
Malam harinya, Alea tidak bisa tidur. Alea terjaga dan turun dari tempat tidur untuk mengambil gelas air minum di meja, namun gelasnya kosong. Alea membawa ponselnya ikut serta dengannya pergi ke dapur. Alea melangkahkan kaki pergi keluar dari kamar.
Di dapur Alea minum sampai dua gelas. Alea bingung, harus berbuat apa. Alea ingat sesuatu, Alea menyalakan layar ponselnya dan menghubungi seseorang.
(Percakapan di telepon)
"Hallo," sapa Alea.
"Ya, Alea. Ada apa?"
"Alex, aku ingin bertanya sesuatu padamu. Kau dimana?" Tanya Alea.
"Dimana, tentu di rumah. Ada apa kau menghubungiku? Apa ada, soal Ben?" Tanya Alex.
"Bukan, ini soal anak ku yg dulu aku tinggal bersamamu. Dimana dia? Kau mengatakan mengirimnya ke luar negri kan? Bagaimana dia sekarang?" Tanya Alea.
Alex terdiam, tidak bicara. Hal itu membuat Alea geram. Alea mendesak Alex agar bicara.
"Kau diam? Alex jawab!" Sentak Alea.
"Maaf, karena aku butuh uang untuk menutupi hutangku aku memberikanya pada Ayahnya. Aku tidak bisa minta uang pada Papa, Alea. Mengertilah!" Jelas Alex.
"Apa? Kau berikan pada Ayahnya? Charlie Robie?" Tanya Alea.
"Ya, siapa lagi. Bukankah dia kekasih gelapmu? Aku tidak menyangka saja si miskin itu ternyata kaya raya, sayangnya kau sudah di nikahkan Papa pada Ben. Jadi aku hanya bisa menyerahkan kembali putri kandunganya dengan imbalan uang."
"Apa kau gila? Kau ingin menghancurkan ku? Apa kau tau, Charlie ada di negara ini?" Tanya Alea.
"Apa? Kau jangan bergurau. Bukankah dia tinggal di Amerika? Mengapa bisa di Inggris?" Tanya Alex.
"Kau bertanya padaku, aku harus bertanya kepada siapa? Kau bodoh sekali. Lalu uang yang aku kirim kan, tidak kau gunakan untuk merawat putriku, melainkan untuk judi? Kau membohongiku? Lalu foto yang kau kirimkan, itu bukan dia?" Cerca Alea.
"Dengar dulu, foto itu asli. Itu foto putrimu. Jujur saja setiap bulannya Charlie masih memberiku uang. Charlie tau kau selalu mengiri putrimu uang, Charlie menolak menerima dan memberikannya padaku. Charlie memintaku berbohong, mengatakan mengirim putrimu keluar negeri. Semua skenario Charlie, bukan aku. Aku tidak tau jika sampai Charlie pergi ke Inggris."
"Sudahlah, percuma bicara denganmu. Kerjamu hanya mabuk-mabukan dan bermain wanita. Kau membuatku kesal."
Alea memutus panggilannya dan meletakan ponselnya di meja. Alea menggigit ujung ibu jari tangan kanannya. Alea merasa cemas dan panik. Alea tidak ingin mengetahui masa lalunya, tidak ingin Ben tau jika dirinya sudah memiliki anak.
Saat menikah dengan Ben, Alea mengaku sudah tidak lagi suci pada Ben. Tetapi Alea tidak berani bicara mengenai anak dan hubungannya dengan Charlie di masa lalu. Alea takut Ben membencinya.
Mengetahui tidak lagi suci saja, setelah 6 bulan menikah Ben baru mau menyentuh Alea. Itu pun karena pengaruh alkohol. Jika sampai Ben tau, Alea takut Ben akan memperlakukannya tidak baik. Pikiran Alea kacau kala itu, Alea terpaksa menutupi semuanya demi kebaikan bersama.
Alea tersadar dari lamunannya sesaat. Alea melihat jam di dinding, jam sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Alea bergegas kembali ke kamarnya untuk beristirat. Alea berniat mencari dan menemui Charlie keesokan harinya. Untuk bertanya motif Charlie datang ke Inggris untuk apa.
Alea membuka pintu kamar dan masuk, dia kembali menutup pintu perlahan. Dilihatnya Ben masih terlelap dalam tidurnya. Alea berjalan mendekati tempat tidur, naik keatas tempat tidur dan berbaring di samping Ben. Alea tidur dengan posisi miring kearah tepi tempat tidur. Alea terkejut, mana kala Ben tiba-tiba memeluknya dari belakang dan bertanya padanya.
"Kau dari mana? Menghilang begitu lama," suara serak Ben tiba-tiba terdengar.
Alea melebarkan mata," hmm, aku baru mengambil air minum. Tidurlah, aku tidak apa-apa.
"Sungguh? Tidak ada masalah?" Tanya Ben menyembunyikan wajahnya di rambut Alea.
Alea terdiam, ingin sekali rasanya bicara tetapi bibirnya seakan terkunci. Alea tidak tau harus bicara apa dan memulai pembicaraan dari mana. Alea bingung, sangat ingin bertanya pada Ben. Tetapi dirinya takut, takut jika Ben akan marah dan meninggalkannya. Dulu dan sekang berbeda. Meski dulu hanya sekedar suka dan sayang, namun perlahan cinta itu datang dan melekat dalam hati Alea. Alea sangat mencintai Ben. Meski Alea tau, Ben hanya sedikit mencintainya.
Ben mengusap lengan Alea, "jika ada sesuatu yang membuatku tertekan, bicaralah sayang. Aku bukan pendengar yang baik, namun aku akan mencoba mencerna apa yang akan kau ceritakan. Aku tidak ingin kau sakit karena memikirkan sesuatu. Kau begitu gelisah sejak tadi. Aku khawatir padamu."
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Alea berdebar. Meski hanya kata-kata sederhana yang di dengarnya. Namun ucapan itu membuat jantungnya berdebar. Dadanya sesak, ingin sekali Alea menangis dan bicara terus terang. Namun lagi-lagi rasa takutnya menghantuinya. Alea tak mau mengambil resiko apapun.
Alea mengubah posisinya, kini Alea dan Ben saling berhadapan. Alea memberanikan diri menatap Ben, Ben tersenyum tampan lalu mengecup kening Alea.
"Tidurlah, jangan pikirkan apapun saat kau tidur. Tenangkan pikiranmu," Ben memeluk Alea.
Alea senang, Ben begitu hangat sekarang. Alea tidak ingin kehilangan kehangatan kasih Ben. Namun Alea juga mwrasa bersalah sudah berbohong pada Ben.
Alea mencoba melupakan sesaat beban pikirannya. Alea menutup matanya perlahan dan terlelap tidur dalam pelukan Ben.
--
__ADS_1
Keesokan harinya, Kenneth masuk dalam kamar membawa susu dan roti selai. Tidak lupa dia membawa bubur untuk Kenzo.
Kenneth meletakan nampan di meja. Kenneth melangkah menghampiri Kenzo, Kenzo masih terlelap tidur. Kenneth naik keatas tempat tidur dan langsung mendekap Agnes.
Agnes terjaga, mengusap kepala Kenneth dan mengubah posisinya. Agnes dan Kenneth saling bertatapan.
"Pagi sayangku...," sapa Kenneth.
"Pagi...," jawab Agnes dengan suara lembut.
Kenneth mencium kening Agnes, Kenneth membelai rambut Agens.
"Kau bangun awal?" Tanya Agnes.
Kenneth mengangguk, "ya..., aku terjaga pagi tadi. Aku mengganti popok Kenzo dan tidak bisa tedur lagi. Aku pakai saja untuk bekerja dan memasak setelahnya."
"Terima kasih Ken, kau sudah banyak membantuku. Kau adalah suami idaman," puji Agnes.
"Tidak masalah, selagi aku bisa aku akan mencoba yang terbaik untuk membantumu."
Agnes mengusap wajah Kenneth, Agnes memberikan senyuman manisnya. Agnes menyentuh hidung Kenneth dengan jari telunjuknya tangan kanannya. Agnes mendekat, mengecup hidung Kenneth kilas.
Agnes memeluk Kenneth, " aku menyayangimu, Ken."
"Hanya sayang?" Sela Kenneth menggoda.
Agnes tersenyum, "aku mencintaimu."
"Hanya cinta?" Sela Kenneth lagi.
"Baiklah, kau hanya milikku. Dan aku hanya milikmu. Oke?"
"Ya, kita akan saling memiliki selamanya. Aku sangat, sangat, sangat, sangat..., ingin menua bersamamu."
Agnes melepas pelukan menatap Kenneth, Kenneth membalas tatapan Agnes. Wajah mereka semakin dekat dan mereka pun saling berciuman. Mereka melakukan ciuman pagi, mereka saling mengutarakan perasaan mereka masing-masing.
Ciuman mereka berakhir, Kenzo terjaga dari tidurnya dan menangis. Kenneth mencium pipi Agnes.
Kenneth turun dari tempat tidur dan menghampiri Kenzo. Setelah di gendong Kenneth, Kenzo pun diam. Sepertinya Kenzo terjaga karena kaget. Kenneth membawa Kenzo naik keatas tempat tidur dan menyapa Agnes.
"Hai Mama, selamat pagi."
Agnes tersenyum, "pangeranku..., selamat pagi juga kesayangan Mama. Muachh...," Agnes mengecup kening Kenzo.
"Aku akan mandikan Kenzo, kau rapikan saja tempat tidur dan bersih-bersih. Oh, jangan lupa siapkan pakaian Kenzo. Hari ini kau dan Kenzo ikutlah ke kantor."
"Oke...."
Kenenth memeluk dan menggendong Kenzo, "ayo sayang, mandi dengan Papa. Kenzo ikut papa bekerja ya, Papa ingin melihat senyum tampan Kenzo setiap saat.
Kenneth menciumi Kenzo. Kenneth turun dari tempat tidur dan memabawa Kenzo ke kamar mandi. Agnes bangun, turun dari tempat tidur dan merapikan tempat tidur. Kenneth sibuk dengan Kenzo, Agnes sibuk bersih-bersih dan menyiapkan perlengkapan Kenzo.
--
Setelah Ben pergi ke kantor. Alea pergi dengan supir mendatangi perusahaan Charlie. Alea mendapat informasi dari internet lokasi perusahaan Charlie.
Alea gugup, sekian lama akhirnya Dirinya dan Charlie akan bertemu kembali. Alea ingin meluruskan permasalahannya kali ini.
Tidak disangka, Ben dan supirnya mengikuti Alea. Ben sudah menaruh curiga pada Alea. Sejak semalam, Ben mencoba memancing Alea untuk bicara jujur. Ben mendengar pembicaraan Alea dengan adiknya Alex di telepon. Ben terkejut, banyak rahasia yang disimpan rapat oleh Alea darinya.
Pagi ini Ben berpura-pura berangkat ke kantor. Sebenarnya Ben menunggu di ujung jalan, menunggu kepergian Alea. Ben yakin Alea akan pergi mendatangi seseorang.
"Jangan terlalu dekat, jangan biarkan supir Alea tahu kita mengikuti."
"Baik Tuan."
Supir Ben memperlambat laju mobil dan menjaga jarak cukup jauh dengan mobil yang di tumpangi Alea. Ben menahan diri, Ben masih bersikap tenang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Alea sampai di kantor Charlie. Alea turun dari mobil dan masuk dalam gedung.
Supir Ben menghentikan mobil. Dari jauh Ben melihat gedung kantor, dia juga melihat istrinya Alea berjalan masuk ke dalam gedung.
"Apakah Anda ingin turun, Tuan?" Tanya supir.
__ADS_1
"Tidak. Kita tunggu saja sampai keluar."
"Aku tidak bisa seenaknya masuk, dan memergoki Alea dengan mantan kekasihnya. Jika berita ini tersebar dan Agnes tau, apa kata Agnes nanti. Alea..., kenapa kau berbohong?" Guman Ben dalam hatinya.
Diluar gedung, Ben dengan sabar menunggu. Ben tidak ingin menghancurkan reputasinya yang selama ini di jaganya dengan baik. Ben berencana bicara dengan Alea setelah Alea keluar dari dalam gedung.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Oh My Husband
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1