
Selesai makan, Agnes kembali ke kamarnya. Agnes membuka pintu dan masuk kedalam kamr, kembali menutup pintu kamarnya.
Agnes melangkah perlahan, melihat Kenneth dan baby Kenzo dari jauh yang sedang tidur. Agnes berdiri di samping tempat tidurnya, Agnes tersenyum melihat pemandangan indah di hadapannya. Agnes menarik selimut, menyelimuti Kenneth dan baby Kenzo.
Kenneth terjaga saat merasakan tubuhnya menyentuh selimut. Kenneth membuka mata dan menatap Agnes, Kenneth memalingkan wajah menatap baby Kenzo, baby Kenzo terlelap tidur.
Perlahan Kenneth bangun dan duduk bersandar. Agnes terdiam mendapati Kenneth yang bangun.
"Siapa ayah bayi ini?" Tanya Kenneth tiba-tiba, dengan suara pelan.
"Siapa ayah bayiku, apa urusanya denganmu?" Jawab Agnes seenaknya.
"Agnes, aku tanya serius. Jangan bergurau, siapa ayahnya? Dimana dia sekarang? Kenapa tidak ada bersamamu?" Kenneth mencerca banyak pertanyaan pada Agnes.
Agnes menatap Kenneth, "sebaiknya kau pulang, jangan membuat anak istrimu menunggu." Kata Agnes.
"Tidak, aku tidak akan pulang! Aku akan tidur disini." Kata Kenneth.
"Kau gila? Ini mansion ku!" Sahut Agnes kesal.
"Aku tidak peduli mau masion mu atau dimanapun, aku tidak akan pergi sebelum mendapatkan jawabanmu. Aku merasakan hal aneh saat menggendong bayi ini, jantungku berdebar kencang. Perasaanku menjadi senang dan bahagia." Kenneth menjelaskan, Kenneth menatap baby Kenzo, menatapnya lekat. "Tunggu, kenapa wajahnya mirip denganku? Dia putraku?" Tanya Kenneth
Deg..
Agnes terkejut, pertanyaan Kenneth membuat Agnes terdiam. Kenneth mengerutkan dahi menatap tingkah Agnes yang mendadak berubah gugup.
"Aku benar kan? Dia putraku?" Tanya Kenneth lagi.
Agnes menghela napas, "tidurlah jika ingin tinggal, jangan ajukan pertanyaan konyol itu lagi Ken. Jangan membuat keributan dan membangunkan baby Kenzo." Celetuk Agnes.
"Baby Kenzo? Ken..zo?" Guman Kenneth.
"Iya KENZO, KENZO, cepat tidur!" Agnes memerintah.
"Kau tidak tidur?" Tanya Kenneth.
"Ya, aku akan tidur di sofa atau di kamar sebelah. Aku akan berikan asi pada putraku dulu." Jawab Agnes.
Agnes memalingkan wajah ingin pergi, namun tangan Kenneth menahan dan menarik Agnes dalam pelukannya.
Agnes keget, Agnes meronta. "Ken.. lepaskan aku!" Kata Agnes tidak senang.
Kenneth memeluk erat Agnes, "5 menit.. tidak, 1 menit.. ya, 1 menit. Izinkan aku memelukmu. Aku merindukanmu." Kata Kenneth dengan suara lembut.
Agnes melebarkan mata, kata-kata Kenneth seakan membiusnya. Agnes diam, membenamkan wajahnya di pelukan Kenneth.
1 menit berlalu, Agnes kembali meronta. Kenneth melepaskan pelukan dan menatap Agnes. Kenneth dan Agnes saling memandang.
"Kau kemana? Satu tahun lebih baru kembali, tidak tahu aku sangat rindu huh?" Kenneth bertanya.
"Ah, dia benar.. baginya kita tidak bertemu sudah lebih dari setahun. Bagiku hanya beberapa bulan saja, saat terakhir kali bertemu." Dalam hati Agnes.
Agnes diam, Kenneth perlahan meraba wajah Agnes. "Apa kau baik-baik saja selama ini?" Tanya Kenneth lagi.
"Hmm, aku baik. Jangan cemas." Jawab Agnes, menepis tangan Kenneth. "Jangan menyentuh sembarangan tuan Alexander." Agnes menatap tajam pada Kenneth.
"Oh, baiklah. Jawab dulu pertanyaanku. Siapa ayah Kenzo?" Tanya Kenneth.
"Ayahnya? Tentu saja suamiku." Jawab Agnes.
"Dimana suamimu?" Tanya Kenneth lagi.
"Pergi entah kemana, dengan wanita lain mungkin. Mungkin juga dia sudah memiliki keluarga baru. Oleh karena itu kami bercerai." Kata Agnes menjelaskan, tidak berani menatap Kenneth sampai harus memalingkan wajah.
"Bohong!" Celetuk Kenneth.
"Terserah kau percaya atau tidak." Jawab Agnes menanggapi ucapan Kenneth.
Kenneth tau Agnes berbohong, Agnes menghindari tatapan matanya. Kenneth meraba lembut wajah Agnes, membuat Agens kaget dan menatap Kenneth. Kenneth menatap Agnes lekat, pandangannya penuh kehangatan.
Baby Kenzo bergerak-gerak, sspertinya haus. Agnes menggendong dan langsung memberi asi pada baby Kenzo. Agnes lupa jika di sampingnya masih ada Kenneth. Kenneth tersenyum memandangi Agnes yang sedang menyusui baby Kenzo.
Agnes tersadar, wajah Agnes memerah. Kenneth membenahi posisi Agnes, Agnes bersandar di pelukannya. Ya.. posisi Agnes sekarang membelakangi Kenneth. Kenneth memeluk Agnes, Agnes hanya menurut dan tidak memberontak. Malu, tetapi mau bagaimana lagi? Itulah yang dipikirkan Agnes.
"Berapa usia baby Kenzo?" Tanya Kenneth berbisik di telinga Agnes.
"6 bulan." Jawab Agnes
Kenneth semakin dekat, dagunya menyentuh bahu Agnes. Tangan Kenenth menyentuh pipi baby Kenzo.
"Lahap sekali minum susumu nak? Tidak akan ada yang merebutnya darimu." Guman Kenneth.
__ADS_1
Kenenth mencium bahu Agnes, Agnes merasa tidak nyaman. "Ken.. jangan seperti itu, singkirkan dagumu dari bahuku." Guman Agnes.
"Kenapa? Bukankah kau sendiri sekarang? Aku bebas merayu dan mengejarmu kan?" Kenneth berbisik, meniup dan menggigit lembut telinga Agnes.
Agnes kesal, menatap Kenneth tiba-tiba. "Ken.." belum sampai Agnes selesai bicara. Kenneth mengecup bibir Agnes.
Agnes kaget, merasa malu. Agnes menunduk menatap baby Kenzo yang sedang minum asi dengan posisi tertidur.
Kenneth tersenyum, "maaf.. aku tiba-tiba menciummu. Kau tau, aku sangat rindu padamu. Aku sungguh merasa bersalah saat itu, saat aku memaksa dan menyakitimu. Maafkan aku Agnes, maafkan aku." Kata Kenneth merebahkan kepalanya di bahu Agnes.
"Itu semua sudah berlalu Ken. Bukankah kau juga sudah seharusnya memulai hidupmu lagi? Bagaimna hidupmu? Kau menikah lagi, atau.." Agnes terdiam mengingat kembali kejadian di masa lalu saat Kenneth memeluk Jesika.
"Aku belum menikah lagi setelah kejadian itu. Aku merasa bersalah dan ingin terus menemuimu. Tapi aku takut, aku takut kau semakin membenciku karena sikapku yang kasar. Kau tahu, aku sangat tersiksa saat itu." Kenneth mengenang masa lalu.
Baby Kenzo sudah kenyang. Saat ini tertidur pulas. Agnes membenahi pakaiannya, membaringkan baby Kenzo di ranjang.
Kenneth mengangkat kepalanya, mengintip Agnes yang sedang menyelimuti baby Kenzo.
Kenneth menata bantal dan menarik Agnes dalam dekapannya. Kenneth memeluk Agnes.
Agnes melepas pelukan dan mengubah posisi tidurnya membelakangi Kenenth. Agnes memeluk baby Kenzo, Kenneth memeluk Agnes dari belakang. Mengusap tangan baby Kenzo.
"Selamat tidur sayang," kata Kenneth lembut.
"Ken.." panggil Agnes, yang masih membuka mata lebar-lebar.
"Hmmh," sahut Kenneth.
"Aku ingin bertanya sesuatu, boleh?" Tanya Agnes.
"Hmmh," sahut Kenneth yang sudah berat untuk membuka mata.
Agnes diam untuk beberapa saat. Ragu apakah ingin bertanya atau tidak, namun Agnes mencoba memberanikan diri bertanya.
"Ken, kau dan Jesika, apakah masih ada hubungan?" Tanya Agnes.
Suasana hening, tidak ada jawaban dari Kenneth. Agnes bingung, berfikir apakah Kenneth tidak mau menjawab atau apa. Agnes mengubah posisinya menghadap Kenneth. Agnes tersenyum, ternyata Kenneth sudah terlelap tidur. Agnes meraba lembut wajah Kenneth dan mencium hidung Kenneth.
"Selamat tidur Ken.." kata Agnes.
Agnes menarik selimut menutupi Kenneth sampai batas leher. Agnes kembali mengubah posisnya, memeluk baby Kenzo. Agnes memejamkan mata perlahan dan terlelap tidur, diantara dua orang yang disayanginya.
Keesokan paginya, Agnes sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk Kenneth dan memasak bubur untuk baby Kenzo.
Kenneth dan baby Kenzo masih terlelap tidur. Sebelum kedapur, Agnes sudah lebih dulu memindahkan baby Kenzo ke Box nya karena takut baby Kenzo terjatuh.
20 menit kemudian..
Sarapan siap, Agnes melihat jam di dinding. Jam sudah menunjukan pukul 06.10 pagi. Agnes melepas apron setelah mencuci tangan dan pergi dari dapur untuk membangunkan Kenneth.
Agnes membuka pintu kamar, dan masuk. Menutup pintu kamar perlahan. Agnes mendengar suara kekehan baby Kenzo.
Agnes berjalan mendekat, melihat Kenneth sedang bermain dengan baby Kenzo dia atas tempat tidur. Baby Kenzo tertawa lepas saat Kenneth menggelitik tubuh mungkilnya.
"Baaaa.. hii.." suara Kenneth yang sedang bermain dengan Baby Kenzo.
Kenneth menatap Agnes, Ages mendekat dan memegang tangan baby Kenzo. "Kqu sedang bermain?" Tanya Agnes.
"Iya.. lihat dia terus tertawa dan tidak berpaling dariku. Muacchh.." Kenneth mendekat dan mencium pipi baby Kenzo gemas.
"Mandilah, aku akan siapkan pakaian ganti untukmu." Kata Agnes.
"Hmmh, aku harus kekantor sebelum jam 9." Kata Kenneth.
Kenneth bernjak dari tempat tidur dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Agnes menggendong baby Kenzo, meletakan di box. Agnes merapikan tempat tidur, menata bantal dan selimut.
Setelah semua selesai, Agnes membuka lemari mencari pakaian Kenneth yang dipindahkan bibi Hana ke lemarinya.
Agnes mengambil dan meletakan di atas tempat tidur, stelan baju kerja, lengkap dengan dasi dan kaus kaki. Agnes berdiri menatap pakaian Kenneth.
"Apa yang kurang ya?" Agnes berfikir lama.
Sesuatu melingkar di perut Agnes, itu adalah Kenneth. Kenneth berbisik, "dimana pakaian dalamku? Kau masih simpan?" Tanya Kenneth.
Agnes kaget, segera melepaskan diri dari Kenneth. Agnes memalingkan wajah menatap Kenneth. Kaget melihat Kenneth hanya mengenakan handuk yang memlilit dipinggang. Agnes kembali memalingkan wajahnya karena malu.
"Kau, pria tidak punya malu huh? Berbalik, aku akan carikan pakaian dalammu." Perintah Agnes.
"Oke, jangan marah-marah. Aku akan melihat baby Kenzo dulu." Kata Kenneth.
Kenneth melihat baby Kenzo di boxnya. Agnes kembali mencari sesuatu milik Kenenth. Tangannya meraba-raba mencari di bagian atas di dalam lemari. Agnes berjinjit, Kenneth memalingkan wajah melihat Agnes kesulitan. Kenneth mendekat, membantu Agnes mengambil sesuatu miliknya.
__ADS_1
Posisi Kenneth begitu dekat, membuat Agnes gugup. Dada bidang Kenneth menyentuh punggung Agnes, Agnes berbalik dan menatap Kenenth. Keduanya kini berhadapan dengan posisi yang dekat. Agnes terdiam, begitu juga Kenneth. Tidak lama keduanya saling membuang muka.
"Kau ganti pakaianmu, aku akan mandi." Kata Agnes.
Agnes berjalan cepat menuju kamar mandi, Kenneth berganti pakaiannya. Kenneth tersenyum melihat pakaian kerjanya yang sudah disiapkan Agnes. Kenneth meraba dan langsung mengenakan pakaian kerjanya.
Beberapa saat kemudian, Agnes keluar dari kamar mandi. Agnes sudah berganti pakaian, menggunakan kaus polos dan celana pendek. Agnes terlihat sexy dengan pakaian itu.
"Kau belum siap?" Tanya Agnes yang melihat Kenneth masih belum mengenakan dasi.
"Ahh, iya.. aku masih ingin bermain dengan baby Kenzo." Jawab Kenneth.
Agnes menarik lengan Kenneth, Agnes berjinjit mengenakan dasi di leher Kenenth, melihat Agnes berjinjit, Kenneth mencondongkan tubuhnya ke depan agar Agnes tidak lagi berjinjit. Kenneth menatap lekat wajah Agnes, Kenneth terus memperhatikan Agnes.
Agnes selesai memakaikan dasi, Kenneth mendekat dan mencium kening Agnes. "Thanks.." ucap Kenneth.
"Hmmh, ayo kluar dan makan, lalu pergilah bekerja." Kata Agnes.
Kenneth menurut, menggendong baby Kenzo bersamanya keluar dari kamar. Agnes mengikuti dari belakang, di dapur bibi Hana tersenyum melihat Kenneth dekat dengan baby Kenzo. Bibi Hana melihat Kenneth begitu menyayangi baby Kenzo.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1