
Malam hari..
Selesai makan malam, Agnes dan Otniel pergi berjalan-jalan di halaman depan. Otniel mengajak Agnes duduk di kursi yang ada bawah pohon rindang.
"Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?" Tanya Otniel.
Agnes mengangguk, "aku baik-baik saja Otnie. Jangan cemas."Agnes menjawab dengan tersenyum cantik.
Otniel senang melihat Agnes yang tersenyum cantik. "Kau terlihat senang, wajahmu berseri." Puji Otniel.
"Otnie, ada sesuatu hal yanh ingin aku katakan padamu. Aku akan merawat bayiku, tolong jangan sampai Ken tau aku mengandung anaknya. Oke?" Agnes berbicara tanpa ragu.
Otniel terkejut, kata-kata Agnes terdengar seperti ucapan Ben. Otniel senang, jika pada akhirnya Agnes mau memepertahankan dan merawat bayinya kelak.
"Maksudmu? Kau ingin aku bungkam? Tidak memberitahu Ken, kau mengandung anaknya?" Otniel mengulangi kata-kata Agnes.
Agnes mengangguk, "ya.. kau tentu tau, kami sudah berpisah! Dan aku baru tau jika aku hamil setelah bercerai, aku tidak ingin merusak kebahagiaan Ken dengan kekasihnya. Jadi biarlah ini menjadi rahasia kita." Ucap Agnes, menatap langit malam.
Otniel merangkul Agnes, "oke, aku akan rahasiakan ini. Berjanjilah kau harus selalu sehat, mejaga dan melindungi bayimu." Otniel mengelus rambut Agnes.
"Tentu saja, aku harus menjadi mama yang kuat untuk anakku. Aku akan membesarkannya dengan baik, menjaga dan melindunginya." Jawab Agnes penuh semangat.
"Bagus! Ayo masuk dan tidur. Malam semakin larut, besok aku akan mengajakmu berjalan-jalan." Otniel mengajak Agnes beristirahat karena malam semakin larut.
Agnes berdiri diikuti Otniel, "oke.. ayo.." jawab Agnes.
Agnes dan Otniel masuk dalam rumah. Mereka berjalan ke kamar tidur mereka masing-masing untuk beristirahat.
-----
Hari hari berlalu dengan baik, sudah tidak terasa dua bulan sudah Agnes berada di Jepang. Otniel sudah mulai tenang. Agnes terlihat senang dan mulai terbiasa menjalani kehidupannya. Setiap pagi Otniel akan pergi bekerja dan akan pulang saat sorw hari, namun sesekali waktu saat siang hari Otniel terkadang pulang. Menikmati makan sianganya bersama Agnes.
Siang itu Agnes mendapatkan kejutan, Ben dan Alea datang. Agnes senang dan memeluk Ben juga Alea secara bergantian.
"Papa.. mama.. Agnes rindu pada papa dan mama." Agnes menitihkan air mata.
"Maaf, papa baru bisa datang Agnes. Papa sibuk dengan pekerjaan, bagaimana kabarmu? Kau sehat? Papa senang akan segera menimang cucu." Ben mengelus perut Agnes, Agnes tersenyum.
"Papa, papa menjaga rahasia ku kan?" Tanya Agnes dengan suara lirih.
"Sayang, papa dan mamam merahasiakan nya dengan baik. Oke? Ken dan keluarganya tidak ada yang tau." Jawab Alea.
Alea berbohong, sebenarnya selain Otniel, Ben dan Alea, Elmia juga tau soal kehamilan Agnes. Namun Elmia berjanji tidak akan membongkar rahasia ini sebelum ada perintah dari Ben.
Alea tahu, jika Ben mencintai Elmia sedari dulu, jauh sebelum Alea masuk mengenal Ben. Alea tidak membenci Elmia, karena walau bagaimana pun Elmia hanyalah masa lalu Ben. Ben dan Elmia sudah membangun bahtera rumah tangga mereka masing-masing. Alea percaya jika Ben hanya akan menyimpaj masa lalu dan tidak akan kembali pada masa lalu.
Sejauh ini Ben tidak pernah melakukan kesalahan. Tidak pernah bertindak diluar batas dan ceroboh. Ben selalu berfikir jauh ke depan selalu berfikir akibat dari semua perbuatannya. Meski Alea tidak tau seberapa penting dirinya bagi Ben, namun Alea yakin, Ben tidak akan membuatnya kecewa dan bersedih.
Melihat mamanya (Alea) melamun, Agnes mengejutkan Alea. "Mama.." panggil Agnes memegang tangan Alea.
Alea tersadar, menatap Agnes. "Ahhh i-iya sayang, ada apa?" Tanya Alea.
"Mama sakit?" Tanya Agnes.
Alea tersenyum, "maaf mama melamun, mama begitu merindukanmu sampai diam membisu melihatmu." Alea beralasan.
"Ayo duduk dan makan ma, papa juga." Agnes mengajak Ben dan Alea duduk, untuk makan siang bersama.
"Hallo bibi, paman. Selamat datang di kediamanku, semoga paman dan bibi merasa nyaman." Otniel menyambut kedatangan Ben dan Agnes.
"Terima kasih Otniel, kau sehat?" Tanya Agnes.
"Iya bibi, aku sehat. Bibi juga terlihat bersemangat, semakin cantik." Puji Otniel.
"Kau bermulut manis Otniel. Terima kasih untuk pujianmu." Jawab Alea dengan senyuman.
"Jika siang kau pulang? Tidak bekerja?" Tanya Ben.
"Jika aku ada waktu kosong sore hari, aku akaj makan siang dirumah paman. Kebetulan sekali hari ini aku tidak ada pertemuan atau hal penting lainmya, jadi aku pulang dan menemani Agnes makan siang. Jika sibuk Agnes hanya akan makan siang seorang diri." Otniel menjelaskan.
__ADS_1
Ben tersenyum, "kau sungguh menjaga Agnes dengab baik, dua bulan ini Otniel. Maaf jika menyusahkanmu, Agnes bersikap baik kan?" Ben menatap Agnes, bermaksud menggoda Agnes.
Otniel menatap Agnes dan tersenyum, "haha.. paman, jangan menggodanya atau aku akan di lempar dengan buah apel. Agnes bersikap baik paman, Agnes juga calon ibu yang baik untuk calon bayinya. Dia menjaga kesehatannya dengan sangat baik." Otniel memuji usaha Agnes.
"Semua juga karena mu Otnie, terima kasih sudah mau menjagaku selama dua bulan ini." Ucap Agnes mengucapkan terima kasih.
"Jangan sungkan, kau sudah seperti adikku sendiri Agnes. Kau harus tetap semangat dan kuat demi calon bayimu." Otniel selalu memberikan dukungan dan semangat untuk Agnes.
Ben senang, menatap Alea disampingnya. Diam-diam Ben menggenggam erat tangan Alea di bawah meja, Ben merasa senang Agnes terlihat lebih baik dan tidak murung lagi. Meski dalam hati nya masih ada sisa penyesalan dan kegelisahan hati.
-----
2 bulan lepas dari Agnes, Kenneth kembali menjalani kehidupannya. Kenneth juga berjuang untuk mencapai kesuksesannya. Kenneth perlahan bangkit, Kenneth berusaha keras dalam pekerjaannya. Kenneth ingin agar perusahaan papanya lebih baik dan berkembang.
Dua bulan tidak bertemu Agnes rasa rindu perlahan melanda. Diam-diam Kenneth madih menyimpan foto Agnes dalam ponselnya.
Jika merasa rindu, Kenneth akan berbicara sendiri dengan foto Agnes. Berkeluh kesah, bertanya, terkadang Kenenth menjawab pertanyaan yang di tanyakan dirinya sendiri.
Kenneth duduk di sofa dan menatap foto Agnes dinponselnya. "Kau baik-baik saja? Aku rindu, ingin melihatmu. Tetapi aku ragu, apakah kau ingin bertemu denganku atau tidak. Aku mendengar kabar jika kau keluar negeri, apakah itu benar? Kau sungguh ingin melupakanku? Agnes.. apa kau sudah melupakanku? Kau bersama pria itu?" Ucap Kenneth, membayangan peristiwa terakhir kali dirinya melihat Agnes bersama Otniel.
Kenneth tertawa, air matanya jatuh menetes. "Haha.. aku begitu bodoh! Aku melakukan apa yang seharusnya tidak aku lakukan. Ken.. kau sangat bodoh!" Kenneth mengumpati dirinya sendiri. Kenneth masih merasa bersalah pada Agnes.
Kenneth menyeka air matanya, merasakan sesuatu. Kenneth merasa mual ingin muntah, Kenneth berlari menuju kamar mandi. Di kamar mandi Kenneth memuntahkan semua makanan yang ada dalam perutnya.
10 menit kemudian, Kenneth keluar dari kamar mandi. Kenneth membasuh mulut dan wajahnya dengan handuk.
"Perutku seperti diaduk-aduk." Keluh Kenneth.
"Dua bulan ini sesekali aku merasakan pusing dan muntah, apa aku sakit? Ada masalah dengan organ pencernaanku?" Kenneth berguman.
Ting tung..
Ting tung..
Ting tung..
Bel apartemen Kenneth berbunyi, seseorang datang. Kenneth berjalan lemas mendekati pintu untuk membuka pintu.
Pintu terbuka, Elmia datang melihat keadaan Kenenth.
"Mama," sapa Kenneth.
"Ken, mama mengganggu?" Tanya Elmia.
"Tidak ma, masuklah. Aku tidak sibuk, mama jangan sungkan padaku." Jawab Kenneth.
Elmia masuk, melepas sepatu dan dan berjalan menuju ruang tamu. Kenenth menutup pintu, mengikuti Elmia keruang tamu.
"Mama ingin minum sesuatu?" Tanya Kenneth.
"Tidak, kau sudah makan Ken?" Tanya Elmia, balik bertanya.
"Hmm, iya ma.. aku baru saja memuntahkan semua isi perutku." Jawab Kenneth lemas.
"Kau sakit nak? Apa kau baik-baik saja?" Elmia cemas, mendekati Kenneth dan memeriksa suhu tubuh Kenneth.
"Aku baik ma, entah mengapa tubuhku ini merasa aneh. Aku terkadang pusing dan mual, terkadang tubuhku terasa lemas dan cepat lelah. Aku selalu menjaga pola tidurku, aku juga mengurangi kegiatan malamku. Namun aku merasa tubuhku masih tidak bertenaga." Kenneth mengeluh pada Elmia.
Elmia mengusap rambut Kenneth, "mama akan memasak untukmu. Apa ada bahan sayuran?" Elmia menatap Kenneth.
"Kenneth menggeleng, "tidak ada ma.. ahh, mama buatkan saja aku salad sayur dan potongkan buah apel untukku." Kenneth tersenyum manja.
Elmia mengerutkan dahi, "salad sayur? Apel? Bukankah kau tidak menyukai salad sayur dan buah Apel? Karena kau pernah tersedak buah apel saat kecil, sehingga kau tidak mau lagi makan apel. Sekarang kau ingin mama mengupas apel? " Elmia heran, tidak mengerti dengan keadaan putranya.
"Ken sudah katakan ma, ini aneh. Kemarin Ken pergi ke supermarker dan melihat buat Apel juga sayuran segar, tanpa berfikir Ken membelinya. Ken bahkan sudah makan 2 buah Apel hari ini." Jawaban Kenneth semakin membuat Elmia heran.
-----
Jepang..
__ADS_1
Agnes duduk manis di meja makan, minta dikupaskan apel. Alea mengupas apel untuk putri kesayangannya.
"Kau baik-baik saja sayang? Apa kau memuntahkan semua makananmu?" Tanya Alea.
Agnes mengangguk, "iya ma.. aku memuntahkan semuanya, sekarang aku lapar ingin makan salad sayur dan buah apel. Mama kupaskan apel untukku yang banyak." Ucap Agnes senang melihat buah Apel di tangan Alea.
Alea tersenyum, "iya.. mama akan kupas banyak untukmu. Makan yang banyak ya, untuk beberapa orang awal kehamilan memang menyulitkan, merasa pusing, mual, muntah dan pemilih makanan. Ada juga yang dari awal kehamilan sampai persalinan tidak ada keluhan, apapun itu kau harus jalani sayang. Kau mengerti? Inilah awal mula perjuangan seorang ibu putriku, ibu manapun berjuang demi calon anak anak mereka. Mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan anak mereka. Tidak akan ada kata lelah bagi seorang ibu saat merawat buah hati mereka." Alea menjelaska, Alea memberikan beberapa gambaran dan arahan pada Agnes.
"Terima kasih ma, mama sudah mengandung, melahirkan dan merawatku. Aku akhirnya mengerti betapa tidak mudahnya menjadi seorang mama. Maafkan Agnes jika dimasa lalu Agnes tidak mau mendengar kata-kata mama. Agnes sayang mama." Ucap Agnes dengan suara serak.
Alea meletakan pisau dan buah Apel di atas piring. Alea memeluk Agnes dan penuh kasih sayang. Alea merasa terharu mendengar kata-kata Agnes.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"