
Hari ini, Agnes dan Jimmy janji bertemu di Boutique. Mereka ingin mencoba gaun pernikahan mereka.
Jimmy lebih dulu sampai dan menunggu Agnes di ruang tunggu, sekitar 10 menit kemudian Agnes datang.
"Maaf, aku membuatmu menunggu Jimmy." Kata Agnes merapikan rambutnya.
Jimmy mengeluarkan sapu tangan dan menyeka keringat Agnes, "bukan masalah besar, apa kamu berlari sehingga berkeringat seperti ini?" Tanya Jimmy dengan suara lembut.
"Ya, aku.. (Agnes mengatur nafasnya) aku takut kamu bosan menunggu ku." Jawab Agnes.
Jimmy tersenyum, "aku tidak akan pernah bosan sayang, menunggu bukan masalah buatku. Lain waktu hubungi atau kirim pesan padaku saja jika kamu khawatir, aku pasti akan mengerti keadaanmu. Ok?" Jimmy mengecup kilas kening Agnes.
"Terima kasih Jimmy, kamu begitu baik dan pengertian. Aku dangat beruntung mendapatkanmu," kata Agnes yang langsung memeluk Jimmy.
"Aku yang beruntung mendapatkanmu, aku sangat menyayangimu Agnes," ucap Jimmy mengeratkan pelukan.
Pintu ruangan terbuka, dua orang pelayan masuk dan menemui Jimmy juga Agnes. Agnes dan Jimmy saling melepas pelukan, Jimmy merangkul Agnes.
"Tuan, nyonya Rose meminta kami untuk membantu anda dan nona Agnes menvoba gaun pernikahan." Kata seorang pelayan.
"Baiklah, sediakan saja pakaianku di ruang ganti, kalian layani saja mempelai wanitaku." Kata Jimmy.
"Baik tuan, saya mengerti." Jawab pelayan.
Pelayan berjalan mendekati lemari, paya membuka lemari dan mengambil setelan jas. Pelayan kembali berjalan membawakan stelan jas yang akan di kenakan Jimmy untuk acara pernikahan dalam sebuah ruangan kecil, pelayan mendekati Jimmy.
"Tuan, pakaian anda sudah saya siapakan, silahkan." Kata pelayan dengan sopan.
"Ya.. sayang (Jimmy menatap Agnes) pakai gaunmu, aku juga akan ganti pakaian." Jimmy mencium kening Agnes dan pergi menuju ruangan kecil untuk berganti pakaian.
Agnes di layani dua pelayan untuk berganti gaunnya, rasa gugup menghampiri. Pelayan dengan perlahan dan perlakuan lembut membantu Agnes. Agnes menatap ke arah cermin dihadapannya, menatap dirinya yang sudah mengenakan pakaian pengantin.
Satu pelayan sibuk merapikan rambut Agnes, satu pelayan lagi sibuk membenahi gaun bagaian belakang agar terlihat sempurna.
"Anda sangat cantik nona," kata pelayan yang merapikan rambut Agnes.
"Terima kasih pujianmu, aku tidak secantik itu. Masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dari ku, kamu juga cantik." Jawab Agnes dengan tersenyum.
"Nona, sudah berapa lama anda dan tuan berkencan?" Tanya pelayan yang lain.
"Tidak lama, kami hanya kenal beberpa minggu. Ini adalah sebuah perjodohan, tapi aku menerinya karena memepelai pria begitu baik dan pengertian," jawab Agnes.
"Anda benar nona, terlihat jika tuan sangat menyayangi anda. Perlakuan lembutnya pada anda bisa mengutarakan isi hati nya." Kata pelayan yang merapikan rambut.
Rambut selesai di rapikan, meski tidak smepurna dan hanya asal namun sudah terlihat bagus, pelayan lainnya juga sudah selesai dengan tugasnya. Kedua pelayan berdiri dan menatap ke cermin dengan senyuman, mereka sangat senang. Perkerjaan mereka berjalan lancar dan baik, pengantin yang mereka bantu sudah seperti seorang putri kerajaan.
"Nona, saya sangat mengagumi anda, anda begitu cantik."
"Benar, benar,"
"Terima kasih," jawab Agnes.
Kedua pelayan membuka tirai, Agnes berbalik dan terkejut ketika Jimmy sudah siap melihatnya. Jimmy berdiri dan menatap kearahnya, seketika Jimmy tertegun, Agnes terlihat begitu cantik bahkan sebelum memakai hiasan rambut dan make up.
Jimmy mendekat dan mengularkan tangan kananya ke depan, tangan kirinya ada di perut dengan posisi sedikit membungkuk.
Agnes meletakan tangannya diatas tangan Jimmy, Jimmy menggenggam erat tangan Agnes, mencium lembut punggung tangan Agnes.
"Nona, anda terlihat sangat cantik." Goda Jimmy.
Wajah Agnes memerah, jantungnya berdebar kencang. Agnes hanya menorehkan senyuman manisnya, Agnes dan Jimmy berdiri berdampingan. Seorang pelayan diminta Agnes untuk mengambil gambar, Agnes dan Jimmy tampak begitu serasi.
"Sayang, kamu cantik sekali. Jika seperti ini bagaimana aku bisa menutup mataku?" Bisik Jimmy di telinga Agens.
"Jimmy, jangan menggodaku. (Agnes memukul pelan bahu Jimmy) jangan memujiku lagi," kata Agnes pelan.
Dua pelayan yang melayani Agnes dan Jimmy hanya tersenyum melihat pasangan yang sedang di mabuk asmara. Memepelai pria yang tampan dan terlihat gagah dengan stelan jas berwarna putih, di tambah mempelai wanita yang terlihat anggun nan cantik berbalut gaun berwana senada. Sungguh sangat serasi.
Usai mencoba gaun pengantin, Jimmy mengajak Agnes pergi jalan-jalan. Agnes mengiyakan permintaan Jimmy. Jimmy dan Ages pergi dari Boutique dengan menggunaka mobil yang sama, hari itu Jimmy ingin menghabisakan waktu bersama Agnes.
__ADS_1
Seperti biasa, Agnes menceritakan rutinitasnya dari pagi. Agnes menceritakan jika hari itu sangat melelahkan, Agnes duduk bersandar, mencari posisi yang nyaman.
"Kamu lelah? Ingin aku antar pulang dan istirahat saja?" Tanya Jimmy.
Agnes menggeleng, "tidak apa, aku ingin pergi denganmu. Aku bosan jika terus menerus berada dimansion," kata Agnes.
"Baiklah, aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat." Jimmy tersenyum manis.
Agnes mengangguk, menatap kearah Jimmy. Agnes senang bisa pergi bersama dengan Jimmy, saat melihat Jimmy Agnes tiba-tiba saja memikirkan Kennteh.
"Kenapa aku memikirkan pria itu? Dia tidak ada apa-apanya dibanding kakaknya, sikapnya yang buruk. Suka bermain dan menggoda wanita, sungguh menyebalkan." Batin Agnes.
20 menit kemudian,
Mobil Jimmy berhenti di sebuah kedai ice cream. Agnes melihat sekeliling, "kamu mengajakku makan ice cream?" Tanya Agnes, Agnes menatap Jimmy.
"Iya, bukankah kamu lelah, makan ice bisa membuatmu segar. Kamu tidak suka?" Jimmy kembali bertanya.
"Suka, aku sudah lama tidak makan ice cream." Kata Agnes.
Agnes tersenyum, Jimmy dan Agnes turun dari mobil bersama-sama, Agnes berjalan merangkul lengan Jimmy tanpa ragu, Jimmy senang akhirnya Agnes tidak ragu-ragu dan malu-malu lagi padanya.
Pintu terbuka, dua orang pelayan membuka pintu dan menyapa.
"Selamat datang, selamat menikmati hidangan kami."
"Silahkan tuan, nyonya."
Jimmy dan Agnes tersenyum, Agnes melihat sekitar. "Sayang, ayo kita duduk disana, dekat kaca agar kita bisa melihat jalan." Ucap Agnes.
"Ayo," jawab Jimmy dengan suara lembut.
Agnes dan Jimmy berjalan mendekati meja, dan akan duduk. Jimmy mendengar suara yang tidak asing, di meja sebelah. Jimmy memalingkan wajah, dan melihat, benar saja itu Kenneth dengan seorang wanita cantik yang sexy.
Agnes mengerutkan dahi, "astaga.. kenapa dunia begitu sempit? Lagi-lagi harus bertemu dia. Pria menyebalkan yang gila wanita ini," batin Agnes.
Kenneth memalingkan wajah, "kakak.." jawab Kenneth.
Kenneth menatap Agnes dengan tatapan mata kesal, terlihat sekali jika Kenneth tidak menyukai Agnes. Kenneth diam dan tidak menyapa Agnes.
"Kamu disini juga? Sudah lama datang?" Tanya Jimmy.
Agnes tidak menghiraukan dan memilih duduk di tempat pilihannya. Mata Kenneth melirik, mengamati Agnes. "kak, duduklah. Jangan buat kakak ipar menunggu." Ucap Kenneth.
"Ah iya, kamu lanjutkan makan ice mu." Jawab Jimmy.
Kenneth mengangguk, Jimmy duduk di samping Agnes. Terdengar suara manja wanita Kenneth, wanita itu meminta Kenneth menyuapinya.
"Sayang, ayo suapi aku."
"Manja sekali, berikan sendoknya. Aku akam menyuapmu dengan penuh cinta."
"Ahh Kenneth.."
"Jangan menggodaku sayang, singkirkan tanganmu."
Kenneth sengaja bersuara keras, Agnes merasa risih. "Pria ini, sungguh tidak tahu malu." Batin Agnes.
Jimmy merangkul Agnes, "ada apa sayang? Kenapa terlihat kesal?" Tanya Jimmy.
"Tidak ada," jawab Agnes singkat.
Jimmy melambaikan tangan. Seorang pelayan datang dengan membawa buku menu.
"1 ice cream rasa coklat, tanpa topping" kata Agnes.
"Tambahkan 1 lagi, jadi 2 ice cream rasa coklat." Kata Jimmy.
Pelayan mencatat pesanan, "baik tuan, akan segera saya antar." Kata pelayan.
__ADS_1
Pelayan pergi, Jimmy terus memandangi Agnes, Tangan Jimmy membelai rambut Agnes. Agnes memalingkan wajah, menatap Jimmy. Senyum Agnes mengembang, Jimmy membalas senyuman Agnes.
@@@@... @@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1