Ben merasa terharu,nair matanya jatuh menetes. Ben segera menghapus air matanya. Agnes memegang tangan Ben, menatap Ben.


"Papa, kenapa menangis? Apa aku berbuat salah?" Tanya Agnes ikut sedih.


Ben menggeleng, "tidak sayang, Papa hanya merasa terharu. Sudah lama kau tidak seperti ini, hari ini tiba-tiba kau datang dan memperlakukan Papa begitu istimewa. Papa senang, sedih, perasaa Papa campur aduk."


Agnes menyeka air mata Ben, "Agnes rindu saat-saat seperti ini Pa. Dulu Papa lah yang menyuapi Agnes makan, sekarang biarkan putrimu ini yang menyuapi Papanya. Agnes tidak bisa berikan apa-apa. Agnes selalu membuat Papa dalam kesulitan. Maafkan Agnes, Pa...," lirih Agnes.


Agnes menangis, air matanya tidak bisa ditahan lagi. Suasana hatinya memang sudah tidak baik, pada akhrinya Agnes goyah. Ben mendekat, memeluk Agnes.


"Menangislah," ucap Ben dengan suara lembut.


"Keluarkan kesedihamu, jika kau pendam kau akan sakit. Jika sedih menangislah keras-keras. Menangislah sayang, menangislah..., biar Papa mendengar kesedihanmu."


Agnes mencengkram kemeja Ben. Agned menangis tersedu-sedu. Ben hanya menanngkan lewat belaian lembut di kepala Agnes tanpa bicara.


Cukup lama Agnes menangis sampai pada akhirnya tangisan Agnes terhenti. Agnes melepas pelukan, Agnes masih terisak. Ben melihat mata sembab Agnes, Ben menyeka air mata Agnes.


"Sudah puas menangis?" Tanya Ben, Agnes menatap Ben dan hanya mengangguk.


Ben berdiri dari duduknya, Ben berjalan mendekati meja kerjanya. Ben membuka laci dan mengeluarkan sebuah kotak. Ben menutup laci mejanya kembali, melangkah mendekat pada Agnes. Ben memberikan kotak yang dibawanya pada Agnes. Ben kembali duduk disamping Agnes.


Agnes menerima kotak pemberian Ben, Agnes menatap kotak yang dipegangnya dan tersenyum menatap Ben.


"Papa masih menganggap aku gadis kecil?" Kata Agnes mengembangkan senyuman.


"Selamanya kau adalah putri kecilku."


"Papa," lirih Agnes. Agens membuka kotak dan melihat permen coklat kesukaanya.


Agnes mengambil satu bungkus permen coklat dari kotak. Ben mengambil permen dari tangan Agnes dan membukakan bungkus permen coklat itu. Ben menyuapkan pada Agnes.


"Buka mulutmu," pinta Ben.


Agnes membuka mulut dan memakan permen coklat itu, Agnes tersenyum menatap Ben.

__ADS_1


"Kau ingat, saat dulu kau menangis karena kau kalah bersaing dalam mengejar nilai? Papa hanya mengobati tangisanmu dengan permen coklat. Saat kau menangis sepulang sekolah, Kau selalu mencari Papa dan berlari dalam pelukan Papa. Kau menangis di pelukan Papa, Papa memberimu permen coklat. Kau begitu menikmatinya, sampai tertidur dengan wajah belepotan permen coklat."


Agnes tertawa, "Papa, jangan buat aku malu. Saat itu aku masih kecil sekarang aku sudah dewasa."


"Kedewasaan bukan diukur dari berapa banyak usiamu, sayang. Seringkali orang mudah terkecoh dengan kata dewasa. Mereka berpikir, jika usia bertambah maka kedewasaan semakin melekat. Tetapi pada kenyataanya, saat mengahadapi masalah mereka berlari menghindar dan saling menyalahkan satu sama lain. Kau bisa dikatakan dewasa, saat kau bisa menekan rasa egoismu dan juga mengontrol emosimu. Berpikir cepat mencerna ucapan lawan bicara, tidak gegabah bertindak dan bisa menjaga ucapan. Memilah kata mana yang pantas dan mana yang tidak untuk di lontarkan. Dewasa dalam pemikiran, dewasa dalam betindak dan bersikap, dewasa dalam ucapan. Terlihat mudah didengar dan dilihat, namum sangat susah di terapkan. Papa tau, tidak ada manusia yang sempurna. Tetepi, tidak ada salahnya untuk kita bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, bukan?" Jelas Ben.


"Papa, kata-kata Papa selalu melekat di hati. Papa yang terbaik," jawab Agnes.


"Papa pun masih harus banyak belajar."


"Papa katakan ini, karena Papa sendiri telah bersikap tidak dewasa pada Mamamu. Papa tidak ingin kau menjadi seperti Papa, Agnes. Teruslah bertumbuh menjadi wanita kuat dan tangguh, wanita yang dewasa, juga tetaplah menjadi orang yang rendah hati. Doa Papa, selalu yang terbaik untukmu," batin Ben.


Agens dan Ben menghabiskan waktu bersama siang itu. Ben menghabiskan makam siang yang dibawa Agnes untuknya. Agnes sudah menghabiskan beberapa bungkus permen coklat. Mereka bercerita hal-hal manis di masa lalu, mereka tertawa dan saling menghibur satu sama lain.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Oh My Husband


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2